
"baru juga ditinggal belum sejam udah galau,payah Lo"kata Lily,karena pernikahan kami belum banyak yang tau,selain atasan Raffi jadi aku ga enak kalau lama lama nugu Raffi,jadi habis Raffi turun di depan barak bujang aku langsung mengendarai motor ke asrama lily,
"siapa yang galau,"
"ga galau,tapi dari Lo masuk udah lima belas menit Lo ga buka suara sama sekali"
"ya lagi males ngomong aja"kataku
"dah ikut gw siapa tau belum berangkat kan lumayan bisa lihat"
"mau kemana "
"klinik batalyon"
"hah,ga ah malu"
"kan Lo nganter gw kenapa malu"
"buruan"asem ni kayanya bakal di kerjain aku,
"eh Lo ngapain Pake masker "
"suka suka gw lah"jawabku males,ah sial kenapa jadi berdebar gini kata ABG mau ketemu gebetan nya
"emang berapa orang dari batalyon sini"tanyaku pada Lily
"kalau ga salah lima belas ,aku dengar dari mas Angga sebelum berangkat ke perbatasan kemarin"
"eh ly ,Lo masuk sendiri ya rame banget soalnya"
"ga temeni gw"kata Lily sambil menarik lenganku sialan
"eh Bu Angga "kata seorang Suter yang sepertinya lagi mendata sesuatu
"sus ko rame ya,dokternya repot ya"tanya Lily ,membuatku memutar bola mata males karena pura pura ga tau
"ga Bu Angga ini dah tinggal dikit ,wong cuma mengecek tensi darah dan suhu badan sebelum berangkat serta melengkapi data kesehatan yang kurang" jelas sang suster,suara pintu dibuka keluar dua tentara dan dokter Rinda,dokter cantik yang menyukai Raffi nampa Raffi kaget melihatku sepetinya dia juga kaget,meski aku memake masker aku yakin dia masih mengingat baju yang ku pake
"dok ini ibu Angga mencari anda dok"
"oh Bu Angga ,bentar ya Bu ini tar lagi selesai ko,ini sus"
"masuk yuk"ajak lily padaku ,aku tahu Raffi selalu melihat ke arahku,setelah aku masuk dugaan ku benar,Lily cuma alasan doang,buktinya waktu di periksa
"ga papa Bu, ini biasa waktu hamil muda ,ini saya resep vitamin bisa ditebus di apotik"
"makasih dok,permisi"kami keluar bertiga,begitu keluar dokter Rinda langsung menghampiri Raffi
🎼🎼
"assalamualaikum "Bunyi ponselku membuatku mengalihkan penglihatan untuk tidak melihat kearah dr.rinda yang berusaha mengajak ngobrol Raffi
"siapa " tanya Lily
"haris nanyain laporan nya dah selesai belum kalau selesai suruh ngantar ke rumahnya,mau di cek "
"ooo,eh itu pilot adiknya Marsya masih wa Lo"kata Lily sedikit keras,kaya nya emang di sengaja biar di denger Raffi,sialan Lily tu kan Raffi langsung melotot
"gak lah,ayuk gw juga harus balik" kata ku
"mari dr Rinda "sapa Lily
"iya ,Bu Angga"
"sorry ,gw ajak Lo buat ke klinik biar bisa lihat Raffi,ga taunya......"kata Lily begitu sampai rumah asrama
"ga taunya kenapa lihat Raffi sama cewek gitu"yang di jawab anggukan
"gw ga cemburu ,kecuali mereka ciuman di depan ku mungkin gw cemburu,dah sini gw pinjam laptop lo "kataku
my husband
siapa pilot adik Haris
ga sah ke rumah Haris kirim lewat email aja
salah satu mantanmu
ko ga di jawab
^^^me^^^
^^^adik marsya,istri haris,^^^
^^^bukan mantan ,gw ga pernah dekat^^^
^^^ga sah dibahas,fokus Ama latihan^^^
^^^jaga kesehatan^^^
"lihat ulah mu"kulihat kan wa Raffi pada Lily sontak Lily ketawa ngakak
"gimana perasaan Lo,udah tumbuh rasa cinta belum"
"ga tahu,Lo tahu kan,gw itu mudah suka tapi juga mudah melupakan jadi belum bisa,memberi kesimpulan "
"siang siang beli es buah yu di depan"
"ko gw ada sedikit was was Lo ngerjain gw lagi"
"ngerjain apaan ,ayuk anterin gw"
" ga ah gw balik mau bantu ibu beresin rumah yang masih berantakan ,Lo minta tolong sersan Raka atau siapa lah "kataku sambil berdiri meraih jilbab instan dan pergi dari asrama tapi lagi apes baru sampe pos hujan mulai turun ,kulihat beberapa orang mulai berhenti memakai jas hujan,kulihat ada beberapa juga berteduh,rencana mau berteduh aku urungkan saat melihat dr.rinda lagi makan bakso dengan beberapa tentara dan sialnya ada juga Raffi kubiarkan bajuku basah terus ku kendarai motorku apa gw sudah mulai tumbuh rasa suka makanya timbul juga rasa cemburu ah sial kenapa aku meski galau,
"ya ampun kamu ya dah gede masih hujan hujan nan" tegur ibu begitu aku masuk rumah
"sana mandi ganti baju,ibu bikin wedang jahe"tanpa menjawab ibu aku lansung masuk kamar membersihkan badan dan berganti baju sesaat bunyi ponsel
My husband
ko hujan hujan nan sih
kenapa gak berteduh tar kamu sakit gimana
Mas berangkat habis sholat Dzuhur
sengaja ga ku buka cuma aku baca atasnya tanpa
membuka kunci ponsel.
"ini diminum"
"tadi waktu aku mau pulang masih panas,baru sampai pos hujan turun padahal cuaca masih panas tapi hujan malah turun"kataku sambil meminum wedang jahe
"cuaca ya begitu kadang mendung tapi ga hujan"
" Bu,bapak mana"
"dibelakang tadi bilng mau menambah lahan buat lele"bapak mulai usaha ikan lele baru berjalan sekitar enam bulan,di lahan belakang lumayan buat mengisi kesibukan selain masih jadi satpam,bapak bilang akan berhenti kalau dah waktunya pensiun saat umur enam puluh tahun,padahal pabrik punya besan sendiri.
"kapan masuk kerja "
"besok Bu"aku cuti diawal buat perawatan dan pingitan"
"pagi"sapaku saat masuk ruanganku yang sekarang hanya diisi dua orang,aku dan mas Haris
"tar Lo ikut HRD memilih tiga orang buat di Visi kita"
"kenapa ga mas Haris aja,"
"aku ada meting dengan direktur umum,"
"pagi semua"sapa Radit ketiga masuk ruangan kami
"ada pa ni pak direktur kesini,ga pernah Lo selama saya disini pak direktur masuk keruangan keuangan kalau ada apa apa tinggal perintah panggilan si A kesini"kata mas Haris
"gw juga baru kali ini lihat orang keuangan bicara sama direktur kaya bicara sama bawahan,mas"kata Radit membuat kami bertiga ketawa
"ada apa Lo"
"Raffi pernah cerita ga Tetang saham raksa manis" Raksa manis nama pabrik gula tempatku kerja,aku hanya menggeleng
"gw pernah taruhan sama Raffi kalau Raffi bisa nikahin kamu saham ku disini buat dia"
"buset gw buat bahan taruhan "
"dan pas papa kesini lamar kamu,Raffi bilang kalau gw dah nikahin kamu,dia minta tolong gw saham dia dipindahin atas nama Mba sekalian punyaku yang di jadiin taruhan"
"ada berapa persen sahamnya dit,yang aku tahu enam puluh persen saham punya RR GROP dan sepuluh persen karyawan dan sisa nya pengusaha lokal sini"kata mas Haris
"enam puluh persen tu,punyaku sepuluh,Rafi sepuluh,mbak Arin sepuluh yang tiga puluh punya mama papa"
" buset kaya mendadak Lo,bisa punya dua puluh persen saham "kata mas Haris,aku masih ga percaya dia ngasih saham sepuluh persen kaya ngasih uang sepuluh ribu
"tar nugu Raffi pulang latihan aja tuju bulan lagi"kataku menolak halus
" sekarang aja,biar cepat beres"
"aku ga mau,belum seminggu dah dapat saham apa kata orang tuamu tar"
"paling bilangnya mantu ku matre"kata mas Haris yang diketawain Radit
"terserah Lo deh,kalau Lo nolak berati waktu pembagian deviden masuk rekening gw"
"Lo tanya suami mu saja "usul mas Haris
"Raffi selam tuju bulan putus kontak sama dunia luar"
"jadi"
"ya,sama sekali ga megang hape,selama itu jadi biar aja,anggap aja bukan rejeki"