
Sudah sebulan pernikahan kami berlangsung selayaknya istri aku menyiapkan semua kebutuhan Fathar, hanya kebutuhan biologis nya yang aku belum penuhi.
"Good morning" sapa Fathar sambil memelukku dari belakang.
"Morning" balasku. Meski nafkah batin belum bisa aku penuhi tetapi aku tidak menolak sentuhan sentuhan fisik yang Fathar berikan. Setelah kami resmi pindah ke asrama aku dan Fathar sepakat menjalani pacaran halal untuk menghilangkan kekakuan pada hubungan kami.
" Lepas malu kalau di lihat Isal" ucapku saat Fathar tidak hanya memelukku tapi juga mencium area leherku. Sekarang aku tinggal di rumah asrama tentunya Isal juga ikut dengan aku dan Fathar.
" Aku mau bicara serius " ucapnya sambil menarikku duduk di kursi yang ada di dapur.
"Ada apa sepertinya sangat serius " ucapku menatapnya. Seperti yang pernah aku katakan dulu mencintai Fathar itu mudah dia memiliki fisik yang sempurna sebagai lelaki,tapi meski begitu aku tetap membentengi diri ini dengan benteng yang tinggi. Aku tidak mau jatuh lagi, karena meski sikap Fathar sangat perhatian dan menyayangi ku tapi aku belum yakin akan perasaannya padaku, mengingat aku yang cinta duluan aku yang pernah ngejar-ngejar dia aku yang cinta mati sama dia dulu sedang dia aku tidak tahu isi hatinya, Cinta apa masih ada cinta aku sendiri juga tidak yakin.
"Aku pindah tugas " ucapnya lirih .
" Kemana " tanyaku sambil menatap ke arahnya yang sekarang juga sedang menatap ku
"Lanud Padang (PDA)" ucap Fathar.
Lanud Padang (PDA) akan naik status menjadi tipe B) dipersiapkan untuk Lanud operasi dan alternatif pendukung Ibukota.
" Baiklah aku akan mengajukan surat Risen " ucapku. karena tidak mungkin aku LDR mengingat pekerjaan Fathar yang tidak sama seperti ku kerja kantoran yang pekerjaannya lebih simpel sedang aku punya komitmen yang harus ku tepati, Fathar memberikan keamanan pada Isal aku akan menjadi istri yang baik untuknya.
"Benar kamu tidak akan keberatan mengikuti ku pindah ke Padang " tanya Fathar memastikan.
"Seperti komitmenku dari awal aku akan menjadi istri yang patuh terhadap suami asal terjamin keamanan adikku " ucapan Feby membuat Fathar sedih sudah sebulan menikah tapi belum bisa meluluhkan hati istrinya.
"Kamu tidak sayang dengan karirmu di sini "tanya Fathar.
"Kalau bahas karir sebenarnya sayang,tapi buatku sekarang keselamatan Isal. Aku rasa hidup berdua denganmu sudah menjamin hidupku, buktinya sebulan menjadi istrimu gajiku utuh tak terpakai sama sekali bahkan aku malah bisa menyimpan sedikit, aku juga bisa mengambil job jasa arsitek lepas " ucapku sambil tertawa kecil. Sehari setelah resmi menjadi istrinya Fathar memberiku ATM yang katanya berisi transfer gaji tiap bulanya, belum lagi setiap pertengahan tanggal gajiannya dia akan mentransfer sejumlah gajinya ke rekening pribadi ku buat urusan pribadiku dan Isal.
"Bagus mungkin sekitar 2 Minggu lagi kita pindah , tapi tidak usah membuka jasa arsitek lepas tar kamu ketemu orang model kapten Bian kalah saing aku" ucap Fathar kesel. Mengingat Biantara yang memakai jasa arsitek ku yang ternyata juga seorang tentara, membuat Fathar sedikit tidak suka karena dia suka mengirim pesan padaku.
" Mbak " panggil Isal.
"Aku sudah kesiangan jadi tidak sarapan masukin bekal aja mbak " katanya sambil memakai sepatu sekolahnya. Karena letak asrama dengan sekolah lumayan jauh jam 05.50 Isal sudah berangkat dengan ojek langganan.
"Assalamualaikum " pamit Isal setelah mencium tangan ku dan Fathar.
"Walaikumsalam " jawab kami .
" Bagaimana Isal nanti " tanya Fathar.
" Aku akan bilang sama pakde biar Isal tinggal di sana, tapi kalau jika ada sesuatu yang bahaya aku minta bantuan keluarga mu" ucap Feby.
"keluargaku adalah keluargamu begitu prinsip mama dan papaku sejak kamu menikah denganku bukan hanya kamu Keluarga ku tapi Semua keluargamu juga keluargaku" ucap Fathar.
" Terima kasih ".
Setelah menyiapkan sarapan pagi kami berangkat bekerja, tadinya papa Fathar hendak membelikan mobil baru buatku sebagai hadiah pernikahan tapi aku menolak karena mobil Fathar juga jarang di pakai.
"Loo yakin mau risen mbak "tanya Zaki saat melihat ku membuat surat pengunduran diri.
"Ya gimana lagi laki aku pindah tugas ke Padang" jawab ku.
"Lagian tidak kerja juga tidak apa-apa lakinya sudah tajir dari orok" ucap Bagas.
"Apaan sih laki aku juga kerja ya "ucap Feby.
"Gw senang lihat kamu bisa tertawa lagi, saatnya elu sekarang bahagia " ucap Bagas .
" Dari dulu aku bahagia siapa bilang aku tidak bahagia" ucap Feby.
"Orang hidup itu ada bahagia ada luka , tidak akan bahagia terus dan juga tidak akan sedih terus nggak mungkin selama hidup kita menangis terus pasti ada bahagia itulah roda kehidupan" ucap Zaki yang ikut dalam obrolan mereka.
" Ada itu sinetron yang ditonton emak gue dari awal nangis terus giliran mau habis cerita baru bahagia" jawab Bagas.
"Hidup bukan sinetron atau cerita novel babang sayang " ucap Zaki kesel.
"Wah pencinta novel juga loo kaya cewek aja" ucap Bagas.
" Jangan salah kamu membaca novel itu menghilangkan rasa penat dan stres, membaca novel itu menambah wawasan dunia luar juga mengeksplorasi emosi yang kompleks dan selama ini tidak diketahui" ucap Zaki.
"Dia nggak tahu sekarang itu penulis novel editor banyak juga yang laki-laki" ucapku.
"Membaca novel selain memiliki banyak manfaat juga dipercaya mampu meningkatkan konsentrasi dan empati seseorang" ucap Zaki.
"Makanya sesekali lo baca tuh novel gw biar lu tahu rasanya" ucap Feby.
" Adzan dhuhur gw ke mushola bawah dulu" pamit Zaki pada kami berdua.
"Sejak nikah gw lihat Lo rajin bawa bekal" ucap Bagas saat melihat aku mengeluarkan bekal makan siangku bukannya pergi salat dahulu.
" Jangan bilang kalau kamu tiap malam olahraga malam sama Fathar makanya bangun selalu kesiangan"ucapan Bagas membuatku tersedak makan siangku.
" Kenapa Lo kaget wajar kan suami istri melakukan itu tapi juga nggak tiap malam kali" ucap Bagas yang sedetik kemudian ia melihat kearah ku.
"Jangan bilang lu masih Ting Ting" ucap Bagas tak percaya.
"Loo diam berarti benar "ucapnya sambil menghembuskan nafas kasarnya.
"Hubungan **** memiliki peranan penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga kamu harus tahu itu , emang kamu tidak berniat mempertahankan rumah tanggamu sampai kakek nenek " ucap Bagas.
"Bukan begitu lagian apa hubungan seksual sama mempertahankan rumah tangga " tanya Feby.
" Hubungan seksual adalah salah satu cara menjaga keharmonisan rumah tangga dengan **** bisa meningkatkan ikatan emosional dengan pasangan, sarana relaksasi, memberikan kenyamanan fisik dan psikis, serta menurunkan stres" ucap Bagas.
"Halah Kalimat dari mana itu " sanggah Feby tidak percaya.
"Makanya bacanya novel dewasa "ucap Bagas jahil.
"Banyak perempuan tertarik dengan lelaki yang memiliki dompet tebal dan status apalagi Fathar ganteng kaya gw. Pasti gak akan ada yang menolak pesona laki mu, Lo ga mau kan laki mu selingkuh " ucap Bagas.
Sial maki ku pada diriku sendiri yang tidak bisa melepaskan bayangan ucapan Bagas tadi di kantor.
"sialan kenapa lagi ini mobil" ucap ku saat tiba-tiba mobilku berhenti di tengah jalan dalam perjalanan pulang.
Apes banget setelah aku keluar dan ku cek ternyata ban depanku bocor .Aku mau ganti sendiri sebenarnya tapi keburu hujan jadinya aku masuk lagi ke dalam mobil.
^^^me^^^
^^^Mas banku bocor^^^
^^^Aku mau ganti ban tapi malah hujan mungkin akan ku ganti nugu hujan reda^^^
Suami
share lokasi
^^^me^^^
^^^Ok^^^
Setelah menunggu selama 30 menit hujan tidak reda-reda mana baju udah basah gara-gara insiden tadi mau ganti ban, kedinginan juga suara petir yang menyambar ga berhenti-henti.
tok tok tok suara ketukan jendela mobil membuat ku tambah semakin panik, melihat orang yang tidak jelas lelaki atau perempuan yang memakai jas hujan di tengah gelap mengetuk jendela mobilku. Ku turunkan kaca mobil sedikit untuk meyakinkan ini orang mau menolong atau mau merampok.
" Ini mas" suara Fathar membuat ku lega langsung membuka pintu mobil dan menghambur ke pelukannya.
" Hai bajumu basah semua kena air hujan" ucapnya sambil menuntut ku masuk ke dalam mobil yang berada di belakangku.
" kalau takut kalau nggak berani bilang jangan sok berani kamu sendiri kan yang repot , sok-sokan mau ganti ban sendiri nunggu hujan reda" omel Fathar aku hanya diam mendengarnya, sampai mobil berhenti di sebuah Lobby apartemen.
" Apartemen siapa ini" tanyaku saat Fathar membimbingku masuk ke dalam lift.
" Punyaku dulu aku beli waktu masih SMA, baru aku renovasi karena model nya yang sudah kuno , rencana mau aku kontrakan kalau ada yang minat ".
Setelah lift berhenti Fathar membawaku masuk ke dalam apartemen studio berukuran antara 19–30 m2, serta terdiri dari kamar tidur dan kamar mandi bener-benet cocok untuk tinggal sendiri.
" Seingat Ku sebelum kita nikah aku beli baju baru aku taruh di sini tadinya sih mau bawa pulang tapi gara-gara ada panggilan dadakan dari Batalyon Jadi aku tinggal di sini" ucapnya sambil membuka lemari pakaian.
" Ini ganti bajumu pakai ini bajumu basah semua nanti masuk angin" ucap Fathar yang langsung ku turuti karena emang aku sudah sangat kedinginan.
Aku lepas semua bajuku yang basah ku guyur pakai air hangat sebentar Untung ada sabun jadi aku mandi sekalian, tapi sayang hanya ada baju terpaksa deh aku tidak pakai dalaman hanya memakai kaos dan celana yang sangat kegedean.
Setelah Feby masuk kamar mandi segera aku pesankan makanan dan minuman buat menghangatkan tubuhnya pasti dia juga lapar pulang kerja.
Ceklek Feby keluar dari kamar mandi dengan menggunakan celana kolor pendekku dan baju atasanku yang lumayan kegedean ,sial bajunya terlalu tipis hingga nampak jelas kalau dia tidak memakai pakaian dalam.
" Aku akan kirim pesan ke Yumi supaya mengirimkan baju dan baju dalam yang bersih dibawa ke sini tidak mungkin kita pulang ke Batalyon dengan baju begini " ucapku sambil mengalikan pandangan supaya tidak melihat ke arahnya.
" Tidak usah bajuku sudah ku cuci besok juga udah " ucapnya,sial bisa gila aku harus satu ruangan dalam keadaan kayak begini meskipun kami sudah halal. Aku tak ingin langsung menerkamnya bisa-bisa dia habis itu kabur dariku.
" kamu tidak masalah kita tidur di sini kamu tidak takut padaku" ucapku.
"kita suami istri kita sudah menikah selama sebulan Kita juga tidur bersama sebulan ini apa yang salah" jawabnya tanpa dosa, apa dia tidak tahu siksaan apa yang ku terima.
Ting tong
"sepertinya makanan dan minuman yang ku pesan sudah datang kamu ambil piring sama sendok " perintah ku sebelum meninggalkannya membuka pintu sambil mengatur nafasku dan jantung yang susah diatur.