My soul mate

My soul mate
59.Jagoan



" sakit tolong perutku sakit sekali" Kata Ika sambil menggenggam tangan Raffi.


" sabar sayang Sebentar lagi kita sampai rumah sakit" kata Raffi sambil memeluk Ika dan mengusap-ngungsa perutnya.


" kamu selamat kamu pulang Kenapa tidak mau ngasih kabar ,aku kuatir menunggu kabar darimu sakit perutku sakit"kata ika di sela sela menahan rasa sakitnya.


" maaf aku mau memberimu kejutan, sabar sebentar lagi kita sampai di rumah sakit dan bisa berjumpa dengan anak kita, Dedek yang sabar sebentar lagi kita nyampe rumah sakit jangan bikin Bunda sakit kasihan Bunda" kata raffi dengan telaten mengusap keringat yang mrmbasahi kening ika dan mengusap usap perut istrinya.


" aku tidak Mau dipanggil Bunda karena Bunda pasangannya ayah,huh huh huh" kata Ika terbata bata.


" Terus maunya dipanggil apa,Mama Papa mau" di sela rasa sakitnya Ika hanya mengangguk sebagai jawaban, sesampainya di rumah sakit sesuai rujukan dokter William yang telah dihubungi sebelumnya Ika langsung dibawa ke ruang persalinan, sesuai prosedur seharusnya suami tidak boleh masuk ke ruang persalinan, tapi karena Raffi berteman akrab dengan dokter William dan dengan diizinkan oleh dokter William Raffi bisa masuk menemani ikan di ruang persalinan.


" bagus pembukaannya udah siap" kata dokter William setelah mengecek kondisi Ika.


" Tarik nafas buang nafas tarik lagi buang dan dorong"kata dokter wiliam memberi intruksi.


" ahhhh" teriak Ika sambil menarik tangan dan rambut Raffi yang berada di dekatnya sekuat tenaga.


" sekali lagi kita coba udah kelihatan rambutnya, tarik nafas buang tarik lagi dong orang yang kencang"perintah dokter wiliam.


"oek oek oek"suara Tangis Bayi pecah tak terasa air mata Raffi menetes melihat bayi mungil yang masih berlumuran darah.


" kamu hebat terima kasih sudah menjaga dan melahirkannya buah hati kita" kata Rafi sambil mencium seluruh muka Ika.


" bayinya jagoan bayinya Akan dibersihkan dulu "kata seorang suster.


" Dek Dek bangun dek ,William istriku pingsan gimana ini"


" Sebentar aku cek ,Oh tidak apa-apa Sepertinya dia hanya kelelahan" kata dokter William setelah mengecek kondisi Ika.


" Gimana kapten sudah lahir dedeknya" kata Sandi yang dari tadi menunggu di depan ruang persalinan begitu melihat Raffi keluar.


" sudah terima kasih Sudah menemani sampai ke sini aku sekarang seorang ayah dari seorang Putra"


" jagoan komandan" Raffi hanya mengganggu karena Badannya masih lemas setelah melihat proses kelahiran putranya.


" Kapten sudah menghubungi semua keluarga"


" Iya bener katamu aku belum hubungi semua keluargaku" setellahnya Raffi langsung mengambil ponselnya dan menghubungi semua keluarganya.


Berita kelahiran Putra pertama Raffi disambut bahagia sama keluarga Raffi,berbeda dengan keluarga Ika yang begitu kaget saat Raffi menghubunginya dan memberikan kabar kelahiran bahwa Ika udah melahirkan, mereka sangat kaget dengan keberadaan Raffi karena dari pihak keluarga Ika belum ada satu pin yang tahu kalau Raffi telah kembali.


"mas di mana anak kita,anak kita laki laki apa perempuan mas" Kata Ika begitu sadar dan melihat seluruh ruangan hanya ada Raffi.


" anak pertama kita seorang jagoan sekarang masih berada di ruang bayi tadi mas sudah sempat melihatnya dan mengadzaninya"


" Alhamdulillah"seru ika masih lemah


" adik perlu sesuatu perlu apa ,mas ambilkan"


" Gimana kabar Mas, kapan Mas pulang, Kenapa tidak mau ngasih aku kabar,gimana ceritanya mas " Kata Ika secara beruntun.


" satu-satu dong Sayang nanyanya Biar mas bisa jawabnya"kata Raffi sambil terkekeh dam mengusap usap tangan Ika dan menciumi tangan istrinya.


" kabar Mas baik ,sebenarnya Udah dua minggu Mas ketemu sama Radit tapi kondisi emas tidak memungkinkan untuk memberitahu adik ,baru tadi pagi Mas nyampe di asrama dan waktu Mas datang Adik lagi tiduran di sofa ,mas tidak tiga membangunkan adik"


" terus gimana ceritanya Mas bisa terjatuh"


" nggak mungkin Mas mengorbankan anak buah Mas di saat mereka berusaha menolong emas, kalau Mas tidak melepaskan tangan dari tangga kemungkinan ada tiga orang yang jatuh"


" tapi kata Letnan Taufik setelah itu kejadian langsung melapor dan esok harinya langsung diadakan pencarian Kenapa Mas bisa nggak ketemu"


" siang itu mas jatuh Mas berusaha berjalan mencari pertolongan dan bertemu dengan para penebang hutan jadi Mas langsung ditolong para penebang hutan"


"terus kenapa gak langsung menghubungi kami biar kami yang di sini tidak kuatir"


"saat mas jatuh dan berjalan mencari pertolongan setelah dirawat seminggu mas lupa jalan pulang tapi mas masih ingat nama mas "


"mas amesia"kata ika melotot tak percaya sambil mrmbekap mulutnya.


"setelah seminggu baru mas dibawa ke kota dan di periksa dokter, kata dokter mas menderita Amenesia sementara"


"amnesia sementara"


"amnesia yang hanya hilang ingatan mengenai suatu peristiwa secara acak dan kata dokter Amnesia jenis ini tidak akan merusak ingatan di masa lalu atau yang baru saja terjadi. Amnesia jenis ini terjadi karena seseorang mengalami kerusakan pada bagian otak yang terjadi pada limbik"


"terus gimana mas bisa mengingat semua"


"dengan bermodal nama lengkap yang Mas masih ingat dari sana Mas mencari melalui dunia maya, setelah seminggu barulah emas bisa menghubungi Radit meski agak susah, Radit tidak bisa menghubungi kamu karena mas belum mengingat 100% tentang pernikahan kita, setelah menjalani psikoterapi dan pengobatan yang dianjurkan oleh dokter barulah Mas bisa mengingat tentang pernikahan kita, baru setelah ingatan mas pulih semua mas bisa menemui kamu".


"jahat kamu mas"


"maaf maaf"kata Raffi sambil mencium tangan Ika.


tok tok "misi maaf menggagu ibu waktunya Inisiasi Menyusu Dini (IMD),ibu" kata suster yang baru masul dengan mendorong box bayi.


"tapi ASI ny sepertinya belum keluar deh sus"


"ga pa pa ibu Inisiasi Menyusu Dini (IMD) yaitu  kontak kulit pertama ibu dan bayi segera setelah bayi lahir, minimal selama 1 jam."


"he he iya sus "kata ku malu karena baru tahj.


" Assalamualaikum"


" Waalaikumsalam"


" Gimana Mbak Apa yang dirasakan sekarang setelah dedeknya lahir"kata Ratih yang baru datang bersama suami dan Santi bersama suaminya juga.


"hus hus jangan berisik Adiknya tidur" kata Santi yang sudah berdiri di samping box bayi setalah tadi Inisiasi Menyusu Dini (IMD),bayi mungil kami di taruh lagi di box bayi.


" yang dirasakan tidak dapat diucapkan dengan kata-kata bahagia senang dan syukur alhamdulillah untuk semuanya, dedeknya lahir dengan sehat dan selamat, suaminya kembali dengan sehat meski Sekarang tambah jelek sih"


ha ha ha semua tertawa kecuali Raffi yang cemberut.


" Kok gitu sih Dek aku dikatain jelek"


" lihat Mas tambah hitam mukanya luka semua rambutnya gondrong tapi nggak apa-apa sih yang penting pulang dengan selamat nggak jadi janda"


"ha ha Kapten rambut gondrong tapi tambah macho" kata Santi.


" Dek kok ngomong gitu" tegur sandi kepada Santi. yang disambut tawa kami semua hingga suara bayi mungil kami yang menangis menghentikan tawa kami.