My soul mate

My soul mate
86. Bertemu kembali



Aku melangkah masuk menuju pesawat sesuai tiket yang di pesankan mbak Clara, dengan telinga aku tutup pakai headset sambil menghubungi mama.


" Maaf permisi bisa geser tempat duduknya karena ini tempat duduk saya" kata ku saat melihat tempat duduk harusnya buat ku di tempati laki yang wajahnya di tutupi topi dan kacamata hitam, tanpa menjawab dan menoleh dia bergeser sambil asik bermain game di ponselnya.


"halo assalamualaikum Mama assalamualaikum Isal nenek " ucapku saat sambungan telepon terhubung.


"walaikumsalam "


"Mbak lagi di dalam pesawat ya mau ke rumah pak lek "


"kok Isal tahu mbak di dalam pesawat"


"sama kayak di dalam tv-tv yang Aku suka tonton"


"Mbak udah beli mainan pesawat yang ada remote control nya ,tar minta aja Mas Bagas sekalian suruh beliin baterai dan jangan lupa bilang terima kasih"


"terima kasih Mbak Isal sayang banget sama mbak"


"sama-sama sayang ingat rajin belajar ya sekarang ponselnya kasih ke mama ya mbak mau ngomong sama mama".


"kamu kok beli mainan lagi sih buat Isal itu mainan nya udah sangat banyak"


"Mama ngomong apa sih ya kalau bukan aku yang beliin siapa" ketusku tak suka.


"bukan begitu Mama hanya nggak suka kalau kamu terlalu memanjakannya"


"aku kerjakan buat dia juga ma"


"kamu terlalu gila kerja ingat umurmu sudah 28 tahun lebih"


"udah deh mah nggak usah bahas jodoh lagi jodoh udah ada yang ngatur akan datang bila sudah waktunya, fokusnya Feby sekarang bekerja buat mama dan Isal"


"tadi pagi pak lek mu telepon nenek dan cerita katanya kamu mau ke Bandung dia berpesan ke mama kamu harus menginap di rumahnya"


"mah Pak lek itu tinggalnya di asrama selain rumahnya kecil aturannya juga ketat"


"ya coba kamu ntar bilang sama Pak le mu sendiri,dia itu juga pingin keluarganya menginap di rumahnya yang sederhana itu"


"Aku sih gak masalah ma tapi sekarang Bu lek lagi hamil muda terus disana juga ada Rini adik nya bulek"


"hahaha gak apa apa tar Kamu tidur di kamar Affan aja,jangan dendam sama Rini gak baik dedam"


"aku gak dedam ma cuma trauma " aku pernah main kesana dan tidur sama Rini,pas aku bangun muka ku di coret coret sama dia,Rini seumuran denganku beda 5 bulan tua aku dia seorang apoteker di rumah sakit pemerintah di Bandung tapi usil nya persis kayak remaja lagi pubertas .


"udah dulu mah ponsel nya udah disuruh matiin pesawat mau take off assalamualaikum "


"hati hati walaikumsalam "


Setelah ponsel mati aku putar musik dan kututup mataku.


"gw kira siapa seru sekali ngobrolnya sampai gak ngerasa suara berisiknya menggagu ketenangan orang lain " kata laki-laki yang suaranya seperti tidak asing membuatku menoleh kearahnya dan melepaskan headset ku.


"ketemu lagi 3 hari secara berturut turut "katanya sambil tersenyum manis.


Ya Tuhan kenapa harus ketemu lagi jujur hatiku masih berdebar kala bertemu dan bertatap muka langsung dengannya kataku dalam hati sambil menutup mata untuk mengatur debar jantungku.


"kok malah tidur sih"


"terus mau ngapain " jawabku masih dengan menutup mata.


" Ya Ya ngobrol lah 35 menit mau ngapain tidur juga nanggung"


" Tapi masalahnya aku lagi males ngobrol aku pingin istirahat, maaf" kataku langsung memasang kembali headset menyalahkan musik dan menutup mata, bodoh amat di bilang sombong dia juga dulu begitu.


Aku memang tidak bisa tidur tapi aku menutup mataku berpura-pura untuk tidur, bukannya aku males berbicara dengan orang di sampingku tapi aku takut jika berbicara dan ngobrol dengannya akan tumbuh benih-benih cinta yang berusaha ku padamkan selama ini, hingga pesawat Landing di Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara.


Saat naik pesawat komersial aku lebih suka duduk di kursi samping jendela Selain karena bisa melihat secara langsung pemandangan di luar dan posisi ini juga nyaman untuk bersandar ketika hendak pura pura tidur, karena suka ada yang sok kenal ngajak ngobrol atau hanya pingin kenal,tapi sekarang disaat aku kenal dan ingin ngobrol tapi malah di tinggal tidur tau tidur beneran atau pura-pura tidur , hingga pesawat landing dia baru membuka mata.


🎼🎼 pak lek


" assalamualaikum Pak lek"


"waalaikumsalam ini pak lek dah di bandara menjemputmu"


"iya pak lek "


"yaudah pak lek tunggu assalamualaikum"


"walaikumsalam "


"kamu ada kerjaan di Bandung atau emang tinggal di Bandung" kataku basa basi dijawab syukur ga di jawab ya udah aku dulu juga begitu, mungkin begini rasanya jika kita bertanya tapi tidak dijawab.


"ada sedikit kerjaan"katanya dengan nada santai tadinya aku sempat berpikir dia tidak akan menjawab, Feby berjalan di depanku dengan tas ransel di punggung dan tas laptop di tangan kanan dan bahu kiri disampirkan Drafting Tube atau sering kali disebut sebagai Tabung Gambar/Kertas(Drafting tube adalah tabung plastik yang biasa digunakan untuk menyimpan/membawa kertas berukuran besar (Kertas disimpan dalam gulungan agar tidak menimbulkan bekas lipatan).


"mau aku bantu bawa"


"tidak terima kasih "


"ada barang di bagasi tidak "


"ada "


"banyak nggak kalau banyak aku bantu "


"tidak hanya meja teknik portabel dan 1 Koper large" Feby yang sekarang terlihat dewasa dan mandiri.


"perlu bantuan "Kata ku saat ku lihat dia menata bawaan nya.


"tidak terima kasih "


"gak usah sungkan " kataku mengabil alih kardus yang sepertinya berisi meja teknik portabel dan koper miliknya.


"kamu gak ambil barang di bagasi"


"tidak aku hanya membawa tas ranselku"


"jadi kamu tadi hanya menemaniku"


"tidak aku sambil menunggu temanku yang katanya masih di jalan"bohong ku, semoga Ali belu menjemput ku. Ah sial umpat ku saat aku lihat Ali yang masih bersragam sedang bicara dengan seseorang juga dengan pakaian yang sama.


"Sini broo"


"mana yang jemput kamu aku anter "


"tidak usah taruh sini aja aku nyari pak lek ku dulu"


"Feby ,Lo letnan Fathar "


"kalian saling kenal " tanya Ali.


"kami teman SMA "jawab kami kompak.


"pak lek kenal "


"iya , mana barang mu "


" ini Serma Yusuf "


"terima kasih sudah dibawakan letnan,saya duluan letnan Fathar, letnan Ali"


"bener teman SMA lo"


"iya kenapa naksir"


"boleh juga kenalin dong "


"aku aja nggak punya kontak ya gimana mau ngenalin ke kamu"


"tapi dia dijemput Serma Yusuf apa salah satu saudara Serma Yusuf ya" tanya Ali.


"bisa jadi " kata bohong mengingat waktu di telpon tadi Feby bilang pak lek,berati adik ibunya, kenapa aku bohong dan gak rela Feby di dekati Ali playboy sekaligus temanku.


"itu bukan Serma Yusuf kenapa berhenti sepertinya mobilnya mogok" kata Ali menujuk mobil Avanza warna putih yang berhenti di pinggir jalan raya.


"kenapa mobilnya Serma Yusuf " tanyaku.


"nggak apa-apa hanya ban bocor ini mau kami ganti"


"Mari kami bantu "kata Ali sambil berjalan mendekat.


"mari saya bantu "


"tidak perlu hanya begini saya masih sanggup "tolak Feby saat Ali hendak mengambil alih ban serep yang di gulingkan Feby, dalam hati aku senang Feby menolak dan ketawa melihat Ali si playboy yang di tolak, hingga selesai kami hanya bisa menjadi penonton sebenarnya malu sebagai laki-laki membiarkan wanita mengerjakan pekerjaan kasar tapi gimana lagi bantu kami tawarkan di tolak.