
Aku sendiri tidak menyangka dengan apa yang aku lakukan tadi terhadap Feby, semua dilakukan secara spontan.
Sebagai laki-laki dewasa yang usianya cukup matang aku akui itu bukan ciuman pertamaku ,aku pernah berciuman dengan beberapa wanita bahkan dengan wanita yang tidak ku cintai pun ,karena dia yang mulai mencium ku dulu kala itu. Aku juga heran dengan reaksi spontan ku tadi saat melihat senyum sinis nya dan itu pertama kalinya aku mencium wanita secara kasar.
" Dari mana sih lama banget " ucap kak Dino .
" Kamar mandi, kebelet " bohong ku.
Mataku terus melihat dan memperhatikan gerak gerik Feby tanpa ku alihkan pandanganku.
" Lo suka dia dari tadi gue lihat lo memperhatikannya, kalau lu suka gue mundur mendekatinya".
" Yang jelas aja kak Dino mendekatinya, ingat umur kalian berbeda jauh" sewot ku.
" Emang kamu tahu dia umur berapa ".
" Tahulah umurnya 30 bahkan Hari ini adalah hari ulang tahunnya" ucapku spontan.
" wow jangan-jangan mantanmu".
" Bukan mantan " ucapku " Ehh ko kak Dino.." ucapku sambil menutup mulutku sendiri.
" Hahaha hahaha sepertinya ada yang baru kelepasan bicara".
" Kenapa kalian berdua berisik banget " ucap papa yang menghampiri kami.
" Om Raffi lihat gak cewek yang duduk paling belakang pojok sedang makan berdua sama cowok, yang rambutnya di gerai sekarang lagi memainkan ponselnya ".
" Iya lihat kenapa ".
" Anak laki-lakimu kayaknya naksir berat sama dia sampai sudah tahu umurnya , bahkan tahu hari ini ulang tahunnya . Aku mau mendekatinya aja tidak boleh katanya ketuaan buatku, padahal Fathar bilang usianya 30 berartikan cuma beda 6 tahun denganku" ucap kak Dino dengan senyum jahilnya.
" Apaan sih " kataku kesel sambil berjalan meninggalkan papa dan kak Dino yang asik menertawakan aku.
Selepas Aku memastikan Feby pergi meninggalkan rumah orang tuaku, aku masuk ke dalam kamar.
Ku Rebahkan badanku di tempat tidurku sambil meraba bibirku mengingat ciumanku yang kasar tadi , ingin aku menyangkalnya tapi kenyataannya itu yang kulakukan bisa habis aku kalau ketahuan papa sama Mama, Kataku dalam hati sambil berusaha memejamkan mata.
" kok sepi ma pada kemana semua" ucapku Setelah keluar dari ruang Gym yang berada di halaman belakang dekat dengan kolam renang.
" Papa dan Om Bayu lagi joging di depan, adikmu tidak tadi pagi dijemput tunangannya" ucap mama sambil menata menu sarapan di meja makan.
" Nenek kemana" kataku karena tak melihat nenek yang biasanya sibuk di dapur kalau kesini.
" Lagi berjemur sama oma di halaman depan" .
Sambil mengambil sepotong roti bakar ,Aku berjalan keluar mencari nenek dan Oma. Tampak nenek dan Oma lagi ngobrol bersama dengan papa dan Om Bayu yang sepertinya baru sampai.
" Tumben oma tidur sini opah tidak mencari " kataku sambil menghampiri mereka.
" Opa ada acara main golf sama temennya".
"Ayo masuk sarapan udah siap " ucap mama yang baru datang.
" Tumben biasanya nenek kalau main ke sini selalu sibuk di dapur, padahal aku rindu masakan nenek loo".
" Nanti nenek masak masakan kesukaanmu buat makan siang" ucap nenek sambil mengelus rambutku seperti bocah.
"Assalamualaikum" ucap salam dari Yumi yang baru pulang.
"Walaikumsalam" ucap kami menjawab salamnya.
" Mah sepertinya doa mama supaya jodohnya Fathar secepatnya di pertemukan bakal terkabul deh " ucap Yumi membuatku serasa ingin menyumpal mulut nya.
" Jadi kalian sudah ketemu, ketemu di mana" ucap mama antusias.
" Emang seharian Fathar pergi kemana bukannya di rumah aja kemarin" ucap papa, membuat suasana hatiku menjadi tidak menentu.
" Apa maksudnya kata-kata main sosor" ucap papa tegas kali ini.
" Ups sepertinya mulutku salah berbicara deh Mas, Mbak " ucap Om Bayu sambil menutup mulutnya dengan tangannya.
" Sekarang kamu cerita atau aku cek CCTV di rumah ini " kata papa, membuatku harus mengumpulkan keberanian menghadapi kemarahan papa.
Ahkirnya aku menceritakan semuanya yang kulakukan kepada Feby kepada mereka tanpa aku kurangi atau aku tambah.
"Jika sesuatu telah ditakdirkan untukmu, sampai kapanpun tidak akan pernah menjadi milik orang lain. Baik itu jodoh, maupun rejeki" ucap nenek sambil mengelus rambutku seperti bocah.
" Ternyata cucuku diam-diam sudah dewasa" kali ini giliran Oma yang komentar.
" Tidak apa-apa laki -laki kadang harus sedikit berani" ucapan papa diluar perkiraan aku, tadinya aku pikir papa akan marah dan menghukum ku.
" Itu dosa dia belum halal, sebagai hukuman kamu harus bawa calon mantu mama kerumah kita" .
Sungguh reaksi keluarga aku di luar perkiraan aku.
" kalian tidak ingin marah atau menghukum ku begitu"kataku lirih sambil melihat mereka.
" Kalau kamu memperkosa papa akan mengeluarkan mu dari KK, kamu hanya menguapkan perasaanmu kepada wanita yang kau sayangi".
" Semalam wanita itu datang bersama laki-laki siapa tau itu pasangannya" ucap Om Bayu.
" Bukan yang semalam bukan pasangannya tapi saudara sepupunya" ucap Yumi sepertinya tau sesuatu.
" kok kamu tahu?"tanya mama .Yumi cerita kalau tadi saat joging mertuanya ketemu sama mama Bagas, Bagas yang semalam datang dengan Feby mereka datang mewakili orang tuanya Bagas.
"Berarti rumah mertua Lo sama rumah Bagas satu komplek ?" tanyaku.
" Bukan satu komplek lagi tapi saling berhadapan, selain tetangga mereka dua keluarga sangat akrab makanya keluarga Bagas diundang semalam " jelas Yumi padaku.
" Minta alamat rumah mertua lu dong".
" Lo mau kesana sekarang " aku langsung mengaguk .
"Haha ga sabaran banget Kamu " ledek om Bayu.
" Jangan buru-buru siapkan rencananya, cari informasi dari Aufar Tetang Bagas" ucap Om Bayu padaku .
"kenapa harus begitu," tanyaku.
" Ingat semalam lu main sosor pada sepupunya dan kalian hampir saja baku hantam".
"Hah , jadi semalam kalian udah ketemu " ucap Yumi.
" Dibilang main sosor berarti sudah ketemu " jawab om Bayu.
"Gw bukan bebek kali".
Mereka tertawa meledek aku ,tapi tawa kami hilang saat ponsel omah berbunyi mengabarkan kalau opa dilarikan ke rumah sakit karena pingsan mendadak.
Kami semua berlari ke rumah sakit saat itu juga tanpa memikirkan apa-apa lagi, bahkan nenek juga ikut ke rumah sakit melihat kondisi opa untuk menguatkan Oma.
Sesampai di rumah sakit kondisi apa sudah stabil tapi beliau harus melakukan prosedur pemasangan ring buat jantungnya. Usia opa sudah 80 tahun tapi masih sehat begitupun Oma yang seumur opa, karena rajin berolahraga dan gaya hidup sehat mereka.Berbeda dengan nenek yang berusia 77 tahun , tetapi sering masuk rumah sakit karena usia. Hari ini kami lalui seharian di rumah sakit rencana aku mencari tahu Feby gagal total, apalagi esok harinya aktivitasku kembali sibuk. Semua berjalan begitu cepat sebulan berlalu hingga musibah terjadi di keluargaku Oma tiba sakit dan meninggal setelah dirawat di rumah sakit selama satu minggu.
Kami semua bersedih tapi kami juga sadar umur sudah digariskan, sejak omah meninggal opa tinggal bersama keluarga kami. Dengan alasan mengajari Bapak bisnis , karena sejak pensiun papa mulai aktif belajar bisnis dari opa.
" Papa itu sudah pensiun tapi belum dikasih cucu" ucap papa saat kami berkumpul saat acara doa 40 hari Oma meninggal.
" Salah papa juga kenapa nikahnya udah tua coba kalau papa nikah muda kayak opa, umur 60 udah punya cucu" ejek Yumi.
" Hahaha bener itu kamu , emang paling pinter " ucap om Radit sambil mencubit pipi Yumi gemes.