
'Berita hari ini beberapa perwira tinggi dan menengah di kalangan TNI POLRI tiba-tiba diperiksa dan digelandang ke KPK, diduga pada terlibat penyelundupan barang-barang ilegal'
" Nonton apa sih orang yang sibuk memperkaya diri kok ditonton" ucap Ika pada suaminya .
" Aku bukan menonton mereka yang ditangkap atau mereka yang sibuk memperkaya diri ,aku bangga dengan para aparat yang berjuang tanpa pamrih di belakang tertangkapnya mereka" ucap Raffi.
" Bangga lah harus siapapun orang tuanya yang melahirkan anak-anak yang rela berjuang tanpa pamrih buat negara pasti juga akan mendapatkan balasan yang terbaik jika tidak sekarang ya nanti" ucap Ika membuat Rafi tersenyum tipis.
" kemarin aku tidak sengaja mendengar Opa berkeluh kesah tentang nasib keluarganya" ucap Ika.
"Ada apa dengan keluarga kita tidak ada masalah " ucap Raff.
" Mbak Arin perempuan otomatis anak-anak menjadi penerus nama keluarga mas Damar, kamu punya anak lelaki cuma 1 malah memilih jalur militer mengikuti jejakmu. Radit anak ke 3 sampai sekarang hanya mempunyai anak perempuan" ucap Ika.
" Apa perlu kita bikin Adik satu lagi cowok biar papa sedikit tenang "ucap Raffi.
"Malu sama umur udah punya cucu juga" omel Ika sambil mencubit perut kotak-kotak Raffi .
" Sepertinya papa harus belajar ikhlas mau laki-laki atau perempuan sama saja mereka tetap anak-anak kita, ternyata gak Keluarga Wira atau Raksa sama aja lebih mengutamakan garis keturunan laki-laki " ucap Raffi tidak suka cara pikir orang-orang tua.
" kalau menurut Mama pribadi mau lelaki mau perempuan mereka tetap anak-anak dan cucu cucu kita keturunan kita" ucap Ika.
"Maka dari itu tugas kita adalah meyakinkan papa mau lelaki atau perempuan semua sama, siapapun yang bisa mengurus perusahaan keluarga dengan benar merekalah yang berhak bukan karena laki-lakinya atau harus laki-laki" ucap Raffi.
" Kemarin setelah aku memastikan Diva cuma demam biasa karena virus aku mampir ke kamar inap Fathar di sana dia cuma sendiri sedang bermain dengan laptopnya si gadungan tidak ada, anakmu sudah pulih ingatannya atau si gadungan sudah kembali kerja" ucap Ika, gadungan yang dimaksud adalah Zahra. Menurut Ika orang yang mengaku-ngaku menjadi pacar anaknya itu hanya pacar gadungan aja karena jelas-jelas anaknya sudah punya istri dan anak.
"Gadungan siapa ?" tanya Fathar yang tiba-tiba muncul di antara mereka yang sedang makan malam.
"Ya Allah kamu sudah sehat kamu sudah sembuh udah bisa jalan?" tanya Ika secara beruntun saat melihat putranya masuk ke dalam rumah dalam keadaan sehat meski masih ada sedikit luka yang nampak di wajahnya.
" Satu satu kenapa sih mah nanyanya biar enak juga jawabnya" ucap Fathar sambil tersenyum tipis.
" Bener ini Lo Thar sudah sembuh kaki lu bisa jalan?" tanya Yumi.
" Mama belum dijawab ini satu juga nanya yang sama hadeewwww " ucap Fathar pura-pura pusing.
" Dasar anak kurang ajar Mama kamu kerjain " ucap Ika sambil memukul-mukul putra sulungnya.
" Aku tidak pernah berbohong atau mengerjai mama dan Yumi, waktu pertama kali aku sadar aku memang sangat bingung dan tidak mengenal tentang anak dan istriku dan saat itu kaki juga susah bergerak. Berkat Mama yang telaten menjelaskan tentang anak dan istriku dan memberikan bukti-bukti nyata dari surat nikah ,foto mereka ingat aku kembali pulih puncaknya saat aku pingsan karena sakit kepala . Terima kasih cinta pertamaku " ucap Fathar sambil memeluk mamanya.
Ika hanya bisa menangis haru serta mengusap pipi serta kepala anak sulungnya itu.
"kalau kamu sudah ingat dari sejak sakit kepala itu kenapa kemarin kamu diam saja waktu Mama menemui mu habis melihat keadaan Diva?" tanya Yumi.
"Iya kamu kemarin malah sibuk sama laptopnya sendiri Mama dan adikmu di cuekin " ucap Ika.
" Gimana keadaan Diva kapan bisa dibawa pulang?" tanya Fathar mengalihkan pembicaraan.
"Tetapi Feby sudah tau kamu amnesia " ucap mama.
Ahkirnya meluncurlah cerita pertemuan Feby tadi siang dengan Ika. Ika dan Yumi buru-buru ke rumah sakit setelah dapat kabar dari Bagas kalau Diva masuk rumah sakit.
"kamu kok nggak ngomong sama Mama atau Yumi, kalau Diva masuk rumah sakit kenapa kamu urus sendiri pasti kamu capek" ucap mama setelah tadi sempat sedikit bikin keonaran waktu pertama kali datang. Mama dan Yumi yang tiba-tiba masuk tanpa ketok pintu mengakibatkan Kami bertiga kaget bahkan Diva sempat menangis karena kaget.
"Bukan begitu mah aku tahu Mama lagi sibuk mengurusi persiapan pernikahan Yumi meskipun hanya sederhana dan dibantu oleh pihak WO ,pasti mama juga capek keluargaku juga gitu Bagas pakde Budhe semuanya juga sibuk. Prinsip ku selama aku bisa menghandle Aku tak mau merepotkan siapapun" ucap Feby.
"Tapi kamu sendiri baru sembuh operasi jika menjaga Diva sendirian pasti juga capek" kata Ika.
"Mama percaya sama aku deh kalau aku udah nggak sanggup capek aku pasti hubungi mama" ucap Feby menenangkan mama mertuanya.
" Sepertinya dokter tadi menyukaimu Mbak aku bisa melihatnya dari sorot matanya" ucap Yumi,Feby cuma menanggapi dengan senyum tipis.
"Mama aku mau minta maaf sebelumnya aku berencana meneruskan gugatan cerai ku kepada mas Fathar"ucap Feby .
"Kenapa ?" tanya Yumi.
" karena batas kesabaranku yang digantung cukup sampai di sini aku ingin memperjelas statusku single atau janda. Jadi aku minta maaf cuma bisa mempertahankan pernikahanku sampai di sini" ucap Feby.
"Asalkan kakak bahagia pasti akan ku dukung" ucap Yumi.
" Masalahnya Setelah 2 tahun Fathar tidak ada kabarnya sekarang dia udah kembali di antara kita, kendala terbesarnya dia melupakan memorinya sebagian dia merasa masih menjadi tentara dan bertugas di Lanud Husein Sastranegara (HSN), Bandung" ucap Ika.
" Jadi melupakan memorinya saat berdinas di Lanuma Halim Perdanakusuma (HLP) dan Lanud Padang (PDA), Padang" ucap Yumi.
" Jadi saran mama tunggu amnesianya sembuh bagaimana" ucap Ika yang sebenarnya merasa tidak enak dengan menantunya yang sudah lama digantung oleh putranya.
" Setelah Fathar mengingat semua nya Mama serahkan pada kamu, mau melanjutkan persidangan atau berniat rujuk dengan Putra mama" ucap Ika.
" Bagus mama aku tinggal pura-pura amnesia di depannya biar dia tidak jadi menggugat ku " ucap Fathar yang langsung di pelototin oleh semua orang yang ada di situ.
" Itu terlalu beresiko bego menurut mu mbak Feby nggak bakal marah kalau mengetahui kebohonganmu, bisa-bisa masalahmu tambah lebih runyam " ucap Yumi.
" Apalagi sekarang saingan mu banyak dokter anak yang merawat Diva, Kakak sambungnya Lilis yang aku denger-denger bakal menjadi pengacara istrimu " ucap papa yang dari tadi hanya diam Setelah mama datang.
" Ahhh kalia tambah bikin aku galau" ucap Fathar.
" Saran Mama sebaiknya kalian ngobrol berdua empat mata setelah itu apa keputusan istrimu kamu terima saja jika memang dia jodohmu dia akan kembali lagi padamu cepat tak lambat" ucap mama yang hanya dibalas Fathar dengan cemberut.
" Ah sepertinya kepalaku mau meledak lebih baik aku ke rumah sakit sekarang menengok keadaan Diva secara langsung, masalah nanti aku pikirkan saja nanti kalau sudah sampai di sana" ucap Fathar sambil berjalan meninggalkan rumah.
Tapi sesampainya di rumah sakit pintu ruang inap Diva putrinya terbuka begitu Fathar mengintip ada suster yang biasa menemani istrinya bersama lelaki yang di panggilnya AA,ada juga dokter anak yang katanya menyukai istrinya membuat kepala semakin mendidih karena di bakar rasa cemburu.
Istriku dan putri ku disana mengobrol dengan 2 lelaki yang dari sorot mata mereka menatap kagum pada istriku.