My soul mate

My soul mate
32.Cemburu nya suami



"sekarang cerita siapa yang tadi sore nemuin kamu jangan ada yang ditutupi ,aku dah tau dia siapa karena mas udah nanya sama Bayu dan besok mas akan menemui Radit ,mas ingin tau siapa pengacara itu "katanya sambil menepuk sampingnya menandakan aku harus duduk disitu, dengan wajah yang tidak enak dilihat,ahkirnya aku turuti kemauannya dan duduk disamping nya di atas kasur ku.


"mas sebaiknya kita keluar dulu ngobrol sama bapak ibu,ini baru jam delapan malam masak dah masuk kamar,aja sih".


"Bapak ibu maklum kita lama ga ketemu ,kamu dah tau tentang masa lalu mas , jadi sekarang ga salah kalau mas ingin tahu juga dong"


"oke ,yang tadi datang nama nya Erwin dan ibunya, lima tahun lalu kami pernah pacaran sama dia tapi cuma pacaran tiga bulan , harus berahkir karena ibu nya ga setuju ".


"kenapa ga setuju".


"saat itu kita ga sengaja ketemu ibunya di swalayan ibu nya yang lagi belanja bulanan bersama asisten rumah tangga nya dan kami yang baru selesai nonton".


"terus kenapa berhenti "


"nafas dulu mas "


"mau aku beri nafas buatan "


"modus "kata ku sambil menepuk muka nya pakai bantal.


"saat kami kegep ibu nya mengajak kami makan siang bersama ,disana dia menanyakan apa pekerjaanku ,pekerjaan bapak ku ,ibu ku ,saudara ku berapa dan menilai penampilanku,saat selesai makan dia sengaja menyuruh putra nya membayar makanan kami,padahal dia ingi berbicara empat mata dengan ku"


"Kenapa terkesan kaya orang ngelamar kerja di nilai penampilannya saat interview , apa yang dikatakan ibunya" kutarik nafas dan ku pejamkan mataku sebelum melanjutkan cerita ku.


"aku ga layak buat putranya ,kami berbeda ayah ku hanya seorang satpam sedang ayahnya pejabat ,aku hanya pekerja pabrik sedang anaknya abdi negara, dia anak tunggal aku banyak adik dan masih harus nanggung biaya adiku, penampilan ku juga ga sepadan dengannya aku Pake montor buntu ,putranya Pake motor sport mahal yang harga motornya bisa buat beli tiga montorku saat itu".


"terus sekarang kenapa jadi mendekati mu kalau kamu ga sepadan dengannya "


"kata Bayu karena aku sekarang lebih glowing ,penampilanku lebih berkelas lebih anggun dan itu kata Bayu gara gara kamu"


"ko aku,di bawa bawa"


"karena uang mu merubah penampilan ku"


"emang dulu penampilan mu kenapa hmm"kata Bayu sambil menarik ku kedalam dekapan nya


"aku yang dulu ga pernah memikirkan penampilan ku dari baju yang selalu itu itu,ga pernah ke salon potong rambut aja nyari yang gratis ,ga pernah perawatan dan masih banyak lah pokonya "kataku sambil ketawa kecil.


"kenapa ga perawatan ,meski kerja di pabrik kamu staf Lo bukan buruh kasar gaji mu juga lumayan ".


"Aku harus memastikan adik adikku tidak kekurangan apa pun".


"oh listrik ternyata sangat mengutamakan keluarga aku ga salah pilih kalau gitu "Kata nya disambung dengan ciuman di seluruh mukaku.


"modus"kataku untuk menutupi kegugupanku.


"yang latihan pemanasan" katanya belum sempat aku ngerti maksud kata katanya ,Raffi Udah berada diatasku disaat aku masih mencerna aku di kejutkan dengan kecupan kecupan di bibir hingga kecupan itu berubah menjadi ******* dan hisapan di bibirku yang awalnya lembut berubah menjadi kasar dan menuntut ditambah tanganya yang mulai bergerilya kemana mana,membuat jantungku berdetak melebihi batas normal dan merasakan sensasi baru pertama kali ku alami.


"aku tidak akan memintak hak ku sekarang ,aku hanya mengajari istriku foreplay"ucap Rafi,setelah memberi kecupan ringan di bibirku ,padahal nafasku sudah ngos ngos san.


"kenapa "tanyaku penasaran


"aku tau kamu baru pertama kali melakukan skinship dengan lawan jenis ,jadi aku akan mengajari istriku pelan pelan "katnya sambil memelukku .


"tapi gimana itu mu"tanya ku sambil menunjuk kearah yang menonjol di antara pahanya.


"ga pa pa yang penting istriku nyaman aku ga mau buru buru dan membuat mu tidak nyaman,kita menikah bukan hanya untuk melampiaskan hawa nafsu saja,tapi kita menikah untuk ibadah kepada Allah,menyempurnakan agama kita,mengikuti Sunnah Rasulullah dan kita melaksanakan atas dasar keikhlasan dan tanggungjawab".


"oh pengertian sekali suamiku ini,tapi bukane seksual juga penting ya, kaya pupuk buat tanaman hubungan intim di sebuah pernikahan".


"Iya sih bener penting ,mas tanya tanaman kalau dikasih pupuk doang tanpa di kasih air ,tanpa ada cahaya sinar matahari gimana,gak akan tumbuh sempurna kan jadi semua itu ada porsinya masing masing ". Kami saling mengobrol sampai kami tertidur dengan posisi saling memeluk .


"morning kis"kata Rafi saat aku pertama membuka mata dan langsung disambut dengan ******* dan hisapan ringan di bibirku.


"klau udah nikah enak ya tidur ada yang memeluk,dapat morning kiss juga"


"subuh dulu yu"


"aku dah tadi di mushola "


"gimana sih kamu ,masak suami pulang dari mushola istri belum bangun,........."bener kan kataku dan masih banyak lagi ceramah pagi yang ibu ucapkan, sampai terasa panas andai ini kuping, kaya panci dan kompor udah godong kalu,karena aku memang salah jadi aku tidak bisa membatah ibu sama sekali atau menghindar kalau menghindar ayah anda bisa ikut murka ha ha jadinya cuma bisa mengomel dalam hati.


"Kamu dah gak kerja kan"


"ko tahu"


"kemarin aku telpon Radit , dia cerita kamu dah risen dari pabrik cuma ngambil Freelance accountant"


"iya kalau di pabrik aku terikat waktu,terus aku juga browsing kalau kamu lolos pasti pindah tempat dinas"


"iya mas pindah ke Kartasura mas bergabung dengan Grop 2 Kopasus".


"sekarang kita kemana dulu"


"mas ke batalyon ada urusan sama ngasih undangan resepsi dan kamu bisa ke asrama jenguk lily".


Karena Raffi membawa motor sportnya jadinya aku berjalan ke asrama ,karena lupa gak kasih kabar Lily jadinya kaya gini gak ketemu,udah jalan capek begitu sampai rumahnya malah tutupan, kata Bu Diana tetangga nya Bu Angga lagi ikut senam hamil yang dilakukan ibu ibu posyandu karena hari ini jadwal posyandu nya ibu hamil.


Kapten


mas rumah Angga tutupan Lily ada acara posyandu ibu hamil


kalau dah selesai aku tunggu di kedai bakso depan


Dah setengah jam aku tunggu ga ada kabar ,pesan ku juga belum di baca,bakso es kelapa dah habis,mana ada beberapa gerombolan tentara muda yang lihatin Mulu.


"coba taruhan siap yang berani dekati dan ngajak kenalan"kata salah satu pemuda padahal aku lihat Raffi berhenti pas di depan nya,dan juga memberikan salam hormat bukan nya masuk malah ngerokok disana asem kan suami ku.


"is ta titeni, wong wedok sing ayu kui mesti wis ono sing nduwe."


(Sudah aku cermati, perempuan cantik pasti sudah ada yang punya)" sambung pemuda satunya.


"kalau ada yang punya pasti ada yang nemeni ,dia udah setengah jam disana pasti lagi pingin kenalan sama kita kita "sambung satu lagi yang memiliki wajah aga lumayan manis,


"ko sendirian KA,mana Bu Angga,biasanya sama Bu Angga ,apalagi nugu Bu Angga "kata Yudis yang tiba tiba datang ,kesempatan buat ngerjain suami ni kataku dalam hati.


"gimana kabar orang tua mu"


"sehat"


"dokter yang katanya dulu di jodohkan dengan mu gimana hubungan mu sama dia"


"sempat pacaran setahun terus putus dia menyukai tentara yang pangkatnya di atas ku"


"ya udah nyari lagi lah"kata ku sambil bercanda dan ketawa,benar kan umpanku kemakan kan,ku lihat Raffi membuang rokoknya.


"tapi ahkir ahkir ini orang tua kami berencana menjodohkan kami lagi,mengingat usia kami yang udah matang,gimana kamu kapan ke pelaminan" katanya bertepatan kedatangan Raffi


"siang kapten "


"siang"jawab Raffi datar


"mas satu sama es teh"teriak Raffi setelah duduk disampingku ,membuat Yudis bingung ,aku sendiri maklum Yudis pindah ke sini baru sebulan ,Yudis menyapa Raffi hanya memandang pangkat.


"udah lama nugu mas"tanya nya dengan nada lembut.


"makanya orang wa dibaca " kataku sewot dan Raffi langsung cek ponselnya.


"eh lupa ponselku tak silent"


"kapten ini"


"ini saya suami wanita ini dan ini undangan resepsi kami"kata Raffi sambil ngasih undangan.


"maaf saya ga tau kapten,saya Yudis mantan nya Ika"kata nya ,membuat Raffi melotot aku hanya bisa menutup mata ,mati aku haduh kena batunya kan aku,semalam Erwin sekarang Yudis.


"cuma mantan aku masa depan nya,lagian kamu juga bukan pahlawan yang harus di kenang kan " ini orang ngomong apa sih bawa bawa pahlawan segala,hingga Yudis pamit pergi masih aja bahas mantan.