
Hari ini adalah acara Aqiqah Putra kami, acara yang tadinya buat acara doa bersama ibu-ibu asrama beserta acara perpisahanku berubah haluan ,meski tetap dilaksanakan tetapi dengan tujuannya yang berbeda ,sekarang tujuan di adakan nya adalah syukuran atas kembalinya Raffi dengan selamat dan aqiqah Putra kami, tinggal menambah undangan lebih banyak, yang tadinya hanya terfokus buat ibu-ibu Persit sekarang jadi seluruh penghuni asrama baik itu ibu-ibu, bapak bapak serta para tentara muda yang di barat bujangan juga ikut memeriahkan.
" kamu tidak kepingin memakai seragam kayak mereka Bay"
" aku tidak tertarik sama sekali Mbak karena apa ,Karena aku sadar akan kemampuan otakku mungkin kalau cuma mengandalkan fisik dan tampang Aku berani maju tapi kalau udah menggunakan otak aku yakin gagal kalau di tes"
" nyadar banget ya Bay kalau otaknya pas-pasan " kata Raffi sambil tertawa,saat ini Kami sedang berkumpul sehabis membersihkan bekas-bekas acara syukuran dan aqiqah tadi sore, Di sini masih ada Bayu, Farhan dan Fajar Mbak Arin bersama suaminya dan kedua anaknya Dini dan Dino dan para tetanggaku serta beberapa tentara muda yang membantu membersihkan dan merapikan tempat berlangsungnya acara tadi sore.
" Ya udah kalau nggak mau jadi kayak mereka sekolahnya lanjut ya, ya nggak harus jadi yang terbaik tapi jangan jadi yang terjelek juga"kata ku mencoba membujuknya supaya kuliah.
" Iya iya aku ntar aku lanjut sekolah lagi" katanya sambil cemberut.
" kalau kamu lanjut sekolah lagi itu motor Mas yang kamu pakai entar Mas balik nama atas nama kamu"
" bener mas" yang di balas anggukan kepala dan senyum sama Raffi.
" Ya udah sekarang itu antar kakak mas sama keluarganya ke bandara sono"
" siap Kapten laksanakan" kata Bayu dengan semangat bergegas pergi mengantar Mbak Arin dan keluarganya ke bandara karena mereka besok harus kerja.
" Nduk itu motor mahal Kenapa harus buat bayu ,biar Bayu pakai motormu saja" kata ibu .
"biarin aja bu aku udah gak mau pake motor itu" kata Raffi.
"Kenapa nggak mau"
" karena kalau pakai motor itu istriku pasti nggak mau ikut"
" kok gitu"tanya ibu penasaran
" kan sekarang ada fathar yang di tengah entar kejepit dong bu"jawabku ibh yang paham hanya mengagukan kepala.
" Ibu jadi pulang besok"" Iya Ndo kasihan Bapakmu sendirian Lagian Bayu juga harus segera mengurus kelulusannya"
" Ya udah Bu besok biar diantar sandi sama Riko"
" nggak usah ntar merepotkan nggak enak"
"nggak apa-apa bu mereka bisa menjadi sopir pengganti ntar baliknya ke sini mereka berdua biar naik pesawat apa naik kereta terserah mereka"
" Iya Bu begitu lebih baik" kataku akhirnya Ibu menyetujui usul Raffi Keesokan paginya sehabis salat subuh mereka berangkat.
tok tok tok
"masuk"kataku dalam hati bertanya tanya Siapa yang pagi-pagi sudah bertamu sekarang masih jam 09.00 pagi kalau ibu-ibu asrama Kayaknya tidak mungkin karena bisanya pada mengucapkan salam ini tidak mengucapkan salam sama sekali hanya ketokan pintu.
" pagi"
" pagi juga Silakan masuk" kataku pada tamuku yang ternyata si Ayu.
" gimana kabarnya Aku dengar kamu sudah melahirkan"
" seperti yang kamu lihat Alhamdulillah sehat"
" Aku mau menyerahkan undangan pernikahanku dengan Putra"
" Selamat atas pernikahanmu semoga langgeng"
" dulu Setahuku Rafi anak orang kaya tapi aku nggak nyangka dia salah satu pewaris RR group ,tahu begitu mending aku sama Raffi"
" yakin Raffi mau sama kamu" tanya aku balik dengan senyum sinis.
" Dia kan dulu belum kenal sama kamu waktu SMA kan dia tergila-gila sama aku"
"ha ha ha Jadi kau menyesal meninggalkannya waktu SMA" yang dijawab Ayu dengan anggukan kepala.
" padahal waktu SMA dia menawariku untuk membiayai biaya kuliahku Kalau aku nggak ikut ayahku pindah ke luar kota"
" ya dia kan lagi dihukum orang tuanya saat itu segala fasilitasnya dicabut orang tuanya mana Mungkin aku pertaruhkan masa depanku"
" ya berarti itu rezeki aku Karena kamu tolak sekarang Raffi milikku"
" Assalamualaikum" kata Rafi masuk rumah sambil mencium keningku.
" Waalaikumsalam Tumben jam segini pulang kan belum waktunya jam istirahat"
" kangen istri dan anak"
" gombal dasar perayu ulung"
ekhm ekhm" Eh ada Ayu Kenapa Yu" kata Raffi setelah mendengar deheman Ayu.
"cuma mau nengokin kalian ,aku denger Kamu udah pulang dengan selamat dan istrimu juga udah melahirkan seorang Putra ,jadi sekalian aku nengokin serta mengantar undangan buat kalian"
" Oh selamat ya atas pernikahannya dengan Putra semoga Samawa" kata Raffi setelah mengambil undangan di atas meja dan membacanya sekilas. Karena sikap Raffi yang cuek akhirnya Ayu segera pulang.
" Mas kata ayu ,dulu Mas sempat menawarkan Ayu untuk tidak ikut pindah dengan orang tuanya ke luar kota, Mas meminta Ayu untuk tetap berada di dekat mas, dengan Mas berjanji akan membiayai semua kuliahnya" kataku sambil menatap wajah Raffi.
" bukan begitu kronologinya Dek"
" terus aslinya gimana ,cerita kan biar aku nggak penasaran dan salah paham"
" waktu Ayu bilang ke Mas mau ikut papanya tugas keluar kota, mas bilang ke dia Kenapa nggak kuliah di sini aja kan di sini kota besar otomatis Pendidikan akan lebih baik daripada tempat tujuan Ayah Ayu, yang saya itu berada di luar pulau Jawa" kata Rafi sambil menggenggam tanganku.
" dan Mas juga bilang kalau dia mau dia bisa tinggal sama mas di rumah mas" kata Rafi sambil menggaruk kepalanya.
" mau tinggal satu atap dengan orang yang tidak ada statusnya Mas"
" kan waktu itu Mas masih muda belum kepikiran dampak nya cuma asal ngasih penawaran dan kamu tahu sendiri dulu pergaulan Mas kayak gimana, lagi kan Di rumah ada banyak pembantu ada Mbak Arin juga itu yang mas pikirkan saat itu"
" Dasar playboy" kataku sambil berdiri dan masuk ke dalam kamar melihat Putra kami.
" ya Maaf Dek Kan waktu itu Mas masih labil Sekarang kan udah enggak hanya adik yang dalam hati Mas"
" Terus kenapa ini pulang mendadak pulang belum jam istirahat juga"
" Mas denger dari Riko katanya melihat Ayu masuk ke asrama Terus berhenti di rumah kita ya aku cemas sama kamu lah dek makanya Mas langsung pulang"
" bohong pasti takut Ayu ngomong macam-macam ,nggak bakal lah dia macam-macam di sini di asrama kan banyak orang"
" Ya itu salah satunya emas takut Ayu ngomong kayak gini, buktinya bener kan kan Ayu Ngomong yang nggak bener"
" kan yang diomong Ayu intinya hampir sama ama yang Mas ngomong berharap Ayu tidak ikut orang tuanya pindah"
" iya Mas mintak maaf mulai saat ini adik dan putra Mas adalah urutan nomor 2 setelah negara yang emas dahulukan"
" aku pegang omongan emas kalau sampai macam-macam awas tidak ada kata maaf untuk yang ketiga kalinya"
" Siap Jenderal"
" apa jenderal-jenderal segala"
"istri mas adalah pangkat tertinggi di dalam rumah tangga Mas" kata Raffi sambil memelukku dan mencium seluruh muka aku,
" sana Mas balik kerja jam istirahatnya masih lama" usir ku.FatarFatar
" Iya Mas mau balik kerja" katanya tapi bukan nya keluar malah kembali mencium bibirku sedikit ******* dan menghisapnya
" udah sana"
" masih lama ya Dek"
" Ya iyalah nifas kan 40 hari" kataku Sambil tertawa kecil Aku maklum kami berpisah selama empat bulan lebih dan sekalian bertemu pas aku lahiran otomatis masa puasa nya bertambah panjang.