My soul mate

My soul mate
115. Masalah baru



Fathar berjalan lemas duduk di teras rumah sambil menghisap rokoknya membuat yang lain bingung dan hanya saling pandang.


"Aku akan pulang setelah menghabiskan sebatang rokokku ini biarkan aku menikmati suasana pagi di rumahmu yang mungkin tidak dapat ku nikmati esok hari" ucap Fathar.


Ika dan Raffi berjalan menghampiri Fathar sedang Isal masuk ke dalam rumah meneruskan pekerjaannya yang tertunda di ikuti sang kakak.


" Maaf Tante Ika ,Om hanya ada ini " ucap Feby sambil meletakan 2 cangkir kopi dan secangkir teh dan sepiring kue.


" Maaf merepotkan " ucap Ika.


"Tidak apa-apa kebetulan aja ada " balas Feby.


" Mbak gimana cara membalik ikannya meletus-letus " teriak Isal dari dalam rumah,membuat Feby segera masuk di ikuti Ika.


" Sini biar tante balikin Kamu duduk" ucap Ika sambil mengambil alat yang dipegang Isal.


"Maaf Tante jadi merepotkan " ucap Feby tak enak hati.


" Tidak repot kok cuma begini doang ini sudah kerjaan Tante tiap hari " ucap Ika sambil memperhatikan rumah baby yang sederhana, mengingatkannya pada masa kecilnya yang tinggal di rumah lebih kecil daripada ini dengan kedua orang tuanya dan tiga adiknya.


" Feby ada tamu yang mencari kamu" ucap Fathar , tanpa berpikir panjang Feby segera bangun dan berjalan keluar.


"Kalian ada perlu apa kesini" ucap Feby saat melihat siapa tamunya.


" Ada yang perlu kita bicarakan" ucap tamunya.


"Tidak ada yang perlu kita bicarakan sejak aku keluar dari rumah kalian aku sudah bukan bagian dari keluarga kalian" ucap Feby dingin.


"Seberapa pun kamu menyangkal darah yang mengalir dalam darahmu adalah darah keluargaku Kusuma itu tidak bisa dipungkiri" ucap neneknya ,ya tamunya adalah nenek dan ibu sambungnya.


" Karena kamu tidak menyuruh aku duduk dan aku sudah capek jadi aku duduk sendiri tanpa kamu suruh"ucap ibu sambungnya yang langsung duduk di ruang tamu diikuti sang nenek.


" Isal masuk kamar nyalain musik jangan dengarkan omongan yang ada di luar" ucap Feby yang langsung dituruti oleh sang adik.


" Itu anakmu" tanya ibu sambungnya.


"Menurut anda" ucap Feby.


" Nggak mungkin ibumu dapat membiayai kuliahmu kalau tiap bulan uang yang dikirim ayahmu selalu aku kirim separuh dari jatah yang seharusnya kamu terima " ucap ibu sambungnya membuat Feby kaget dan juga semua orang yang mendengar nya kecuali neneknya.


"Jadi pasti itu anakmu setelah lulus pasti kamu langsung menikah makanya anakmu sebesar itu hampir seumuran dengan putriku" sambungnya karena tidak ada komentar dari Feby.


"Pasti mereka mertua mu dan itu suamimu perkenalkan aku nenek dari Feby namaku nyonya Hartati Kusuma, pernikahan anak kalian dengan cucuku sebenarnya tidak sah karena tanpa sepengetahuan putraku " ucapnya angkuh Feby hanya diam tidak merespon sama sekali.


"Sepertinya sekarang dia bodoh mah kita ajak ngobrol ga jawab jawab tapi gak masalah aku menemui mu ingin membuat penawaran buatmu" ucap ibu tiri Feby.


"Sepertinya kehidupan mu biasa saja jadi aku akan kasih uang banyak buat kamu" ucap neneknya.


"Tapi tidak gratis aku akan memberikan mu uang satu miliar beserta rumah dan seisinya plus mobil asalkan kamu mendonorkan sumsum tulang belakang mu untuk putri ku"ucap ibu tiri.


"Kasian sekali Putri harus menerima karma perbuatan kalian " ucap Feby yang ahkirnya mengeluarkan suara.


"Kau" teriak ibu tiri marah sambil menujuk muka Feby dengan jari telunjuknya.


"Kenapa benarkan yang aku bilng" ucap Feby.


" Tidak ada karma putriku menderita kanker darah karena emang ada kelainan kromosom" ucap ibu tiri.


"Bagaimana aku akan memberikan 1 milyar saat tulang sumsum belakang mu cocok dengan cucuku "ucap sang nenek.


" Hahaha tawaran yang menarik aku bersedia tapi setelah tubuh ini tidak bernafas silahkan lakukan pemeriksaan tulang sumsum ku" ucap Feby membuat semua yang di situ kaget mendengarnya.


"Silahkan keluar sekarang dari rumah ku" usir Feby.


"Kamu tidak apa-apa" tanya Ika saat kedua tamu Febi tadi sudah pergi meninggalkan rumah.


" Saya tidak apa-apa bisa minta tolong tinggalkan saya sendiri" ucap Feby tanpa melihat kearah Fathar dan kedua orang tua Fathar.


Setelah Fathar dan kedua orang tuanya pergi Feby menangis di ruang tamu sampai Isal membuka pintu kamarnya dan memeluk erat kakaknya.


"Kamu tahu mereka tidak thar" tanya sang mama.


" Aku pernah ketemu mereka sekali saat itu Feby memintaku membawa pergi jauh dari mereka dan setahu aku mereka ibu tiri dan neneknya" ucap Fathar.


"Sepertinya ibu tirinya bisa berbuat nekat kepada Feby"ucap Raffi.


"Aku juga merasa begitu, aku merasa ucapan terakhir seperti ancaman" ucap Ika.


"kamu tahu keluarga mereka tinggal di mana"tanya sayang ayah.


"Yang aku tahu ayah Febi kepala sekolah tempat sekolahku dulu dan juga pemilik yayasan di sana"ucap Fathar.


"oke nanti papa hubungin salah satu kenalan Intel papa untuk mencari informasi tentang keluarga mereka" ucap Raffi.


"Mbak tidak apa-apa " tanya Isal .


"Terima kasih Mbak tidak apa-apa "ucap menenangkan san adik.


" Kita harus cerita ke pak Dhe mereka sudah mengancam kamu mbak" ucap Isal.


" Kamu mendengar obrolan kami".


" Maaf aku penasaran aku tidak mau terjadi apa sama kamu mbak makanya aku tidak mengikuti saran mbak untuk menyalakan musik di kamar dan aku juga sengaja menguping" ucap Isal.


"Ada apa ini ko Lo nangis " tanya Bagas yang tiba-tiba muncul membuat mereka kaget.


"Tidak ada apa-apa ko" ucap Feby sambil menghapus air matanya.


"Jangan bohong cerita sekarng "ucap Bagas dengan menatap tajam ke arah mereka berdua.


"Tadi ada 2 orang perempuan dewasa yang datang kemari meminta mbak Feby melakukan pemeriksaan tulang sumsum belakang " ucap Isal.


"Buat apa ?".


"Buat didonorkan pada putrinya " ucap Isal.


"Isal tolong Mbak belikan bubur ayam di depan" ucap Feby memerintahkan adiknya pergi supaya tidak mendengar obrolan mereka.


" sekarang tidak ada Isyal cerita kan semuanya".


Ahkirnya Feby menceritakan kedatangan nenek dan ibu tirinya ke rumahnya beserta tujuannya datang yang untuk mencari donor tulang sumsum usuk belakang buat Putri semata wayangnya.


" Sekarang kalian harus pindah dari sini tinggal di rumah ini sudah tidak aman" ucap Bagas.


" Tidak bisa begitu Isal baru naik kelas 6 kalau dia sekolah di sini dan tinggal di rumah pakde akan kejauhan sekolahnya"tolak Feby.


"kalau begitu mulai hari ini aku akan tinggal di sini ,aku akan tidur dengan Isya dan pulang pergi kerja aku yang antar" ucap Bagas.


"Nggak usah aneh-aneh kamu dapat proyek ke Bogor kerjakan dulu proyek mu" Ucap Feby.


"Aku tidak peduli proyekku andai kata dipecat aku juga tidak peduli .Yang aku pedulikan keselamatan kalian semua ".


Dengan sifat Bagas yang penuh paksaan dan ancaman ahkirnya Bagas di ijin kan menginap di rumah Feby.