My soul mate

My soul mate
131. Adiva Fathiyyah Raksa.



Di mana sih ini orang ngajak ketemuan tapi gak datang-datang tau begini aku tidur gerutu Fathar dalam hati,karena menugu Bagas yang tak datang-datang.


Saat aku menunggu Bagas tiba-tiba terlintas ucapanku yang sangat kejam terhadap perempuan tadi,aku merasa ada dayak tarik sendiri dengan perempuan yang telah ku temui beberapa kali itu.


Masak aku Ketemu beberapa kali selalu berdebar-debar jika bertemu dengannya,mulut ini selalu gatal ingin menyapanya tapi bukannya menyapa aku malah berujung menghinanya ,karena aku merasa mengkhianati istriku yang kepastian hidupnya aku tidak ketahui.


"Ahhhh" kesal Fathar dengan hatinya dan Bagas yang tidak datang, di hubungi juga tidak bisa ahkirnya memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya.


Aku buka mataku kurasakan ada yang menggegam tanganku, setelah kulihat ternyata mama Ika yang memegangnya ku edarkan pandangan ku melihat ruang rawat inap ini. Nampa papaku dan Bagas tertidur di kursi dan papa Raffi masih bekerja dengan laptopnya saat ku lirik jam di dinding menujukkan pukul 11 malam.


"Kamu sudah sadar papa panggilkan dokter ya " ucap papa Raffi.


"Pa haus" ucapku, papa Raffi dengan cekatan membantuku minum tanpa membangunkan semua orang.


"sekarang apa yang kamu rasakan apa perlu papa panggil dokter " ucap Raffi.


"Bagaimana anakku pa,aku hanya mau lihat anakku " ucap Feby sambil menahan perih.


"Tenang kamu sudah melahirkan seorang putri yang cantik mukanya mirip papanya versi perempuan " ucap Raffi membuat Feby tersenyum sambil meneteskan air mata.


" Apakah aku bisa melihatnya dimana sekarang putriku berada pa" tanya Feby.


" Putrimu di Inkubator kamu bisa melihat tapi tidak bisa menggendong atau menyentuhnya" ucap Raffi.


" kenapa dengan putriku kenapa harus dimasukkan dalam inkubator "tanya Feby.


"Putrimu lahir dengan berat badan kurang dari normal meskipun usia kandunganmu sudah 36 Minggu, karena berat badannya kurang jadi terpaksa dimasukkan ke dalam inkubator" ucap Raffi.


"Aku orang tua yang buruk, tidak hanya buruk rupa tapi kelakuanku juga buruk mengakibatkan anakku mengalami kekurangan berat badan"ucap Feby menyalahkan diri sendiri.


"Dengerin papa ini bukan salahmu ini salah Putra papa kamu tidak salah " ucap Raffi.


" Papa tidak marah padaku ,aku menyembunyikan kehamilanku dari anak papa " tanya Feby.


" Kamu tidak berniat menyembunyikannya hanya menunda menunggu waktu yang tepat" ucap Raffi.


" Terima kasih karena papa tidak menyalahkan aku tidak memojokkan aku" ucap Feby sambil membuka masker yang menutupi wajahnya, membuat Raffi kaget dan juga miris melihat luka di pipi menantunya. Raffi yang lelaki mungkin juga tidak akan percaya diri apalagi menantunya, seorang perempuan yang identik dengan kecantikan. Karena tidak tega melihatnya Raffi mengambil masker itu kembali dan memakaikannya pada Feby.


"Jangan di paksa sayang apapun keadaannya kamu tetap putri papa meskipun bukan putri kandungku " ucap Raffi sambil memeluk Feby ,Raffi mengakat kepalanya untuk menahan air matanya. Tanpa mereka sadari mereka menjadi tontonan yang ada disitu , tetap mereka tetap diam pura-pura tidur tetapi air mata mereka menetes melihat luka di pipi yang dulu mulus.


"Terima kasih sudah memberikan opa cicit yang cantik " ucap papa Raffi yang datang mengunjungi cucu menatunya di rumah sakit setelah mendapat kabar dari putranya.


"Seminggu lagi jadwal sidang pertama perceraian kami " ucap Feby tiba-tiba membuat yang mendengarnya kaget .


"Opa akan bantu proses perceraian kamu asal kamu bahagia " ucap papa Raffi,Ika yang mendengarnya geleng-geleng pingin protes tapi tidak berani . Ika sadar kesalahan putranya terlalu berat meskipun dia tahu putranya itu tidak tahu yang di hina istrinya.


"Terima kasih " ucap Feby.


" Apa sudah ada nama cucu papa" tanya Raffi, Feby hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban.


" kemarin kakek Gani yang mengadzani sekarang biar kakek Raffi yang ngasih nama boleh" yang Raffi.


"Adiva Fathiyyah Raksa . Perempuan lemah lembut membawa kemenangan untuk keluarga Raksa" ucap Raffi.


" Terima kasih atas pemberian namanya" ucap Feby.


"kami yang seharusnya berterima kasih karena kamu mengizinkan nama keluarga kami berada di belakang namanya "ucap papa Raffi.


"Aku bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan kalian tidak mencurigai anakku " ucap Feby lirih.


"Bagaimana kami tidak percaya kalau hampir 90 persen mukanya mirip papanya"dengus Bagas tak suka karena lebih mirip Fathar dari pada sepupunya.


" Ko ketus " tanya Lilis si perawat Feby yang dari tadi ikut mendengarkan obrolan mereka.


"Kenapa juga itu anak mirip Fathar padahal dia cuma menyumbang ******, tanpa tahu keadaan putrinya tanpa tahu repotnya hamil tanpa tahu akibat perbuatannya kemarin hingga istrinya harus dipaksa melahirkan" ucap Bagas kesel membuat suasana jadi sedikit canggung, Bagas yang menyadari kesalahannya spontan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"kamu bener apa yang kamu katakan benar opa setuju dengan yang kamu katakan, karena itu mari kita beri hukuman buat dia" ucap papa Raffi.


" Bagaimana caranya opa" ucap Bagas.


"kita buat hari pertama persidangan Fathar terbang jadi dia tidak akan menghadiri sidang dan kita buat pengacaranya berpihak pada kita " ucap opa membuat Bagas tersenyum lebar dan mengaguk setuju. Berbeda dengan Ika yang ingin protes anaknya dicurangi tapi dia sadar anaknya juga yang salah, berbeda pula dengan Feby meski dia yang menggugat perceraian tapi ada sisi hatinya yang tidak rela.


Sungguh membingungkan dia yang menggugat cerai tapi dia juga yang saki. Hari pertama sidang Feby di dampingi pengacara dan keluarga, keluarga disini ada Bagas dan Opa Fathar. Sesuai rencana mereka dari pihak Fathar yang datang hanya kuasa hukumnya dan karena Feby menyerahkan bukti ciuman panas Fathar yang di mobil tempo hari gugatannya langsung diterima dan akan di putuskan di sidang kedua nanti.


Tapi kebahagiaan opa dan Bagas tidak lama saat hakim keluar dan mereka hendak berdiri Fathar berdiri di depan pintu ruang sidang dengan menahan amarah.


" Opa keluarga ku harusnya mendukung ku tetapi opa menghancurkan aku, memisahkan aku dengan istriku" ucapnya marah.


"Opa tidak menghancurkan keluargamu Kamu sendiri yang menghancurkan keutuhan keluargamu" jawab Opa santai.


" Dimana istriku harusnya sidang ini masih berlanjut karena dia juga tidak datang, kenapa bulan depan sudah sidang putusan aku pastikan siapapun yang bermain dengan uang akan masuk penjara aku tidak peduli itu kamu Opa" geram Fathar.


" Siapa bilang istrimu tidak datang istrimu datang makanya gugatannya langsung disetujui karena bukti yang dibawa oleh istrimu"jawab oppa tenang.


" Bukti apa yang dia punya aku tidak pernah berselingkuh " teriak Fathar tidak terima dengan tuduhan mereka.


" Oya kamu bisa melihat dan bertanya langsung kepada pengacara mu" ucap Opa.


Fathar mendekati kuasa hukumnya dan melihat bukti yang di bawa istrinya, sebuah video panas dirinya dengan Luna yang sedang berciuman mesra di dalam mobil, satu foto dirinya berciuman di parkiran Bandara ( yang tidak sengaja di ambil kakeknya) dan 2 foto di club malam saat di dirinya menerima servis dari wanita yang di sewa melalui **** *** dan saat dia berjalan sempoyongan karena mabuk berat. Saat Fathar sibuk melihat bukti yang diberikan oleh istrinya kepada hakim Feby beserta kuasa hukumnya diam-diam meninggalkan ruang sidang di ikuti Bagas dan Lilis.


" Sial siapa yang melakukan ini" teriak Fathar marah tapi seketika ia menyadari, hanya tinggal dirinya,kuasa hukumnya dan sang Opa.


"Dimana istriku, katanya datangi " ucap Fathar.


"Sudah pergi" jawab Opa.


"Mana " ucapnya seketika ia mengingat saat sidang tadi hanya ada dua orang perempuan dan satu nya perempuan cacat bercadar yang beberapa kali di hinanya.


" Jangan bilang kalau Feby " ucap Fathar berhenti dan langsung duduk lemas di kursi yang ada di ruang tersebut ,sang kakek menepuk pundak nya lembut sebelum pergi tanpa berbicara apapun begitu juga pengacaranya.