My soul mate

My soul mate
25.sehari bersama



"selama tuju bulan kedepan kita tidak akan ada komunikasi sama sekali,mas tidak bisa menghubungi kamu dan sebaliknya,jadi mas mintak maaf ga bisa membantu kamu,jika terjadi sesuatu dengan mu,tapi mas mohon meski begitu kamu mau menugu mas dengan sabar,mas udah sayang sama kamu dari lama,mas merasa kamu wanita yang kuat yang bisa menemani mas dalam suka dan duka,pernikahan kita hanya keluarga dan beberapa atasan mas yang tau,sebenarnya atasan mas menyarankan nikah nya habis ikut pelatihan,tapi mas takut kamu keburu diambil orang,karena tuju bulan itu bisa menjadi waktu yang lama,dan juga waktu yang cepat" katanya sambil memegang tanganku,setelah sarapan pagi,bapak dan ibu pergi kerumah beberapa tetangga dan saudara sambil membawa bungkusan yang ada sebagia tanda ucapan terimakasih karena dah membantu hingga acara berjalan dengan lancar sedang Bayu pergi sekolah jadi aku dirumah berdua dengan raffi


"ini gaji mas kamu yang pegang"katanya sambil menyerahkan ATM


"tar"kataku bangun dan mengambil dompet


"ini ATM yang mas kasih kemarin,aku ga tau dipake berapa sama Bayu aku pasrahkan semua padanya"


"kamu bawa,kamu rancang rencana pernikahan kita"


"kalau aku bawa dua ATM mas gimana"


"selama pendidikan kami hanya berlatih tidak berinteraksi dengan dunia luar makan dan semua kebutuhan sudah ada yang nyediain jadi kamu ga perlu kuatir,"


"mas kan semalam bilang waktu SMA mas pergaulannya bebas,mabuk,sek bebas terus berhenti waktu masuk Akmil,boleh aku tahu kenapa mas masuk Akmil,padahal tidak ada keluarga mas yang jadi abdi negara" tanyaku hati hati takut menyinggung


"jangan cemburu kalau mas cerita,ini masa lalu mas"katanya sambil membenarkan duduknya mendekat ke arah ku


"saat aku kelas dua belas dalam keadaan mabuk aku ikut balapan liar dan kena razia polisi saat itu papa mama marah besar dan menyetop semua fasilitas ku,aku hanya dikasih uang jajan harian itu pun juga ngepas versiku,saat sekolah pun dianter sopir karena ga mau dianter sopir ahkirnya aku berangkat ke sekolah bawa sepedah goes, hidupku berubah sejak itu yang biasa bawa mobil mewah membawa sepeda karena itu juga tidak ada uang tidak ada satu pun teman yang mendekat,karena tak ada uang aku ga bisa merokok,mabuk,bahkan ke klub malam,cewek yang biasanya ngangkang di depanku pergi meninggalkan ku disaat itu aku mengenal seorang gadis namanya ayu bapak nya seorang tentara dia anak tunggal,sejak aku dekat dengan nya aku mulai akrab dengan keluarganya,aku merasakan kasih sayang keluarganya,selama enam bulan aku mengenalnya keluarganya dan dia mengubah hidupku tapi hari terakhir ujian kelulusan dia pamit pindah karena papanya pindah tugas,sejak itu aku berjuang masuk Akmil berharap bisa ketemu ayu tapi orang tuaku tidak mendukung dan meremehkan ku hingga aku berhasil diterima mereka masih memandang sebelah mata profesiku,mungkin sampai sekarang,karena itu sejak dikembalikan semua fasilitas ku mobil hadiah ulang tahun ke tuju belas,motor sport,semua tak ku pakai masih berada di garasi rumah mama papa, bahkan kartu kredit,dan ATM tak pernah ku pakai.katanya sambil menggegam tangan ku"apakah ATM yang kamu kasih itu dar i..."


"iya"


"sebenarnya hubungan kami sempat membaik tapi gak lama cuma setahun dan tegang lagi"katanya


"kenapa"


"adik mama yang ke tiga mengadopsi anak dari panti asuhan namanya Jeny,dia seumuran Radit aku dah mengagap nya ga lebih dari adik mau di jodohkan dengan ku,supaya Jeny punya hak,atas warisan kakek,karena aku nolak jadi regang lagi"


"bukanya kamu percaya cinta tumbuh dengan seiring waktu berjalan"


"mungkin aku pernah jadi manusia brengsek,tapi saat aku memikirkan istri aku juga pingin nyari yang baik"


"kamu yakin aku baik"


" baik kalau kamu ga baik gak mungkin kamu lebih mengutamakan keluargamu dari pada diri mu sendiri"


"sok tahu kamu"


"tahu lah,sebelum aku mengajak kamu menikah aku dah menyelidiki calon istri ku dulu"katanya sambil menarikku kedalam pelukan nya


"besok pagi aku dah berangkat,aku ingin menikmati sehari bersama istri baruku'


"istri baru emang ada istri lama"kataku membuat Raffi terkekeh dan menciumi semua wajahku dahi,pipi kelopak mata hidung dan terahkir kecupan di bibir


"sekarang gisna dah nikah mas"


"udah dua tahun lalu,"


"terus mas apakan orang tua mas ko menerima ku "


"aku bilang aku mau nikah terserah mau setuju tidak aku tetap ingin menikah dengan pilihanku,jika setuju lamar kan aku jika tidak ya udah aku mintak tolong kak Gita"katnya


"ngancam orang tua,terus kalau kak Gita ga setuju gimana"


"tinggal kasih saham jatah ku buat dia bereskan"


"dah berapa tahun dinas resmi jadi tentara"


sebelas tahun deh kayanya"


"udah ketemu sama ayu"kulihat mukanya sedikit kecut


"pasti belum kalau udah gak bakal jadi bujang sampai sekarng " ga ada jawaban atau penyangkalan berati benar


"mas jika suatu saat hati mu terbagi,atau setelah lama tapi tidak ada cinta buatku tolong bilng aku,biar aku bisa siap siap,jangan langsung main di belakang ku,aku tidak suka dibohongi"kataku


"ngomong apa sih kamu,ga ada kaya gitu"marah nya


"assalamualaikum "


"walaikumsalam "


"udah semua pak buk"


"nak raffi sholat Dzuhur ke mushola yu"ajak bapak


"baik pak Raffi ganti baju dulu"kata Raffi bangun menuju kamarku


"suamimu mau ke mushola sono siapin bajunya"kata ibu,aku tak menjawab tapi langsung bangun dan menyusul ke kamar


"udah ganti mas "kataku begitu masuk ruangan ku disambit


"ganti atasan doang bawahnya tetap tinggal nambahin sarung ,lagian wudhu di mushola aja"


",kenapa nyusul mas"


"sama ibu suruh nyiapin baju"kata ku lirih


"santai aja"katanya sambil mengecup dahi ku sebentar dan keluar kamar,buset dikit dikit skin ship baru juga dua puluh empat jam kataku dalam hati.


thok thok


"ibu boleh masuk ndok"


"masuk Bu ga tak kunci "kulihat ibu masuk membawa kotak kardus kecil,tapi sepertinya ringan


"apa Bu"


"ini ibu mau ngasih ini,ini sumbangan dari orang orang yang datang"


"tapi kita kan cuma akad Bu ga hajat,mengapa pada ngasih amplop"


"ibu juga bilang gitu sama bapak,hajat nya masih tuju bulan lagi,tapi mereka bilng ga apa apa"kata ibu,mungkin karena bapak dan ibu sering mendatangi kondangan tapi ga pernah mengundang jadi mereka sungkan sama bapak


"ya udah ibu simpen aja, Kan ibu yang sering mendatangi kondangan sama bapak"


"tapi ndok "


"Bu suami ku kaya ,jadi ibu ga perlu cemas "


"huss ,ga boleh gitu "


"he he ga ko Bu"


"ya udah keluar bantu ibu ngitung ,sekalian di catat tar ibu kalau waktu balikin ga lupa"


"wah ngitung duit ,bagi dong"kata Bayu yang baru pulang sekolah


"in duit mbakmu"


"mbak bagi ya"


"itu buat ibu ,tar mbak ambilin di dompet mbak aja


"yes"katanya berseru senang dan lari kearah kamar nya,aku juga masuk kamar untuk melaksanakan kewajibanku,pas selesai sholat ku lihat Raffi udah dudu dengan baju santainya


"udah pulang mas"


"udah,ayah dan ibu ngajak makan bareng dibawah,ayuk"


"eh mbak mana "kata Bayu yang menodong kan tangannya saat aku baru keluar kamar


"mbak kira lupa,"kataku sambil merogoh kantong,dan kebetulan ada satu lembar warna biru


"satu doang mbak "katanya sambil memasang muka melas


"mau kemana sih'


"ni ambil"kata Bayu sambil menyerahkan kan uang merah ga tau berapa lembar dan langsung lari sebelum aku protes


"mas itu ke.."kata kataku di potong Raffi dengan ciuman lembut dan ringan,membuat kaki ku lemas dan diahkiri kecupan ringan


"ayo bapa dah nuguin " katanya dengan mengandeng tanganku keruang makan