
" SELAMAT ULANG TAHUN SEMOGA PANJANG UMUR, SEHAT TERUS , REZEKINYA KIAN LANCAR,DAN YANG PENTING SEGERA DAPAT JODOH " ucap Bagas dan Ishal dengan sangat kencang di kedua telingaku kanan kiri menggagu tidurku.
"Terima kasih tapi tidak tengah malam juga kali,aku baru tidur 1 jam yang lalu " keluhku.
" Biar kita jadi yang pertama mengucapkan mbak " ucap Isal disisi kanan ku.
"Gw cuma ngikutin Isyal ya , sekarang tiup lilin dulu" ucap Bagas tidak mau di ku salahkan sambil menyodorkan kue tart kecil.
" Terasa muda aku 0 hilang " ucapku Setelah meniup lilin yang hanya ada angka 3 tanpa angka 0.
" Iya kata mas Bagas angka 0 buang aja,biar awet muda " ucap Iyas polos.
" Terima kasih atas doanya kalian yang terbaik " ucapku sambil menghapus air mataku.
Setelah acara kejutan di hari ulang tahunku yang ke 30, tidak berlangsung lama karena paginya kami masih harus beraktivitas seperti sedia kala.
" Karena hari ini loo ulang tahun jadi gw masak sepesial buat loo" ucap Bagas menghidangkan seporsi nasi goreng seafood kesukaanku.
" Ohh I love you " ucapku yang disambut pura-pura muntah oleh Bagas.
Beginilah kami kakak sepupuku tapi terasa kakak kandung buatku.
" Malam ini temenin aku ya menghadiri acara pertunangan temanku" ucapnya.
" Boleh tapi jangan pulang malam kasihan Isal di rumah sendirian".
" Jangan khawatir malam ini Isal akan tidur di rumahku, jadi setelah acara selesai kita langsung pulang ke rumah karena ini permintaan mama ".
Sudah hampir setahun ini aku tinggal di sebuah perumahan sederhana, yang ku beli pakai uangku sendiri hidup berdua dengan adikku satu-satunya.
Banyak hal yang telah terjadi dalam hidupku beberapa tahun terakhir ini, 6 bulan setelah nenek meninggal mama mengalami kecelakaan saat mengikuti anak-anak didikannya darmawisata. Mama sempat dirawat di rumah sakit selama satu minggu tapi akhirnya Mama tidak bisa bertahan, setelah mama meninggal tiga bulan kemudian aku dipindah tugaskan ke Jakarta begitu juga dengan Bagas.
Sebenarnya pak dhe meminta aku tinggal bersama keluarganya, tapi Aku menolaknya aku lebih nyaman tinggal berdua dengan isyal di rumah minimalis rumah KPR kecil yang ku beli di pinggiran kota Jakarta hasil menjual mobil dan motorku.
" Aku nggak mau tahu malam ini acara pertunangan ku kamu harus datang" ucap Yumi yang mendatangi ku di Lanud Halim Perdanakusuma (HLP). Sudah sebulan aku pindah tugas ke Lanud Halim Perdanakusuma dan selalu di recokin oleh adikku yang rencananya nanti malam mau bertunangan dengan salah satu anak rekan bisnis opa.
" Aku usahakan datang tapi tidak ada acara mengenalkan aku dengan teman-temanmu yang genit itu" ucapku malas.
" Mereka memaksaku mengenalkan pada kamu gimana dong" ucapnya sambil cemberut.
"Lagian dulu bilangnya nggak mau dijodohin kenapa sekarang mau" ucapku penasaran.
" Rahasia".
"Dasar anak kecil main rahasia-rahasia segala" ucapku sambil mengajak-ngajak rambutnya.
Sejak sebulan aku pindah tugas hampir setiap liburku aku habiskan dengan pulang ke rumah, jika aku tidak pulang ponsel ku akan berbunyi setiap menit dari ibu negara.
"wow rumahnya mewah sekali pasti konglomerat ini" ucapku saat mobil memasuki area pekarangan rumah yang cukup mewah.
" Iyalah temanku tunangan sama salah satu cucu RR GROP " ucap Bagas, seketika jantungku berdetak kencang mendengar RR Group perusahaan keluarga raksa.
"Temanmu wanita apa laki-lakinya" ucapku berusaha bersikap sewajarnya.
" Lelaki dia teman SMA ku dan zaman kuliah dulu, tetapi kami berbeda jurusan dia dulu tetanggaku".
" Perjodohan apa suka sama suka".
" Yang aku dengar dari cinta dia waktu ngasih undangan sih awalnya dijodohin ,tapi sama-sama menolak nggak taunya mereka malah saling mengenal dengan sendirinya dan saling suka".
"Ini " ucapku saat hendak masuk dan melihat foto terpampang di ruang keluarga.
" Iya ini yang tunangan Ayumi Bashira Raksa dan Aufar Pramoedya".
Jadi Ayumi masih ada hubungan dengan keluarga Raksa, Jadi mereka tidak ada hubungan kekasih seperti dugaanku zaman dulu. Apa hubungan antara Fathar dan Yumi kalau begitu ucapku dalam hati.
" Kok melamun aja sih ayo pegang tanganku, kita itu termasuk beruntung nggak semua orang bisa menghadiri acara ini" omel Bagas.
" Lagian ngapain kamu ngajak aku bukan nyari pacar " balasku tak mau kalah.
" Aku tuh mengajakmu ke sini siapa tahu kamu ketemu jodohmu di Sini ,kan lumayan aku bisa kena imbasnya jadi orang kaya" ucapnya santai.
" Gue nggak minat untuk menikah jadi percuma lu bawa gue ke sini".
" Kenapa sih umur 30 nggak mau menikah lagian menikah itu enak ,kamu nggak perlu capek-capek kerja lagi .Ada suamimu yang menafkahi mu, nafkah lahir dan batin udah pula" .
" Kalau menikah enak kenapa nggak lu duluan aja yang menikah".
" Konsepnya kalau laki-laki menikah itu harus bertanggung jawab beda sama perempuan".
" Basi, kalau laki-laki mau mikirin tanggung jawab nggak ada laki-laki yang selingkuh nggak ada perceraian" kataku dengan datar.
" Maaf " ucap Bagas saat menyadari ada kalimatnya yang telah menyinggung adik sepupunya ini.
" Sepertinya sedikit sekali undangannya tidak banyak" ucapku saat merhatiin tamu undangan yang hanya sedikit.
" Emang dia teman dekat lo kok sampai kamu diundang".
" Aku mengenal seluruh keluarganya bahkan Mama papa juga mengenalnya, jujur aku menghadiri ini untuk mewakili mama dan papa".
" Aku tidak mengenal satu pun orang yang ada di sini awas kamu meninggalkanku".
" Perhatikan kenapa aku nyuruh kamu pakai baju warna navy, Karena warna navy dress code pelamar pihak laki-laki sedang lihat wanita dress code warna putih " ucap Bagas sambil membawaku masuk ke area taman belakang yang cukup luas yang sudah di hias dengan berbagai macam bunga warna putih.
" Itu temanku dan keluarganya" kerja Bagas sambil menarikku ke rombongan orang-orang berbaju warna navy.
" Hai bro selamat ya semoga lancar sampai hari H " ucapkan Bagas sambil tos ala anak muda.
" Ma pa Bagas datang " ucap laki - laki yang aku tebak namanya Aufar.
" Lo Gas datang sendiri mana mama dan papamu" ucap wanita yang dipanggil Aufar mama.
" Tidak kok tan aku bawa teman Mama dan papa lagi ada acara di Bogor jadi aku mewakilinya" ucap Bagas sopan.
" Mana temanmu" .
" Ini namanya Feby Anisa ".
" Wah Gas mau tak jodohkan sama adiknya Aufar ko nggak tahunya kamu udah bawa gandengan aja, mana lagi gandengannya bening kalah anak tante kalau begini" ucap mama Aufar setelah punggung tangannya ku cium sebagai tanda hormat.
" Pintar juga Kamu nyari jodoh, kerja dimana mbak" ucap Aufar.
" Saya rekan kerjanya Mas Bagas di kantor" ucapku nggak mungkin aku bilang kalau aku sepupunya.
"Wah bukannya tempat kamu kerja kebanyakan kaum batangan gak taunya ada juga cewek yang cakep " .
Keluarga Aufar sangat well come bahkan adiknya Aufar juga baik, dari cara berinteraksi aku tau adiknya Aufar yang namanya Afifah suka sama Bagas tapi sepertinya Bagas tak menyadari itu.
Selama acara berlangsung dari dimulai pembukaan berupa salam dan Sambutan kepada Pihak Keluarga Pria , berlanjut pihak Keluarga Pria Menyampaikan Maksud dan Tujuan Kedatangan dan semua proses hingga selesai dan berahkir dengan doa penutup dan ramah tamah. Aku setia duduk di kursi paling belakang yang tidak begitu terlihat , Karena aku tahu di depan nampak Yumi dan Fathar yang sedang bercanda.
" Lo laper nggak, mau aku ambilin atau ambil sendiri" ucap Bagas.
"Gue ambilin buah dan kue saja jangan lupa minum".
" Kenapa nggak ambil sendiri aja sih".
" No no no ingat di sini aku cuma membantumu ".
" Membantu apaan kalau aku kamu suruh melayani kebutuhanmu perutmu " ucapnya sambil berjalan menuju prasmanan.
" Mas Bagas sayang banget ya sama Mbak Feby, bahkan rela mengambilkan makanan buat mbak Febi" ucap Afifah saat melihat Bagas datang membawa beberapa cemilan buatku.
" Iyalah sayang kalau nggak sayang nggak bakal aku layani dia" ucapkan dengan nada datar.
" Lo kok gitu sih sama perempuan" bisikku pada Bagas saat Afifah udah pergi.
" Gue juga terpaksa kalau aku baik sama dia ,dia akan berprasangka dikira aku suka sama dia".
" Masak sih segitunya " ucapku tak percaya.
" Usia kami terpaut 10 tahun, dia pernah mengutarakan rasa sukanya padaku Dan aku tolak".
" Gila baru berumur 23 berati, umur berapa dia nembak kamu".
" Saat dia berumur 17 tahun dan aku berumur 27 tahun".
" Sikat aja siapa tahu jodohmu" kataku sambil tertawa kecil.
" Gue akan nikah kalau lu udah nikah" ucap Bagas membuatku spontan melotot ke arahnya.
" Jangan gila deh lo kamu tuh anak tunggalnya pakde , beda sama aku masih ada Isal penerus keluargaku".
" Setelah nenek dan bule meninggal kamu dan Isal tanggung jawabku meski bukan tanggung jawab materi".
" Aku lebih suka kamu tanggung jawab materi, dan sebagian loo segera menikah".
" Terus kenapa lu nggak mau menikah loo mau hidup tua sendirian".
" Kalau gue nikah gw harus mencari papa aku nggak mau mencari papa".
" Jadi cuma gara-gara kamu nggak mau ketemu Pak le kamu tidak mau menikah".
" Bukan tidak mau aku belum siap ketemu papa jika aku melihat papa hanya wajah mama saat menangis yang ku ingat" ucapku sambil mengalikan pandangan ke sekeliling.
Kami saling diam dengan pikiran masing-masing, tapi mulut kami bergerak mengunyah makanan yang telah diambil Bagas selama beberapa menit baru aku pamit untuk ke toilet.
Aku rapikan mukaku yang mungkin sedikit berantakan karena air mataku yang sempat menetes, tetapi saat aku keluar aku dikejutkan dengan seorang laki-laki yang sudah berdiri sambil melipat tangan di dada di depan toilet.
"Ahkirnya aku menemukanmu Setelah menunggu hampir 2 tahun".