
"Raffi bisa minta tolong sebentar gak,itu mobil ku mogok"
"maaf yu,aku gak bisa membantu mu lagi,"
"ko kamu gitu,kamu udah gak sayang aku lagi kaya dulu"
"bukan begitu Ayu ,ada hati yang harus aku jaga sekarang, aku tidak mau membuat nya salah paham atau sakit hati, maaf kan aku "
"istri mu marah, istri mu melarang mu, kita cuma teman yang saling membantu, apa salahnya kamu membantu ku"
"istri ku tidak melarang tapi aku merasa bersalah,ya udah aku akan menolong mu, tapi aku akan minta ijin istri ku dulu"
"kamu laki laki Raffi harus punya kemandirian, bisa mengambil keputusan sendiri masa mau membantu teman harus ijin istri dulu"
"terima kasih atas sarannya, kamu benar aku harus bisa mengambil keputusan , aku harus tegas demi keutuhan keluarga ku, jadi mulai hari ini jika kamu meminta bantuan pada ku harus dengan sepengetahuan istri ku" kata Raffi lalu menarik tangan Ayu untuk berjalan ke arah gazebo.
"sayang kenalin ini Ayu teman SMU ku dulu"
"Ika istri kapten Rafii "
"Ayu teman SMU Rafi "
"sayang Ayu minta tolong mobilnya lagi mogok boleh Mas menolongnya"
"Monggo kenapa mbak mesinnya mati , bensin nya habis ,ban kempes atau ada alasan lain "
"aku gak tahu tapi tidak mau menyala mesin nya "
"sebaiknya Mas cek dulu ntar aku menyusul aku masih mau di sini, menghabiskan ini"kata ku sambil mengangkat mangkok sop buah ku.Setelah Raffi pergi diikuti Ayu dari belakang, aku menunggu sekitar sepuluh menit untuk menghampiri mereka, dari jauh aku melihat Ayu memegang tangan Raffi sambil berdebat.
"ada apa mas, kenapa kalian malah berpegangan tangan ,mobil nya sudah bisa"
"dek ini tidak seperti yang kau pikirkan " ucap raffi gugup.
"emang apa yang aku pikirkan mas, sekarang aku tanya apa yang mas pikir jika melihat ku, mengobrol dengan kaki laki sambil berpegangan tangan" kata ku.
"aku bersedia jadi istri kedua mu, Raffi bahkan hanya nikah siri gak masalah " Kata perempuan itu sambil menarik tangan Raffi kembali .
"wanita gila kamu"umpatku dan berjalan meninggalkan mereka.
"dek dek dek tunggu mas dek" seru Raffi tak ku dengar kan aku tetap berlari menjauh.
"dek"Kata Raffi sambil memegang lengan ku
"aku akan cerita semua di rumah"
Begitu sampai di rumah aku lansung masuk kamar mandi mengguyur rambut ku untuk mendinginkan kepala ku yang terasa panas karena terik matahari dan karena menahan panas di hati ku, sedang Raffi ke masjid untuk menunaikan shalat ashar .
"Assalamualaikum dek"
"waalaikumsalam" Jawabku, kurasakan dekapan dari belakang, dengan posisi ku yang lagi berdiri di depan lemari pendingin
"Mobil Ayu tadi tidak mogok, mobil nya baik baik saja hanya alasan nya di depan para prajurit lain, karena setelah aku cek mobil nya tidak apa apa ahkirnya dia mengaku itu di lakukan demi putri nya yang lagi sakit karena merindukan papanya "
"kalau rindu papa nya kenapa yang di cari malah mas, bukan mencari papa nya "
"mas ga tau dek "
"mas kalau kasihan pada anak Ayu mogo,tak persilakan menemui anaknya bahkan mau nemenin tiap hari juga ga pa pa,tapi maaf anak ku gak suka berbagi,aku bisa mencari kan anak ku bapak yang hanya sayang pada anak ku" kata ku Raffi yang dari tadi hanya diam, karena
kaget sama perkataan ku dia langsung mengakat kepalanya.Sayang kamu yang berlebihan pada anak nya maka nya kamu di manfaat kan kataku dalam hati.
"dek mau kemana" ketika Raffi melihat ku berdiri.
"tidur,mas sana pergi ke lapangan aja lagi"
"tadi udah siap kok,"
"kalau mau pergi, pergi aja aku mau tidur "
"kamu aku tinggal ga apa apa dek"
"hm"jawab ku karena males membuka mulut ku,dan langsung rebahan .
tok tok tok
"Assalamualaikum" sapa dua tetangga ku.
"waalaikumsalam mari masuk"Kata ku sambil membuka pintu untuk mereka.
"suamimu baru berangkat sama Mas Riko Mbak, kita jadi ke lapangan nggak ini"ucap Ratih.
"si Ayu menggunakan anaknya buat menarik Raffi,dia selalu beralasan anaknya mencari papa nya,"
"kan dia punya papa"sambung Ratih.
"makanya aku juga heran dia punya papa sendiri kenapa selalu mengganggu orang lain untuk di jadikan papa, aku Jadi curiga jangan-jangan itu bukan anak suami nya makanya si lelaki tidak mau mengakui anaknya" ucap ku.
"bisa jadi itu "ucap Ratih dan Santi secara bersamaan.
"coba aku cek hari ini dia ada jadwal praktek ga, kalau ada kita langsung menemui nya aja, karena setauku ku mantan suami nya gila kerja "ucap Santi.
"kamu ko tau kalau dia gila kerja "tanya ku.
"aku pernah menjadi asisten nya, dari sana aku tahu jadwal nya padat bahkan tanggal merah juga suka ngambil jam praktek " kata Santi sambil mengotak atik ponselnya.
"kata temen ku hari ini ada jadwal praktek di rumah sakit ibu dan anak jam empat sore sampai jam enam "sambung Santi.
"kita ke sana sekarang, lebih cepat ketemu lebih cepat tahu lebih cepat selesai"ucap Ratih .
Setelah nya kita langsung bubar pulang kerumahnya masing masing buat bersiap siap, dengan dibantu teman Santi sesama perawat, suami Ayu bersedia bertemu sehabis jam praktek selesai dan beruntung nya aku hari ini pasien nya tidak sebanyak biasanya.
"mbak itu orang nya lagi berjalan ke sini"ucap Santi, ditemani Santi kita menunggu di kantin rumah sakit dan Ratih langsung pulang sehabis mengantar kami.
"selamat sore dok"
"setelah sore suster Santi,lama gak ketemu"
"iya dok,sejak saya pindah di bangsal perawatan he he"
"ada perlu apa ini kalau boleh saya tau " tanya nya,kesan pertama ku orangnya ramah.
"maaf sebelumnya nya, perkenalkan nama saya Ika,"
kata ku sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.
"saya Danu cahyono"kata sambil menjabat tangan ku.
"begini maksud saya menemui dokter, berkenan dengan mantan istri dokter Danu"
"bagaimana kalau pakai aku kamu, kalau pakai saya serasa formal, biar santai Pake aku kamu aja gimana"
"boleh dengan senang hati "
"ada apa dengan Ayu apa apa Kamu tau Ayu tinggal di mana "
"saya tidak tahu Ayu tinggal dimana,tapi ayu sering menghubungi atau lebih tepatnya menggagu kehidupan keluarga aku, Ayu selalu mengunakan putri nya untuk mendekati suami ku" kulihat dia mendengar kan dengan tenang tanpa ada rasa kaget atau ekspresi lain yang di tampilkan.
"saya sering mendengar berita ini,tapi baru kamu yang langsung menemui ku, "
"karena ini dah diluar batas makanya aku nekad , dia meminta dinikahi suami saya bahkan hanya nikah siri dia rela asalkan anak nya punya papa" kata ku ,aku sengaja menjeda karena ingin melihat reaksi dokter Danu tapi tetap tidak ada ekspresi yang nampak.
"saya bercerai dengan Ayu karena permintaan Ayu sebenarnya saya ingin memperhatikan pernikahan kami" kata kata yang keluar dari mulut dokter Danu membuatku dan Santi saling memandang sekaligus kaget.
"jadi rumor yang beredar dokter cerai karena skandal dengan perawat itu bohong" tanya Santi.
"tidak benar tapi juga tidak bohong"
"Hah gimana sih Dok ko jadi gak jelas"
"aku mau cerita tapi suara adzan magrib memanggil ku,"
"ya udah kita lanjut sehabis sholat magrib " Kata ku.
Ahkir nya kami menuju mushola rumah sakit bersama-sama.
...Grop Conan...
Ratih
gimana hasil nya
Ratih
tadi sehabis acara Ayu nangis nangis menemui suami mu di lapangan
Ratih
barusan aku dapat info anak nya sakit,tapi kenapa tidak minta tolong mayor Lutfi, padahal dia dan istrinya ada disitu.
^^^me^^^
^^^sekarang Raffi udah pulang belum^^^
Ratih
belum
^^^me^^^
^^^tolong nyalain lampu rumah ku^^^
^^^buat seolah olah aku baru pergi^^^
Ratih
siap laksanakan.