My soul mate

My soul mate
81.Mintak maaf



"Apa maksud menantang Yumi makan makanan pedas dan aku sebagai taruhannya ,"kata Fathar di depan Febi, karena hari ini hari terakhir sekolah Jadi sebelum mereka berpisah Fathar ingin memberi sedikit pelajaran buat temannya ini.Malam ini adalah malam perpisahan dan sengaja Fathar mendekati Febi untuk di ajak bicara berdua.


"Aku hanya kesel saja setahun lebih mendekatimu tapi tidak kau respon sama sekali tapi si jepang selalu kamu perhatikan" kata Febi lirih.


"Tapi tidak dengan ngerjain dia jika kamu ingin menantang nya tantang secara adil jangan curang"


"gimana kamu tahu aku curang jangan asal menuduhku"sangkal Febi dengan terbata bata.


"Kamu lihat kan dia pinsan dan aku yang membawanya ke rumah sakit "


"iya tapi apa hubungannya dengan ku"


"Yumi pinsan karena menahan sakit di perutnya karena makan pedas "


"meski kejadiannya sudah lama tapi aku dengar keluarga mereka akan melaporkanmu ke polisi karena kamu dengan sengaja memberi dia makanan pedas"


"tapi Erni yang mengasih aku tidak tahu"


"yakin bukan kamu bertindak curang kan seharusnya sama harusnya kamu juga merasakan sensasi pedas itu tapi yang kulihat kamu tenang seperti tidak sama sekali kepedasan "


"jangan mentang mentang kamu anak kepala sekolah kamu bisa berbuat curang,"


"aku tidak tau akan berakibat fatal maaf kan aku"


"percuma maaf mu tidak akan merubah keadaan "


"aku hanya iri maaf, karena rasa suka aku padamu yang berlebihan hingga mudah di sulut cemburu "


"kamu perempuan harusnya dikejar bukan malah mengejar cinta ,"


"pria adalah sosok yang dikenal sebagai pemburu cinta. Sedangkan wanita seorang yang tinggal menunggu dan diburu"


"Terimakasih atas nasehatnya " ucap Febi lirih.


"Kamu pun harus tahu, bahwasannya ada yang lebih indah dari sekedar cantik dan menarik, yaitu harga diri yang selalu terjaga dengan baik." kata Fathar sebelum pergi meninggalkan Febi yang hanya diam dan menunduk.


Sebenarnya buat kedua orang tua Fathar tidak mempermasalahkan karena mereka juga tahu semua teman Fathar yang berbuat ulah tidak ada yang tahu tentang alergi Yumi selain keluarganya, mereka juga sadar andai Yumi tahu di makanan itu ada yang memicunya alerginya pasti tidak akan di makan, seandainya dari dulu mereka tidak mengekang dan posesif mungkin Yumi pasti juga akan tahu hal sepele tapi berakibat fatal.


Fathar ingin memberi sedikit pelajaran buat Febi yang mudah dihasut Desty seharusnya Febi bisa berpikir dampak dari perbuatannya jangan langsung mengikuti saran temannya.


"Yumi bisa kita bicara sebentar"kata Feby sambil berdiri di depan Yumi yang sedang duduk menunggu angkutan umum.


"mau bicara apa lagi, mau membuat tantangan lagi " "aku mau minta maaf atas kelakuanku bulan lalu , aku tidak tahu akan berakibat fatal itu "


"aku udah memaafkan agap aja itu kecelakaan "


"tapi tolong jangan laporkan aku ke polisi, aku dengar dari Fathar orang tuamu mau melaporkan aku ke polisi "


"Hah" kaget Yumi.


"Kamu boleh marah dan benci sama aku tapi tolong jangan melaporkan ke polisi ,nama baik orang tuaku taruhannya kalau sampai aku di panggil polisi "


"baik aku akan bilang orang tuaku tapi bersikap dan bertindaklah lebih baik lagi setelah ini"


"iya aku janji akan berubah yang lebih baik terimakasih untuk tidak melaporkan aku,aku bisa pergi kuliah dengan tenang "


"udah dulu angkot yang harus ku naikin udah datang" tanpa menunggu jawaban dari Feby Yumi langsung masuk ke dalam angkot.


Sesampai di rumah Yumi langsung menemui Fathar yang sibuk olahraga buat menguatkan fisiknya saat mengikuti tes Taruna AAU.


"kalau gagal apa yang kau lakukan "


"aku akan kuliah sesuai permintaan kakek "


"Pasti awalnya kakek menolak "


"hahaha apa penawaran mu"


"Jika aku lolos aku akan tetap belajar bisnis dari kakek dan mas Dino , jika aku gagal aku akan sekolah penerbangan dan berkarir di dunia penerbangan sampai umur ku 35 tahun baru bergabung dengan perusahaan"


"apa yang kamu katakan kepada Febby dia datang menemuiku memohon untuk tidak melaporkan ke polisi"


"cuma sedikit memberikan gertakan biar dia bisa mengambil keputusan tidak asal mendengar orang ngomong langsung dikerjain biar otak yang berpikir dampaknya apa"


"hah gila kamu "


Meskipun mereka berdua sering berkelahi tapi namanya saudara kandung adakalanya juga mereka kompak dan akur.


"Kalau lu keterima jadi taruna pasti aku kesepian tidak ada teman berantem"


"so pasti kamu pasti kangen aku"


"kangen kelakuanmu itu yang selalu bikin aku marah"


"kenapa kamu harus minta maaf dia sendiri yang bersedia mengikuti tantangan Lo, lagian lo kan juga nggak tahu efeknya begini"kata Desti saat ini mereka sedang hangout di salah satu cafe tempat para remaja nongkrong.


"Kenapa sih ko kamu selalu menghasut Febi untuk hal hal yang nggak penting tanpa tahu akibatnya " kata Erni lirih sedikit takut.


"ko loo bisa bilang gak penting "sewot Desti.


"iya menurutku sih nggak penting karena nggak ada untungnya mau menang atau kalah karena setelah kita lulus kita tidak pernah akan bertemu mereka lagi"


"Iya demi harga diri Feby masak idola si cantik di kacangin terus"


"Udah kalian nggak usah ribut aku cuma mau pamit sama kalian "


" Lo Mau ke mana bukanya kamu bilang udah keterima di UI" kata Desty.


"Aku mau jujur sama kalian orang tuaku sudah resmi bercerai jadi aku putuskan mau ikut mama tinggal di Jogja dan meneruskan kuliah di sana"


" Apa"kaget Desti dan Erin.


Hari ini hari terakhir Feby dia sengaja menemui Yumi untuk minta maaf habis itu menemui teman-temannya ,sebenarnya dia ingin pergi tanpa pamitan tapi dia berpikir jika dia pindah ke Jogja tidak akan pernah kembali ke Jakarta dan bertemu mereka lagi .


Buat Erin dan Desti sebenarnya tidak percaya orang tuanya bercerai Karena setau mereka orang tuanya Febi hidup rukun bapaknya kepala sekolah sekaligus pemilik sekolahlah dan ibunya seorang guru .


"Erni kalau mau kerja di sekolahan bagian tata usaha kayanya membutuhkan kemarin dengar ada beberapa karyawan tata usaha yang pensiun coba aja kamu cari informasi"


"baiklah terima kasih infonya"


"jika kamu bisa keterima menjadi karyawan tata usaha kamu bisa kuliah malam"


"kalau begitu aku cabut duluan ya semoga di tempat baru kamu betah "kata Desti sebelum pergi.


"Pasti berat karena selama ini orang tuamu terlihat rukun tidak ada masalah apa-apa tapi sekarang tiba-tiba bercerai"


"Iya makanya aku putuskan ikut mama meskipun aku sendiri nggak yakin apa akan betah di sana atau tidak"


"jika mau bercerita cerita saja aku siap mendengarkan"


"jangankan orang lain aku sendiri juga tidak menyangka orang tuaku akan bercerai, papa Mama bersama sejak mereka di bangku kuliah dan memutuskan menikah setelah lulus sarjana membangun karir bersama ,membangun keluarga bersama tapi karena ayah anak tunggal yang akan mewariskan sekolah jadi ayah ditutup mempunyai anak laki-laki tapi mama tidak yakin akan melahirkan anak laki-laki" kata Feby lirih sambil menangis.


"Aku juga mau jujur "


"Jujur apa kamu tidak pernah berbuat salah, akulah yang sering menekan mu dan berbuat salah padamu"


kata Feby dan ahkirnya Erni menceritakan saat dia merekam dan mengaku pada Fathar tapi tidak tentang kenyataan kalau Fathar dan Yumi kakak beradik.Feby tidak marah dan maklum karena dia selama ini juga keterlaluan pada temannya itu.


Ahkirnya setelah mengikuti bermacam rangkaian tes tes fisik ,tes psikotes, tes psikolog ,tes kesehatan dan lain-lain akhirnya ahkirnya Fathar lolos dan hari ini dia akan diantar keluarganya menuju Yogyakarta.