My soul mate

My soul mate
113.Pilih salah satu



" Percuma kita mencari kalau dia sengaja menghindar dia pasti bersembunyi dari kita dan tidak mau menemui kita" ucap Ika kepada Yumi setelah mereka mencari Feby selama 30 menit mengitari beberapa toko sepatu.


" Bener juga ya Ma sepertinya dia sengaja menghindar saat tahu kita keluarga Fathar" ucap Yumi.


"Terus jadi gak beli laptopnya " tanya Aufar.


" Gak usah belum tentu orangnya mau menerima sebaiknya kita pulang Udah azan maghrib" kata Yumi.


" kita salat magrib di sini aja kelamaan kalau solat di rumah " ucap Ika.


Setelah melaksanakan salat magrib mereka bergegas pulang .


"Gimana dapat laptopnya " tanya Raffi kepada anak dan istrinya yang baru datang, dia sendiri tidak ikut karena ada janji ketemu teman lama.


"kita tidak jadi beli kemungkinan pemberian kita tidak bakal diterima pa, papa sendirian dimana Fathar " tanya Ika.


" Papa tidak tahu Setelah Mama dan Yumi pergi dia juga pergi" kata Raffi.


" Papa tahu cewek yang mama tabrak itu cewek yang di sosor Fathar di rumah kita waktu pertunangan Yumi " ucap Ika, Raffi terdiam mengingat sesuatu.


" Iya betul mereka sama ,papa tadi waktu ketemu di rumah sakit seperti mengenal tapi lupa di mana ternyata waktu lamaran kemarin papa melihatnya" ucap Raffi.


"Emang waktu lamaran kemarin kenapa" tanya Yumi.


" Kalau kejadian yang Fathar nyosor tuh perempuan yang lihat si Bayu, tapi selama proses acara Fathar selalu memperhatikan perempuan itu dan itu diperhatikan oleh Dino" cerita Raffi.


"Coba sekarang ceritakan kepada Mama kenapa perempuan itu menghindar dari Fathar" ucap Ika.


Yumi menceritakan Semua yang dia tahu dari zaman sekolah dari dia dituduh menjalani hubungan dengan sang kakak karena tidak ada yang tau tentang hubungan persaudaraan mereka, hingga yang terjadi sekarang bahkan kegalauan Fathar dengan adik asuhnya yang tidak punya sopan santun itu .


"Mama tidak mau tahu hubungan Fathar dengan siapa tadi Feby, yang Mama ingin tahu sekarang di mana alamatnya mama merasa bertanggung jawab atas apa yang menimpanya" ucap Ika bertepatan dengan munculnya Fathar.


" kok tumben masih pada ngumpul belum pada masuk kamar" ucap Fathar.


"Kalau itu nanti aku tanyakan pada Aufar biar dia bertanya kepada Bagas di mana dia tinggal" ucap Yumi tanpa memperdulikan sang kakak yang baru datang.


"Ok besok kamu tanyakan mama mau istirahat " ucap Ika sebelum masuk ke dalam kamar tanpa memperdulikan anak sulungnya.


" Karena sudah malam aku pamit pulang dulu ya Om" pamit Aufar kepada Raffi sebelum melangkah keluar diikuti Yumi.


"Kenapa si Pak kok pada cuekin aku semua aneh, gak mama gak Yumi aneh semua" ucapnya kepada sang papa yang masih berada di situ dengannya.


" Sebagai laki-laki kadang kita bingung menentukan pilihan mana yang terbaik, tapi meski begitu jangan sampai kita menyakiti keduanya" ucap Raffi.


" Papa maksudnya apa sih ,yang jelas dong ceritanya biar aku ngerti".


" Kamu kenal Feby "ucap Raffi membuat Fathar kaget dari mana papanya tahu tentang Feby.


" Perempuan yang ditabrak mamamu dan membuat mamamu merasa bersalah adalah Feby" ucap Raffi.


" Maksudnya papa Feby teman ku SMA bukan " ucap Fathar memastikan.


" Iya Feby yang kamu sosor dan kamu perhatikan pada acara lamaran adikmu, yang kamu coba kamu kenalin kepribadiannya tapi tiba - tiba kamu pindah haluan gara-gara kamu ketemu adik asuh mu"ucap papa panjang membuat Fathar kaget bagaimana papa bisa tahu semuanya.


" Pasti kamu kaget bagaimana papa tahu semuanya ,tadi adikmu sudah menceritakan semuanya tapi itu versi adikmu kalau kamu mau cerita akan papa dengarkan versi mu " ucap Raffi. Sebagai sesama lelaki Raffi tentu lebih paham apa yang dirasakan putranya ,dia memaklumi putranya yang mungkin lagi bimbang untuk mencari pendamping mana yang terbaik buat masa depannya.


"Saat aku ketemu Feby untuk pertama kali setelah lulus SMA ada rasa yang aku tidak tahu rasa apa itu,penasaran karena Feby yang biasanya selalu memandang kagum padaku jadi cuek kepadaku atau sudah benar-benar tumbuh cinta untuk nya . Disaat aku merasa usaha ku untuk meluluhkan hatinya sia-sia muncul Zahra aku mulai melupakan Feby,tapi tadi waktu Zahra menghina Feby meski aku hanya diam melihat kejadian itu tapi ada rasa sakit dan tidak terima dia dihina. Apalagi barusan aku tahu dari adiknya ternyata dia tau kalau aku jalan berdua dengan Zahra dan bahkan melihat Zahra menggandeng lenganku secara langsung ,aku merasakan aku sudah sangat menyakitinya aku merasa aku laki-laki brengsek yang meminta diberikan kesempatan tetapi malah mengkhianati kesempatan itu sendiri" ucap Fathar mencurahkan isi hatinya kepada sang papa.


" Saran papa ambil wudhu salat istikharah minta petunjuk pada Allah mana yang terbaik buat masa depanmu kelak" ucap Raffi.


" Mama dan adikmu tadi janjian dengan Aufar di mall untuk membeli laptop di sanalah mereka bertemu,tapi kata mama dan adikmu sepertinya Feby sengaja menghindar setelah tau mereka ada hubungan dengan kamu" ungkap papa padaku.


"Mungkin karena aku Feby menghindar dari mama "ucap Fathar lesu.


"Kamu tahu tempat tinggal Febi" tanya Raffi yang dibalas oleh anggukan kepala Fathar.


" Kalau begitu besok antar kami ke rumahnya mamamu ingin menemuinya" ucap Raffi.


"Buat apa " tanya Fathar.


"Jangan kuatir tidak ada hubungannya dengan kamu, mamamu hanya ingin bertanggung jawab dengan apa yang telah terjadi mengingat pekerjaan Feby menggambar mengandalkan kemampuan tangannya".


" Apa lukanya parah kenapa mama sangat merasa bersalah " tanya Fathar.


" Dokter memasang splint di jari-jarinya dan juga tangannya dipasang belat yang harus dipakai siang dan malam selama 6 sampai 8 minggu agar kedua ujung tendon yang robek tetap bersatu dan sembuh" ucap Raffi.


Fathar mendengar semuanya dengan seksama pantas tadi Isal membukakan botol minum buat kakanya dan baju kebesaran yang di gunakan emang sengaja untuk menutupi jari-jari tangannya.


" kenapa belum tidur sudah jam 12.00 malam" ucap Ali yang melihat Fathar masih duduk di luar sambil merokok.


Setelah obrolan dengan papa Fathar pamit pulang untuk istirahat di asrama.


" Belum mengantuk pukul berapa kamu balik ke Bandung besok" tanya Fathar.


"Kereta pagi,Feby apa ponakan serma Yusuf yang pernah tinggal di Batalyon dulu" tanya Ali.


" Iya ponakan Serma Yusuf Deniatmojo" ucap Fathar.


" Sudah hafal nama lengkap Pak lek Febi segala loo" ucap Ali yang di balas senyum oleh Fathar.


" Apa menurutmu Feby kecewa padaku mengingat aku hanya diam saat dia dihina Zahra ".


" Pastilah apalagi dia melihatmu bersama dengannya"ucap Ali .


" Bahkan saat di bioskop ternyata Dia melihat kita dan saat upacara di istana negara kemarin di juga datang dia juga melihatku bergandeng tangan dengan Zahra " ucap Fathar lesu tah kenapa perasaanya jadi tidak menentu.


"Sekarang lu menyesal" tanya Ali.


"Mungkin iya karena ada rasa sakit saat ini yang aku rasakan " ucap Fathar.


"Disaat seperti ini siapa yang ingin kau temui" tanya Ali.


"Feby " jawab Fathar langsung tanpa berpikir.


" Kenapa bukan Zahra lagi " pancing Ali.


" Aku tidak tahu dalam pikiranku hanya nama Feby yang terus berputar-putar bagaimana sedihnya di hina tadi,bagaimana perasaannya saat tahu aku jalan dengan perempuan lain. Apalagi sekarang dia lagi cedera tidak bisa menggambar gara-gara mama yang tidak sengaja menabraknya" ucap Fathar.


" Maksudnya mama lo nabrak Feby sampai cidera begitu "tanya Ali.


"lukanya ringan cuma jari-jarinya tahu terbentur atau terjepit aku kurang jelas kata Mama mengalami Mallet finger dimana jari tidak dapat di luruskan ujung jarinya karena tendon yang menghubungkan otot dengan tulang jari meregang atau robek" ucap Fathar.


" Jika kamu menyesal gunakan kesempatan ini untuk mendekatinya lagi bilang kamu ingin bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada luka-lukanya"ucap Ali.


Iyaa benar kata temanku aku bisa menggunakan kesempatan ini untuk semakin mendekati nya lagi.