My soul mate

My soul mate
43.Dokter Danu



"bagaimana kalau kita ngobrol sambil makan, maklum saya terahkir makan siang tadi"


"boleh dok makan di mana dikantin atau tempat lain"


"gimana kalau dirumah makan depan rumah sakit"


"boleh dok" ahkirnya kami bertiga makan di rumah makan depan rumah sakit,


"jadi kalau boleh tau gimana ceritanya Ayu bisa kenal suami mbak Ika"


"suami aku teman semasa putih abu abu dok, aku gak tau persis nya gimana mereka ketemu, baru pindah seminggu sudah ketemu aja"


"suami mbak Ika tentara "


"iya betul dok"


"Indah putri Saraswati itu nama anak Ayu "


"iya benar dok "


"Aku berteman baik dengan putra ayah biologis anak Ayu,Putra sahabat ku semasa putih abu-abu,kami sudah seperti saudara, Ayu adik tingkat ku saat kuliah , dari aku mereka saling berkenalan dan pacaran saat aku di sibuk kan meraih gelar spesialis mereka sibuk memadu kasih " kata dr.Danu.


"sekarang putra kemana dok,"


"papa Ayu gak merestui hubungan mereka karena putra hanya seorang Bintara, sedang Ayah ayu seorang jenderal bintang satu dan karena itu Ayu di jodohkan dengan seorang perwira "


" tapi bagaimana mereka bisa mempunyai anak jangan jangan mereka..."kata Santi ga percaya.


"iya pacaran mereka sudah melewati batas,saat Ayu hamil putra baru berangkat menjadi pasukan kontingen Garuda Indonesia,Ayu di usir ayah nya saat tau hamil dia berusaha mencari tempat tinggal saat berjumpa dengan ku karena kemanusiaan aku bersedia menikah dengan nya"


"bukan karena kamu juga mencintai nya ,maka nya kamu mau berkorban "kata ku,aku sendiri juga gak tahu kenapa bertanya begitu, tapi pertanyaan aku cukup membuat nya sedikit kaget meski cuma sebentar dan kembali tenang.


"kenapa kamu bisa menyimpulkan begitu "


"kalau aku bilang feeling kamu percaya, feeling ku mengatakan kamu menyukai Ayu dan diantara kalian bertiga ada cinta segitiga"ucapku sambil menatap lurus ke arah bola matanya, membuat dokter Danu salah tingkah.


"tolong ceritakan semuanya aku tidak akan menyalahkan mu," hanya hembusan nafas kasar yang terdengar.


"kamu benar ada cinta segitiga antara kami, aku marah, aku benci kecewa aku yang lebih dulu mengenal Ayu tapi mengapa Putra yang mendapatkannya, aku sangat senang waktu orang tua Ayu menolak keberadaan Putra yang hanya seorang Bintara, tapi tidak lama kemudian aku dengar Ayu dijodohkan dengan anak buah ayahnya yang seorang perwira sejak itu aku putus komunikasi dengan mereka,hingga aku kembali bertemu Ayu yang sedang mencari tempat tinggal, dari sana aku tahu Ayu di usir orang tua nya karena hamil anak putra "dokter Danu menghentikan cerita nya menarik nafas dalam-dalam sebelum mengeluarkan lagi , mungkin dia sedikit tidak nyaman pikir ku.


"Saat itu putra baru berangkat menjadi pasukan kontingen Garuda Indonesia ke Lebanon karena rasa cinta dan kasihan aku menikahi Ayu, pernikahan aku dan Ayu di sambut baik keluarga nya tapi tidak keluaga ku, pernikahan kami berjalan apa adanya hingga papa Ayu meninggal karena serangan jantung dari sana terbongkar kalau kepergian putra ke Lebanon karena ulah ayahnya yang sengaja memisahkan nya dengan putra bahkan dua bulan sepulang dari Lebanon putra di pindah tugas kan"


"jahat sekali ayah Ayu memisahkan orang yang saling mencintai"ucap Shinta.


"karena itu Ayu marah dan menuntut cerai padaku, dia menganggap ku terlibat dengan rencana papa nya, Aku berani bersumpah bahwa aku tidak pernah terlibat rencana papa nya semua aku lakukan karena aku sayang dan mencintai Ayu tidak lebih"


"apa Putra tahu kalau dia mempunyai seorang putri"tanyaku penasaran.


"tidak Putra tidak tahu kalau dia mempunyai seorang putri bahkan dia tidak tahu kalau Ayu sudah menikah denganku"


"bisa aku minta kontaknya Putra, "terlihat dokter Danu hanya menghembuskan nafas kasar.


"jujur aku takut kalau Putra bakal marah padaku, dan yang aku dengar dia lagi dekat dengan seorang wanita tapi aku tidak tahu apa mereka udah menikah atau belum"


"Aku kira wajar jika Putra marah padamu sebagai sahabat kau kelakuan mu itu sama aja menikam dari belakang"sinis ku , terlihat dokter Danu hanya menunduk.


"tolong aku ,aku minta kontaknya Putra Ayu harus ketemu dengan Putra Aku lakukan ini demi keutuhan keluargaku,"kataku lirih.


"baik "katanya aku serahkan pulsaku dan dia mencatat sebuah nomor di ponselku, tanpa menunggu lama aku langsung menghubungi nya.


🎼🎼


"hallo "sapa laki laki berkaos loreng dengan wajah lumayan manis.


"Assalamualaikum perkenalkan saya Ika apa benar Anda Mas Putra"


"waalaikumsalam benar saya Putra ada perlu apa Mbak Ika menelpon saya pakai acara video call segala"


"Maaf saya lakukan ini juga terpaksa saya takut salah orang atau salah mengenali orang"


"ha ha ha anda lucu" tanpa menunggu jawaban nya aku putar kamera ku ke arah dr.Danu.


"anda kenal laki-laki yang nampak di layar ponsel Anda"


"kalau boleh tahu anda tugas di mana sekarang saya ingin bertemu dengan Anda saya ingin berbicara penting ada yang ingin saya sampaikan" Kata ku menghentikan senyum di wajah nya,


"apa sangat penting "


"penting buat saya dan keluarga saya"


"saya sekarang bertugas Di Yonif 501/Bajra Yudha di Madiun"


"kira-kira kapan anda bersedia bertemu dengan saya, jika anda mempunyai istri saya sarankan ajak istri anda untuk bertemu saya tidak mau terjadi ke salah paham man di belakangnya"


"kamu jangan gila Ika "potong dokter Danu berusaha mengambil ponsel di tangan ku.


"kamu yang gila, membohongi sahabatmu sendiri"


"aku mencintainya ,aku tidak membohonginya dia yang merebut cintaku" teriak dokter Danu.


"itu bukan cinta tapi obsesi untuk memiliki, cinta membiarkan orang yang kita sayangi bahagia bukan harus memiliki nya."


"apa itu juga berlaku buat suamimu"


"tentu jika mas rafi ingin bersama Ayu dan masih mencintai Ayu aku persilahkan aku akan siap melepas kan semua nya " kata ku dengan menahan air mata supaya tidak turun.


"Aku menyesal bertemu denganmu ,Aku menyesal bercerita denganmu"


"Mau sampai kapan Anda membohongi teman Anda sahabat anda yang kata Anda sudah seperti saudara anda sendiri"


"dokter cinta tidak harus memiliki kadang cinta harus berkorban untuk orang yang kita cintai jangan egois karena cinta"ucap Santi sebelum menarik tanganku pergi.


"apa yang sebenarnya terjadi tolong ceritakan"ucap putra, yang ternyata sambungan ponsel Kami masih tersambung.


"saya tidak bisa menceritakannya lewat sambungan telpon sebaiknya kita bertemu secara langsung"


"baik dua hari lagi saya akan kasih kabar, anda tinggal dimana saya yang akan mengunjungi anda"


"saya tinggal di Surakarta "


"baik saya akan menghubungi anda, bukannya Danu sekarang juga praktek di salah satu rumah sakit di Surakarta ya"


" iya, maaf saya kira cukup sampai disini, jika anda sudah bisa bertemu hubungi saya lagi "


"Assalamualaikum"


"waalaikumsalam terima kasih waktunya"


"gila gila gila gila kayak cerita di novel, ternyata ada ya kisah cinta yang dramatis, kalau mendengarnya kasihan juga ya sama si Ayu"ucap Santi, aku hanya mengaguk kan kepalaku karena apa yang dikatakan santi menurutku emang benar ,kasihan Ayu hanya kata itu terlintas di benak ku.


"jika Ayu udah tidak mencintai Putra dan mencintai kapten Raffi gimana mbak"


"kalau Raffi mencintainya silakan Aku ikhlas aku nggak mau hidup dengan orang yang tidak mencintaiku"


"tuh kayaknya mobil grab yang kita pesan Mbak udah kelihatan tuh".


Selama perjalanan banyak sekali yang kita ceritakan yang kita bahas, sampai aku di rumah tepat pukul sembilan malam, dari Ratih aku tahu Rafi pulang jam delapan malam nyampe rumah.


"dari mana dek ,maaf Mas pulang telat tadi mengantar Ayu anak nya lagi demam"


"bukannya di lapangan tadi ada mayor Lutfi dan istrinya kenapa mesti Mas yang direpotkan Mas orang lain mayor Lutfi adalah sepupunya"


"mas ga tau dek"


"kalau Mas terus jawabnya nggak tahu, nggak tahu, bagaimana nasib ku bagaimana nasib anakku bagaimana nasib rumah tangga kita" teriak ku di dalam kamar.


"mas hanya kasihan dek ada anak kecil itu nggak ada yang peduli sama dia "


"oke kalau Mas kasihan sama anak itu rawat anak itu sayangi dia , kalau perlu ibu nya sekalian "kataku dengan air mata yang tidak bisa berhenti.


"dek"


"pergi Mas aku nggak mau melihatmu, pergi jangan dekat denganku lagi, aku akan hidup berdua dengan anak ku tanpamu" kata ku sambil mendorong Raffi keluar kamar .