
" Sebenarnya siapa wanita tadi" tanya Mama padaku saat kami sedang makan malam.
" namanya Febi dia temanku waktu SMA" ucapku yang membuat Yumi terbatuk.
" Lu udah bawa kak Febi ke sini kapan" tanya Yumi setelah batuknya reda.
" Tadi nggak sengaja pingsan di jalan bingung mau dibawa ke mana ya udah aku bawa pulang" bohong Fathar.
"Apa dia Febi yang kamu tunggu itu" tanya mama.
" ya cuma satu itu doang mah Feby yang dulu ngejar-ngejar Fathar dan sekarang terbalik Fathar yang mengejar-ngejarnya".
" kemakan karma berarti kamu ya dulu dikejar jual mahal, sekarang kamu merasakan gimana susahnya mengejar orang yang kamu inginkan" ucap papa.
" Emang sih waktu masih sekolah dulu anaknya sedikit nyebelin di mata murid murid sekolahan sok cantik mentang mentang Bapaknya kepala sekolah, ibunya guru dan kakeknya pemilik yayasan" cerita Yumi. Feby yang dulu emang sangat nyebelin suka main perintah .
"Emang anaknya tidak cantik?" tanya papa.
"Cantik sih" jawab Yumi.
"Berarti wajar dong kalau sok cantik emang udah cantik" .
"Bukan begitu PA orang cantik banyak tapi dia itu cantik sombong main perintah kemana-mana dikawal anak buahnya,tapi tidak tahunya anak buahnya baik di depannya karena ada maunya cuma mau menjilatnya" ucap Yumi.
" Ya emang begitu setiap ada orang di atas baik materi maupun jabatan orang-orang akan baik kepadanya hanya karena jabatan atau materinya tidak sepenuh hati, karena itu berhati-hatilah menilai seseorang" ucap mama.
" Mah Mbak Anin istrinya Mas Dito itu bukannya seorang psikiater ya Ma" tanyaku.
"Iya masalahnya teman mu mau nggak menemui psikolog atau psikiater " .
"Emang siapa sih yang mau dibawa ke psikiater " tanya Yumi.
" Feby di duga Gamophobia " ucapku .
"Gamophobia adalah perasaan takut yang berlebihan akan komitmen atau pernikahan" kata mama.
" masak sih bukannya dia dulu cinta mati sama Fathar" ucap Yumi.
" kamu tahu nggak tentang kepala sekolah yang menikah lagi" ucap Fathar.
" Aku pernah dengar dulu waktu sekolah, katanya dia bercerai dan menikah dengan mantan muridnya itu yang kutahu".
" mah Pah aku pergi dulu, aku gak pulang ke rumah langsung ke barak " ucapku setelah menerima pesan dari Bagas .
" Hati hati "
" Assalamualaikum"
"Walaikumsalam"
Sesuai pesan yang dikirim Bagas kami ketemuan PIM 3 .
" Sudah lama" sapaku saat melihatnya duduk sedang fokus ke laptopnya.
" Tidak,pesen aja dulu mau minum apa" ucapnya .
" Jadi ada perlu apa kamu mengajakku bertemu?" tanyaku.
" Aku tidak tahu apa hubungan kalian tapi mengingatmu Yang tempo hari berani menciumnya pasti ada yang tidak beres dengan kalian".
" Waktu SMA dulu Feby mengejar-ngejar aku hingga aku merasa terganggu tapi Sejak pertemuan kami setelah masuk dunia kerja dia menjadi pribadi yang berbeda........." maka mengalir lah ceritaku semua tanpa aku kurangi.
" apa sekarang Kamu suka dia"
"Aku merasa tertantang untuk mendekatinya ada perasaan nyaman saat bersamanya" ucapku.
" Berarti kamu belum mencintainya hanya kaget dengan perubahannya jadi merasa ingin menaklukkan nya" ucap Bagas.
" Aku tidak tahu tapi saat melihat dia didekati pria lain ada perasaan tidak suka waktu dia berkata kasar pun aku juga tidak suka , aku juga merasa sedih saat melihat air matanya menangis".
" sebenarnya apa yang terjadi dengan keluarganya".
" Maaf itu masalah internal aku tidak dapat menceritakannya jika kamu tahu dan melihat mungkin hanya sepotong".
" Bagas ,kamu Bagas anak mas Danang" sapa seorang laki-laki menghampiri kami.
Sebuah pertemuan yang sangat tak terduga, kalau tadi siang aku ketemu mamanya sekarang aku ketemu anaknya yang berarti ayah kandung Febi.
" bisa kita bicara berdua" ucap papa Feby.
" Di sini aja pak lek anggap aja dia tidak ada dia tidak akan memahami apa yang kita bicarakan" ucap Bagas,sial gw di anggap angin ucap Fathar dalam hati.
" Apa perlu Saya pergi dulu".
" Tidak usah kamu juga tidak akan paham apa yang kami omongkan" ucap Bagas,tapi aku malah menangkap dia memintaku untuk mendengarkan.
" bagaimana kabar Bu lek mu dan Putri pak lek".
" kenapa pak lik tidak bertanya langsung dan mencarinya," ucap Bagas sambil menatap tajam papa Feby.
" kenapa pak lek diam , pak lik tidak berani atau malu. Harusnya pak lek tahu anak yang lahir tidak bisa kita prediksi laki-laki atau perempuan semua sudah ada yang mengatur, manusia bisa salah menebak tapi Allah tidak tidur terhadap apa yang menimpa hambanya".
"Paklek tahu,tapi semua di luar kendali ".
" Manusia di bekali akal buat berpikir itu lah pembeda manusia dengan mahluk lain, jadi gunakan akal pikiran sebelum bertindak jangan hanya nafsu yang anda utamakan yang akhirnya ku menyakiti keluarga anda, terutama putri anda ".
Dari semua ucapan Bagas yang di ucapkan aku sudah bisa menebak perceraian kedua orang tua Feby diakibatkan karena perselingkuhan dan tuntutan jenis kelamin anak.
" Pak lek mohon Kamu maklum , pak lek itu anak tunggal anak satu-satunya .Jadi wajar kalau keluarga Pak le menuntut anak laki-laki sebagai penerus keluarga".
" Tapi tidak dengan menyakiti wanita yang telah memberikan kebahagiaan dan anak kepada Pak le , serta menemani hidup Pak lek selama 18 tahun".
" Pak lek mengaku salah dan menyesal semua yang aku lakukan juga sia-sia, Tuhan sudah menghukum pak lek. Pengorbanan aku demi seorang putra sampai rela kehilangan istri yang selalu mendukungku, anakku tapi aku masih tidak memiliki Putra karena itu pak lik minta tolong pertemukan palek dengan anak dan istri paklek ".
" Buat apa Pak le minta maaf apa dengan minta maaf sakit hati yang palik torehkan terhadap anak dan istri Pak le bisa sembuh tidak , kaca sekali pecah tidak bisa diperbaiki".
" ayo bro kita pulang Udah malam nggak ada habisnya kalau membahas masa lalu" ucapkan sambil merapikan laptopnya di meja .
Aku cuma bisa mengikuti langkah Bagas meninggalkan PIM 3 tanpa bertanya apapun sampai kami tiba di parkiran.
"Pasti lu paham apa yang kita obrolin terserah kamu mau lanjut apa mundur, tapi kalau sampai kau membuat adikku menangis aku tidak peduli kamu keluarga siapa dan pangkatmu apa aku pasti membalas mu lebih parah dua kali lipat" ucapnya sebelum meninggalkanku menuju mobilnya.
**
"Keluargaku menuntut anak laki-laki jadi izinkan aku menikah lagi supaya aku bisa mempunyai anak laki-laki".
" Kenapa harus dengan menikah lagi kita bisa program bayi laki-laki dan Mas tahu calon yang Ibu emas pilih adalah mantan murid yang pernah menggodamu".
"Mas tahu tapi dia anak teman baik ibu keluarganya juga berjanji akan membantu finansial keuangan yayasan kita jika kita mau menerima anaknya".
" jika Mas tetap menginginkan pernikahan ini dan yakin perempuan itu bisa melahirkan Putra buat Mas maka ceraikan aku"
"jika itu permintaanmu Maaf Mas melepas mu"
"Baiklah talak aku sekarang ,aku akan segera pergi dari rumah ini"
"Tetaplah di sini sampai surat perceraian kita keluar ini rumah kamu rumah anak kita".
"Maaf aku tidak bisa menerima rumah ini, terlalu banyak kenangan di sini aku hanya mau putriku saja bukan harta yang Mas miliki"
"Terimalah harta untuk masa depan Putri kita"
"sudah cukup aku di hina ibumu karena tidak bisa melahirkan anak laki-laki Aku tidak mau tambah di hina karena masalah materi yang kau berikan padaku ".
Tanpa mereka sadari percakapan mereka semua di dengar oleh Putri mereka.