
Setelah dirawat satu kali 24 jam akhirnya Yumi di ijinkan pulang setelah kondisi kesehatannya stabil tentunya dengan izin dokter.
"maafkan aku tidak bisa menjagamu dengan baik" kata Fathar di ruang keluarga sambil menggegam tangan sang adik.
"ini bukan salah kamu Mas" kata Ika.
"benar kata mama aku aja yang tidak tahu arti Sule hehehe,tapi karena kesigapan mas aku juga langsung di beri pertolongan "
"papa juga mintak maaf sudah memukul beranggapan mas tidak bisa menjaga adiknya,"
"emang bener pa mas tidak bisa menjaga adik "kata Fathar yang masih menyalahkan diri sendiri.
"mama sudah menceritakan semuanya, pada papa "
"kalian semua tidak salah, aku yang sok dewasa aku yang memohon kepada mama untuk tidak di perlakukan seperti anak TK, aku yang tidak mau Mas Fathar mengawasiku karena merasa seperti anak TK dan juga karena mereka menuduh Fathar menyukaiku gara gara sering mengawasiku" kata Yumi penuh sesal.
"Sekarang kita bisa saling introspeksi jadi jangan saling menyalahkan lagi, kita selama ini terlalu mengawasi Yumi menjadikan YUMI tidak nyaman juga tidak tahu apa apa, contohnya selama ini kita yang selalu memesankan makan buat Yumi hingga Yumi tidak tahu apa aja yang ada dalam makanan yang di sebut ketoprak dan dia juga tidak tahu apa itu Sule (susu kedelai )"
"Benar kata mamamu harusnya kita bukan menjauhkan pantangan nya atau makanan yang membuatnya alergi tapi memberitahu makanan apa yang membuat dia alergi Jadi dia bisa menghindar"
"assalamualaikum " teriak Radit sambil masuk ke dalam rumah.
"waalaikumsalam"jawab kompak yang ada di dalam rumah.
"Putri Om katanya alerginya kambuh gimana kondisinya"
"kamu pulang kerja langsung kesini tidak pulang dulu"
"seperti yang kamu lihat aku masih berpakaian setelan kantor berarti aku baru pulang bekerja"
"kok kamu tahu kalau Yumi masu rumah sakit"
"kemarin siang aku ke ruang kerja istrimu tapi kata sekretarisnya istrimu baru pergi mendadak tanpa memberitahu, jadi tadi pagi sebelum aku berangkat meeting aku mampir ke ruang kerja istrimu dan dikasih tahu sekretaris istrimu"
"OOO pantes langsung kesini "
"kalau aku tahu dari kemarin juga dari kemarin aku langsung ke sini"
"kalau kemarin ke sini nggak ada orang semua di rumah sakit"
"gimana kondisinya dokter bilang apa"
"kalau sudah dibawa pulang dan di rumah berati kondisinya sudah baik tidak perlu dikhawatirkan"
"Aku dari tadi itu menanyakan kondisi Ayumi Bashira Raksa kenapa dari tadi kamu yang menjawab terus"
"karena aku ayahnya jadi aku lebih tahu kondisinya daripada kamu yang cuma om ya"
"Tapi omnya ini yang ngasih nama cantik, secantik orang dan namanya"
"Tapi gara-gara nama pemberian Om aku dikira ada turunan Jepang, apalagi aku tidak bisa bahasa jadinya teman-temanku Memanggilku Jepang kw"jawaban ketus Ayumi membuat Radit tertawa ngakak.
"orang Jepang itu cantik-cantik kulitnya halus mulus seperti kamu"
"yang punya mantan orang Jepang susah move on meski sudah menikah"ledek Raffi kepada Radit yang yang dibalas Radit dengan melempar batal sofa kearahnya
"sebenarnya ceritanya gimana sih kok bisa alergi mu kambuh"
"ada seorang kakak kelas menantang ku memakan makanan pedas taruhannya adalah kalau aku yang menang dia akan menjauhi Fathar tapi kalau dia menang aku harus menjaga jarak dengan Fathar 2"
"wah para fans Fathar nggak bisa dibiarkan ini" omel Radit.
"karena cuma makan makanan pedas tak masalah lah buatku tapi aku tidak tahu dalam makanan ketoprak itu ada tahunya terus minum ku sule, Aku juga tidak tahu kalau sule itu susu kedelai jadi aku minum aja "
"hah kamu sudah segede ini tidak tahu apa itu sule dan ketoprak" kata om Radit.
"selama ini aku kalau beli ketoprak yang beliin mama, papa dan Mas aku tinggal makan jadi aku tidak tahu ada tahunnya"
"makanya dikasih tahu udah kamu tinggal sama aku terus tar om yang ngurusi yang mendidik kamu secara benar"
"Apa maksudmu secara benar jadi cara mendidik nggak benar gitu" sanggah Raffi tak terima.
"bukannya nggak benar kamu itu terlalu posesif terlalu menganggap dia seperti anak TK" kata-kata Radit menyadarkan Ika,Raffi dan Fathar, kalau mereka selama ini terlalu menganggap Yumi seperti anak kecil.
"Benar yang kamu katakan Dit kami terlalu posesi selama ini"
"Yuni sekarang kelas 10 sebentar lagi lulus SMA terus kuliah mau sampai kapan kalian mengikutinya, mau sampai kapan kalian mengaturnya makanya biarkan dia tahu dan kenal dunia luar"
"Yumi ini anak perempuan kami takut terjerumus pergaulan bebas mengingat sekarang para remaja SMA sudah mengenal *** bebas apalagi di Jakarta banyak diskotik ,klub malam,kalau buatku waktu masih dinas di Surakarta aku nggak secemas pergaulan di sini"
"Iya sih itulah susahnya punya anak perempuan salah pergaulan bisa fatal langsung berbadan 2apalagi bapaknya pernah salah pergaulan"
"kenapa aku yang dibawa-bawa"sewot Raffi.
"mah babadan 2 itu apa sih" tanya Yumi.
"Anakmu ini terlalu polos kalau dibebaskan bisa bayar" kata Radit.
"makanya itu kami was-was"jawab Raffi sambil menghela nafas.
"Tapi anakmu juga semakin dewasa ,semakin penasaran dunia luar jika dari sekarang tidak kita kasih edukasi yang mendidik nanti setelah pergaulan kita juga yang menyesal"
"gimana kalau adik masuk pesantren aja"
"no papa"
Hahaha tawa seisi rumah mendengarkan penolakan Yumi. Hari ini Fathar sudah sekolah karena kemarin dia izin harus menunggu Yumi di rumah sakit , karena sang mama dan papa tetap bekerja tapi Yumi hari ini belum diizinkan pergi ke sekolah dia di masih harus di rumah untuk memulihkan kondisinya,Yumi di rumah ditemenin mama karena Mama hari ini tidak ada pekerjaan penting yang mengharuskan ke kantor atau kegiatan Persit.
"Lo ada hubungan apa sebenarnya sama si Jepang, jangan ngelak lagi lu kemarin kelihatan sangat kuatir waktu si Yumi Jepang pingsan "
"Maaf Fathar bisa Kita bicara sebentar penting " kata Erin yang menyamperin tempat duduk Fathar di jam pergantian pelajaran. Erni,Febi dan Desti satu kelas waktu kelas 10dan 11begitu kelas 12 mereka berpisah kelas Desti satu kelas sama Feby dan Erin masuk kelas unggulan.
"Ya udah ngomong aja kalau mau ngomong aku dengerin"
"Bisa nggak hanya kita berdua saja"
"wah jangan-jangan lu juga suka sama Fathar mau nikung bos mu yaa" kelekar Ali sampai berdiri meninggalkan bangku tempat duduknya dan sedikit menjauh memberikan privasi buat mereka.
"kenapa apa yang perlu diomongin"
"satpam yang mengantarmu ke Rumah Sakit kemarin itu ayahku dari ayahku Aku tahu Yumi adikmu"
"terus hubungannya "
"Aku ingin minta maaf langsung kepada Yumi bisa, gara-gara ketoprak ibuku dia jadi masuk rumah sakit"
"Ya udah tunggu aja dia masuk sekolah bisa kan"
"kalau pas di sekolah aku "Erin terdiam menunduk ke bawah sambil memainkan jari kukunya.
"Lo takut sama Febi " yang dijawab anggukan.
"Ya udah ntar pulang sekolah bareng aku aja"
"nanti ketahuan Febi kasih aja aku alamatnya aku akan ke sana"
"ribet mendingan kita ketemuan di halte"
"baik terima kasih aku tunggu di halte pulang sekolah"
Sesuai kesepakatan mereka bertemu di halte sekolahan yang letaknya tidak jauh dari sekolahan tapi juga tidak dekat lumayanlah kalau berjalan kaki, dengan mengendarai motor sportnya,Fathar membawa Erni pulang ke rumahnya.
"Loo orang pertama yang gue ajak main ke rumah Aku harap kamu merahasiakan tentang siapa Aku dan keluargaku"
"baik"kata Erin lirih dan kagum melihat rumah Yumi dan Fathar.
"masuk , duduk aku panggilkan Yumi"kata Fathar datar sambil berjalan berlalu meninggalkan Erin di ruang tamu.
"ada tamu temannya Fathar ya,"
"iya Tante " jawab Erin sopan sambil berdiri dan mencium tangan Ika.
"mana ini Fathar "
"saya ada perlu dengan Yumi Tante "
"oh jadi kamu teman Yumi"
"bukan saya teman satu kelas Fathar"
"ah bingung tante tuh anaknya datang" kata Ika sambil terkekeh.
"ada apa ya tumben mencariku" kata Yumi yang langsung duduk di samping sama mama.
"Aku mau minta maaf tentang kejadian kemarin"
"santai aja kali lagian tantangan itu aku yang menanggapinya"
"tapi gara-gara aku kamu jadi masuk rumah sakit"
"Karena ayahmu kemarin Yumi bisa di bawa ke rumah sakit tepat waktu dan segera mendapatkan penanganan medis"
"Iya Ayah sudah cerita ,Ayah juga menyarankan aku untuk bertanggung jawab dengan perbuatanku ku, aku tidak mau masuk penjara ,aku juga tidak mau ibuku dilarang berjualan di kantin ,aku juga tidak mau ayahku diberhentikan menjadi satpam di sekolahan karena adik-adikku masih butuh biaya"kata Erni sambil menangis.
"tunggu kenapa sampai harus dipenjara dan kenapa orang tuamu dipecat dari kerajaannya Tante tidak paham maksudnya apa ini"
Ahkirnya Erni mengeluarkan ponsel jadulnya dan memutar rekaman di ponselnya meski pembicaraan tidak dari awal hanya dimulai dari kata kata Erni ( tapi tar kalau ada apa apa ibuku yang kena terus nggak boleh jualan bagaimana dengan adik adik ku)