My soul mate

My soul mate
125. Pensiun Dini



Ingatan Ika kembali ke masa saat dia hamil Putra sulungnya, dimana saat itu suaminya di nyatakan menghilang bahkan pencarian dihentikan karena tidak membuahkan hasil. Hingga akhirnya keluarga Raffi tahu dan mengerahkan orang-orang yang kepercayaan keluarganya untuk mencari suaminya kala itu,membutuhkan waktu sebulan untuk bisa bertemu lagi dengan suaminya kala itu.


Suaminya muncul saat detik-detik dia akan melahirkan putra pertamanya kala itu.


Sedang ini sudah beberapa bulan tetapi tidak ada kabar apapun dari sang menantu, sudah 7 bulan tapi belum ada kabar apapun baik jasad pun juga tidak di ketemukan ,sedang Pitaloka yang satu mobil dengannya tidak dapat di minta keterangan apa pun karena dia tidak mau membuka mulutnya sampai sekarang ,meski dia sempat kritis tapi dia membaik 3 bulan setelahnya meski kakinya lumpuh dan hidup di penjara .


" Ma pa aku berencana mengajukan pensiun dini" ucap Fathar setelah kemarin sempat hampir mengalami kecelakaan dalam latihan pesawat tempur.


"Apa kamu sudah memikirkan matang-matang keputusanmu" tanya Raffi kepada sang putra yang sudah masuk dunia militer selama 12 tahun.


" Sudah dalam setahun aku berusaha menyibukkan diri dengan menerima kenyataan meskipun aku tetap mencari tahu keberadaan nya, jujur sebelum mata ini melihat jasad nya langsung aku masih belum percaya dengan apa yang menimpa ku. Dalam benakku istriku masih hidup bersama ku" ucap Fathar,


"Terus apa rencana mu selanjutnya "tanya Ika.


"Aku berencana menjadi pilot komersial, aku berharap dengan berpindah-pindah tempat siapa tahu aku bisa menemukan istriku kembali" ucap Fathar.


"Atau menemukan pengganti mbak Feby" ucap Yumi yang langsung di pelototin sama Fathar.


"Bercanda Mas kan Mas tahu pramugari banyak yang cantik-cantik "ucap Yumi, yang sebenarnya sangat kasihan kepada sang kakak


" kami keluargamu akan selalu mendukungmu, apapun keputusanmu kami percaya itu yang terbaik buat kamu" ucap Raffi menepuk pundak Fathar. Dia tidak bisa membayangkan jika dia berada di posisi anaknya ditinggal istrinya di saat pernikahannya belum genap setahun.


" Apa Kamu yakin tidak mau menemui suamimu" tanya seorang lelaki yang berumur sekitar 35 tahun kepada seorang wanita yang sedang hamil besar ya dia Feby Anisa Kusuma.


Hari itu saat dia berada di dalam mobil bersama Pitaloka ,Feby sudah pasrah dengan apa yang terjadi di depan matanya keluarganya di suruh minum racun dalam benaknya mungkin ini ahkir hidupnya yang segera menyusul mama.


Tetapi semua berubah saat Pitaloka menerima panggilan telepon yang mengatakan kalau salah satu dari yang minum racun ternyata tidak meminum racunnya terbesit dalam pikirannya untuk menyelamatkan diri. Di saat Pitaloka emosi dengan anak buahnya yang ceroboh Feby menggunakan kesempatan untuk membuka sabuk pengaman dan pintu mobil, tanpa pikir panjang Feby melompat keluar dari mobil paling tidak dia sudah berusaha untuk melarikan diri.


Feby selamat sebelum terjadi kecelakaan karena dia telah melompat bahkan kandungannya yang belum di ketahui pun selamat, tetapi dia mengalami luka parah hingga mengakibatkan patah pada tulang pahanya yang mengakibatkan jalannya sekarang sedikit pincang dan luka di pipi yang lumayan besar membuat cacat di wajahnya,Feby sendiri tidak tahu luka itu dari aspal ranting-ranting pohon karena waktu loncat dia tidak berpikir resikonya.


Keberadaan bayi dalam perutnya memberi semangat baru buat Feby.


Feby sendiri sempat kehilangan semangat hidup saat mengetahui fakta tentang kakinya yang yang cacat hingga mengakibatkan jalannya yang pincang dan wajahnya yang cacat kala itu.


"Dia berhak mendapatkan yang lebih baik dari aku yang cacat ini" ucapnya lirih.


"Tapi anak dalam kandungan butuh pengakuan ayahnya, bagaimana dengan aktanya nanti " ucap sang pria yang menolongnya .


"Aku akan menghubungi papa ku terimakasih atas 6 bulan merawat ku sampai sembuh " ucap Feby tulus kepada lelaki yang telah menyelamatkan nya itu.


Dia Hilman hari itu dia dan istrinya pulang dari rumah mertua mereka melihat Feby yang mereka kira korban tabrak lari, di dorong rasa kemanusiaan dia menolong Feby tapi dia juga takut jika lapor polisi akan menjadi tersangka di kira mereka yang menabraknya.


"Kenapa kamu tidak menemui suamimu pasti dia bisa menerima kondisimu saat ini, kalau dia memang sangat sayang dan cinta padamu dia akan menerima segala kekuranganmu" ucap istri Hilman. Cinta apa masih ada cinta yang tulus mama aja yang sempurna masih di khianati apalagi aku yang cacat ini kata Feby di dalam hatinya, dia akui perlakuan Fathar selama menikah dengannya sangat lembut berbeda dengan Fathar saat mereka masih putih abu-abu dulu tapi itu wajar kan mereka punya komitmen .


Hilman seorang karyawan sebuah perusahaan konstruksi dan istrinya Irma seorang perawat.


" Mungkin dia bisa menerima kondisiku saat ini tapi saat kami jalan berdua aku yang tidak percaya diri dengan wajah cacat dan kaki pincang ku.


Dia lelaki tampan dan gagah berjalan dengan aku si buruk rupa ini" ucap Feby .


" Bisa aku meminjam ponselmu untuk menghubungi seseorang" ucap Feby kepada Irma.


"Tentu saja ,pakailah untuk menghubungi keluargamu supaya mereka tidak cemas dengan kondisimu" ucap Irma sambil menyerahkan ponselnya.


Tut Tut Tut


"Hallo assalamualaikum" ucap dari sebrang telepon.


"Feby " ucap Gani tak percaya, iya dia yakin itu suara putrinya.


"Iya ini aku aku selamat tapi tolong rahasiakan dari siapa pun aku mohon" ucap Feby.


" Iya ayah janji tidak akan bilang siapa-siapa tapi di mana kamu sekarang papa ingin melihat kondisimu saat ini " ucap Gani.


" Kita bisa video call jika papa tidak percaya tapi papa jangan kaget dengan kondisi Feby" ucap Feby sebelum mengganti panggilan telepon mereka dengan Video call.


Gani langsung menangis melihat wajah putrinya yang terdapat luka lumayan besar di pipi putrinya yang di sayanginya itu. Begitu telpon berahkir Gani lansung menangis haru putrinya yang di kira sudah tiada ternyata masih hidup selamat meskipun ada luka di wajahnya,tapi kenapa dia ingin supaya keberadaannya di rahasiakan.


"Apa benar yang Isal dengar papa" ucap Isal yang tidak sengaja mendengar obrolan papa dan kakaknya. Ya sejak Feby dinyatakan menghilang Isal tinggal bersama papanya.


" Iya tapi kakakmu memintak papa merahasiakan keselamatan nya, jadi kita turuti dulu apa mau kakakmu papa takut terjadi sesuatu hal yang buruk dengan ke kamu" ucap Gani.


" Baik papa tapi aku ikut jika ingin menemui mbak Feby" ucap Isal.


" Besok papa akan memesan tiket kita akan langsung ke Padang " ucap papa.


Begitu sampai di kota Padang Isal dan papanya lansung menuju alamat yang di kirim Feby melalui pesan.


"Mbak "ucap Isal saat turun dari mobil melihat kakaknya sudah duduk menunggu kedatangannya di teras, tetapi ada yang beda kakaknya duduk di kursi roda.


Mereka saling berpelukan begitu pun Gani juga langsung memeluk putrinya itu.


"Gimana kabarnya nak" ucap Gani kepada putrinya.


"Alhamdulillah sehat, meski aku sekarang cacat bagaimana Pitaloka "tanya Feby.


"Pitaloka di penjara karena sengaja menyebabkan kecelakaan beruntun dan berusaha membunuh kalian, setelah kecelakaan dia sempat kritis dan di rawat di rumah sakit selama 3 bulan "Ucap Gani


"Aku tidak menyalakan tindakan nya , dia hanya menuruti sakit hatinya karena putrinya yang telah tiada,aku seneng melihat Isal dan semua juga selamat" ucap Feby yang langsung di sambut Isal dengan menceritakan aksi Fathar menolong nya saat itu,Feby hanya bisa tersenyum mendengar adiknya bercerita.


"Bisakah kalian tidak memberi tahu siapapun tentang kondisi ku" ucap Feby kepada Isal dan papanya.


"Tapi semua juga cemas mendengar kondisimu kala itu apa kamu tidak kasihan mereka " ucap papa.


"Tapi aku tidak mau mereka melihat keadaan ku saat ini ".


"Kita akan obati kamu papa yakin kamu pasti pulih seperti sedia kala " ucap papa.


Setelah malamnya Gani bertemu orang-orang yang menyelamatkan putrinya,esok harinya mereka langsung balik ke Jakarta dengan Irama yang menawarkan diri untuk ikut membantu selama perjalanan mengingat kondisi Feby yang masih banyak tergantung pada orang lain.


"Isal , papa Gani kalian disini "tegur Fathar tak kala melihat mertua dan adik iparnya yang berjalan berdua, sebenarnya ada Feby dan Irma yang berada di sebelahnya tetapi karena pakean yang di gunakan mereka baju gamis syar'i yang lebar dan bercadar Fathar tidak menganggapnya.


Berbeda dengan Feby yang jantung nya berdetak lebih kencang kala melihat suaminya bukan berpakaian tentara lagi tetapi seragam pilot, tetapi ada juga rasa nyeri saat melihat suaminya berjalan di ikuti perempuan cantik di belakangnya.


"Mas Fathar pakai seragam pilot sekarang " tanya Isal.


"Iya sudah seminggu mas menjadi pilot" ucapnya.


"Maaf nak Fathar kami buru-buru permisi " ucap Gani dingin, hatinya sakit melihat Fathar berjalan dengan diikuti wanita cantik di saat putrinya masih belum menerima keadaannya.


Fathar sendiri merasa aneh dengan sikap mertuanya itu tapi berusaha tidak ambil pusing.