My soul mate

My soul mate
50.Penyesalan Raffi



"Di mana Raffi Aku mau berbicara dengan Raffi bukan dengan dirimu"


"Raffi di depanku"


"kumohon Raffi segera ke rumahku" aku tidak menyangka begitu egois Ayu bahkan tidak mau mengalah demi kebahagiaan putri kandung nya, kata ku dalam hati.Waktu aku kecil papa mama selalu sibuk hanya memasrahkan kami anak anak nya pada baby sister,pembantu rumah tanpa bertanya kepada kami anak anak nya apa yang kami mau, hanya kerja dan kerja seolah uang segala nya, tapi sekarang aku sadar apa yang mereka lakukan dulu bukan hanya untuk materi kami tapi untuk kelangsungan semua keluarga karyawan perusahaan tapi Ayu untuk apa.


"silakan kalau Raffi sekarang juga mau ke rumahmu aku lepaskan"kata Ika belum sempat aku protes apa maksud nya melepas kan ku, Ika udah masuk kamar.


"tolong aku Raffi please, putri merengek pingin iku Danu, jika putri ikut Danu bagaimana aku "


"Danu juga papa nya, mungkin Danu cuma kangen biasa karena mereka lama berpisah "


"jika putri ikut Danu, Danu akan menggunakan putri untuk menekan ku"


"mama aku mau sama papa "suara rengekan putri sekarang terdengar jelas,


"putri dengar mama, papa harus pulang ini udah malam "


"kenapa papa tidak boleh tinggal di sini seperti dulu,"


"putri sayang sekarang mama papa sudah bukan.."


"kamu jangan gila Ayu, putri masih kecil belum tau apa itu perceraian, biarkan dia ikut dengan ku besok saat aku berangkat kerja Aku anter kan dia ke pada mu "


"aku tidak mau "


"jangan egois kamu Ayu "bentak Danu


"siapa yang egois "teriak Ayu tidak kalah kencang,ya Tuhan apa mereka ga berpikir kejiwaan putri jika mereka bertengkar di depan anak kecil.


"papa mama jangan berantem putri takut "tangis putri pecah, tidak hanya suara tangis putri yang terdengar kencang perdebatan Ayu dan Danu juga terdengar meski tidak begitu jelas.Segera aku masuk kamar memintak ijin Ika pasti di ijinkan Ika punya jiwa ke ibuan pasti tidak tega mendengar tangis putri, gimana ini Ika terlihat sangat pulas tidur nya,apa aku harus membangunkan nya, tapi aku tidak tega.Aku hanya pergi sebentar pasti tidak akan apa apa hanya menenangkan putri dan melerai Danu dan ayu tidak akan lama.Kuambil kunci mobil aku bergegas kerumah kontrakan Ayu, sesampai di sana masih tampak perdebatan mereka, dan putri yang menangis dalam gendongan baby sister nya.


"Ayah tolong pisahin mama sama papa berantem"tangis Putri pecah kalau melihat kedatangan.


"STOP kalian jangan gila kalian berantem di depan anak kecil, kalian semua dokter tapi tidak bisa berpikir dewasa " bentak ku, bentak ku pada mereka yang masih berantem, seketika mereka diam dan melihat kearah putri yang masih menangis dalam gendongan baby sister nya.


"kalian tentu tahu dampak apa bertengkar di depan anak kecil,ku harap kalian bisa berpikir bijak " seketika mereka memeluk putri dan meminta maaf pada putri.


"aku tidak mau mendengar kalian saling bertengkar lagi di depan anak kecil "kata ku sebelum berbalik pergi aku tidak bisa lama lama keburu Ika bangun.


"terimakasih menyadarkan kami" kata ayu dan Danu.


"aku harap ini yang terakhir "segera aku pulang kerumah dengan mengendarai mobil sedikit kencang aku berharap Ika masih tertidur pulas, karena perjalanan malam yang sepi membuat perjalanan yang biasa tiga puluh menit,hanya lima belas menit, ditambah aku di sana cuma sepuluh menit berati tidak ada saksi jam aku disana.


Tin tin tin tin suara klakson mobil mayor lutfi yang di Kendari ajudan nya yang bersimpangan dengan ku membalas klakson nya membuatku merasakan sesuatu perasaan yang aneh ada rasa sakit tapi sakit karena apa, sampai aku di depan rumah kulihat Santi baru pulang kerja dijemput suami nya Serka Sandi .


Dek dek dek badan ku terasa lemas tidak bertenaga begitu masuk kamar ku kosong dan aku berlari ke kamar mandi tapi juga kosong.


"Silakan kalau Raffi sekarang juga mau ke rumahmu aku lepaskan"


"silakan kalau Raffi sekarang juga mau ke rumahmu aku lepaskan"


"silakan kalau Raffi sekarang juga mau ke rumahmu aku lepaskan"


Kata kata-kata saat bertelepon dengan Ayu tadi terus berputar-putar seperti kaset rusak.


"ahhhhh" ku pukul tangan ku ke lantai untuk melampiaskan amarah ku, sampai tangan ini memerah ,ku ambil ponsel ku hubungi Ika mungkin no ku akan di blokir seperti tempo hari tapi tidak ada salah nya aku mencoba ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ ahh sial ponsel nya juga gak di bawa ku buka dompet Ika dua kartu ATM yang aku kasih masih utuh di dompet nya,tapi tunggu KTP tidak ada dan uang tunai juga tidak ada, ahhh ini salah ku, seharusnya aku membangun kan Ika dan meminta ijin pada nya.


Bodoh sekali aku menolong orang lain tapi aku terlantar kan istri ku, bener kata orang penyesalan selalu di belakang baru kemarin kami akur kontrol kandungan bersama kenapa sekarang meski ahhh teriak ku sambil mengacak acak rambutku.


"Kep makan siang dulu" sapa letna Riko .


"duluan aja ko aku mau menyelesaikan kerjaan aku yang kemarin tertunda."


"makan biar tetap ada tenaga buat mencari istri kep"


"mau cari ke mana lagi, aku sudah hubungi semua no ponsel teman nya tapi tidak ada yang tahu, hanya keluarganya yang tidak ku hubungi karena aku belum siap mengakui kesalahan ku,tapi sepertinya keluarga nya tidak ada tahu juga " Kata ku karena kemarin Bayu mengirim pesan meminta uang jajan lebih buat membayar acara kelulusan dari sana aku simpul kan dia belum tahu .


"selamat siang kapten, kapten di minta menghadap mayor "


"baik terimakasih "


tok tok tok


"masuk "


"mayor memanggil saya "


"sebentar lagi ada perlombaan menembak apa kamu siap mewakili ,"


"siap laksanakan mayor "


"kalau begitu fokus latihan mu tolong di tingkat kan"


"siap laksanakan mayor "


"sekarang aku mau bicara pribadi dengan mu, bisa "


"siap bisa"


"Aku tidak tahu hubungan apa kamu dengan Ayu tapi melihat tempo hari waktu Putri sakit Ayu mencarimu bukan mencariku atau istriku Pasti kalian punya hubungan lebih,apa kamu tidak tahu gara gara kejadian itu sudah tersebar gosip"


"maaf saya tidak tahu "


"Ayu didik keras oleh papa nya , makanya dia tumbuh menjadi wanita kuat tapi sayang dia juga menjadi wanita yang egois karena itu segala sesuatu yang di mau harus di miliki termasuk laki-laki, pasti kamu tahu apa yang terjadi dengan Ayu dan Putra "


"ya saya tau "


"apa kamu juga tau putri anak dari putra "


"siap iya mayor "


"apa yang kamu ketahui "


"yang saya ketahui Ayu menjebak Putra sampai hamil, berharap dengan kehamilannya papanya menyetujui hubungan mereka tapi di luar rencana Putra dikirim bapaknya ke Lebanon saat Putri ketahuan hamil"


"bener , papa Ayu tahu Putra tidak akan melakukan hal itu kalau tidak dijebak anaknya, selama ini papa Ayu tahu kalau anaknya suka mengajak kawin lari Putra tapi Putra selalu menolak tapi kali ini papa nya kecolongan dia menugaskan Putra ke Lebanon supaya memisahkan mereka tapi malah berakibat fatal, saat dokter Danu mau mengakui anak Putra sebagai anaknya papa Ayu sangat bersyukur, karena itu setelah penugasannya, Putra dipindah tugaskan berharap tidak bertemu dengan Ayu agar tidak mengetahui ke keadaan yang sebenarnya, sebagai sesama prajurit papa Ayu malu atas kelakuan Ayu yang menjebak Putra"


"kenapa dari awal mereka tidak di restui saja "


" ego seorang jenderal mungkin, tapi setelah Ayu hamil papa nya sangat menyesal karena itu sebagai ucapan terima kasih pada Danu dia meminta putra di pindah tugas kan demi kelangsungan keluarga Ayu dan Danu ".


"kalau berhadapan Ayu kamu harus tegas itu saran ku"


"tapi saya telah berbuat kesalahan dengan istri saya"


"sabar lah istri mu hanya perlu menenangkan diri dulu "