My soul mate

My soul mate
65.Sensitif



"Pa besok ke Semarang yuk Lily dan Angga ngadain acara aqiqah Putra pertamanya, lagian sejak mereka melahirkan sudah seminggu yang lalu kita kan belum nengokin bayinya Lily loo" kataku sama Raffi yang lagi push up dengan posisi Fathar duduk di atas panggung nya.


"Kenapa nggak berangkat aja sendirian kenapa minta izin"katanya sewot, aku yang beberapa hari ini agak sedikit sensitif langsung berdiri mengambil tasku dan berjalan keluar dengan hanya membawa tas kecil berisi ponsel dan dompet aku keluar dari kamar.


"oke aku pergi ke Semarang sendiri aku pulang besok malam" kataku sambil menyambar kunci mobil ,Raffi yang aku keluar dari kamar tadi sudah dalam posisi duduk hanya bengong, hingga aku menyalakan mesin mobil baru sadar dan langsung berdiri dan lari keluar dengan menggendong Fathar dalam gendongan nya.


"mah beneran mau berangkat sendiri aku bercanda mah"katanya sambil menjaga lili yang hendak membelokkan mobilnya.


"kan Kamu sendiri yang bilang berangkat sendiri Ya udah aku berangkat sendiri" kataku sambil membuka pintu mobil.


"Mas enggak serius kali dek, aduh Fathar ada apa dengan mamamu kenapa beberapa hari ini tidak bisa diajak bercanda apalagi disindir kayak begini" kata Raffi lirih sambil menghembuskan nafas kasarnya.


"mau ngomong apa lagi"Kata Ika judes sambil membanting pintu mobil dan masuk dalam rumah.


"ada apa lagi sih mayor"tanya Riko yang sudah berdiri di sampingku.


"nggak tahu ahkir ahkir ini mood nya jelek senggol bacok nggak bisa diajak bercanda apalagi disindir"


"Senggol bacok rewel cium"


"bahasanya ya ada anak kecil nih"kata Rafi Sambil menutup kedua telinga Fathar dengan kedua tangan nya.


"ups "kata Riko sambil menutup mulutnya.


"lagi pms kali apa mendekati pms"kata sandi yang dari datang hanya diam.


"pms" bro Raffi


"iya datang bulan "


"sekarang sudah tanggal delapan, biasanya istri ku ahkir bulan periode nya,tapi kayanya udah kelewat deh"


"jangan jangan Fathar mau punya adik lagi " seru Riko.


"Hah"


"masa nggak paham sih kalau perempuan telat datang bulan bisanya itu hamil gimana sih anak sudah gede masa nggak tahu"


"he he masa gitu sih"


"Ya ampun ko bisa ya orang kaya begini jadi mayor "kata Riko.


"emang hamil Fathar istri mu datang bulan apa" dengus Sandi sambil ketawa kecil.


"waktu hamil Fathar aku kan tahunya udah hamil 3 bulan dan dan tidak lama kemudian kan aku tinggal ke pedalaman Kalimantan"


"iya ingat aku sekarang waktu hamilnya Fathar kan dia lagi mabuk janda" kata Rico sambil tertawa dengan Sandi.


"sialan kalian" umpat Raffi.


"ada anak kecil mulutnya"kata Sandi dan Riko kompak seketika Rafi menutup mulutnya, yang disambut tawa oleh mereka berdua.


"sebaiknya istri mayor suruh cek apa benar jika ia hamil "kata Riko .


"Ya udah ntar coba aku aja ke dokter"


"jangan langsung ke dokter, beli tespek dulu kalau udah positif baru ke dokter kandungan" kata sandi.


" Mayor itu udah punya anak tapi masa kayak gini nggak tahu ,kayak belum pernah punya anak aja sih" timpal Riko.


Raffi tidak menjawab langsung bergegas masuk ke dalam rumahnya sambil menggendong putranya, begitu masuk ke dalam rumah dia melihat istrinya lagi makan buah sambil duduk di depan TV.


"minta Bu Eko tadi"


"hah itu kan masih mangga muda perut mu kasihan dek"


"enggak enak cobain aja kalau mau"katanya sambil mau menawarkan mangga dan sambal nya.Raffi hanya diam melihat istrinya yang keenakan makan mangga dengan di cocol sambel tanpa menoleh arahnya dan putranya.


"itu Fathar tidur ,tiduran sana di dalam gendong Mulu udah gede juga "seperti kerbau di cucuk hidungnya Raffi langsung berdiri dan membawa Fathar kedalam kamarnya setelah itu balik lagi duduk di samping Ika.


"jadi kapan mau mengantarkan ke Semarang " tanya Ika menyadarkan Raffi dari keseriusan nya menonton berita di televisi.


"besok pagi gimana "


"ga mau, aku mau nya sekarang biar bisa menginap di sana biar bisa ngobrol lama dengan Lily dan Lidya"


"tapi aku baru pulang loh dek semalam " kata Raffi yang baru pulang dari Rindan IV Diponegoro , dia ada kegiatan di sana selama dua minggu full.


"Ya udah kalau masih capek aku kesana sendiri, cuma dua jam perjalanan ini"kata Ika santai, membuat Raffi melotot tak percaya.


"Iya sendiri , biar Fathar di rumah sama kamu aku naik motor aja "


" gak sah aneh aneh " geram Raffi.


"coba deh mangga sama sambal ini"kata Ika yang langsung menyuapkan ke mulut Raffi.


"gila pedes asam" teriak Raffi yang langsung menyambar air minum di meja.


"gitu aja teriak lebay "kata Ika sambil menghadap Raffi dan langsung menyambar mulut Raffi menghisap dan mengulum bibir Raffi, membuat Raffi terkejut.


"dah hilang kan pedas dan asam nya " kata Ika melepas ciumannya dan pergi ke luar rumah membuat Raffi mengumpat dalam hati, disaat dia sadar dan hendak membalas ciuman malah disudahi dan di tinggal pergi.


Hamil kali ya tingkah nya aneh ,suka mendadak mencium dan tiba tiba melepas ciumannya dan meninggalkan nya begitu saja tanpa berpikir dampak yang di tinggalkan monolog Raffi,tapi tidak ada Morning sickness, makan biasa saja hanya lebih suka yang asam, masak juga ga masalah dengan bau masakan.


"mau kemana Dek ko pakeanya kaya gitu " kata Raffi saat melihat Ika berdadan seperti anak kuliahan dengan celana jeans longgar dan kemeja over size dan hijab serta snekers dan kaca mata hitam.


"Gimana sih kan aku dah bilang mau ke Semarang kamu gantiin jaga Fathar dulu , itu aku dah masak sebelum aku pergi tinggal ngagetin kalau mau makan "kata nya santai tanpa melihat ekspresi Raffi yang kaget sehabis pulang joging dengan Fathar,


"dek tunggu mas ,mas anter mas akan mandi"


"gak kelamaan itu badannya mas masih keringatan juga ga bagus buat langsung mandi "Kata Ika langsung tancap Gas, membuat Raffi segera menghubungi pos jaga dan meminta supaya portal di tutup sementara.


"nitip Fathar dulu ,Ko anterin aku ke pos jaga "kata Raffi yang datang datang langsung meletakan Fathar bersebelahan dengan Rony dan menyeret Riko untuk mengantar nya ke pos.Melihat tingkah Raffi yang kaya begini mereka bisa menebak Ika pasti bikin ulah lagi, begitu sampai di pos jaga terlihat Ika sedang duduk berdiri di samping portal sedang asik ngobrol dengan seorang polisi lalu lintas .


"Nuguin siapa mbak "Ika hanya diam dan tentara muda yang di pos cuma diam setelah tadi sempat melarang Ika keluar.


"kuliah apa sudah kerja mbak boleh kenalan gak "


"sayang kan mas dah bilang nuguin mas mandi dulu baru di antar "kata Raffi yang datang langsung memeluk istrinya karena cemburu istrinya di rayu lelaki yang lebih muda dari nya,apa lagi isterinya yang masih di kira Single.


"jangan dekat-dekat basah semua baju mu"seketika Raffi melihat baju nya yang cuma sedikit basah karena keringat.


"pulang dulu ya nanti habis mandi mas anter "


"nggak itu kunci motor ada di pos jaga aku mau naik angkutan umum aja"


"nggak boleh "teriak Raffi spontanitas dan langsung meraih pinggang istri nya.


"maaf istri saya lagi hamil muda jadi mudah ngambek kalau gak di turutin kemauannya "kata Raffi sambil menggiring istrinya.


"kalau ga nurut mas cium kamu disini "bisik Raffi membuat Ika menurut dan pasrah.