All For Dreams

All For Dreams
Keluarga cemara ala Regas



...All For Dreams ...


...Keluarga cemara ala Regas...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


Pada hari minggu nan cerah dan sedikit badai inilah, Regas akan memulai hari. Dari menjaili adik sampai ngerumpi bareng saudara tiri.


"Denger kabar Si Feron pasang madu tiga ya Ra?" Tanya Bruno mengawali ghibah pagi.


"Gak tau juga si No, tapi kayaknya siulan angin yang menerpa gendang telinga gua benar adanya. Memang jikalau mimpi basah kemarin mengartikan segalanya, bahwasanya Feron telah mendekati Afni kembali dan di selingi Nanda sebagai pelipur lara" Balas Regas julid.


"Hmm.. Rupanya demik- eh! Tunggu, bukannya kita adalah saudara tiri yang tak akur? Kenapa lo ama gua julid-in orang lain sih! Aneh" Sewot Bruno baru sadar.


"Bener juga lu tong (tersadar) dasar saudara tiri pengincar harta warisan" Sindir Regas langsung buang muka.


"HAH? Ape lu bilang? Dasar saudara tiri playboy gak sadar muka" Balas Bruno tak mau kalah.


"Ggrrrrrmmmmmmmmm" Geram mereka berdua kompak.


Imajiner listrik tercipta di antara mata mereka berdua yang saling melirik sadis.


"Dasar saudara tiri buluk, gak sadar diri. Lo itu patut disebut harta elit muka sulit. Ukh! Jelek. OK, Dadah saudara tiri!" Ucap Bruno memutus kontak mata dan berlalu pergi.


"Dasar gak sadar bendungan, seharusnya lo wajib gua sebut Harta numpang nama pasaran, Dasar. Dadah juga saudara tiri, Semoga harimu senin trus dan cepat mati" Balas Regas ikut pergi


Ke arah yang sama.


Aneh.


Setelah melakukan aktifitas rutin, saatnya Regas Ferdinand Brahma untuk mengendarai motor rakitannya ke Bengkel sahabat sehidup mati sendiri-sendiri aja.


"Yo yo yoo Budi" Sapa Regas hip hop.


Sementara Budi, ia malah tengkurap di lantai bengkel tanpa ada keinginan untuk menyapa balik sang rekan sekaligus sahabat seperbengkelan.


Budi melirik tanpa minat, dan kembali menyembunyikan wajahnya di balik gundukan bantal yang ia buat.


"Ngh!" Gumamnya.


"Nape lu sob?" Tanya Regas mendekat.


"Nghhh!" Balas Budi tak jelas.


Regas menaikkan alis mata kanannya, merasa ganjil dengan tingkah Budi yang baginya positif ini.


"Yaa kenapa ama motorlu prend? Gak ada yang beda perasaan, cuma bodynya aja yang agak lec-" Ucapan Regas terputus.


"Nah itu masalahnya Re, itu dia masalahnya" Ucap Budi menggebu-gebu mendekati wajah Regas yang langsung syok di dekati seperti setan.


"Ma-maksud lo?" Tanya Regas masih tak faham.


"Ya itu maksudnya dasar Regas to*lol. Gua bilang kalau motor gua lecet dan lo liat ni (menunjuk ke arah knalpot) knalpot gua ilang bre, ilanggg!!! Huhuhuhu hwaaaaaaaaa" Tangis budi pecah, ia langsung memeluk Regas erat.


"Waduh!" Ucap Regas kaget tiba-tiba di peluk Budi begitu eratnya.


"Ter.. Hiks.. lebih... Hiks lagi. Itu knalpot yang di curi ori dari pabriknya Re, gimana gua gak frustasi coba!? Ini kalau gua jual motornya bisa anjlok harga Re, mana yang nyuri knalpot motor gua rapi banget lagi bukanya, ampe baut knalpotnya juga raip," Curhat Budi mengusap wajah penuh air mata dan ingusnya pada baju Regas.


"Siapakah gerangan pencuri tak ber'akhlatul qoiyimah itu Re, siaapaaa? Huaaaaa... Awas aja kalau ampe ketemu, gua janjiin gua pukul tu orang ampe nyapa malaikat malik" Lanjut Budi.


"Ok ok, sekarang permasalahannya?" Tanya Regas melepas pelukan erat Budi secara paksa.


"Ya itu Regas bodoh! udah gua sebutin dari tadi masa lo gak paham juga si!" Kesal Budi dengan air mata yang masih menggenang di pelupuk matanya.


"Dan lo tau, gua terpaksa ganti knalpotnya ama knalpot Racing, suatu hal yang gak gue inginin" Tutur Budi membelalakkan matanya kecewa pada knalpot motornya.


"Ehmm.. Ya hmm.. Ya sabar ajalah ya Bud, namanya juga musibah siapa yang tau hehehehe"


"Jangan Hehehehe doang lo Re, sekarang lo harus bantu gua supaya gua bisa tampil kece dengan motor keren abis supaya bisa narik simpati gebetan gua" Ucap Budi mengarahkan pandangannya pada motor Regas dan pandangan itu tak luput juga diikuti oleh Regas sendiri, menatap ke arah motornya dengan tanya.


"Lo yakin mau make motor rakitan gua?" Tanya Regas memastikan.


Plak!


"Ya enggaklah, gua cuma pengen pinjam knalpot motorlu" Kesal Budi menggeplak punggung Regas.


.........


Sementara itu,


Anwar di keheningan kamarnya.


"Ck! Apa yang harus gua lakuin supaya Nanda cinta ama gua?"


.... ...


.... ...


.... ...


.... ...


.... ...


.... ...


...TBC ...