All For Dreams

All For Dreams
SADNESS (Promotion 2)



...Promotion...


.... ...


.... ...


.... ...


.... ...


.... ...


Tanpa basa-basi Seren langsung berlari dan menendang pintu itu lalu melirik kesegalah arah, mencari letak dan posisi sang bule dalam amarah membuncah.


"Sepertinya kau terlalu banyak drama, aku di depanmu. Kenapa kau malah menatap ke segala arah jika kau dengan mudah dapat menatapku setelah masuk" Ucap William menumpukan wajahnya pada punggung tangan.


Seren yang ketahuan banyak drama hanya bisa nyengir dan menggaruk tengkuk malu pada William yang menampilkan ekspresi Frustasi pada tamu ganjilnya.


.


.


.


"Apa-apaan ini!!?" Teriak Seren kencang hingga suaranya memenuhi seluruh penjuru ruangan.


"Maaf, apakah kau bisa diam. Aku sedang bekerja" Ucap suara Baritone itu memandang Seren jengkel.


Namun bukannya bersikap malu-malu seperti sebelumnya, kini Seren malah menunjukkan sikap aslinya yang begitu bar-bar.


"Bagaimana aku tidak! Kau menyebalkan sekali tuan crazy rich! Dan juga, kenapa kau hancurkan satu-satunya barang berhargaku ha!?" Marah Seren langsung mencengkeram kerah baju William yang masih tidak bergeming, alih-alih memandang Seren yang kini sudah berada tepat di atas kertas penting yang sedang di baca William.


" Ck! Menyingkirlah dari 50 milayarku dasar gadis kampung" Sindir William mendorong tubuh kurus itu hingga sang empunya langsung terjerembab ke lantai marmer nan mewah.


"Hi tuan! Hi tuan! Setelah menghancurkan smartphoneku kau malah asyik berkencan dengan dokumenmu sungguh pria nerd! Dan sekarang kau malah mengabaikanku? Dimana simpatimu pada gadis Malang Seperti ku ha?!" Racau Seren tepat di depan wajah William yang hanya meliriknya sesenti dan kembali dengan kertasnya.


" GRRRRR!!!!! " Geram Seren tidak terima.


" Wo-"


" Aku tidak pernah menghancurkan smartphonemu, mungkin kau yang lupa meletakkannya dimana" Ucap William datar.


"Ap-Aku?! TIDAK MUNGKIN! PASTI KAU KAN? PASTI INI SEPERTI FILM MAFIA KEBANYAKAN ITU, DIMANA SEORANG GADIS MALANG DI SELAMATKAN OLEH PEMUDA KAYA RAYA DAN DI PAKSA UNTUK BEKERJA KERAS MELAYANINYA DENGAN TUBUH SEBAGAI IMBALAN, DAN PASTINYA KAU MERUSAK SELURUH BARANG BERHARGAKU TERMASUK SMARTPHONE SEBAGAI ALAT PENGHUBUNGKU DENGAN DUNIA LUAR, MEMAKSAKU UNTUK TINGGAL DI MANSION MEWAH DAN MELAHIRKAN ANAK-ANAKMU, KAU JUGA PASTI MEMAKSAKU UNTUK TUTUP MULUT DARI KELUARGAMU KAN?! SUDAH KU TEBAK PASTI DEMIKIAN" Ujar Seren menggebu langsung mengambil spekulasi tanpa landasan yang pasti.


William malah asyik mendengarkan omelan Seren yang seperti rel kereta api, panjang dan tak berujung.


"Kasian sekali, masih muda tapi otaknya sudah korslet kebanyakan nonton drama korea" Sindir William menggeleng.


"Apa kau bilang, coba ulangi sekali lagi jika kau tidak ingin menatap Jimin naik panggung saat konser di Taiwan" Geram Seren marah dan malah mencak-mencak seperti orang kesetanan.


Dia bicara apa sih? Dan siapa juga itu Jimin? Apa itu merk sabun colek terbaru?


Inner William melirik Seren yang kini sudah berhenti kesetanan.


William tersenyum miring, ia mengambil segelas air yang terletak di samping meja kerjanya dan kembali menatap Seren.


"Haus? Mau minum?" Tawar William mengulurkan segelas air putih ke hadapan Seren yang sudah kelelahan berteriak dan bergerak sana-sini menyuarakan isi pikirannya.


Dengan cepat Seren mengangguk dan mendekati William yang bersmirk ceria padanya, enggan mengambil kesimpulan jika kini ia sedang di permainkan.


... SADNESS promotion 2...


...END...