
Dengan ogah Nanda langsung meraih smartphone miliknya dan melihat pesan pada layar.
From: ALFI
Apapun yang akan terjadi nantinya, lo harus cari tempat aman nan. Gak usah bertanya kenapa, yang jelas dalam beberapa jam lagi keadaan sekolah tidak akan aman, dan juga berhati-hatilah pada seorang pemuda misterius
"Apa maksudnya?" Gumam Nanda.
.......
.......
...All For Dreams...
.......
.......
...Coba Aja Dulu...
.......
.......
.......
"Psstt.." Nanda langsung kembali ke-kesadarannya dan merasakan ada seseorang yang mencoleknya, ya ampun tolong mengertilah Nanda sedang tidak ingin diganggu, lo tau kan?
Nanda langsung berbalik kearah pelaku, disana Atika malah tersenyum lebar.
"Hehehehhehe~ Nan entar pinjamin lip balm dong" Ucap Atika memohon.
Sementara Nanda hanya bisa cengo, gadis ini benar-benar cuma hobi dandan.
TOK.. TOK... TOK...
"Assalamu'alaikum" Semua mata langsung terarah ke-ambang pintu.
"Wa'alaikumsalam, ada apa ya?" Pak Irkan langsung berjalan kearah tamu tak diundang tersebut.
Sementara Nanda yang melihat pelaku pengetukan pintu tersebut hanya bisa bertanya dalam hatinya.
Ngapain si Reo kesini?
Inner hati Nanda bertanya.
"Nan, kemari sebentar" Ucap pak Irkan memanggil Nanda.
"Iya pak" Masih dengan kecurigaannya, Nanda memilih berjalan kearah pak Irkan dengan waspada.
"Nah ini orangnya" Pak Irkan langsung pergi meninggalkan Nanda dan Reo yang tersenyum misterius.
"Apaan?" Tanya Nanda to the point.
"Gua rasa kalau ngomong disini kurang seru" Ujar Reo memegang dagunya membuat pose berpikir.
"Gimana kalau kita cari tempat lain?" Tanya Reo.
Tanpa menunggu jawaban dari Nanda, Reo langsung meraih pergelangan tangan gadis itu dan mengajaknya pergi.
Akhirnya Reo dan Nanda mengambil tempat yang lebih sunyi untuk berbicara, dan Gazebo disebelah perpustakaan adalah jawabannya.
"Lo tau Nan, sejak pandangan kita saling bertemu, gua udah merasa jatuh hati ama lo. Tapi lo malah milih pangeran kodok 'Feron' itu" Emosi Reo, ia mengucapkan kalimat itu seolah bersedih, tapi untuk apa?
"HATCHI!!" Sementara Feron yang berada dirumah sakit langsung bersin dan cepat menatap kiri-kanan.
"Mon maaf ni, maksud lo apa sih gua gak paham?" Tanya Nanda menaikkan satu alisnya.
"Lo pacaran ama si fu*cek Feron kan?!" Tanya Reo serius mendekati Nanda.
Nanda seketika langsung menaikkan alisnya dan mundur perlahan.
"Lu sawan ya? Gua ama Feron tu-" Kalimat Nanda terhenti.
"Nan!!!" Alfi berlari kearah Nanda.
"Ngapain lo deketin Nanda ha?!" Tanya Alfi ketus menarik Nanda menjauh dari Reo.
Reo yang melihat interaksi itu langsung bermuka masam.
"Haaaaaahh... ja*lang emang beda" Gumam Reo bangkit dari duduknya.
.......
.......
.......
Rumah sakit.
"Haaaahhh~ rumah sakit benar-benar tidak enak, dimana-mana bau obat dan bius" Ucap Feron lesuh seraya memakan buah pear yang sudah dikupas Neti.
"Semoga bunda Neti juga beli martabak" Renung Feron.
Berbicara tentang Neti, sekarang ia tengah kepasar, mempersiapkan beberapa belanjaan yang sedianya diperlukan selama merawat Feron di rumah sakit.
“Ini pertama kalinya gua dirawat” Gumam Feron menerawang ke plafond rumah sakit.
“Ibu…. A-“ Gumam Feron memakan buah pear.
"BBBWWWWAAAAAAAA!!!!!" Tiba-tiba datang suara teriakan yang mengagetkan seluruh bangsal.
BRAKKKK!!!
ditengah keseriusan menerawang seraya mengunyah pear, tiba-tiba Ryou datang dengan sebuket bunga besar yang alhasil membuat Feron jatuh dari tempat tidur dengan keadaan tersedak buah pear.
"UHUK! UHUK! UHUK! ASW!!!!" Bentak Feron segera bangkit dari posisi jatuhnya dan langsung menatap tajam sang pelaku yang sialnya adalah wali kelasnya sendiri, tanpa pikir panjang Feron langsung memukul Ryou dengan tongkat infus.
"Ngapain lo kemari ha?! Lu gak tau gua lagi bahagia karna gak ada yang berhubungan dengan sekolah datang jenguk gua!!!!" Maki Feron ketus dan benar-benar brutal memukul Ryou hingga beberapa tangkai bunga lyli dan Kamboja yang dibawanya ikut rontok terkena pukulan Feron.
"Ini juga kenapa pake bawa bunga kematian! Gua belum mati woy!!!!" Teriak Feron semakin marah dan langsung merampas bunga itu lalu mencampakkannya ke luar jendela.
Dia energic sekali
Inner Ryou menatap Feron yang masih emosi mencoba kembali tidur di tempatnya.
"Gua belum sempat nanya, ngapain lo kesini?" Tanya Feron yang sudah kembali nyaman duduk di tempat tidurnya.
Ryou langsung menggaruk tengkuk "Hahahahahahaha.. Sebenarnya...." Ucapnya melirik jendela bangsal.
.......
.......
... *Disisi Alfi dan Nanda*...
.......
.......
Reo mebogem muka Alfi untuk yang kesekian kali, Alfi sudah banyak kehilangan darah. Perkelahian ini tidak imbang dimana Reo memakai belati untuk menghajar Alfi yang hanya menggunakan tangan kosong.
Sementara itu disisi Nanda kini ia tengah kesusahan melawan Thea.
“Gadis ini kuat sekali” Gumam Nanda menyeka keringatnya.
Nanda tidak boleh lengah, Thea bukan lawan yang bisa dianggap remeh. Kemampuan silat Thea bahkan sudah setara dengan senior Nanda di tempat latihan. Kembali pada Alfi yang masih mencoba melawan Reo dengan susah payah.
"BEDEBAH!" Geram Alfi yang sudah tidak berdaya.
Gua tidak boleh menyerah disini, gua harus bangkit!
Inner Alfi memaksakan dirinya bangkit dari posisi tiarap.
"HWAAAAAAA !!!!" Alfi kembali melayangkan pukulan.
.......
.......
.......
"Mereka sekarang sedang melancarkan serangan ke sekolah kita, bapak rasa sekarang mereka sudah mengepung sekolah" Terang Ryou serius.
"Pertanyaan bapak, bagaimana mereka bisa tau kalau kamu tidak ada di sekolah Feron?" Lanjut Ryou.
"Mana saya tau? Dan terlebih lagi, apa alasan Reo Alman malah menyerang kesekolah ditanggal 21?" Tanya Feron pada dirinya sendiri.
Feron berusaha mengingat setiap keping memorinya yang berhubungan dengan Reo, sepertinya dia melupakan sesuatu.
...Flashback...
"Ron" Bisik Reo yang langsung memegang pundaknya.
Tanggal 20, jangan kabur atau Nanda Triasla yang bakal jadi pengganti lo
Bisik Reo pada telinga kiri Feron yang sontak terkejut mendengarnya.
"Lo bajingan juga," Desis Feron menatap Reo "Selain itu gua heran, kok lo bisa tau nama Nanda sih?" Tanya Feron pada Reo.
Bagaimana bisa kutu keset ini menargetkan Nanda yang tidak tau apa-apa sebagai pelampiasannya?
Inner Feron kesal.
Reo bersmirk "Karna gua tau segalanya Ron, dan juga (Reo menyentuh pundak Feron) lu itu sering banget lalai ama peringatan gua kalau lagi pen gelud" Ucap Reo tersenyum pada Nanda namun kalimat yang ia ucapkan diajukan pada Feron.
Setelah mengucapkan kalimat itu Reo langsung berlalu pergi tanpa ingin melihat ekspresi Feron selanjutnya.
“REO ALMAN! SEPERTINYA PERINGATAN LO NGAK BAKAL GUA WUJUDKAN, MOOD GUA LAGI BURUK JADI LAIN KALI AJA BA*NGSAT” Teriak Feron.
“LO CARI MATI YA!!!!!” Teriak Reo membalas teriakan Feron dari parkiran.
“SMA 1 ITU LEMAH!!! KALAU LO INGIN BERTARUNG MAKA datang kekandang musuh lo langsung” Tantang Feron mengakhiri kalimatnya dengan suara pelan, ia berpikir Reo tidak akan mendengar karna dia sudah berlalu pergi.
Sekarang Feron ingat, dan untuk kali ini dia benar-benar merutuki mulut besarnya.
"Astaganaga, ini semua pasti karna gua nyebut kayak gitu" Teriak Feron panik.
Feron langsung menjambak rambutnya frustasi.
"Kenapa?" Ryou langsung berdiri, dia fikir perilaku ajaib Feron yang menjambak kencang rambutnya ini berhubungan dengan penyakit yang sedang ia lawan.
"Tenang lah Feron, kamu membuat bapak khawatir" Tegur Ryou mencoba menghentikan aksi Feron.
"Gua cukup menyesali ini semua, tapi" Ucap Feron menggantung seraya menurunkan tangannya dari atas kepala.
"Tapi bukan hal aneh lagi jika ada pengkhianat diantara kami” Lanjut Feron menerawang jauh memperhatikan plafond rumah sakit, sementara Ryou disampingnya kembali duduk dan diam.
“Huuuaaah!?” Feron kembali tersadar akan sesuatu. Tapi jujur itu langsung membuat Ryou yang tenang langsung kembali khawatir.
“Ada apa?” Tanya Ryou langsung berdiri dari duduknya.
“Ayo kesekolah!” Tegas Feron langsung turun dari tempat tidurnya dan berlari sambil membawa tiang infus.
“Kenapa dia bawa infus setiang-tiangnya juga?” Gumam Ryou bingung, namun tetap mengikuti Feron dari belakang.
"Feron jangan gegabah, kamu belum pulih sepenuhnya!" Teriak Ryou sangat khawatir mengingat bocah itu masih harus dirawat dirumah sakit.
Apa yang akan terjadi jika siswa satu itu sampai pingsan dijalan?
"Astaga, membayangkan bocah itu harus berkelahi lagi aku tidak sanggup" Kata Ryou masih menyeimbangkan larinya agar tetap dibelakang Feron, berjaga jika siswanya itu tumbang Ryou akan langsung menyelamatkannya.
"Feron, jangan mencoba kabur dari bangsalmu! Bapak tidak menyuruhmu untuk kesekolah, bapak hanya mengabarkan kejadian seputar sekolah" Ucap Ryou memperingati Feron yang sudah lari kesetanan.
Feron melirik Ryou "Trus lo nyuruh gua buat tidur santai aja sementara teman-teman yang lain berjuang melawan mereka!? GUA GAK BISA PAK RYOU, GUA MASIHLAH KETUA MEREKA DAN TUGAS SEORANG KETUA ADALAH MENJAGA ANAK BUAHNYA, DANNN" Feron tiba-tiba berhenti.
Ia langsung menunduk "Nanda dalam bahaya, semoga saja Alfi bisa menjaganya sebelum gua sampai" Gumam Feron cemas.
Feron langsung mengeluarkan smartphone dari saku celana dan cepat menghubungi Alfi.
...****TBC****...