1+1: New

1+1: New
Chapter 96 - Parody Never Ending [Third]



Seperti dalam gombalan, dengan teka-teki dan harapan yang berakhir dalam satu masa disebut the end.


Mereka terkontaminasi kotoran dan kata-kata kotor yang dipenuhi sensor akan terpapar begitu jelas disini dengan kata-kata yang hilang banyaknya minta ampun.


Iringan lagu mulai terdengar begitu jelas, layar televisi anda dirumah pun tengah menayangkan hal ini pukul 6 sore.


~ Daikirai datta sobakasu wo chotto hitonadeshite tame iki wo hitotsu...


Ya, kalian bakalan gampang menebak soal opening apakah ini, dan pukul berapakah ia ditampilkan di layar televisimu sekalian, dengan lambang siaran yang pasti sudah bisa ditebak.


Global TV, menayangkan Samurai X tepat jam segini, dizaman modern dan satu kali doang.


Layar televisi kemudian berubah lagi setelah opening awalan terdengar dengan nyaring sebelumnya.


Seorang pria muncul dari hadapan itu, seperti membetulkan posisi duduknya, atau bahkan kemudian membetulkan kamera yang merekamnya.


Mulutnya mulai bergerak seirama mungkin, mengatakan kata-kata seperti biasa seperti dalam awalan tanda kata antar yang mencoba menyapa.


~ Kono bangumi wa goran no suponsaa no teikyou de okurishimasu.


Muncul kemudian dengan embel-embelan 'Pony Canyon'


"Anjirt!! Bukannya kita bisa menemukan jalan keluar, kita malah dipaksa mencoba menonton tayangan gak bermutu dan cuma buat bocah doang!!" bentak Nicko.


"Lu yang bocah biadab!! Ininih Samurai X!! Masterpiece animek!! Kamu ngehina?? Bakuhantam kita!!" bentak Kirtschberger.


"Untung juga authornya masih ingat namaku yang susah!!" sambung Kirtchberger.


"Parody sampah saat ini merajalela, jika ini tanpa akhir, maka ini hanya akan jadi never ending yang banyak seri-nya!!" Nicki angkat bicara kemudian.


Tiga sekawan yang terjebak di isekai dunia nyata para penulis ini seperti biasa mereka selalu bego dalam memikirkan alur sebuah permainan dan skenario cerita yang diciptakan.


Nicki berdiri kemudian, mengambil remote tv, dan lalu dengan jemari lincahnya bergerak dia menekan tombol nomor seri channel.


"Ladies and gentleman!!"


"Ini????" Nicki, Nicko, Kirtschberger, mereka tercengang menyaksikan sinetron abal-abal yang menyakitkan mata.


~ tidakkkk!!!


"Lari bego!!"


"Ngelihat mobil malah teriak!! Sinting!!"


"Sinetron sampah!! Tidak masuk akal!!" sambung Kirtschberger.


Saat Kirtschberger mengatakan kata begituan, perlahan televisi menampilkan channel Tivi Two.


Menampilkan Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak yang entah sedang bahas apaan.


"Dimana titik tidak masuk akalnya???"


"Njiiiir!! Pas-pas muncul nih berita awokwokwok!!" Nicki tertawa kemudian, dia nyoba tawa doang meskipun dia tahu ini comedy-nya cukup garing.


"Third adalah tiga, apakah kita bertiga sama dengan third?" ucap Nicko.


"Third itu emang tiga!! Dan ini adalah akhiran sebuah Parody Never Ending! Cuma arc spesial soal ketidakjelasan sebuah cerita yang tak bermakna yang coba kutebak bagaikan shinjitsu wa itsumo hitotsu sambim tiduran dengan gaya doang abis itu ngomong keberatan dan mukul meja kayak Naruhodo!!" ucap Kirtschberger.


"Ngomong apaan sih anjay, ini sudah mendekati akhir klimaks sebuah chapter yang gak guna dengan bertubi-tubi kata-kata tak berfaedah yang coba kamu rangkum dalam skene mediotrafik scene of the end of the game, you gonna to the hell and im keep smile" ucap Nicki.


Nicki sudah berdiri dari tadi, dan kemudian dua orang berikutnya ikutan berdiri, dan mereka kemudian berjalan menjadi tiga orang yang berjalan bertiga mencoba mencari jalan yang mungkin mereka coba lewati dengan skene yang mendebarkan bagaikan fraksi tiga orang yang berhasil memecahkan konferensi meja segitiga.


~ Saa, hajimeoka!! Ikuzo omaera!! Pekikan teriakan yang terdengar bagaikan melodi rusak yang memekakan telinga anda-anda sekalian.


Inti cerita ini apa, dan berakhir bagaimana, ini seperti tanpa ending, dan berputar-putar seperti roller coaster. Namun....


"Namun, takkan mudah bagiku meninggalkan..."


"Bucin nieh!!" sambung Nicki.


"Woy!!! Kita harus menyanyikan love parade!!"


"Kumo ga chigurete sen no mata ochite futatsu no parade ugokidasu!!" Nicki mode nyanyi.


"Ini, sebuah konsep jelek medioker yang coba anda pikiran, namun ide sampah menjadi sampah yang tak pantas dibaca oleh orang dengan mata keranjang, ini menimbulkan pro dan kontra! Cerita sampah dengan penulisan bego yang menjijikkan!!" ucap Kirtschberger.


Nicki jalan di depan bahkan seperti dia adalah pemimpin fraksi tiga orang ini, dan tanpa sengaja mereka melihat seorang gadis cantik sendirian.


"K-kau.... begitu beautifull!!"


"K-kau..."


"Ini apaan, intinya apaan!! Biadab!! Sampah!! Ampas!! Cerita ampas!! Tamatin woy biadab!!"


Skene menyakitkan mata, membuat tangannya bergetar begitu dahsyat, air mata-nya mulai keluar diiringi keringat dingin..


Ketikannya kemudian menciptakan alur yang mungkin sebuah penutup.


"K-kalian jahat!! Aku sebagai Narasi-kun yang tersakiti!! Akan menamatkan kalian biadab!!" bentak Narasi.


Nicki, Nicko, dan Kirtschberger, fraksi tiga orang ini kemudian menatap kekamera sembari membungkukkan badan kemudian.


"Terima kasih atas kerja kerasnya, narasi-kun! Sayonara and goodbye!!"


~ Apakah sebenarnya yang terjadi?


Hingga ini? Menjadi begitu ampas? Ataukah? Barangkali semuanya? Berubah menjadi ampas...


"Kita takkan tahu, penulis memikirkan apa dalam setiap alurnya, hanya kejutan yang kita nantikan..."


"Saat kejutan itu datang, kamu tergugah, wah epic!! Pikiran keras mereka dalam menciptakan skene se-epic mungkin, itu membutuhkan tekad keinginan hatinya untuk menjadikan skene itu seperti itu, tetapi..."


"Kadang-kadang, Se-epic apapun Isekai itu, mungkin memang epic bagi mereka yang menyukai Isekai, tetapi.. se-epic apapun itu bagi mereka, ada sebagian yang menganggap itu biasa-biasa saja, serba begitu dengan alur begitu, seperti reinkernasi atau terjebak, merujuk ke op, dada wanita dan fans service, bahkan merujuk kepada harem..."


"Cerita seperti itu, seperti tragedi yang ditakdirkan bahwa hanya ada satu pria... padahal... wanita tidak harus mengejar satu pria dalam sebuah cerita.. kasihan kan yang lain?? Ini adalah kata akhiran! Dan pastikan kalian membaca cerita sampah ini di dekat banyak orang biar ketularan gobloknya!!" sambung Nicki.


"Mulai sekarang, ini perjalananku!!" ucap Nicki.


"T-tidak Niisan!!" seru Nicko


"T-tidak Nicki-san!!"


"Mulai sekarang.. ini perjalanan kita!!" sambung Nicko dan Kirtschberger.


"Biadab!!" sambung Nicki mengakhiri arc ini.


1+1 : Parody Never Ending Third ~ The End.


- B e r s a m b u n g