
Petualangan Nicki, Nicko, dan Erisa masih terus berlanjut. Mereka bertiga kembali memilih pintu di dimensi Unlimited Door. Namun mereka kembali memilih pintu yang benar, karena pintu yang dipilih terhubung ke tempat penelitian. Lalu mereka memutuskan untuk kembali.
Satu demi satu pintu mereka lalui, tapi masih belum menemukan pintu yang terhubung ke tempat asal Nicki dan juga Nicko. Erisa yang membantunya pun memikirkan beberapa cara agar bisa menemukan pintu yang benar.
Namun semua rencana Erisa hanya sia-sia. Mereka bertiga hampi putus asa. Akan tetapi, setelah Nicki dan Nicko mengingat wajah Nguyen yang kesal, mereka berdua pun kembali bersemangat termasuk Erisa yang ikut-ikutan bersemangat juga.
"Shinjitsu wa itsumo hitotsu!!!" teriak Nicko.
"Oey itu kan kata-kata dari Kyudou dari arc sebelumnya. Lupakan kata-kata itu woy, karena ini sudah arc yang berbeda.." ucap Nicki.
"Kyudou?" Erisa kebingungan.
Kembali ke inti. Mereka bertiga kembali melanjutkan petualangannya untuk memilih pintu kembali. Dari puluhan pintu yang tersisa, kini hanya tinggal beberapa pintu saja dihadapan mereka. Ribuan pintu sudah mereka lalui dan mencapai hasil nihil.
Kini sebentar lagi, usaha mereka tidak akan mengkhianati hasil, mereka terus memasuki pintu tersebut secara bergiliran. Namun hasilnya tetap nihil. Disisi lain, mereka bertiga yang terus-terusan gagal mencoba untuk tidak patah semangat.
Dan saat ini, telah tersisa tiga pintu yang diduga satu dari tiga pintu tersebut adalah jalan menuju ke tempat asal Nicki dan Nicko. Petualangan tinggal sebentar lagi akan selesai. Nicki, Nicko, dan Erisa bersiap untuk menghajar Nguyen.
Pintu pertama mereka masuki dan salah, lalu pintu kedua mereka masuki dan salah juga. Kini di dimensi Unlimited Door hanya tersisa satu pintu. Nicki, dan Nicko tersenyum bersemangat karena sangat yakin pintu tersebut terhubung ke tempat asalnya. Sementara itu, Erisa juga ikut bersemangat setelah melihat Nicki dan Nicko.
Nicki memegang gagang pintu tersebut dan bersiap membukanya. Namun sebelum itu, mereka bertiga saling bertatapan satu sama lain sembari berkata, "Siap?"
"Ya!!"
Kemudian Nicki membuka pintu tersebut secara perlahan, dan ternyata pintu tersebut menghubungkan ke kedai pisang goreng yang merupakan tempat asal Nicki dan Nicko. Namun, mereka berdua sedikit kesal karena melihat seorang Nguyen duduk berlagak seperti Boss dengan salah satu kakinya naik diatas meja, dengan di meja tersebut terdapat tumpukan pisang goreng.
"Eh? Jadi dia orang yang bernama Nguyen?" tanya Erisa, "Kok mirip kayak seorang gembel."
"Woi..!!! Singkirkan kakimu yang hampir mengenai pisang goreng itu woi!! Kakimu itu banyak kuman dan harus di sterilkan terlebih dahulu!!" teriak Nicki.
"Ternyata kau enak-enak an makan pisang goreng selagi kami terjebak di dimensi Unlimited Door Milikmu!!" teriak Nicko.
Ketika Nguyen ingin menyantap pisang gorengnya, ia dikejutkan dengan kedatangan Nicki dan Nicko beserta Erisa yang tak dikenalnya, "Apa!! Kenapa kalian bisa sampai disini!! Dan siapa perempuan yang berada didekat kalian itu!!!" Nguyen terkejut sampai-sampai kedua matanya melotot dan hampir keluar alias copot.
Nguyen tak menyangka Nicki dan Nicko berhasil menebak satu pintu yang terhubung kemari dari ribuan pintu yang ada, "Kenapa kalian bisa menebak kalau pintu itu bisa terhubung kemari?!!"
"..... Mukamu bisa menebak, kita bertiga harus memasuki semua pintu yang ada, dan ini adalah pintu yang terakhir!!! Sekarang sudah jelas, bahwa dimensi Unlimited Door mu tidak tidak ada apa-apanya bagi diriku dan kak Nicki!!" ucap Nicko.
"Lah? Aku gak disebutin juga?" tanya Erisa.
"Ba-bagaimana bisa?! Kenapa kalian bisa melewati semua rintangan itu?! Padahal sebentar lagi aku bisa memakan semua pisang goreng yang ada disini!! Kenapa kalian malah datang!!" Entah kenapa, Nguyen malah frustasi, bahkan ia pun meremas-remas rambutnya karena saking frustasinya.
Nguyen benar-benar tak menyangka karena Nicki dan Nicko beserta satu perempuan yang tak dikenalnya yaitu Erisa berhasil menuju kemari. Itu adalah sesuatu hal yang tak diduga-duga olehnya.
Dan setelah itu, Nguyen langsung tersungkur dan berkata dengan nada putus asa, "Aku kalah.. dan kalian telah menang.." Nguyen menangis tersedu-sedu, bahkan ingusnya juga ikut keluar ketika air matanya menetes deras.
"Heeeeee!!!" Nicki, Nicko, dan Erisa terkejut ketika melihat Nguyen menangis.
"Sialan, aku menyerah dan mengaku kalah. Kalian begitu gigih karena berhasil melewati rintangan ribuan pintu yang berada di dimensi Unlimited Door itu. Ka-kalian benar-benar membuatku terharu!!!" ucap Nguyen yang masih menangis, kini ia terlihat sedang mengusap air matanya yang membasahi wajahnya.
"Haddeh, kukira keras ternyata kertas. Padahal ekspetasiku itu seorang Nguyen adalah musuh yang hebat. Ternyata gampang sekali menyerah.." ucap Erisa.
"Aku menyerah karena sudah tidak punya lagi jurus andalan woi!!" Nguyen membalas perkataan Erisa.
"Anjay cengeng." ucap Nicki.
"Cup.. cup.. cup.. udah besar gak boleh cengeng.." ucap Nicko.
Dan beginilah hasilnya, konflik pisang goreng antara Nicki, Nicko, dan Nguyen berakhir dengan Nguyen yang menyerah langsung dihadapan Nicki dan Nicko. Konflik yang menyeret Nicki dan Nicko harus melalui ribuan pintu di dimensi Unlimited Door agar bisa kembali ke tempat asalnya.
Ketika sebuah masalah kecil terus dipermasalahkan, maka akan menjadi masalah yang besar. Meski begitu, permasalahan ini sudah berakhir. Nicki, Nicko, dan Nguyen akhirnya berdamai karena masalah pisang goreng beberapa waktu yang lampau.
Disisi lain, Erisa yang terpaksa tidak bisa kembali ke rumah mewahnya karena ia telah mengubah pintu yang terhubung ke rumahnya menjadi seekor capung. Kini dia terpaksa mencari tempat tinggal baru di kehidupan yang baru.
~
Hari demi hari terus berganti. Kini terlihat Nicki, Nicko, Erisa, dan Nguyen yang terlihat semakin akrab satu sama lain. Bahkan hari ini mereka berempat mengadakan sebuah pesta besar dengan acara utamnya yaitu lomba makan pisang goreng coklat sebanyak-banyaknya.
"Nyam!! Nyam!! Nyam!!" Terlihat Nicki dan Nicko yang makan beberapa pisang goreng secara lahap seperti orang yang kelaparan selama bertahun-tahun.
Disisi lain, Erisa memakan pisang goreng tersebut dengan cara sopan, seperti tata cara makan ala orang kaya yang ia pelajari dari perusahaan lamanya, "Kalian berdua itu bodoh sekali, makan makanan seenak ini kenapa malah buru-buru menelannya.."
Ketika Erisa menoleh, ia melihat Nguyen yang sama dengan Nicki dan Nicko yang makan begitu lahap. Tampaknya Nguyen juga tak ingin kalah, "Nwamwanya jwuga lwomba mwakan, ywa wajwar kwalau mwakannya cwepat.." ucap Nguyen dengan makanan yang masih memenuhi mulutnya.
Dengan ini Arc Unlimited Door telah berakhir, dan bersiap-siap menuju ke Arc berikutnya!!
B E R S A M B U N G