
"Sniper Cool Saeba Ryou-san.."
"Dia melakukan tiruan parody dari game Jump Force.. itukan jurus ultimate skill Saeba Ryo di Game Jump Force..!!" teriak Nicko.
"Bukankah di settingan ini.. kalian sudah tertidur..??!!" teriak Spiegel.
"Tidak.. sebelumnya di ucapan kembaranku Nichijou, banyak orang serba berbahaya.. dan ada skene aku dalam mode zone serius saat memainkan penjudian.."
Lebih tepatnya
Distrik Ichijou.
"Kau pikir kau bisa mengalahkanku.. Kaiji-san.." ucap Nicko.
"Kau masih anak-anak Takagi-kun.."
Nicko dan Ichijou, mereka memainkan mahjong, dan sekaligus mereka memparodikan dua karakter tukang judi.
"Kaiji dari Gyakou Burai Kaiji.. dan Takagi.. dari Densetsu Mahjong Takagi.."
"Final Match Gambler desu ka? Juga dihadiri oleh Saotome Mary-san bersama Yumeko Jyabami.."
"Anjirt...."
Kembali kesisi Sakakibara dan Nicki.
"Saat efek itu menghilang, dimana disaat gitarku sudah rusak.." ucap Nicki.
Efek melodi tiduran sudah berakhir dengan hancurnya gitar Nicki yang sebelumnya dia korbankan jadi mobil hanya untuk melakukan kombo Ryo Saeba.
"Haha.. jadi kau sudah tidak memiliki kemampuan Guitar Electrikku Shield.. jadi sangat mudah untuk menebasmu.." ucap Sakatsuki.
"Kita lihat saja nanti.." ucap Nicki.. dia kemudian mengambil bebatuan yang ada ditanah-tanah.
"Fireball Stone Shock.." ucap Nicki yang kemudian melempar batu kepada sang Sakatsuki.
Sakatsuki hanya menebas batu-batu itu..
Cring... batu batu terbelah dengan sangat mudah..
"Kau sudah kehilangan akalmu, Kawanku?" tanya Sakatsuki yang cukup santai.
"Invasimu tidak terjadi, tidak epik dan akan terhenti disini.. kau sudah membunuh terlalu banyak orang pemerintahan.." ucap Nicki.
Dia memperlihatkan pose tangan kosong.. menggepalkan tangannya bersiap-siap mungkin untuk melakukan pukulan.
"Jurus apakah ini.. apakah yang dia perlihatkan.. meskipun cerita ini genre comedy dan parody.. kali ini kuyakin dia serius..." ucap Sakatsuki.
"Hanya dengan jalan berakhir, dan banyak drama bacotan daripada bakuhantam secara langsung.. total match banyak tertunda.. petinju aku adalah Joe Yabuki.." ucap Nicki.
Dia kemudian melesat dengan sangat cepat..
"Boxing Step.." langkah sang petinju itu sangat cepat secepat angin..
Semakin mendekat kearah Sakatsuki.
"Crossbow Boxing Club..." kemudian Tinjuan ia hempaskan kearah sang Sakakibara.
"Tangan kosongkah.. tidak bahkan jika kau dengan tangan kosong.. gaya pedangku tetap tidak akan kuhilangkan.." ucap Sakatsuki.
"Bankai : Bakuhatsu Storm.."
Pukulan tinjuan sang Nicki mengenai pedang sang Sakatsuki hingga menimbulkan sang Nicki terkena ledakan pedang milik sang Sakatsuki.+
"Ughhh... ugh..." Nicki terjatuh, lalu bangkit dengan sangat cepat.
"Tangan kosong melawan pedang.. ore no kakkoi punch.. misete ageru.." ucap Nicki.
Dia melakukan pose peek a boo.. mengejek-ngejek sang Sakatsuki..
"Rasis ****.. referee bakalan kasih kamunya red card.." ucap Sakatsuki.
Sakatsuki masuk zona pedang mungkin.. dengan jalan pedangnya..
"My Art Sword.. Akan kuperlihatkan padamu.." ucap Sakatsuki dengan serius..
Dia sudah bersiap-siap lagi untuk melakukan tebasannya mungkin..
Kemudian melesat..
"Bankai : Nijuhachi Pound Ho..." tebasan yang mungkin ingin dia perlihatkan kepada sang Nicki, atau mungkin.. ini adalah serangan akhiran untuk mengakhiri semuanya..
Tebasan dengan pedang memiliki ledakan mengebu-ngebu.. lapisan streosil meteora...
"Ini adalah serangan terkuatku.. bahkan ini adalah jurus ke dua puluh dua-ku.. jika kamu selamat mungkin.. aku akan mengeluarkan jurus ke-23..." ucap Sakatsuki.
Tebasan yang membawa hawa panas, mungkin... keseriusan setara yang mengebu-ngebu.. atau mungkin.
Nicki juga tidak tinggal diam.. dia melakukan pose tidak menyerang.. hanya pose bertahan.. dengan senyumannya..
Semakin mendekati akhir.. tebasan pedang ke-22 jurus terkuat katanya...
"Ketemu dalam satu akhir.. ini adalah akhir yang dibumbui pertarungan penuh komedi.. meskipun serius.. pada akhirnya setara adalah setara.. beda adalah beda.. dan tokoh utama adalah tokoh utama.." Nicki mengupil saat tebasan mulai mendekat..
Dan lalu...
"Sket Dance Online : Breakdance Impossible.." ucap Nicki.
Pose kaki diatas.. dan dua tangannya yang ditongkatkan ketanah..
Kemudian.. putaran spiral membentuk Uzumaki, meskipun Uzumaki adalah Spiral..
"Dia meniru judul manga Junji Ito.." ucap Spiegel yang menonton hal ini.
Kaki sang Nicki yang berputar-putar seperti helikopter.. sangat cepat dan sangat cepat..
Lalu tebasan pedang meteor sang Sakatsuki.. sangat panas dan sangat panas..
Namun...
Angin dan panas.. dua hal itu sangat berbeda.. dimana setiap gerakan akan menghasilkan angin...
Prakk prakk prakkk..
Kaki yang bergerak takkan berhenti.. sedangkan tebasan hanya untuk satu tebasan..
Terlanjur melesat tanpa memperkirakan jurus orang yang berdiam terlalu lama..
Dan mengeluarkannya disaat terakhir..
Aroma dan keseriusan.. hingga akhir.. jalan orang yang kalah.. itupun terlihat saat akhir.
Hantaman kaki yang tidak berhenti.. mengenai tubuh sang Sakatsuki dengan brutal... hantaman yang tidak ada hentinya.. dan saat dia terjatuh terhempas..
Menjatuhkan tubuhnya ketanah.. dengan senyuman akhir untuk kekalahan...
"Pendekar Pedang Nomor Satu.. haha tidak buruk juga.."
Flashback.
"Sakatsuki-kun.. kau sangat hebat bahkan kau tidak akan menyerah.. maukah kau bertarung denganku?" Suara gadis yang lembut.
Mikazuki Mutsu,
"Boleh..."
Kedua teman kecil itu bertarung.. dengan sungguh-sungguh hingga ditahap akhir..
"Bankai : Yozora no Mikazuki.." ucap Mikazuki
"Bankai : Sakatsuki Hachi Pound Star..."
Tebasan dan tebasan.. akhiran dan akhiran.. kekalahan dalam senyuman yang sama...
Flashback end..
"Kemarin saat ini hingga esok.. selamanya.." ucap Sakatsuki..
Dia kalah dan kalah.. terpaku menatap langit yang ada bintang..
"Kenapa aku tidak meniru jurus jatuhnya bintang milikmu.. Mikazuki-san.." ucap Sakatsuki.. kemudian dia tidak sadarkan diri.
Ninja bayangan yang daritadi mengintai kemudian memperlihatkan diri mereka..
"Sakatsuki kalah.. terima kasih.. sekarang serahkan dia pada kami.. kami akan memasukkannya kepenjara Prison Score.." ucap seorang Ninja.
"Nipongatana dalam balik ahir.. menunggu mangsa kalah lebih dulu dan datang terakhir bagaikan pahlawan.." ucap Nicki.
"Haha.. ninja hanya harus menonton disini.. jangan meremehkan kami.." ucap Spiegel.
Spiegel sudah bersiap-siap dengan pistolnya..
"Aku sudah cukup kelelahan disini.. jika kau mau mengambil Sakatsuki-san.. godalah dia dengan Teruhime-san yang lagi hamil.." ucap Nicki.
"Haha kau masih naif.. teman lamaku.." seorang wanita membuka penutup wajahnya.
"Mutsu kah..?" ucap Nicki.
"Mikazuki Mutsu.. dia.. ninja yang berbahaya.." ucap Spiegel.
"Kurasa Sakatsuki sudah kalah.. dan mungkin dia akan dihancurkan olehku.. karena aku bagian dari Nipongatana.. hancurkan keegoisan dalam dunia ini.. dan bunuh orang yang membunuh.." ucap Mutsu.
Spiegel dia tersenyum..
"Serahkan hal ini padaku.. kawanku.. dan kau pergilah lebih dulu.." ucap Spiegel dengan pose melakukan okay..
"Maklo.." ucap Nicki yang mengupil..
Dia kemudian maju berjalan mendekat kearah sang Mutsu.
"Jika aku menang biarkan aku pergi dengan santai.." ucap Nicki.
"Eh.. kau mau bertarung denganku toh.. okay.." ucap Mutsu.
Mereka mulai melesat dan kemudian..
Hiya hiya...
"Aku menang.. kamu memakai batu, akukan kertas.." ucap Nicki yang kemudian berjalan santai.
"Brengsek cuma dia yang bisa mengalahkanku tanpa bakuhantam secara asli.." ucap Mutsu.
Dia memberikan isyarat mundur kepada ninja-ninja anakbuahnya..
"Haha.. dia tidak pandai bermain jan-ken-po.." ucap Nichijou yang kemudian menghilang.
"Akhir arc ini.. cukup datar.." sambung Nicki yang menguap..
Dan kemudian menjatuhkan tubuhnya ketanah.. dan tertidur..
"Hidup itu.. sangat bebas.. begitulah jalan orang yang menang ataupun kalah.."
"Meskipun kamu kalah.. itu memang pantas untuk jalan orang yang kalah.. tidak ditakdirkan menang.. makanya dia kalah..
B E R S A M B U N G