1+1: New

1+1: New
Chapter 195 - For Ten Minutes, For a Hundred Yen.



Karena waktu sepuluh miliar tahun itu begitu rapuh, begitu fana, itu menghadirkan rasa sayang berlebihan, hampir memilukan.


Rasa sayang berlebihan itu sungguh kasihan, sangat kasihan sampai-sampai tidak ingin kehilangan.


Rasa kehilangan menjadi sangat-sangat kasihan, saking kasihan mengundang perasaan iba orang-orang, dan rasa kehilangan itu membuatmu merasakan kesendirian sepi tanpa merek yang berarti untuk kehidupan.


Segala macam persepsi tentang sendiri, dan katanya sendiri itu menarik dari segala sisi, sendiri untuk menghormati sepi, dan sebelum siang kau tahu aku ada di mana, sore hari tak sedikitpun ada malam yang sepi, hingga mereka tahu cara menghormati sunyi.


Balas dendam tidak bagus, dan balas-membalas serangan hanyalah kata lain dari berantem, kata lain dari berantem ini adalah berkelahi, berkelahi saling berselisih, sedangkan mencintaimu aku bisa, tapi dicintaimu aku tidak bisa, karena kamu tidak mencintaiku, seharusnya seperti itu drama melankolis antara cinta yang tertolak dan cinta yang mengagumi seseorang dari jauh.


Cinta menghadirkan fenomena pikiran ingin memiliki, Ingin memiliki masuk ke tingkat halusinasi tingkat menghalusi nasi sampai kamu tak sadar bahwa nasi sudah halus dan siap disantap.


Nasi sudah halus, nyaman melewati sela tenggorokan, dan tertelan melebur menjadi satu kesatuan dalam saluran pencernaan, dan mereka-mereka yang sudah kenyang alhasil ingin tidur karena ngantuk, sedangkan mereka yang lain menahan tidur karena percaya kalau abis makan malam, harus terjaga dua jam, biar pencernaan oke.


Membicarakan tentang mereka dan tentang makanan dan tentang kesehatan nampaknya bukan hal yang bagus untuk ini, ini hanya menciptakan fenomena ketikan yang hobi tidak berakhir, saking tidak berakhir makanya chapter ini memuat banyak kata 'yang' dalam kalimat.


Dengarkanlah di sepanjang malam mereka berhalusinasi, mencoba makan nasi tapi di mimpi nasi itu sudah basi, alhasil karena basi mereka menyiasati nasi itu dengan memanasi nasi, tapi meskipun nasi sudah dipanasi, dia tak kunjung menghadirkan situasi yang panas, karena dia gak hobi memanas-manasi orang yang membicarakan konspirasi menghalusi nasi.


Orang-orang yang berhalusinasi tentu memikirkan seandainya hanya dengan menghabiskan waktu tanpa melakukan apa-apa mereka bisa mendapatkan uang secara cuma-cuma, ini adalah halusinasi terkeren yang di-imajinasi-kan oleh mereka yang malas bekerja.


Misalnya 10 menit mendapatkan uang sebanyak 100 koin, atau bahkan yen atau bahkan mata uang terserah, jika misalnya 100 yen, maka itu menjadi 11 ribu dalam rupiah.


Bukankah akan menarik jika mendapatkan 100 yen dalam 10 menit, jika hitung lama jam berlalu, kita bisa dapat banyak uang dengan tidak bekerja selama 24 jam hanya modal nunggu setiap sepuluh menit.


Akankah fenomena itu akan benar-benar ada? Akan benar-benar bisa tercipta karena keinginan pengangguran yang membeludak?


"Sepuluh menit untuk mendapatkan seratus yen, itu adalah penawaran menarik bagiku seorang pengangguran yang berpengalaman dalam tidak bekerja dan hobi ngeluh soal pemerintahan.." ucap sang Pengangguran.


Jika fenomena penuh khayal ini muncul, bukankah ini garis pengkhianat dan ketidakadilan bagi mereka yang mendapatkan 100 yen dengan modal bekerja benaran?


Komposisi hipokrit datang dari mereka yang pengangguran dan kemudian berteriak semua ini salah pemerintah, padahal mereka orang-orang munafik tidak ingin kerja, ingin uang tapi tidak ingin kerja dan karena tidak ingin kerja dan tidak dapat uang, mereka kemudian menyalahkan pemerintah, bukankah itu komposisi meresahkan dari Manusia yang tidak ingin bekerja tapi ingin dapat uang dan karena mereka pengangguran alhasil mereka menyalahkan pemerintah, padahal masih banyak yang membutuhkan karyawan.


Seperti mungkin di semesta sana, di seberang sana, di persimpangan jalan, di dalam kota, di penjuru lautan, di stasiun kereta api, di dalam rumah orang kaya yang membutuhkan asisten rumah tangga, dan di sini, di sini sendiri bersamamu yang berkhayal tentang mendapatkan uang sebanyak 100 yen dalam 10 menit tidak melakukan apa-apa.


Fenomena-fenomena mereka mengeluh dan didengarkan oleh orang yang salah, orang yang memiliki sifat baik hati untuk membantu sesama, dan menciptakan fenomena mereka yang tidak melakukan apa-apa akan mendapatkan uang 100 yen setiap 10 menit meskipun tidak melakukan apa-apa.


Duit dan duit, semua menceritakan tentang uang, uang yang dibutuhkan untuk mewarnai kehidupan, mewarnai buku tulismu dengan pensil warna dan crayon, dan bahkan menggambarkan lukisan terkeren sepanjang masa.


Apakah ini semacam plot, apakah ini sebagian rencana dari orang baik yang sebenarnya menyembunyikan sifat 'hipokrit' -nya dalam senyuman penuh tipu muslihat.


Pangan mungkin naik, atau mungkin turun, dan sebagaimana jika seluruh Manusia ditakdirkan memiliki uang yang banyak dalam waktu bersamaan, bukankah mereka akan mampu membeli apa saja, atau mungkinkah ini menimbulkan kejadian paling ajaib?


Orang-orang kaya semakin kaya, orang-orang miskin kaya serentak karena fenomena setiap 10 menit, Manusia mendapatkan 100 yen.


Dan bahkan tak mempedulikan mereka kaya atau miskin, semua secara menyeluruh tetap mendapatkan hak dari keajaiban fenomena itu, saking ajaib-nya, sampai-sampai orang miskin menjadi super kaya, sampai-sampai mereka mendominasi, dan sampai-sampai semua kebutuhan selalu menampilkan 'stok habis' dalam setiap tulisan.


Mereka-mereka mendadak kaya, membeli apa saja, tak membutuhkan namanya penyimpanan, tak membutuhkan apapun selain membeli secara banyak, mereka-mereka dibutakan oleh uang instan yang ajaib.


Akomodasi wilayah konflik surut, semua diselesaikan oleh uang yang ajaib, uang setiap 10 menit mendapatkan 100 yen, dan fenomena ini sangat ajaib.


Saking ajaibnya, ini membawa mereka dalam penderitaan yang meresahkan.


Krisis pangan, krisis kebutuhan, dan tentunya sudah tidak ada yang bekerja karena mereka sudah mendapatkan uang secara ajaib.


Lantas, apakah dunia ini akan semakin menarik jika mereka kaya semua, dan orang miskin tidak ada, dan mereka-mereka yang bekerja pun sudah tidak ada, ini menghadirkan satu keresahan yang melimpah tiada akhir.


Sampah di mana-mana, sampah berserakan tak dikumpul oleh mereka yang hobi nyapu jalanan, dan diangkat oleh mereka yang datang singgah sebentar dengan truk gede yang ingin membawa sampah sejauh mata memandang.


Mereka-mereka sudah tidak bekerja, ini menghadirkan kekotoran wilayah secara serentak, ini menciptakan malas yang dominan secara bersamaan.


Apakah ini plot, apakah ini takdir, apakah ini menjadi sebuah keharusan, bahwa fenomena ini sudah ditakdirkan untuk menghancurkan kehidupan?


Masih ada sebagian dari mereka yang tak hilang akal, masih mencoba menayangkan berita, masih berusaha memberitakan apa yang terjadi tentang dunia ini.


"Di sini Pandemonican Nicole, dan acara ini direkam langsung oleh temanku, Tsubame, dan tata busana dikelola oleh Midorikawa, dan make up dari perusahaan kosmetik Amanoyama, dan dari lubuk hatiku yang terdalam mengapa aku ingin bekerja dan memberitakan ini? Ini karena keajaiban kalian menciptakan kekacauan yang sungguh kasihan, saking kasihan mereka yang dulu prima karena hobi olahraga kini sekarang obesitas karena malas bekerja dan hobi makan apa saja..."


Ini menghadirkan satu dari sebagian, sebagian yang peduli tentang bagusnya bekerja dan tentang bagusnya melakukan apapun , mendapatkan hal yang mewah dengan cara yang susah.


Tapi, secara serentak para pemirsa yang menyaksikan, memecahkan televisi mereka secara serentak, karena ketidakpedulian mereka terhadap kerja masuk ke fase 'acuh' dan tersirat dalam pemikiran, bahwa bekerja itu tidak berguna di kehidupan yang serba ajaib akibat fenomena ini.


Fenomena-fenomena ini menciptakan mereka yang mendukung tentang keajaiban, dan tentang Pena Ballpointpen yang sekarang bisa makan banyak hal karena dia dapat uang 100 yen setiap 10 menit.


Pena Ballpointpen ingin ajaib ini tidak berakhir, dan ini menciptakan sebagian Manusia yang ingin mempertahankan fenomena ini.


"Pellisier sang Tukang Cukur Rambut tidak ingin ajaib ini berakhir, sudah sewajarnya yang tidak memiliki banyak hal bisa menikmati ajaib ini, karena mereka dari fraksi yang sulit merasakan uang, pada akhirnya merasakannya secara serentak, di kehidupan yang banyak orang kaya ini, bukankah kehidupan ini semakin seimbang, tidak ada iri dan dengki.." Pellisier masuk fase White-Knight.


Ingin mempertahankan ajaib ini, dan tidak ingin keajaiban ini berakhir,


Karena ajaib yang mantap itu adalah, For Ten Minutes, For a Hundred Yen.


B


E


R


S


A


M


B


U


N


G