1+1: New

1+1: New
Chapter 23 - Tidak Kalah Dari Hujan.



Meteor tengah berjatuhan di kota tempat Nicki dan Nicko tinggal.


Karena nama kotanya di chapter satu awalan dan kulupain kunamakan apa sebut saja kota Unknown.


"Siapkah kita menghadapi sebuah bencana? Apakah kita masih akan mengejek beberapa orang yang menderita? Apakah pangkat kekayaan akan tetap berbeda saat bencana datang.. ataukah bagaimana televisi akan tetap menayangkan sebuah berita saat berada dalam bencana.. manusia hanya akan tetap menjadi manusia.. bahkan jika kau kaya.. namun bahkan jika kau miskin.. dalam batas kejatuhan meteor.. kalian akan merasakan satu hal yang sama.. menginginkan satu hal yang sama.. selamatkan kami.. dengan nada memohon.. dan mencoba memohon.. pada akhirnya.. lupakan kasta dan ketinggian.. kekayaan dan kemiskinan takkan ada artinya saat bencana datang.."


"Meskipun begitu apakah kau masih ingin tetap berbeda.. meskipun begitu apakah kau akan masih tetap mengejek yang lainnya.. meskipun aku takkan kalah dari angin.. meskipun aku takkan kalah dari hujan.. meskipun aku takkan takut dengan meteor.. meskipun aku masih melaporkan hal ini saat meteor ini jatuh.. apakah pernah aku merasa takut? Pernah.. dag dig dug terdengar dalam jantungku.. meskipun aku tetap tersenyum dalan situasi darurat ini.. aku masih memiliki rasa takut.. karena aku hanyalah manusia biasa.." Pandemonican masih tetap memberitakan hal bahaya ini..


Tidak kalah dengan hujan..


"Tidak kalah dengan hujan.. karena hujan adalah hujan.. jika kita membutuhkan hujan.. maka perlu matahari lagi untuk menciptakan pelangi.. dibalik semua rasa ketakutan.. keindahan akan datang dalam akhir dan good ending yang menyenangkan."


"Pidato yang cukup bagus Pandemonican-chan.. Super Sentai Gokkaiger Nicki-Kun akan berjuang untukmu.. karena aku tidak kalah dari hujan.." ucap Nicki..


Dengan kostum superhero dan seperti sayap yang ada dibelakangnya.. itu hanyalah sebuah kain yang seperti jubah Picollo..


"Biarkan aku terbang.. sayap-sayap yang rapuh.. dengan kemampuan Henshin.. Attack Match the end.. dengan Perfect Hit dalam Tekken 6.."


Nicki melompat dari gedung tersebut..


"Aku.. ekhm.. terbang ya?" Bukan disebut terbang lebih tepatnya dia jatuh dengan bebas..


"Ternyata.. tidak terbang wkwkwk..." sambung Nicki dengan tertawa di akhiran.


Dia terlihat dalam posisi jatuh dan memegang gitarnya..


"Guitar.. woy.. ey.. itu benda yang dipake terbang Kaito Kid apa.. aku lupa.." teriak Nicki..


"Bisa dipake terbangkah? Talikah sayapkah.."


"Past past past.."


"Kok di pastkan.. harusnya tebak sampai diketahui.. hangringer kayaknya.."


"Guitar Transformation.. hanggringer.."


Dan akhirnya.. "aku terbang tak terbatas dan melampauinya.."


Bukan disebut terbang lebih tepatnya hal ini menunda jatuh lebih lama..


"Woy kenapa malah jatuh, terbangnya mana.. Hangringer kok ga ada faedahnya..!!!" Nicki terjatuh dengan Hangringer yang dia butuhkan.


Meskipun mereka jatuh sama-sama nyatanya ini karena tidak ada angin membantu Hangringer.


"No Wind... Writter of the end.." lebih tepatnya lagi sang Starskovich tidak membuat ada angin..


Angin yang menghilang.


Wind is lost dihadapan sang Nicki yang terjatuh..


"Hahaha.. pemikiran yang sempit akan melahirkan ide yang tidak cemerlang.. dan tulisan cenderung terburu-buru akan membuat sebuah arc dengan musuh yang terlampaui jenius... seperti halnya dalam One Punch Man.." ucap Starskovich.


"Saitama itu bukan musuh.. dia tokoh utama.. dan musuhnya banyakan lemah.. dalam garis akhir line.. pada akhirnya musuh takkan bisa menjangkau garis finish.." ucap Nicki.


Nicki walaupun dia terjatuh.. dia masih melakukan kata-kata yang serba membosankan.. dengan Hangringer yang tidak berguna.. dia akan mengatakan kata-kata lagi..


"Guitar Transformation... Pistol Dimension.."


"Hiduplah dengan menundukkan kepala agar peluru tidak mengenaimu.. itulah kata-kata Balalaika-san.." sambung Nicki.


Dia melakukan tembakan tak terlihat oleh mata sang musuh.. Pistol yang pelurunya menembus dimensi.. tidak datang dari depan arah sang Starskovich.


"Sesuai permintaanmu.. aku menundukkah kepala.." Starskovich menundukkan kepalanya seperti apa yang Nicki katakan.


"Dasar kakak yang bodoh.. jangan memberitahukan target tentang trick itu hanya akan membuatnya lebih mudah menghindarinya..!!!" teriak Nicko.


"Teriakan serba panjang.. apakah itu hal yang bisa dilakukan.. manusia dengan tekad.. harapan dalam kekacauan.. Super Sentai Gokkaider dengan aksi.. bakuhatsu dan ledakan.. bagaikan Kamen Rider Decade.. aku adalah Nicki..." ucap Nicki.


Dia masih terjatuh, entah kapan akan sampai ketanah dan membenturnya.


Semakin mendekat ketanah.. akankah kepalanya jatuh lebih dulu atau malah..


"Guitar Transformation.. Electrikku Shield."


Tanah yang berbenturan dengan Nicki.. mengeluarkan percikan-percikan listrik akibat terkena oleh shield listrik yang notabenya gitar berubah bentuk.


Hingga memungkinkan tempat lain dialiri oleh listrik..


"Sambungan tersambung.. tivi kabel dengan prabayar bulanan bisa menayangkan berita.."


"Saat ini manusia di kota Unknown berada dalam bahaya.. Insvasi seorang pembuat Deadtube.. dia melancarkan aksi terrornya disini.. respectkan kami.. dan mohon perhatian.. berikan dukungan dengan kata "Ganbatte.." biar seperti jejepangan.."


Berita tersebar dibeberapa area.. mulai dari Greographic Channel yang sudah hancur.. Seisuke melihat berita menggunakan Smartphonenya..


"Dunia ini takkan hancur semudah ini mungkin.. karena saat ini.. bahkan jika harus hancur.. takkan ada yang takut atau bahkan menyerah.." ucap Seisuke.


Nicki sudah selamat dan berada dibawah gedung, bahkan Nicki tidak melihat langit.. karena langit sudah terhalangi oleh Shield seorang Nicko.


"Bertarunglah dan bersikap kerenlah.. meskipun ini serba membosankan dan pertarungan baru dimulai dan hanya membutuhkan tujuh ratus delapan puluh delapan kata.."


"Kau takkan kalah dari tokoh pendatang baru kan.. Samurai Flamenco-san???!!.." teriak Nicko yang juga seperti sebuah pertanyaan untuk sang Nicki.


"Super Sentai Gokkaiger.. bukan Samurai Flamenco.. tapi kurasa.. membawa tekad Masayoshi Hazama.. cukup keren..." ucap Nicki.


Tidak kalah dari hujan... meteor mungkin.. namun hujan tidak menembus lagi.. dengan skala tertutup oleh Shield..


Dukungan mulai terasa.. teriakkan yang mengema dibeberapa kota..


"Ayo ayo ayo.. Samurai Flamenco-san..!!!"


"Apakah.. Pink Ranger-san.. akan keren.. dia takkan kalah kan.." ucap anak-anak yang menonton film mereka dulu.


"Sekarang itu bukan Pink Ranger-san.. dia hanyalah Pria yang tidak kalah dari hujan..."


Dukungan.. suara.. voice no koto ga..


"Mulai sekarang ini pertarunganku.." ucap Nicki..


"Tidak niisan.. ini pertarungan kita..!!!" teriak Nicko.


"Jangan meniru Strike the blood woy!!!" balas Nicki yang berteriak.


Klise dan klise.. kata kata yang membosankan.. mengantarkan satu hal yang disebut dengan kebersamaan..


Pria dengan pakaian tebal.. berada dikantin makanan.


Dia tengah makan dengan cepat.. "Heh.. aktion movienya masih berlangsung toh.." ucap Pria itu.. ternyata dia adalah Ryders Alexanders.


B E R S A M B U N G