1+1: New

1+1: New
Chapter 50 - Gambler.



Judi..


Perjudian tergantung keberuntungan, namun juga kamu tidak bakalan beruntung karena terkena trick dan tipuan.


Penjudi adalah seniman berbakat, bisa menghabiskan duit dalam satu putaran, atau bahkan memenangkan jutaan duit dalam satu putaran.


Rolling yang berputar, dadu, atau bahkan kartu bagus..


Mereka adalah para penjudi yang dikaruniai tentang satu hal yang disebut 'Kecanduan' takkan berhenti sampai puas untuk mendapatkan banyak duit.


Atau bahkan takkan berhenti sampai dia mendapatkan kemenangan pertama karena dia bosan kalah.


Ruler akan dimanipulasi oleh sang pemegang duit, mencoba menghancurkan scene kemenanganmu dengan kecurangan.. seperti...


Distrik Ichijou, Kota Unknowns.


"Kaiji-san.. ayo Kaiji-san menangkan..??!!" seru Nicko.


"Brengsek, kemarin-kemarin kau teriak Kaiji.. kutukanku tidak pernah menang pasti karena kamu nyebut aku Kaiji..???!!" bentak Nicki.


Dua bersaudara itu mempertaruhkan satu hasil terakhir untuk satu kemenangan..


Kemenangan yang menyakitkan mata.. atau mungkin kekalahan yang akan membuat setiap Penjudi akan menangis.


Menderita kehilangan jutaan duit..


"Aku sudah mengorbankan sepuluh juta yen.. Kaiji-san..??!!" teriak Nicko.


"Mukamu sepuluh juta, gajianku cuma sebulan cuma beberapa ribu doang bodoh..!!" bentak Nicki.


Mereka berkeringat dingin, mempertaruhkan semua duit mereka..


Semakin terjatuh kedalam dasar perjudian.. semakin gelap apa yang mereka pikirkan semakin bodoh mereka membuat keputusan yang sepele.


"Ini adalah the walk in the sky.. atau mencoba untuk ke zona aman melewati garis lineman menghancurkan Quarterback terhebat mereka.. setiap rute bola pin yang jatuh.." ucap Nicki dia menarik nafas perlahan.


"Bergantung pada tekad dan keputusan.. manusia ada untuk itu.. menangkanlah... Pin-san.. jatuhlah kelubang sepuluh juta yen.. dewi fortuna akan berpihak kepadaku.."


Bola kecil.. bergelinding dan mungkin akan jatuh kelubang spiral yang kekecilan..


"Ini tidak muat... bola itu seperti tertarik oleh hukum fisika dan perhitungan yang tidak tepat.." ucap Nicki.


"Aku akan membantumu meniupkannya perlahan.." ucap Nicko, dia meniup-niup kaca pelastik.. namun angin tidak tembus melewati dinding tersebut.


"Rute, cara jatuhnya, dan kemudian sebuah akselerasi.. tidak secepat delapan puluh enam di Pengunungan Akina." ucap Nicki.


"Lihat dua kombinasi Kakak-Beradik itu akan sedikit lagi menang..??!!" teriak penonton di dalam ruangan permainan Pachinko.


"Mereka sangat tidak ingin menyerah.. ini mungkin akan menghasilkan duit.."


"Ayo Kaiji-san..!!" teriak para penonton.


"Skene? Ketegangan? Thrill and Shock Suspense? Mienai chikara tayori ni?"


"Jangan mengatakan lirik Koi, wa Thrill Shock Suspense.. itu soundtrack Detective Conan.." ucap Nicko.


"Sorry kawan.. ini adalah bagian memikirkan skene keindahan alami.. keringatku makin menjadi-jadi.." ucap Nicki.. memang benar banyak bener keringatnya Nicki, mulai jatuh perlahan membasahi lantai.


"Dia berusaha.. keras kepala sekali.." ucap Ichijou.


"Namun kau pikir Pachinko disini bisa ditaklukan dengan begitu.. tidak, tidak bisa.." sambung Ichijou.


"Tekanlah pelatuknya.. kita harus menembak kaca itu.." ucap Ryders mengintai.


"Judi adalah judi.. jika dibantu dengan tembakan.. itu ala ala drama mafia.." ucap Starskowsky.


"Kita harus melihat mereka berjuang semaksimal mungkin untuk menang, apalagi saat ini cerita ini sudah mencapai chapter kelima puluh.. harus kerenan sedikit lah.. karena isinya gajelas mulu.." ucap Piotr.


Piotr, Ryders, Starskowsky, Spiegel, Senoyama, Pandemonican, tunggu tunggu apa urusan menghadirkan mereka..


"Nicki-san.. bertarunglah, berjuanglah sampai akhir, menangkan pertarungan ini.. Nicki-san..!!" mendadak Pandemonican berteriak mendukung Nicki.


"Pandemonican-chan memberikan dukungan langsung untukmu, kau harus menang, Niisan!" ucap Nicko.


Drama, Thriller, Ketegangan, Hawa hawa dingin..


Keringat yang banyak..


Membentuk satu seni menuju jalan keputusasaan...


"Takagi bukan, akupun juga bukan Kaiji.. aku Nicki..!!" teriak Nicki menggebrak meja yang menopang mesin Pachinko.


Tapi tenang, Gebrakan apapun untuk menganggu jalur itu.. tetap itu tidak berdampak apa-apa..


"Tinggal tiga bola lagi.. jika kalah.. ini adalah akhir... Nicki-niisan.." ucap Nicko.


Nicko juga mulai berkeringat dingin karena drama perjudian..


"Ini adalah last end menuju neraka, jika kalah selamat tinggal my dreams.. my situasion is very very dangerous.." ucap Nicki.


Keputusasaan menghadirkan definisi dan keterkejutan, hingga shock dan tidak yakin untuk menang..


Hidup bergantung pada pilihan hatimu..


Jika tidak berani melangkah untuk melakukannya.. kau hanya akan selalu berjalan ditempatmu.. takkan maju sampai kapanpun..


Hingga..


"Kita takkan pernah tahu apa yang terlihat dijalur selanjutnya.. hingga memungkinkan hissatsu comeback.." ucap Nicki.


Mata yang memasuki zona.. wajah yang serba serius untuk melakukan hal terakhir..


Atau mungkin ketika itu terjadi.. dia akan menjadi raja penjudi.. melewati kehebatan "Stephen Chow.." ataukah mungkin.. ini drama Shaolin Soccerkah atau malah Kungfu Hustle.


"Tidak, tidak.. ini adalah drama.. kehidupan dan drama tidak bisa dipisahkan.. jika hidupmu tidak punya drama.. itu terbukti kau seorang Hikkikomori.." ucap Nicki.


"Ayo menangkan.. ini sudah mencapai akhir.. bola-bola yang menari diantara selangkanganmu sudah panas.." ucap Nicko.


Bola-bola kecil yang mengorbankan sepuluh juta yen.. menari-nari diantara lubang kecil.. tidak bisa masuk kesitu..


"Aku sudah melakukan defense winds... itu tidak akan bisa masuk.. bola-bola itu hanya akan dihalangi oleh angin.. mesinku tidak untuk mengeluarkan uang.. tapi untuk menelan uang.." ucap Ichijou.


"Rasakanlah keputusasaan.. dan korbankan reputasi.. buanglah harga dirimu.. dan tunjukkan sehebat apa itu skene terakhir..!!" Nicki berdiri, dengan nada yang bersemangat..


"Ayo Nicki-san.. kau akan menjadi orang terkaya di Unknowns jika mendapatkan hadiah itu..!!!" teriak pendukung Nicki.


Bola terakhir mulai berputar.. melesat cepat tak terkira saat dia dikirimkan oleh sang penjudi..


"Hidup adalah perjudian, drama ada untuk ini.. dan mengorbankan pantatku yang sudah panas daritadi untuk duduk disini selama berjam-jam.."


"Menangkanlah, menangkanlah, itu adalah bola terakhir.. kemenangan akhir untuk sebuah kemenangan.. hingga.. dan hingga akhir.. kau akan tersenyum saat ada orang miskin kaya dalam sehari.." ucap Nicki.


Bola berputar dan mungkin.. dorongan bertambah satu... satu bola yang berdesakan mulai kehilangan ritmenya.


"Masuklah..!!"


Semakin mungkin akan masuk kesitu.. dalam beberapa milimeter..


"Ayo ayo..!!" teriak Nicki..


Mulai akan masuk....


Dalam skala..


"Eh..?"


Saat bola menyentuh lubang...


"T-tidakkkkkkkkkkk...!!" teriak Nicki dan orang-orang yang menonton..


"Mati lampu.. Thank You Very Much PLN-san.." ucap Ichijou..


Di kantor PLN.


"Thugh Life.." pegawai PLN bergaya dengan kacamata hitam.


Beberapa menit kemudian..


Nicki dan Nicko keluar dari Distrik Ichijou dengan tidak memakai pakaian..


Hanya memakai celana boxer saja..


"Berjudi itu tidak baik.." ucap Nicki.


"Ya.." sambung Nicko.


B E R S A M B U N G