1+1: New

1+1: New
Chapter 176 - Cerita Ini Kembali Berlanjut



Kudekap erat dirimu, atau mencoba membendung seranganmu dengan antisipasiku yang spektakuler, kegemilangan, menyerah atas nama kekalahan yang tak terelakan lagi, seperti apa mereka bicara, seperti apa mereka akan mengeluarkan komentar terbaik saat satu persatu anakbuah kalah?


Tanda tanya masih dominan, dan bahkan cerita ini masih tetap sepi seperti sedia kala, akan seperti apa jika ini akan dilanjutkan? Hanya memperbanyak narasi dengan kata-kata jelek agar kosakatanya memanjang menjadi hal yang kamu targetkan?


Tidak, bahkan sang penulis mungkin lupa akan dimulai kemana cerita yang tak ada arah dan tujuan itu, saking gak ada tujuannya, bahkan para tokoh di cerita ini memperlihatkan isyarat wajah yang kebingungan.


Mengapa baru berlanjut? Mengapa baru ditulis? Mengapa? Mengapa? Entah?


Beberapa diam tanpa kata, sedangkan karakter sampingan yang lain ingin mengeluarkan kosakata, seakan-akan tanda tanya ini sudah mereka pendam begitu lama.


"Kenapa cerita ini baru berlanjut lagi??!!!" Teriak sang tokoh sampingan, mau tau siapa namanya? Ini pertanyaan sengaja ada biar kosakata semakin memanjang.


"Mana, sekarang bersyukurlah, kita akan kembali tampil di layar kaca setelah nganggur banyak bulan.." Christoforus berucap, nampak santai Ia, seolah Ia sangat menikmati hari libur yang banyak ini.


"Dia , Kakikanan kalah menyerah, dan aku sebagai tokoh utama, masih ingat bagaimana Ia kalah, tetapi aku mewakilkan bisikan hati penulis cerita ini, sepertinya dia lupa selanjutnya musti lawan siapa, cerita ini selalu memiliki ide mendadak dengan alur yang ngaco, kadang banyak plothole, dan sekarang dilanjutin lagi setelah Ia lelah bersemedi.." Nicki mengeluarkan uneg-uneg-nya.


Layar menayangkan kebingungan mereka semua, beberapa kameramen nampak tertangkap dengan jelas di layar yang lainnya, sembari beberapa menatap ke depan kamera, dan kemudian memberikan pose paling menarik yang pernah ada.


"ERU CETE ERU OKE..."


Mereka bergaya ngaco, sok asik dan natap kamera, nampak ingin membuat penonton yang lain kesal, dilihat mereka beberapa mata di layar atas ' hanya angka 1 , tentu saja hanya angka 1, karena emang yang menyaksikan cerita ampas ini hanya sang penulisnya sendiri.


Kakikanan mengisyaratkan untuk kalah, dengan kata menyerah, sangat tidak enemies sekali, apakah pemikiran mereka hanya asal-asal soal bakuhantam ini? Atau mereka ditakdirkan untuk kalah dengan cara seperti ini.


Ia selayaknya Gadis manis yang ada di bumi, atau dia yang seperti Boss-Boss pada umumnya, terpaku menatap layar , masih memilah apa yang coba dikeluarkan sekarang, musuh terbaru yang akan berusaha menggagalkan Nijiiro dan Nakamatachi menuju ke tempat keberadaan Gadis cantik ini?


Teks masih tetap berlanju, tanda tanya masih akan tetap ada, dan narasi yang mendominasi dialog masih tetap menghiasi cerita buruk ini, jika aku adalah kritikus cerita, maka ratingnya adalah 0/10.


"Sifat bodoh sang penulis mulai kambuh, biasa dia insecure sama tulisan gajenya, sebenarnya cerita ini emang tidak jelas mau dibuat gimana, tapi sebagai penulis kita harus pede meskipun ceritanya emang ngaco dan pemilihan kata-katanya super amburadul..." Boss dari fraksi ini berkomentar, tentu saja dia adalah Niji en Ciel.


Namanya masih tetap sama, gak diganti, karena emang nasib mereka gak sakit-sakitan dan sial dan harus ngeganti nama, syukurlah selama cerita culun ini gak hadir kepermukaan, mereka gak terkena sial yang musti ngeganti nama, nanti plothole dan beralasan 'Author forget' macem Araki ajah.


"Aku sudah lupa nama anakbuahku, atau bahkan keluargaku, atau bahkan musuh yang kulawan, dan yang masih kuingat itu dia yang barusan kalah, Kakikanan, karena mereka di layar sana masih menyebut namanya, apakah mungkin karena rasa respect?" Penuh tanda tanya nyonya Niji en Ciel.


Sosok Pria yang berada di belakangnya ingin memperkenalkan kembali nama-nama karakter yang berada di cerita ini, dengan kesopanan-santun Ia mulai berucapkan kata baku yang keren.


Ini cuma mau nambah karakter doang gaes, karena penulisnya lagi bingung cerita ini mau digimanakan.


Makanya mendadak narasi kebanyakan, obrolan gak penting pun banyak, ini ciri khas, karena cerita ini emang dibuat secara suka-suka. Apalagi dia nulis sambil makan keripik singkong kusuka.


Nicki melambaikan tangan ke kamera, seolah Ia tahu ada yang mengawasi pergerakan mereka sedaritadi.


"Hoy, kalian ini kalau mau mulai jangan pikun, masa semudah itu kalian melupakan nama karakter yang berada di cerita ini? Kalian meremehkan kami? Sekumpulan karakter pilihan author yang seratus persen auto wins??!!" Bersuara Ia, dengan nada lantang, ingin memberikan ultimatum, bahwa mereka di sini adalah karakter yang dipastikan menang daripada mereka yang menyaksikan layar di seberang sana.


Tokoh utama akan selalu menang, selalu seperti itu, selalu akan begitu, dan bahkan meskipun awal mereka babak belur, tetap diklimaks pertempuran, mereka akan dimenangkan.


Kuasa tertinggi sang penulis, bahkan kebanyakan cerita sudah pasti tokoh utamanya akan dimenangkan, tidak akan kalah, tidak akan berakhir begitu saja, dan seperti inilah apa yang akan terjadi dipenghujung acara membosankan.


Lantas kemudian Nicki melakukan pergerakan membosankan seperti biasa, mengupil dengan santai Ia di sana, sembari berikutnya seolah mencari harta karun paling berharga.


Lalu memamerkan apa yang Ia temukan kemudian, begitu lihai Ia memamerkan, Tiada kesan kejorokan terpancarkan olehnya, tetapi para penyimak yang di seberang sana, bercemgkrama dengan rasa mual dan jijik, mungkin saja bisa pura-pura buta, pura-pura tuli, tetaplah ingat pesan Orangtua tempo dulu, 'Nak jangan berbohong, berbohong itu dosa'


"Aku ingat nostalgia masa kecil, seperti yang tertulis di teks bagian dari narasi, berbohong hanya akan mendapatkan dosa , semakin sering berdosa, semakin sering tabungan dosamu terisi, menjadi banyak, kecil-kecil dahulu lama-lama menumpuk jadi dosa yanh besar.." Niji en Ciel masuk dalam mode nostalgia.


Penonton di rumah akan merasakan destinaai seperti apa jika cerita ini menjadi genre yang hobi ngebacot kayak di anime-anime yang karakternya hobi kerasukan siluman ekor sembilan. Gak usah disebut secara gamblang, karena kuyakin kalian pasti sudah tau.


Cerita ini harus mencapai seribu kata, agar esok Author Forget sudah tak berguna lagi untuk dijadikan alibi sebagai penciptaan narasi berlebihan.


"Nyonya Niji, jangan berceloteh panjang-lebar, para penonton tidak ingin mendengar nostalgia, mereka ingin genre action, nanti cerita ini akan dikomentarin kayak anime Slime itu loh, dikomentarin karena hobi rapat..." Pelayan berbicara, tetapi Nyonya Niji tak peduli.


Dan kata-kata berikutnya yang Ia ucapkan adalah, "Chapter selanjutnya tidak ada Author Forget.."


Dan disambung oleh karakter penting di seberang sana secara serentak...


" B E R S A M B U N G " sambung Nicki dan kawan-kawan.


BERSAMBUNG