1+1: New

1+1: New
Chapter 38 - Jalanan Penuh Mayat.



Sudah bersiap dengan pedangnya.. gedung sebelah masih ada sang walikota yang mungkin akan menjadi korbannya.


Dia ada untuk serius melakukannya.. dan dia harus melakukannya dengan serius..


Cerminan keseriusan.. dia adalah sang serba serius.. tidak ada komedi.. tidak ada parodi.. dia ada untuk itu..


Jika itu adalah tekadnya.. maka itulah tekadnya..


"Semua akan berubah beriringan dengan jatuhnya kekuasaan.." ucap Sakatsuki.


Walikota Unknowns City berada di gedung sebelah.. dengan kunci brankas.. brankas dengan baja dan besi.


Itu terbuat dari hal itu.. senyuman menghiasinya seketika..


"Kekuasaan adalah hal mutlak dan bagian dari kebijakan pemerintah adalah gaji yang serba sedikit.. aku akan melakukan korupsi mendebarkan di era ini.. hidupku ada untuk uang.. dan waktu adalah uang.. hahahaha..." walikota itu tertawa kemudian dengan kunci brankas kecintaannya..


Bahkan jika semua berakhir dalam balik ini.. dan akan mulai melakukan sesuatu yang pasti.


Pria dengan Jalan Pedang, dan dengan Jalan untuk menghancurkan sesuatu..


Dia datang untuknya.. mungkin untukmu atau bahkan untuk sang tokoh utama.


Berakhir dalam tepuk tangan walau kadang Pembunuh adalah Pembunuh...


"Seni itu akan berakhir dengan menghancurkan sampah.. best of the best.. king of the king.. my situasion in the air.." ucap Sakatsuki.


Dengan pedangnya dari atas menara..


Dia kemudian melakukan lompatan..


"Sword Style : Sakatsuki Sakamitsuki Sakakibara..." teriak Sakatsuki..


Jurus dengan namanya sendiri dan tambahan "Sakamitsuki" adalah bagian tengah..


Kaca-kaca digedung sebelah hancur berantakan terkena tebasan dan lompatan sang Sakatsuki.


"I-ini.. ini kenapa.. ada penyusup..!!!!" ucap Walikota yang mulai berteriak kemudian.


"Ada apa Walikota Georgean..???!!" teriak Bodyguardnya yang berada diluar ruangan.. karena dia menyembunyikan uang korupsi dari banyak orang.


Dia sudah berdiri dihadapan sang walikota, Georgean...


Sesekali tersenyum..


"Apa yang membuat manusia mati..?" Tanya Sakatsuki dengan senyuman.


"Tidak.. jangan membunuhku.. aku akan memberimu jutaan uang.. tidak-tidak miliaran.. jadilah anakbuahku..!!" ucap Georgean dengan panik. Dia ketakutan.


"Hanya hal itu yang coba kau tawarkan kepadaku? Bisnis.. tidak sesuai ekspentasi dan target.." ucap Sakatsuki cukup santai, dia tidak tertarik dengan tawaran Walikota Georgean.


Dia berjalan perlahan melewati sang Georgean dengan senyuman dan pedang yang bahkan dia tidak tebaskan.


"Eh..." dalam hati mungkin Georgean tampak senang bahkan tidak terluka atau bahkan tidak terkena tebasan...


"Kau tidak bisa menjawab sesuatu yang mudah.. mungkinkah..??" Sakatsuki kemudian perlahan membuka pintu yang masih diketok-ketok oleh bodyguard sang Walikota.


"Kau tidak membunuhku.. Sakakibara-kun.." tanya Georgean dengan nada yang terlihat diyakini bahwa mungkin dia selamat dan dari raut wajahnya mungkin dia senang, namun.. itu tidak se-sederhana yang Walikota Georgean itu pikirkan.


"Omae wa mo shindeiru.." ucap Sakatsuki dengan seketika..


Dan lalu dia mengatakan nama jurusnya "Bankai : Hachikushi Starland..."


Tubuh sang Georgean tercabik-cabik.. dengan sangat halus.. seni membunuh yang menakutkan..


Bodyguard sang Georgean yang melihat Walikota sudah tewas dan terpotong-potong.. mereka berteriak kepada sang Sakatsuki..


"Brengsek.. Keparat.. aku akan membunuhmu..!!" teriak yang satunya.


"Bunuh dia..!!" teriak yang satunya lagi..


Hiyaa hiyaa...


Namun Sakatsuki hanya berjalan santai melewati gerombolan bodyguard yang berlarian kearahnya..


"Bankai : Mizuhashi no Starwind..."


Tubuh mereka semua berhamburan terkena tebasan tak terlihat sang Sakatsuki Sakakibara..


"Mari buat jalanan kota ini penuh dengan mayat.. atau bahkan gedung pemerintahan koruptor kota Unknowns.."


Banyak banget orang-orang yang kerja di pemerintahan yang menghadang Sakatsuki-kun..


Namun setiap yang menghalanginya akan mati dalam sekejap.


Tebasan tebasan.. darah dan darah.. jeritan dan jeritan.. membentuk satu seni yang disebut kengerian...


"Jika sebuah petunjuk merujuk kesatu jalan.. jika jalan pembunuhan dihalangi oleh beberapa orang.. mungkin mereka akan menjadi sebagian mayat yang terbaring ditanah atau bahkan dilantai.."


"Dia.. mengerikan.." ucap Wanita wanita karir..


"Sayang sekali bagian dari keindahan dunia yang disebut wanita aku tidak ingin membunuh sebagian.." ucap Sakatsuki.


Dia berjalan mendekati wanita wanita yang ketakutan dengannya..


Kemudian mungkin atau bahkan...


"Apakah.. sudah punya suami..??" tanya Sakatsuki dengan wajah yang mendadak seperti orang malu-malu.


"Sudah.." jawab beberapa cewek..


"Hehe.. yuk tukaran telepon.. aku menyukai hal netorare.." ucap Sakatsuki yang kemudian mimisan...


Banyak gadis gadis yang mengasih nomor mereka kepada sang Sakatsuki Sakakibara.


Si Pembunuh.. Pendekar Pedang Nomor Satu itu.. bahkan meskipun dia serius.. dia masih memiliki perasaan seorang Pria.. dimana wanita akan selalu diutamakan disini..


"Disaat ada lelaki sukses disekitaran sini.. dibelakang mereka ada Supporting Carachter atau bahkan heroine utama dalam hidup mereka.." ucap Sakakibara.


"Dan aku hadir sebagai sang orang ketiga untuk melakukan drama Netorare.." sambung Sakakibara yang mimisan.


Di luar gedung banyak yang sudah menantinya.. seperti Satpam dan ratusan bodyguard..


"Dia membunuh walikota kata Wuu-chan.." ucap Beberapa orang.


"Kita harus menangkapnya.."


Namun... dimana dia lewat.. diantara banyak penghalang.. dimana dia melewatinya.. itu akan menjadi...


"Bankai : Sakatsuki Hachi Pound Star..."


Mereka semua terlempar setelah terkena serangan mematikan Sakatsuki.. tidak tercabik atau tidak tergores..


Dan lalu kata-kata khasnya kemudian terdengar..


"Omae wa mo shindeiru.."


Tubuh tubuh mereka meletus dan pecah.. seperti terkena pukulan Kenshirou " Hokuto no Shinken.."


"Hidup penuh Parody... meskipun sesadis apapun musuhnya.. jangan lupa.. mereka adalah Manusia yang mungkin akan mendahulukan wanita.." ucap Nichijou.


Dia memantau pembunuhan mematikan sang Sakatsuki Sakakibara.


"Mungkin Nipongatana akan siap siaga dengan Sakatsuki yang berbahaya.." ucap Nichijou lagi..


Sementara disisi sang tokoh utama..


"Bachkoi bachkoi bebyeh..!!" teriak Nicki, dia seperti bernyanyi tapi juga seperti berteriak, dua sisi yang aneh.


"Ayo.. aku sudah mengorbankan sepuluh juta yen untukmu Kaiji-san..!!" teriak Nicko.


"Jangan khawatir.. kita akan menang.. ini sedikit lagi.." ucap Nicki yang sudah tak bernyanyi atau berteriak.


Mereka berdua memainkan Pachinko di distrik Ichijou..


"Mesin itu tidak akan memberikan uang.. dia hanya akan memakan uang.." ucap Ichijou.


"T-tidak... kita akan kalah.. Kaiji-kun.."


"T-tidak.. ini sedikit lagi.. sedikit lagi..mou sukoshi dake de ii!!! Atto sukoshi dake de ii!!!" Teriak Nicki yang mulai mendapatkan sesuatu..


Namun berikutnya.. "Ternyata ga dapat.." sambung Nicki dengan wajah murung.


"Kenapa kalian melakukan Parodi dan akhirnya gagal.. brengsek mentang-mentang namaku mirip Ichijou penjaga Pachinko di Kaiji.. kalian malah melakukan Parodi ditempat kerjaku..!!!" teriak Ichijou.


B E R S A M B U N G