1+1: New

1+1: New
Chapter 162 - Guru TK.



Kita takkan pernah tahu waktu kedepannya akan menjadi seperti apa, yang jelas dalam kehidupan, Manusia akan menuju masa depan dengan kecepatan perhari dihitung perbulan dan lalu pertahun mereka ulang tahun.


Sirklus Manusia seperti itu, selalu begitu, dan memang harusnya begitu, dengan kecepatan waktu yang tak bisa kamu kejar...


Perlahan, mereka Manusia akan semakin menua, rambut memutih dan wajah mulai keriput...


Shock teraphy akan memberikan masa muda yang bagus, tetapi tidak bisa mengatur umur anda kembali kesaat-saat dimana anda masih muda... Hanya lewat memikirkan masalalu maka kamu seperti muda meskipun wajahmu tetap tua.


Beberapa Tahun Lalu, Departemen Panti Sosial.


Banyak sekali orang-orang berusia senja, mereka berkumpul dalam tempat tinggal yang disebut 'Panti Sosial'


Apakah mereka masih bisa memuda? Tidak, kecuali jika mereka bisa melesat dengan kecepatan tak terhingga untuk balik kemasalalu.


Cerita ini bukanlah genre yang mengharuskan mereka bisa kembali keumur mereka saat muda, atau bahkan memaksa mereka hidup lebih lama, Tokoh utama abadi terlalu operpower dengan segala kemampuannya, tetapi Tokoh utama disini tidak ingin seperti itu.


Seorang Mbak-Mbak, saat ini masih dalam pengenalan karakter terlebih dahulu, dia adalah Mbak Senseih Teacher-san, dia masuk kedalam 'Panti Sosial' tersebut.


"M-minna???!!! Teacher is back!!" Orang Tua masih banyak yang enerjik, mereka seperti mengharapkan kedatangan seorang Guru yang akan menemani mereka hari ini.


"Baiklah, saatnya kembali kemasa lalu, lewat kemampuanku yang tak ada duanya!!"


Apa yang dia perlihatkan adalah kesenangan para orang tua, dan kesenangan ini adalah seni yang dipenuhi keindahan untuk melewati kesuraman mereka yang menua.


"Ikuzoo minna!!! Kita main petak umpet!!" Apa yang tercipta adalah apa yang diperlihatkan, kemampuan sang Senseih Teacher ini adalah kemampuan yang tak ada duanya.


"Zona Anak-Anak, kemampuan ini akan membuat mereka kembali kemasa kecil mereka, makanya Zona ini adalah Zona anak-anak, jika mereka masuk kezonaku, maka mereka akan menjadi anak-anak, namun, jika mereka keluar zona... maka mereka akan normal kembali.."


Flashback Berakhir.


Kecepatan apakah itu? Lebih cepat dari masa lalu? Atau bahkan lebih lambat dari masa suram?


Dalam malam yang dipenuhi cahaya lampu, dalam kesempatan yang dipenuhi banyak obrolan dari banyaknya orang-orang yang mencari topik.


Dalam keheningan ditemani suara jangkrik, dalam tempat yang dipenuhi orang-orang mengobrol, dan dimana tempat itu adalah tempat keberadaan Tokoh Utama dan Supporting Character membentuk sebuah strategi.


"Kuyakin, bahkan mungkin.. bukan tidak mungkin lagi, tapi memang sudah sangat mungkin jika Niji-chan akan beraksi.." ucap Nijiiro.


"Hah? Niji-chan?" Nicki tampak keheranan, "Ini sudah bukan zaman uwu-uwu-an wahai Orang Tua!! Kau sudah tua, jangan chan-chan-chan-an!!" Sambung Nicki membentak.


"Lols, baper.. Iri bilang boss!!"


Apa yang akan mereka perbuat, dalam balik kamera yang merekam adegan lainnya, seorang wanita berpakaian khas seorang guru, sangat rapi, dan di kantung setelan jas-nya, ada Pin Nama 'Senseih Teacher' dia adalah Senseih-chan, Guru TK di TK Sansone, dan sekaligus adalah anakbuah dari seorang Niji-chan.


"Seperti itu ya, begitu ya, wah ini akan menjadi ya-ya-ya yang mendominasi daripada no-no-no-no.."


Apa yang akan dia perbuat jika membuat kejutan, tiba-tiba masuk dengan wajah seram dengan intimidasi mendalam, seperti apa yang akan terjadi kemudian, jika semuanya menjadi sama saja, jika semuanya menjadi kanak-kanak, maka mungkin ini adalah kemenangan mudah seorang Senseih.


Tetapi...


Mereka semua keluar dari ruangan, dan lalu berdiri di depan gerbang Mansion, menunggu seseorang yang akan datang, seakan-akan mereka akan tahu bakalan ada tamu yang datang malam ini.


"Jika si Kereta Api yang datang, kita tidak bisa menghindari kerusakan mendalam yang dihancurkan olehnya.." ucap Nijiiro.


Dalam kegelapan, dan bayang-bayang pun terlihat, siluet yang diperlihatkan dalam kegelapan, dan Cohnan yang mulai fokus kedepan untuk memecahkan segala jenis misteri, dia mulai merasakan eksitensi keanehan yang good and luck.


"~Honey soo sweet~" Itu adalah kata-kata yang dia ucapkan, dia masih belum memperlihatkan wajahnya, hanya dengan serangan dadakan tanpa ketahuan adalah dimana saat mereka semua kehilangan fokus, mendengar suara indah, dan disambuti dengan sang karakter misterius yang masih dalam Siluetto Kuriminaru.


Dia tersenyum, giginya sangat putih, namun seluruh tubuhnya masih dalam balutan Siluetto Kriminal yang misterius.


"M-masaka??!!! K-kau adalah pelakunya???!! Siluetto Kuriminaru yang absolutely mengintimidasi...." Cohnan tersentak kaget dengan senyuman sang Karakter Misterius tersebut.


"~Zona Anak-Anak Taman-Kanak-Kanak~"


"M-masaka???!!!!" Nijiiro terkejut.


Bahkan mungkin semuanya terkejut, tapi keterkejutan mereka terlambat, karena sang Misterius ini sudah mengaktifkan kemampuannya.


Mereka yang menjadi target telah berada dalam Zona-nya, Zona kemampuan mengerikan yang akan membuat target akan menjadi anak-anak selama itu berada di zona-nya.


"G-gampangh, thinghah kheluarh dwarih Zwonah-nya sjadjha..." ucap Nicki yang sudah jadi bocil.


"Yoroke, Shounen!! Karena aku tidak membawa kalian kesaat masa masih bayi dan akan membuat kalian berak-berak sembarangan.." ucap si Misterius, namun perlahan namun pasti, siluetto kriminalnya pecah-pecah dan lalu memperlihatkan wajah aslinya.


"Khwaaabwhwn Aneeschan ole wa chuki decu wa!!" Teriak Nicko, tapi teriakannya tidak sekeras seperti biasa, karena mereka semua menjadi anak-anak comels.


"Cuih, masih bocil sudah suka cewek cantik, mesum sejak dini, dasar sampah.." Senseih ini menatap sinis kearah si Nicko yang bocil, sementara itu si Nicki sedang keluar dari zona milik si Senseih.


"Yeah.. Aku sudah dewasa lagi, saatnya menyerang kembali.." ucap Nicki yang sudah dewasa.


Lalu dengan bodohnya dia berlari mengarah kepada Senseih yang masih berada dalam zona.


"Eh?" si Nicki jadi bocil kembali.


"Kalian tidak bisa menyerangku, kalian hanya akan menjadi bocil-bocil lemah saat memasuki zona-ku, kalian akan kukalahkan disini, sesuai perintah dari Niji-bosshu.." ucap Senseih.


Sementara itu si Cohnan gak jadi bocil, dia masih dengan tubuh kecilnya, soalnya dia emang sudah bocil jadi gak bisa jadi bocil lagi jika masuk dalam zona. Kecuali jika mbak Senseih mengubah Zona Anak-Anak ke Zona Bayi.


"Kalian takkan bisa menyerangku selama aku berada dalam zona nyaman, toh kalian jika masuk kembali, maka kalian akan jadi bocil ngeselin.." ucap Senseih.


Ada satu yang tersenyum, ada satu dengan mata membara, ada satu dengan tekad api yang takkan kalah, dan ada satu yang akan memberikan serangan kejutan tak terbantahkan.


"Anti-Negatif..." Dia menjadi dewasa kembali, bahkan dia menjadi orang dewasa meskipun berada dalam zona anak-anak.


"Wow... Akhirnya.. Guru TK sepertiku, akan melawan Counter-Attack kemampuanku.." Senseih tersenyum.


Apakah ini akan menjadi pertempuran mereka yang mencoba menertawai kedewasaan?


B E R S A M B U N G