1+1: New

1+1: New
Chapter 66 - Ini Tidak Bagus.



"Ryders, Piotr, Sakakibara, mereka selalu yang hadir.. apalagi ada Spiegel.. mentang-mentang mereka memiliki kemampuan bagus.. aku sampai dilupakan.. sialan..!!" Suara Misterius ini nampak kesal.


"Hey... hey.. kenapa begini.. kenapa setiap berganti chapter.. bahkan menyorot namaku.. tidak pernah.." Semakin kesal dia karena tidak disorot.


"Aku...!!!"


"Kau kan memakai kemampuan Toumei Ningen no Jutsu.. kenapa tidak terlihat.. karena kau memang tidak terlihat dengan jutsu-mu..!!!" bentak Nicki.


"Eh iya..!! Normal Ningen no Jutsu.." dan akhirnya wujudnya sudah terlihat.. ninja dengan tangan yang memegang pedang..


"Jyuubei-kun.. kau disitu rupanya.." ucap Sakatsuki.


"Sakatsuki.. aku akan menantangmu duel pedang..!!" teriak Jyuubei.


"Hey... ini bukan soal duel pedang.. tapi buatlah cerita ini semenarik mungkin.. setiap chapter dimulai tidak jelas selalu.. yaampun.." ucap Piotr.


"Piotr-san.. bagaimanakah ini.. apakah kau mengenal Perez Maximilliano..?" tanya Nicki.


"Hmm.. nama yang baru kudengar.. aku tidak cukup informasi tentangnya.. dan oh ya.. aku pamit dulu.." ucap Piotr.


Piotr kemudian menghilang..


"Marry-san... aku datang.." dia menghilang dan saat ini sudah berada di dalam kamar Marry-san..


"Marry-san..!!"


"Brengsek..!!" teriak Marry beriringan dengan adegan yang terlihat seorang pria melayang dengan cukup jauh..


"Ini adalah meteor jatuh dengan bentuk manusia.. dia melaju melewati gedung tinggi.." ucap Pandemonican yang membawakan sebuah berita.


"Hmmm.."


Sementara itu disisi lain..


"Pandemonican Nicole.. hmm Adikku.. dia makin populer di dunia entertaiment ya.. kurasa aku akan sedikit membuat kekacauan disini.. tapi kurasa tidak jadi.." ucap Nicholas.


"Nicholas-kun.. kurasa Asosiasi Wolves sudah bergerak.."


"Ya.. Perez mungkin akan membuat kekacauan disini.." sambung Nicholas.


Sementara itu disisi lain lagi.


"Kak.. kau akan mengacaukan daerah sini dan akan mengalahkan Nicki-san kan?" tanya Cherrish.


"Ya.."


"Haha.. aku tidak ikutan soal membuat kekacauan aku hanya menonton.." ucap Cherrish.


"Ya.."


"Ya ya terus.. dasar Kakak bajingan..!!" teriak Cherrish.


Disisi Distrik Ichijou.


"Ichijou-san.. ada berita dari Mikazuki.. katanya Perez dari Asosiasi Wolves mulai bergerak.."


"Kurasa Perez akan membuat kekacauan disini.. yaampun tempat ini selalu kacau.. sebelumnya juga si Sakatsuki membuat kekacauan juga." ucap Ichijou.


Tsubame Midorikawa berada di area situ juga..


"Aku tidak ikutan.. karena aku fensnya Nicki-kun.." ucap Tsubame dengan mata love-love.


"Dia sedang jatuh cinta kepada Nicki-san karena komentar Nicki-san yang membelanya sangat keren.. wanita akan merepotkan jika mereka sedang jatuh cinta.." ucap Teruhime.


Kembali kesisi Nicki.


"George Morikawa mengatakan Hajime no Ippo baru 1/2 dari materi tinjunya.. astaga kan sudah sampai 1348 chapter..!!" teriak Nicki.


"Hey.. jangan membicarakan manga.. itu ga nyambung.. bahkan tidak ada yang membahas chapter disini..!! bentak Nicko.


"T-tidak..??!!!!" teriak Nicki.


"Jangan sampai ini tidak tamat.. harus tamat.. Hajime no Ippo harus tamat.. jangan sampai tidak selesai.." sambung Nicki yang mulai bicara normal.


"Dia mulai membahas yang tidak masuk akal.." ucap Spiegel.


Kembali kesisi Perez.


"Cara untuk mengajak orang berantem pertama kali gimana..?" tanya Perez ke Cherrish.


"Hey yaampun kak... kau kan sudah sering berantem masa cara ngajak berantem duluan gimana.!!" bentak Cherrish.


"Aku berkelahi karena mereka yang menyerangku duluan.. dan itu sebabnya aku membalas.. jadi pembukaannya bagaimana..??" Perez kembali lagi mengajukan pertanyaan.


Perez ini meskipun dia cukup hebat tapi tidak tahu caranya membuka opening mengajak bakuhantam duluan.


"Hmmmm.. mungkinkah.." saat dia berpikir sesuatu yang bagus atau sesuatu yang tidak bagus.. membentuk ide yang sangat keren dengan seperjuta kemungkinan..


Dalam beberapa detik saja..


Cherrish menjadi fiksi... menjadi sebuah patung... tidak bisa bicara.. dan hanya mematung.


"Dia sudah menjadi fiksi.." ucap Perez.


Ya.. inilah pemikiran sempit seorang Kakak.. yang menjadikan adiknya menjadi fiksi.. dengan kemampuannya mengubah kenyataan menjadi fiksi.. makanya.. semuanya menjadi fiksi.


Walau sebenarnya mungkin.. Nicki mungkin tidak menyukai Cherrish..


"Daripada memikirkan soal hal yang romantisan.. lebih baik aku berak sambil baca koran.."


Mungkinkah seperti itu pikiran Nicki..


Tetapi tidak..


"Nicki-kun kan..?"


Ya.. Nicki mengangkat panggilan telepon.. itu adalah nomor teleponnya Cherrish. Dan yang meneleponnya adalah Perez sang kakak..


Pemberitahuan yang mungkin tidak terlalu ngeh.. karena ini memang tidak ada arti.


"Aku... sudah membuat Cherrish menjadi fiksi.. datanglah jika kau mencintainya.." bentak Perez di telepon dan lalu menutupnya kemudian.


"Heh... orang yang kucintai.. dan yang tadi itu siapa.. dia menelepon bagaimana..??"


"Kak.. itu nomor Cherrish-san.. sangat cocok seperti di Kontakku.. makanya kalau mau menyimpan nomor kenalan.. tulislah namanya..!!" bentak Nicko.


"Berarti? Wei.. bahaya..??!!" kaget sang Nicki.


Dia kemudian berlari dengan cepat untuk keluar rumah.. dan melihat keatas langit-langit biru.


"Semuanya mungkin sama saja." ucap Nicki yang kemudian santai mengupil.


"I-ini tidak bagus.." sambungnya yang masih tetap mengupil sampai kapanpun.


Dia kemudian menekan-nekan jam tangannya..


"Woy mau ngapain nekan-nekan gituan..?"


"Mau ngegatcha.. yaelah udah tahu nekan-nekan buat Henshin..!!!" bentak Nicki.


"H-henshin. Kaizoku Sentai Gokaiger!"


Nicki sudah memakai kostum keren ala tokusatsu superhero.. dan menatap indahnya langit biru..


"Aoi Aoi Sora.."


"Ya itu memang langit biru.."


Kembali kesisi Perez.


"Aku sudah meneleponnya harusnya dia datang kesini.." ucap Perez.


Perez melihat jam kalau sudah menunjukkan pukul berapa..


"Brengsek.. sudah lewat dua jam.."


Kembali kesisi Nicki.


"Ini gimana jalannya.. mana alamatnya dan maunya kemana.. udah makai kostum keren gini tapi alamatnya ga ada.." ucap Nicki.


"Kau memang mau kemana..?" tanya Ryders.


"Katanya aku harus kesana karena ada acara cinta.. kurasa aku salah dengar tapi intinya gitu mungkin.." ucap Nicki.


"Jalannya licin lagi.." sambung Nicki.


"Kak.. lihat ada orang-orang aneh.. makai baju power ranjer.."


"Ini bukan power ranjer ini super sentai dek!" bentak Nicki.


"Kakaknya galak.." mereka pada lari lari.


"Njiir.. kenapa ngasih undangan tapi ga ada alamatnya.. gajelas ini.." ucap Nicki.


"Ini tidak bagus.." sambung Nicko.


B E R S A M B U N G