1+1: New

1+1: New
Chapter 141 - Cerita Ini Belum Berakhir.



~


Masa lalu yang kelam, dan hal-hal misteri yang masih belum dipecahkan, membentuk menjadi biarkan rahasia tetap rahasia.


Takkan berakhir, dan takkan semudah itu berakhir, sampai saat inipun, mereka bahkan tidak mengetahui tentang kekacauan apa yang akan terjadi, dan bagaimana mereka pergi, atau mau dibawa kemana?


"Akhirnya kameranya udah dibenerin.." ucap Nicki, dia melambaikan tangan ke kamera.


"Wah, akhirnya rekaman udah di mulai lagi, jadi ayo kita beraksi!!" Teriak Nicko.


Bossun sang Narasiman yang baru debut di chapter 'Shounen' dan cuma muncul dibeberapa chapter juga sudah berada disini guna membuat narasi cerita ini semakin berkilau.


~


Mendadak adegan ini sudah seperti anime-anime genre shounen pada umumnya, dan memperlihatkan dandanan mereka yang jadi aneh.


"OBJECTION!!" Bentak Nicki, beriringan dengan angin-angin yang berhembus kencang, Nicki mengarahkan telunjuk tangan kanannya kearah sang Bossun.


"Tidakkk!!!" Dorama angin-anginan juga terasa dipihaknya, bahkan Bossun tertiup angin kemudian dengan begitu dahsyat.


"Kenapa ini malah jadi Parodies??!!!" Seru Nicko dengan nada membentak.


"Kurasa, ini adalah akhiran bahwa cerita kita hanya akan berjalan tanpa alur.." ucap Perez.


"Ya, bahkan Iceball Snow belum dikalahkan, jadi kita harus menyimpan bagian klimaksnya di episode ratusan? hmm..." Nicki berfikir sementara, dan lalu dia mungkin akan mendapatkan ide brilian berikutnya karena memikirkannya cukup lama.


.


.


.


"Ayo!! mari kita bermain keluarga!!" Ucap Nicki berteriak penuh semangat.


"Heh?" Si Bossun mungkin sedikit tertarik dengan usulan seorang Nicki yang sableng.


Hingga akhirnya dorama merekapun tercipta, sebenarnya ini seperti drama gak guna yang cuma mengejar kosakata doang mungkin?


~


Seorang Pria sebut saja Nicki, kini berdandan seperti Wanita Kecil pada umumnya, ini demi permainan peran bro.


Lengkap dengan kompres yang berada di dahinya, dan lalu dia selimutan, abis itu disebelah ia berguling ada seorang wanita tengah berdoa dengan segenap jiwa dan raganya.


"K-kasihanilah, Cahaya, wahai Tuhan-ku... kutak ingin dia menderita terlalu lama.."


Batuk-batuknya si Nicki yang berperan sebagai Cahaya mulai terdengar begitu jelas..


"Uhuk uhuk uhuk.." kira-kira beginilah dia berbatuk, cukup simetris suaranya, menandakan permainan peran ini cukup bagus dari kelihatannya.


Wanita ini kemudian segera berlari, masih dengan Giyuka disini, ternyata cerita mereka belum berakhir.


Mendekat kepada sang Nicki as Cahaya dia kemudian, dan lalu tangan kanannya segera ia arahkan kedahi sang Cahaya guna mengetahui seberapakah panas suhu tubuhnya.


"Dokter!! Dokter!! Dokter!! Cahaya sudah pensiun!!" Teriak Giyuka.


"Anjir!! Apaan pensiun? Siuman woy!!" Teriak Nicki yang melenceng dari permainan peran.


"Aduh, kalian ini memainkan peran yang benar dong woy, ini demi kekeluargaan yang harmonis, masa tercoreng karena ada kata pensiun!" Bentak Bossun.


Mendadak cerita ini hanya memasukan unsur gajelas yang sangat khas, dan tak pantas untuk dibaca orang yang menyukai genre aktion. soalnya genre di cerita ini hanyalah sampulnya saja.


"Ini gimana, ini gimana! kenapa kebanyakan parody! dan kebanyakan gak pernah serius bakuhantamnya! kita ini mau mencari views yang banyak! gimana naiknya kalau kebanyakan dialog!" Nicki mulai membentak seperti biasanya, sedangkan Nicko hanya membaca manga Goblin Slayer.


"Duh, Priestess, kasihan sekali!" ucap Nicko dengan nada bersedih.


"Aduh, cerita tanpa alur yang jelas dan hanya melahirkan sesuatu yang disebut banyak bacot doang.." ucap Giyuka.


Giyuka adalah gadis yang berada di agensi aktris milik Bossun, sementara Bossun adalah Narasiman yang banyak kerjaan sampingan. sementara Nicki dan Nicko adalah tokoh utama yang kebanyakan bacotnya daripada beraksi bakuhantam dengan enemies yang jago.


"Santai belum lengkap tanpa silverqueen.." sambung Nicko, mendadak dia makan Silverqueen.


"Astaga!!"


Sementara itu, Seorang Pria yang sudah diketahui namanya sebelumnya, ya ini adalah Nijiiro Skydiving.


"Jadi bagaimana, apakah Hafnarfjardarsson akan terlibat konflik dengan kita?"


"Ya tuan, itu benar, mereka akan terlibat, tentu saja anak itu juga akan terlibat.." balasnya, sebut saja Pria dari telepon yang membalas pertanyaan seorang Nijiiro adalah Gabiani.


"Gabiani-kun, jika ada kesempatan bunuh!!" bentak Nijiiro.


Gabiani nampaknya sedikit menyesal karena tidak membunuh gadis itu waktu dulu, ya, dia membiarkan Shiori Slowsteps tetap hidup.


"Paman Hardvert!!" Teriaknya dengan begitu keras.


"Nande??" Hardvert nongol sembari memakan ice cream.


"Biadab kamu!!!" si Shiori menendang Hardvert dengan begitu keras kearah dahi.


Jduarr!!


Hardvert terkena begitu telak sampai berdarah-darah...


"Nice shoot! girls!!" Ucap Hardvert sembari memberikan pose okay kepada sang Shiori.


~


"Waktunya giliranku, memperjelaskan situasi ini.." ucap Bossun...


~ Mukashi-mukashi..


~ Dulu, dulu-dulu sekali..


Gabiani mendapatkan tugas dari sang Nijiiro Skydiving, tugas ini adalah untuk membunuh keluarga Slowsteps.


~ Pria ini, akan melakukannya, karena ini adalah perintah yang membuat dia merasa terhormat...


Tetapi, di perjalanan, dia melihat seorang wanita berumur 39 tahunan.


Wanita ini bernama, Shiuna Slowsteps.


Wanita ini bertabrakan dengan sang Gabiani kemudian, menimbulkan barang bawaan mereka berjatuhan...


Dan drama saling mengambil itu terjadi, tetapi tidak sampai ada adegan romantis sampai-sampai pegangan tangan.


Senyuman Shiuna Slowsteps terpapar begitu jelas di wajahnya, menimbulkan ia melupakan mengambil perihal gambar yang ia jadikan target.


"Ah, rencana pembunuhan?" Wanita ini hanya tersenyum, dengan mata sipit, matanya terlihat tertutup lebih tepatnya ini akibat matanya terlalu sipit.


"Kau melihatnya??"


"Ah, Manusia itu memang akan iri terhadap seseorang yang lebih kaya darinya, atau bahkan usaha mereka yang sepi, maka dengan target membunuh saingan.. maka mereka akan sukses..."


"Sirklus ini disebut iri dan dengki, dan merasa tersaingi... Manusia memiliki hal itu dalam hati mereka.. kegelapan di dalam hati.. selalu ada, bukan?"


"Aku melihat, coretan x, dengan gambarku yang tersenyum, targetmu adalah keluarga Slowsteps kan, kalau begitu..."


"Sebagai seorang pria... itu akan sangat memalukan jika kamu membunuh anak kecil yang masih lemah tanpa mengetahui luasnya dunia..."


Dari pertemuan ini akhirnya.. menimbulkan dorama ending yang menyakitkan mata..


"Larilah, Shiori!"


"H-hiduplah, Shiori!!"


Shiuna, Ibu sang Shiori, memberikan pesan kepadanya, untuk lari, dan tetaplah hidup.


Reruntuhan kemudian menghantam tubuh Ibu dan Ayah sang Shiori....


"Kau akan kubiarkan hidup, kau harus menjadi kuat, dan lakukanlah balas dendam!" Ucap Gabiani.


Era ini.... Berakhir....


"Keuangan Unknowns menurun drastis karena ditinggalkan oleh fraksi Slowsteps!"


"Unknowns akan jatuh miskin karena ulah si pembunuh!!"


"Tenang, serahkan perihal keuangan ini kepadaku.." Seorang Pria yang selalu berada di bawah bayang-bayang keluarga Slowsteps muncul memperlihatkan senyumannya.


"Apakah kau bisa?"


"Ya!!"


Akhirnya, karena Nijiiro yang ahli melakukan tukar menukar barang... Unknowns selamat dari krisis keuangan.


~


Kamera sudah berpindah haluan...


"Jangan merekamku!! aku lagi berak!!" Teriak Nicki yang berak sembari membaca koran.


B E R S A M B U N G