1+1: New

1+1: New
Chapter 27 - Jangan Langsung Melangkah Ke-Hal Yang Selanjutnya.



Hidup itu life..


Mati itu death


Namun kenapa kata-kata nolife adalah kata-kata andalan para wibu.


Kalau Nolife.. berarti tidak hidup.. berarti mereka adalah hantu dengan masa pemberontakan terhadap manusia.


Menimbulkan kontroversi dan ketidakmakmuran.. menuju surga menghilang dan mungkin akan jatuh kedalam neraka yang terdalam.


Narasi aneh mulai dimulaikan.. mengetik dengan kecepatan Flashback and Flashwind.


Hidup bagaikan angin dan wind go to fire..


Intinya mungkin jangan pernah menoleh kebelakang.. atau jangan tetap didepan.


Kadang kata-kataku tidak jelas.. dan kata-kata yang lainnya sangat jelas.. bagaikan radio aktif yang kemudian rusak.


Pada akhirnya...


"Jangan langsung melangkah kehal selanjutnya!" Teriak Nicki.


"Hey kenapa tidak boleh melangkah.. ini sudah masuk bagian Walkzone.. dimana setiap hal yang terlewati.. itu sudah Complete.." ucap Nicko.


Tampaknya mereka berdua tengah ada di mall.. lebih lagi mungkin mereka tengah liburan.


"Ini adalah pertarungan.. kita harus melangkah kemana yang kita mau.. walkzone.. koin gameku.." ucap Nicki.


"Hehe.. jadi kita akan bakuhantam game apa.. Btooom!! Kah?" Tanya sang Nicko.


"Bukan this is not Btooom.. ini adalah Final Fantasy seri ke 18.." ucap Nicki.


"Wei ini mau melangkah kemana.. dan tujuan kemana.. Comedy kita tidak ada bagian menariknya.. bahkan tidak masuk list.." ucap Nicko.


"Wei wei wei ndasmu.. aku ini Kakakmu.. kenapa wei wei.. hah.. aku bukan Wei..!!" bentak Nicki.


"Bertarunglah kalian.. ini serba virtual reality meskipun ga ada Link Start-nya.." ucap Ryders.


"Cih.. karakter sampingan jangan kesini.. ini khusus chapter tidak jelas menyambut arc depan... yaitu Immortal Grand Prix.." ucap Nicki


"Inikah bagaimana.. apakah aku akan memakai Tifa Lockhart." Nicko mulai memilih karakter.


"Pilih Ada Wong.. aku sudah menghabiskan berbagai cara untuk delusi dan akhirnya tertarik mengetik nama Ada Wong disebush situs.. ekhm ekhm.." ucap Nicki.


"Ada Wong janai... Leon F. Kennedy dah!" Ucap Ryders.


Mereka bertiga memasuki zona para gamers sejati hingga membuat mata mereka kemerahan..


"Kamehameha.."


"Rasengan"


"Getsuga Tenshou..."


Tiga kekompakan hingga menimbulkan permainan tak terduga.. secepat angin bagaikan badai melewati matahari jatuh ke pelangi.. hingga membuat hal mustahil menjadi indah pada akhirnya..


"Akulah gamers sejati.. karena aku memainkan Dead or Alive.." ucap Ryders.


"Hehey.. aku memainkan No Mans Sky.. game openworld yang lumayan menarik.." ucap Nicki.


"Hehey not bad.. aku adalah gamers sejati karena setiap hari aku main games di smartphone.." ucap Nicko dengan nada sombong.


"Hilih.. ******.. gamers gamers.. ngaku ngaku ajah kamu.." bentak Nicki.


"Coba sebutin game apa yang kau mainkan hah.." tanya Ryders.


"Akutuh gamers.. main Mobile Legend, Arena of Valor, Freefire, PUBG Mobile.. dah itu ajah.." ucap Nicko.


"Fufufu.. banyaknya tuh kamu benar benar Gamers sejati Nicko-kun.." ucap Nicki.


"Wih berarti pernah mainin game Counter Strike? Crazy Taxi? 4 left 2 dead? Mario Bross?"


"Nggak.." jawab Nicko santai.


"Kamu bukan gamers.. sudah kuduga kau gamers abal-abal ngakunya tau banyak tapi main cuma versi android.. ****..!!" teriak Ryders.


"Gini ni kawan-kawan.. jika situ mau pengen Gamers berarti situ tau banyak game.. jangan ngaku-ngaku.. banyak tuh pens ML ngakunya gamers giliran ditanya main game itu ga ini ga.. jawabannya ga tau.." ucap Nicki.


"Apalah dayaku yang salah.. aku hanya bocil.. ampuni aku suhu.." ucap Nicko.


Mereka memasuki fase tidak jelas.. chapter tidak jelas.. dan ejekan secara lisan melalui tulisan.


Oneplusone ada untuk mengeluh dan mengejek atau bisa juga melakukan parodi dan mesum yang khas..


"Udah main apa ajah emang?" Tanya Ryders.


"Pou.." jawab Nicko santai..


"*****.. Pou game gegeh itu.. kuyakin banyak yang mainin juga.."


Skore komedi menampilkan nol ini hanyalah chapter tidak jelas.. iyalah karena kita takkan mungkin setelah menyelesaikan arc itu langsung arc berikutnya.. kita harus memisahkan beberapa jarak saja.


"Mereka.. mereka selalu ngaku gamers sejati tapi mainnya itu itu ajah giliran ditanya pernah main ini ga.. itu ga... jawabannya malah ga.. kan aneh-aneh saja.." ucap Nicki.


"Siapa itu niisan....?" tanya Nicko.


"Ya kau tadilah yang ngaku-ngaku inikan masih syuting ditempat yang sama.. jangan kira aku melupakan skene sebelumnya hah??!!.." bentak Nicki.


Nicko yang mendengarkan hal itu kemudian malah fokus membaca manga..


"Gotubun no Hanayome.. yaelah.. jalannya gini.. jatuhnya gini.. scenenya gini.. ujung ujungnya harem.." ucap Nicko.


"Biasanya kau kan suka genre begitu.. kau kan penggemar To Love Ru.." ucap Nicki.


"To Love Ru??.. aku ini penggemar Sinetron.." ucap Nicko.


Tiba-tiba hawa area ini berubah menjadi sekumpulan Nicko dan teman-temannya..


"Child Road.. inikah.."


"Gue Boy.."


"Gue Beckman.."


"Gue Irish.."


"Wadoo malah rebutan peran astaga kayak bocah bocah ajah.."


"Bocah janai.. pecinta sinetron da.." ucap Spiegel.


"Ini kamu bukannya pens Cowboy Beboop ngapain nonton sinetron.." ucap Nicki.


"Kau juga pens Ashita no Joe.. ngapain baca Novel Sekai de Ichiban Tsuyoku Naritai.." ucap Spiegel.


"Ini karena gulat gulatan.." jawab Nicki .


"Woy cepatlah melangkah ke arc selanjutnya.. masa serba full omongan.. ini hanya akan membosankan.. dan cenderung akan ditinggalkan pembaca.." ucap Starskowsky.


"Hilih karakter sampingan yang jadi musuh malah muncul disini.." ucap Nicki yang kemudian dia mengupil..


"Kita harus membuat ini menjadi Sayonara and sampai jumpa di chapter depan.. karena.. ini akan berakhir.." teriak Nicko.


"Woy woy tenang.. sebelum ini berakhir.. aku ingin disekitaran mungkin mendatang.. parodikan Ansatsu Kyouhitsu.." ucap Ryders.


Dan kemudian tombol tombol mulai akan dilepaskan.. kata-kata mulai terlihat..


"Jangan melangkah kehal selanjutnya.. karena mungkin akan tidak jelas.. kumohon kabulkan permintaanku.. order....!!"


Hujan mulai membasahi bumi dengan deras..


Seorang Pria yang lumayan tampan.. dia mengemudikan mobilnya..


"Cepat seperti Takumi Fujiwara.. keren seperti Takeshi Jinno.. atau tak terkendali seperti Kobayashikawa Arata.. atau mungkin secepat Wangan Midnight.."


"Tidak.. tidak.. aku hanya lambat.."


"Woy.. penutupan macam apa ini.. ayo nyanyikan lagu endingnya.. ini anime sudah bersambung.. perdengarkan endingnya.."


Lirik mulai tercipta.. bagaikan ending Big Order.. dengan permintaan.. "Kabulkan permintaanku, Order!"


Broken memories hurt, don't they?


I've been betrayed countless, countless times


But since i'm alive, it's okay to trust


Even if it's futile to have faith


"Lupa liriknya.." sambung Nicki yang lupa kelanjutan lirik lagu barusan. Soalnya dia cuma asal-asalan nyanyiin lagu barusan.


"Jika sudah to be continued.. maka mungkin itu bersambung.. tapi jika belum the end.. maka chapter selanjutnya ada.."


"Selanjutnya di OnePlusOne Next Chapter.. Roboctis;Note.. kabulkan permintaanku, Order!"


B E R S A M B U N G