1+1: New

1+1: New
Chapter 172 - Bicycle, 'Do You Love Jitensha?'



"......." Barusan itu gak perlu ditanyakan apa maunya, sebenarnya itu adalah bagian dari memulai sebuah ketikan agar penulisnya mendapatkan ide untuk memulai perjalanan ini semakin memanjang.


Seperti 'Answer?' yang selalu dipertanyakan oleh sang Kubo Yoshiharu kepada mas Toshihiko, 'Toshihiko, do you love soccer?'


Mungkin sang Nicki akan berusaha bertanya lagi kemudian, meskipun dia memperlihatkan keseriusannya, dia akan mempertanyakan kata-kata klise seperti dalam 'Aoki Densetsu Shoot'


..."Bicycle.. do you love jitensha?"...


Pertanyaan barusan mempresentasikan peniruan tentang Aoki Densetsu Shoot tentang 'Answer'-an sang Yoshiharu yang selalu legendaris.


"Kau bertanya padaku, soal aku menyukai sepeda? Tentu saja ore wa Emillia-san no suki da!!!" Balas Yoshiharu dengan beringas, "Woi, namaku bukan Yoshiharu, namaku Bicycle!!!"


Manusia kadang salah, banyak salah sebenarnya bukan kadang, tapi emang banyak salah, lebih banyak daripada kadang, toh, buktinya Manusia yang menulis cerita ini barusan salah mengingat nama Bicycle, karena namanya adalah sepeda. Harusnya namanya memakai nama ala-ala Indonesia, contohnya, 'Sepeda'


"Bicycle, do you love Jitensha?"


"Kau barusan mempertanyakan hal itu, dan aku sudah menjawabnya, Ore wa Emillia-san no suki da!!"


"Naif, kau naif, kau bukanlah Natsuki Subadrun, kau ini adalah Bicycle, kau itu tidak cocok menjadi Natsuki Subadrun, dan karena kau suka ngaku-ngaku suka Emillia, kau harusnya malu, sadar dek, itu kartun!"


"Sabar dek, itu kartun? Kau sedang bertanya atau ingin mengejekku dengan kata-kata pedas yang semakin lama semakin beringas?"


"Saat ini, kau adalah si Bicycle, kau tidak memperlihatkan point penting yang bisa membuatmu 'Out of character' , apa kau sedang berusaha menciptakan harmoni dalam perkelahian?"


"Jangan lupa tambahkan ucap, karena nanti ini hanya akan membuat viewersnya kebingungan soal siapa yang bicara, dan turn barusan bukanlah turnku, itu omongan si Nicki, watashi datte, akan Moeru Kosmo Yo, dan atashi datte, akan Gonna defeated you, Nicki-san!!"


Baiklah, sudah cukup basa-basinya, sekarang kedua Pria yang bersemangat ini mulai memasuki fase serius, padahal daritadi bilangnya serius, tapi malah seriusnya dibagian ngobrol doang.


Saat kata 'Moeru Kosmo Yo' mungkin mereka sudah memulai membakar kosmo yang berada dalam harmoni tubuh , ini adalah eksitensi mantap yang bisa membuat mereka mendadak badass.


Bicycle sudah bersiap kembali untuk melakukan serangan via tabrakan sepedanya, "Yorokobe, Nicki-shounen-san, kau akan merasakan tabrakan dari pembalap sepeda terhebat sepanjang masa!!"


Pede, itu adalah pede yang berlebihan, rasa yakin dan akan menang, itu adalah kelebihan para tokoh utama untuk menang, tetapi, "Sadar dek, kamu bukan tokoh utama disini.." Ejek Author.


"Tidak perlu dengarkan ejekan mereka yang tak berguna, atau mereka yang tak memperlihatkan wujudnya disini, sekarang adalah bagian dari pembarakan kosmo ketingkat abnormal, aku akan menabrakmu sampai the end and gona to the hell..."


"???????!!!"


Kemampuan sang Bicycle adalah apa? Itu masih menjadi bagian dari misteri dunia, masih dalam beberapa bagian karena dunia memiliki jutaan rahasia yang belum bisa dipecahkan oleh umat Manusia.


"???????!!"


Tidak ada pemandangan, tidak ada tarikan pedal yang dia perlihatkan, atau bahkan tidak ada suara kayuhan dari pedal yang digerakan oleh kedua kaki sang Bicycle.


"???????"


Yang ada hanyalah.... Keheningan...


Mereka kebingungan, bahkan sang Tokoh Utama-pun kebingungan, dia mencari dimana keberadaan lawannya yang menghilang.


"Kemampuan ini adalah kemampuan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata sederhana, karena nantinya hanya akan menjadi panjang dan tak ada tujuan bagaimana cerita ini harus berlanjut, sang Author akan serba rinci menjelaskan tetapi nantinya chapter ini hanya akan penuh dengan penjelasan si Narasi sampah.." ucap Niji èn~Cièl.


Kemampuan apakah ini? Mungkinkah dia menembus semesta? Atau bahkan menembus sesuatu yang transparan?


Tidak terdeteksi, kelebihan tak terduga yang membingungkan mereka semua yang ada disini.


Entah mengapa cerita ini memiliki tingkat ketidak-jelasan dan narasi yang terlalu dominan, mengurangi ciri khas aktion yang harusnya selalu dominan.


"D-doko da? K-kimi wa?" Nicki mempertanyakan dimana keberadaan sang Bicycle.


Jawaban itu disana tidak bakalan ada, karena mereka semua kebingungan dimana keberadaan sang enemies.


"Kemampuan ini adalah kemampuan yang bisa membuat mereka iri, kemampuan ini adalah kemampuan yang bisa membuatmu secara instan bisa mencuri segala sesuatu dengan kecepatan yang tak bisa didefinisikan..."


"???????!!!"


Ya, saat dimana dia mengaktifkan kemampuannya, seberapa cepat dia berlari dia tidak akan terdefinisikan, tidak akan diketahui, bahkan tidak bisa tersentuh, kemampuan ini tidaklah seperti sang Bossun yang tidak terlihat saat men-'Online'-kan kemampuannya, kemampuan sang Bicycle akan aktif saat dia bergerak dengan cepat.


"Semakin membingungkan, bukannya invisible sudah dimiliki oleh sang Bossun?"


"Itu Invisible dengan aplikasi penggunaan yang berbeda, kadar transparannya akan semakin transparan tergantung seberapa cepat dia bergerak .. Kemampuanku masih lebih unggul daripada dia, karena aku tidak membutuhkan kecepatan untuk menghilang.." Bossun menjelaskan secara panjang.


"Intinya, Invisible tetaplah Invisible!!"


Nicki tak mengetahui darimana sang Bicycle akan menyerang, bahkan dia sudah mempersiapkan dinding perisai untuk mencegah benturan..


"Shield densetsu no shield no densetsu no shield no yuusha densetsu!!"


"Nama jurusnya diperibet, dan ngulang-ngulang doang, diperpendek saja kan bisa ajah.." ucap Bossun.


Tidak peduli seberapa luas lingkup sang perisai, apakah dia lupa, apakah dia tidak ingat bahwa masih ada zone of the end sang musuh yang bisa menembus segala objek.


"Zone of the End.... : Breaking Fourth the Wall.."


Yang tidak dilihat oleh mata telanjang, dan yang hanya bisa dijelaskan oleh sang Author, yang terjadi adalah pemandangan menembus perisai.


Percikan-Percikan listrik yang terbobol tanpa menyetrum si pemaksa masuk? Itu adalah adegan yang hanya bisa dilihat oleh Manusia yang tak memiliki kemampuan mata tajam.


"M-menembus? M-memaksa memasuki zona perisaiku?"


Keheningan dari sang lawan menghilang, yang ada adalah suara dari Manusia yang tak memperlihatkan wujudnya, "Zone of the end-ku adalah menembus objek apapun, sementara engkau yang hanya bisa berlindung dengan perisai... takkan bisa memblokir diriku menembus..."


"Invisible Touchdown, ya-ha!!"


Saat dia memasuki Zona... dan saat ini dia bergerak kesana-kemari dalam zona, kemudian menabrak sang Nicki dengan beringas dari sembarang arah...


"........" Tidak ada perlawanan yang cemerlang, yang ada hanyalah rasa sakit terkena tabrakan demi tabrakan yang tak terlihat, kecepatan invisible yang tidak terdefinisikan...


Entah dia meringis kesakitan, kesakitan yang dirasakan dari serangan tak kasat mata itu tidak terdefinisikan oleh kata-kata.


Seperti mencoba melawan makhluk ghaib, inilah kesulitan melawan kemampuan invisible..


Dia mencoba berdiri, namun saat dia berdiri, dia kembali tertabrak oleh Bicycle dengan sepedanya.


"Belum berakhir... kisahku masih belum berakhir..." ucap Nicki.. "A-aku berusaha tergesa-gesa, atau bahkan berusaha membuat ucapanku bisa ngos-ngosan, tetapi sekarang bukanlah waktu yang tepat.." Nicki masih tidak menyerah...


"Dalam kisah-kasih disekolah, eh bukan, aku tidak ingin membahas soal kepercayaan masing-masing Manusia, tetapi dalam kilas-balik menggugah selera, mereka makhluk ghaib akan kepanasan jika mendengar lantunan doa.."


"????!!"


"Marilah berdoa sesuai dengan kepercayaan kalian masing-masing, berdoa dimulai..."


"P-puncak komedi?" Bicycle tidak merasakan efek dari ucapan si Nicki, "Seseorang dalam keputus-asaan, adalah pemandangan di depan yang seperti mengharapkan bisa mengalahkan makhluk halus dengan doa... tapi aku bukan makhluk halus.. aku Manusia!!" Ucap Bicycle mencoba membela dirinya.


"Jika kau bukan makhluk halus, tunjukan wujudmu, dasar Shetans Laknat!!" Bentak Nicki.


"Skip.. aku tidak senaif itu bodoh.." balas Bicycle.


"Ah... Souka, Bicycle, do you love Jitensha?"


"Yeah... I Like Jitensha..."


B E R S A M B U N G