
~ Hanaichi_Monme....
"Stop-stop!!" Teriak Nicki dengan keras, guna menyuruh seseorang untuk berhenti memasukan unsur parody.
"Astaga!! Jangan melarang seorang produser memasukan unsur musikal di dalam verse ini!! Kau harus menghormati produser-san!!" teriak Piotr.
"Produsernya kan engkau!! Piotr brengsek!!" bentak Nicki tak kalah keras.
"B-bukan berarti aku brengsek dakara nee ><" Piotr menimpali dengan bicara sok imut dan ngikut-ngikut anime Sket Dance.
"D-dia masih meniru Saaya!!" Nicko terkejut.
"B-bukan berarti kalian harus terkejut seheboh itu, dakara nee ><" ucap Piotr lagi.
"Njirr!! Makin lama makin aneh saja alur ini!! Entah apa yang merasukimu!!" Teriak Nicki yang masih tetap kesal karena kelakukan sang Piotr yang suka niru-niru Saaya.
"Daripada kalian banyak bacot nyoba komentarin gaya bicaraku, mending kalian nanya dengan benar kesini, ayo cepetan mumpung saya si Piotr orang paling keren akan mengubah alur cerita kalian menggunakan ketikanku!!" ucap Piotr yang mendadak serius.
Kini dia berpenampilan seperti Switch lagi.
"Switch of the corner!!"
"Bangkai!! Parody lagi!!" Teriak Nicki dan Nicko bersamaan.
"~Hoho..." Piotr mulai mengutak-atik laptopnya dengan serius dan kemudian memunculkan gambar peta untuk menuju ke distrik Hanamichi yang tengah ada si Silva dan Ibes.
"Wadoooo!!!"
"Karena kalian gak ngerti jalannya, kurasa aku akan membantu kalian dengan kemampuanku yang bisa mengubah alur cerita dengan sebuah ketikan!!" sambung Piotr.
Dia mulai mengetik untuk mengubah alur cerita yang akan terjadi kemudian.
Krik-krik-krik.. tampilan masih putih-putih ada hitamnya dikitan, gak terasa setelah setengah jam Piotr nyoba ngubah jalan cerita mereka berdua, akhirnya pekerjaannya telah selesai.
"What Are You Doing, Friends???" tanpa diduga, bagaikan plothole entah apa yang terjadi tanpa skene lari-larian ke distrik Harumichi, tetiba sang Nicki sudah berada diarea yang ada Silva-nya.
"Sir, what you command?" Bukannya menjawab pertanyaan sang Nicki, Silva malah memberikan pertanyaan balik.
"Oh, aku.. aku ingin duit yang banyak!!" Seru Nicki dengan bersemangat.
"Im sorry please sir, my power is a chocholate manipulation, not money manipulation." jawab Silva dengan raut wajah yang sedih.
"Anjir!! Jangan-jangan ini karena kemampuan mengubah alur cerita lewat ketikannya si Piotr!!" Nicki terkejut melihat segala keanehan disini. Tetapi, meskipun Silva bertingkah aneh, orang-orang yang kendaraannya jadi coklat malah bertingkah barbar.
"Kembalikan mobilku!!"
"Biadab!!"
"Brengsek!!"
"Silva taik ayam!!"
"Hey!! Jangan menghina Silva-sama!!"
"Kamu jelek!!"
"Biadab kamu om-om!!" pendukung Silva yang didominasi kaum wanita membela sang Silva.
"D-dia tetap populer meskipun kelakuannya diubah jadi aneh oleh Piotr!!" ucap Nicki.
"Wahai orang asing, apa yang ingin kau lakukan di area sini?? Apakah kau ingin menganggu pabrik cokelatku?" Silva kemudian bersikap tenang, seperti dia tidak merasakan hal berbahaya dari sang Nicki.
Yah benar saja, Nicki malah sibuk mengupil dia, mencari emas-emasnya di hidung yang susah ditemukan.. setelah lelah menggali, sesuatu yang dia dapat malah ia buang berikutnya.
"Kau, bagaikan ikan yang berenang dari waktu ke waktu." ucap Nicki santai, dia yang sedaritadi mengenggam gitarnya menggunakan tangan kirinya kemudian sudah mengenggam gitarnya dengan kedua tangannya dan lalu bersiap dalam pose memainkan sang gitar.
"Alunan musik musim dingin, keheningan siang hari, permainan musik tingkat ke 3.... this is snow time!!" dia kemudian mengetik gitarnya, bunyi-bunyi yang terdengar kemudian..
Background jatuhnya kelopak bunga sakura diiringi oleh salju...
"Hanbun no Tsuki ga Noboru Sora..."
"Kau sudah tertebas, Silva-kun..." sambung Nicki yang masih memainkan gitar sembari berjalan perlahan melewati sang Silva yang masih tergoda oleh keindahan salju dan bunga sakura, tanpa merasakan bahwa dia sudah tertebas.
"Heh???"
Setelah dia sadar dari ilusi sang Nicki, dia kemudian akhirnya merasakan rasa sakit tertebas oleh kemampuan Nicki yang tidak bisa diremehkan.
"B-bukankah, dia adalah Nicki si Pemain Gitar!!"
"Si Gitar Ajaib!!"
"S-silva-kun tertebas!!! Tydackkkk!!!" teriak gadis-gadis cantik penggemar Silva.
"A-aku bahkan belum sempat membentuk Diamond Box untuk melindungi Silva!!" seru Ibes.
"D-dia tidak bisa diremehkan.. urghh...!!" pekik sang Silva, kebetulan tubuhnya yang tertebas mengeluarkan darah.
"Kau jangan membuat kekacauan dengan membuat kendaraan mereka menjadi cokelat.. meskipun coklat bisa dimakan tetapi agak tidak higenis karena ban-ban kendaraan yang melindas taik-taik di jalan pun jadi coklat dan akhirnya mereka makan, sama saja mereka makan taik ayam!!" Suara Nicki makin keras, seakan-akan dia tidak menyukai perbuatan sang Silva.
"Kau belum mengalahkanku, kawan..." ucap Silva yang menatap kearah Nicki dengan serius kali ini.
"Pose memasuki fase serius.. Target Lock...." sambung Silva, dia memasuki out of zone.. dimana ini memungkinkan dia bisa mengeluarkan seratus persen potensi kemampuannya.
Iringan bayangan tak terduga, seperti dia memasuki tanah dan lalu memperlihatkan bayangan di atasnya, tetapi Nicki menatap remeh bayangan tersebut.
"Chocolate Is Delicious My Friends!!"
Penjelasan: Teknik Chocholate Is Delicious My Friends, skill ini dia mengubah beberapa tanah yang ia pijaki menjadi cokelat dan lalu menjadikan tubuhnya untuk menghalangi rute penglihatan sang Nicki agar Nicki tidak sadar tentang Silva yang membentuk cokelat model kapal dalam tanah, dan kemudian bisa dia gerakkan untuk menangkap sang target.
Cokelat dalam tanah bentuk kapal yang ia gerakkan kemudian muncul keluar dari dalam tanah untuk menghantam tubuh sang Nicki.
"Chocholate Is Touchdown, My Friends!!" teriak Silva lagi memberitahukan jurusnya yang terkesan aneh.
"A-apa ini???"
Bruakkk!!!
Tubuh Nicki terlempar sekitaran 10 meter dari jarak sang Silva berada, karena dihantam oleh cokelat model kapal keluar dari tanah membuat Nicki tak memperkirakan kejutan dan akhirnya karena kecerobohan dirinya, diapun terlempar sejauh 10 meter.
~ bruakkkkkkkk.
~ Cring-cring..
Bunyi-bunyi beberapa bangunan yang roboh dan kaca-kaca yang pecah karena terkena oleh tubuh Nicki yang terlempar.
"Chocholate Is Touchdown, My Friends!! Jurusku yang sangat amazing!!" Seru Silva.
Nicki yang terlihat terluka begitu serius kemudian berdiri lagi dengan susah payah. Dia bangkit bagaikan tokoh utama genre shounen pada umumnya.
"D-dia sangat jenius menciptakan kreasi jurusnya.. ugh sial... i-ini sakit sekali.." ucap Nicki.
Nampaknya, kini Nicki dan Silva, mulai memikirkan.. bahwa setiap lawan mereka yang sekarang... kuat.. dan tidak pantas diremehkan.
"Seranglah aku dengan semua kemampuanmu!!" Teriak Silva.
"Sebelum kau mengatakannya, aku sudah berniat.." balas Nicki.
- B e r s a m b u n g.