
"Yare-yare.." Nicki menepuk jidat.
"Daze!!" sambung Nicko yang kayaknya dejavu kayak sebelumnya.
"Haddeh!! Switch of the corner!!" Piotr makin ngeracau gajelas dia nyoba mau niru Kazuyoshi Usui a.k.a Switch. Tapi cara omongannya gak sinkron sama situasi sekarang.
"Switch of the corner gundulmu!! Mana peta woy anjir!! Gimana mau ke districk Harumichi kalau peta-nya ndak ada!!" Bentak Nicki dia sudah super kesal.
"Betul tuh, betul tuh, betul tuh!!!" sambung Nicko berseru.
Kemudian, Piotr entah kenapa tetiba mendadak jadi ada background Dora the Explorer.
"Apakah kau melihat peta?"
"Jika kau melihat peta!!"
"Katakan peta! Katakan peta!! Katakan peta!!"
"Peta!!!!" teriak Nicki dan Nicko bersamaan.
"Apa? Aku tidak mendengarnya!! Sekali lagi katakan Peta!!!"
"Petaaa! Bangkai!!!" Teriak mereka berdua dengan keras lagi.
"Ohoow.. aku mendengarnya.. ya ini adalah peta!!"
"Mukamu!! Ngeselin amat anjir!! Harusnya gak usah sok-sok ginian tinggal ngasih peta ajah diribetin kayak gini biadab!!" Nicki sudah emosi begitu juga dengan Nicko, karena ini adalah saat yang tidak tepat memparodikan Dora the Explorer.
"Hohoho..." Piotr sudah meninggalkan gaya Switch yang selalu khas dengan laptop, kini Piotr sudah bergaya bak 'Date Kiyoshi' yang lebih ngeselin.
"Ini apalagi!!" Nicko kembali terkejut dengan ulah Piotr yang suka buang-buang waktu.
"Mana tunjukkan petanya!!" Bentak Nicki yang masih emosi.
Piotr dengan ekspresi kebingungan untuk menjelaskan deskripsi peta tersebut mulai menunjukan gelagat anehnya, seperti kemudian tangan kirinya ia arahkan kedahinya dan lalu masuk dalam skene menghayalkan sesuatu.
"Hmmm.... Menghilang di malam yang gelap...."
"Bangkai!! Kenapa dia malah ikutan kayak Date!! Tadi si Switch sekarang malah Date!!" bentak Nicki.
"Hmmmm... sayap malaikat yang patah.." sambung Piotr makin gajelas.
"Dia memasuki fase tidak jelas dari namanya keanehan yang merasukinya!!" seru Nicko.
"Hmmm... malaikat yang keliru.." sambung Piotr.
"Anjir!! Kalau ini cerita dijadikan filem atau apa!! Pasti yang mengisi suara Piotr adalah GACKT!!" sambung Nicki.
"Mungkinkah Piotr-san sangat ngefans Date Kiyoshi-kun??" gumam Nicko penuh dengan pertanyaan.
"Hmmm... Orkestra Tengah Malam.."
"Woy anjir!! Hentikan dorama ini!! Ini masih siang, bukan tengah malam!!" Bentak Nicki makin menjadi-jadi.
"Yare-yare.. aku hanya memerankan sesuatu semaksimal mungkin, bukan berarti aku menjahili kalian dakara nee.." ucap Piotr.
"Heh??" Nicki dan Nicko mereka berdua sweatdrop.
"Apanya yang heh?? dakara nee?" Tanya Piotr.
"Njiir!!! Mendadak jadi Saaya sih tsundere!!" Seru Nicko.
"Huh... bukan berarti aku ingin membantu kalian memberikan peta-nya dakara nee.." ucap Piotr lagi.
"Biadab!!" Nicki dan Nicko kembali membentak Piotr.
"Huh.. kalian sangat kasar dakara nee.." balas Piotr seperti biasa.
"Udah sekalian ajah, dakara nani genki wo dashite.." ucap Nicki, dia mulai puyeng dengan tingkah Piotr.
"Jangan bawa-bawa Beck disini! Aku sedang memparodikan Sket Dance!! Dakara nee!!" bentak Piotr.
"Anjiir!! Gimana mau kepembahasan utama kalau situ kebanyakan memparodikan animek!!" Teriak Nicki.
"Fufufufufu..." sambung Nicko.
Sementara itu, berada di jalur yang sedang mereka bicarakan sebelumnya, dua orang pria biadab yang sukanya pamerin kekuatan.
"Chocholate is delicious desu wa!!" teriak para wanita penggemar coklat.
"Hehe.. belum seberapa.." sambung sang Silva yang tampak tersenyum dengan cokelat buatannya.
"Bagaimana!! Ayo shokugeki!! Silva-senpai!!" teriak gadis-gadis yang mendadak kayak anime shokugeki no soma.
"Yare-yare, tidak ada yang berani menantang pria sekerenku ladies..." ucap sang Silva sembari mengedipkan matanya kegadis-gadis cantik.
"Kyaa!! Silva-senpai!!"
"Kyaaa!! Skuy nikah!!"
Sementara Ibes tengah sibuk menyiapkan cokelat di sebuah piring yang sebelumnya sudah dipersiapkan demi bisa memparodikan Shokugeki no Soma.
"Keberatan!!!" teriak Ibes menunjuk kearah gadis-gadis seperti dalam adegan Acce Attorney.
Skene angin-anginan mulai terasa, mendadak seperti dalam animasi Acce Attorney.
"Kalian belum mencoba cokelat perpaduan dari coklat belgia!! Jadi, silahkan di nikmati!!" sambung sang Ibes.
Entah kenapa, disekitaran sini sudah ada meja makanan dan tempat buat duduk.
"Ibes-kun sudah berusaha semaksimal mungkin!! Kalahkan dia Ibes-kun!!" seorang wanita cans karakter figuran kayaknya temannya si Ibes mendukung sang Ibes itu sendiri.
"Yare-yare.. aku akan selalu bersemangat... my darling Antoinette-chan..." ucap Ibes dengan kharisma bak pangeran.
"Silva-kun!!"
"Ibes-kun!!"
"Sa... wagariyo!!"
Ketiga gadis yang kayaknya juri mendadak memperlihatkan pesona malu-malu mereka seperti menahan sesuatu yang agak sedikit ecchi.
"Aroma-nya..."
"K-kelezatannya!!"
"Kyaaaa!!!!!"
"Chocholate is Delicious..."
"Kyaaa!! Aku terangsang!!"
"Jangan-jangan ini ditambahin obat perangsang, tetapi apapun itu... kyaaa!! Cokelatnya meleleh dimulutku!!"
Dengan Background nona-nona manis yang mandi dikolam cokelat itulah yang mereka rasakan saat memakan cokelat buatan sang Ibes.
Setelah rangsangan yang berbahaya, kini trio cewecans yang mendadak jadi juri sudah bersikap sopan dan akan menilainya.
"Jitsu wa... shokugeki ini gak berguna.. pemenangnya adalah......"
"Silva-kun desu wa!"
"Mada-mada dane.." ucap Ibes.
"Belum seberapa.." sambung Silva.
"Loh kenapa Silva-kun yang wins! Harusnya Ibes-kun!!" protes Antoinette.
"Wong jelas Silva yang winners.. inikan cokelat di area sini, buatan dia semua woy!!" teriak ketiga juri bersamaan.
"Oh iya.." sambung Antoinette.
"Final Set!! Three-Love. 3-0, End of Match, Silva-kun wins!!"
"Anjay malah kayak akhiran permainan tennis!!" teriak penonton yang mendadak jadi pejalan kaki seperti biasa.
"I-itu motorku!! Kau mengubahnya menjadi coklat!! Biadab kau!!" teriak seorang Pria yang marah-marah kayaknya.
"Dan mereka mengkomsumsi cokelat itu seperti tidak terjadi apa-apa!! Padahal ban-nya barusan ngelindas taik kuda di jalan!!"
"Kembalikan motorku!!"
"T-E-H-E " mendadak Silva sok imut bergaya bak feminim sembari menjulurkan lidah kepada orang-orang yang marah.
"Mobilku juga sudah menjadi coklat dan sekarang cokelatnya jadi bahan rebutan orang-orang!!"
Nampak jelaspun, dari Ibu-ibu yang makai daster sampai om-om perut buncit berbondong-bondong ngambilin cokelat di area sini.
Kendaraan dan pepohonan yang menjadi cokelat nyatanya aman dikomsumsi berkat kehebatan si Manipulasi cokelat.
"Chocholate is delicious, you know friends?? Jadi jangan protes please.. emang lu bisa buat coklat??" ucap Silva dengan nada yang dipenuhi pertanyaan balik.
"Nah gitu dong kata-kata lejendaris." sambung Ibes.
"Biadab kamu!!!" beberapa orang yang kendaraannya jadi korbannya si Silva mendadak rusuh dan mau ngajak Silva tawuran, karena beberapa tampak terlihat mengenggam gear sepeda.
"M-menakutkan desu wa!! Ibes-kun tashkete kudasai!! Kyaaa >< kalian jahat ><"
"Anjiir!!" Ibes menggerutu, tetapi karena Silva adalah boss disini, akhirnya Ibes mengeluarkan kemampuannya.
"Box Diamond!!" mendadak berlian keras muncul dihadapan Ibes dan Silva, sekaligus diamond itu membentuk lingkaran, untuk menghalau serangan dari berbagai sisi.
"Chocholate is delicious my friends!!" sambung Silva.
B e r s a m b u n g.