
"Semuanya jika menyaksikan OnePlusOne harap jangan terlalu dekat dengan cahaya lampu, biar mata kalian ga sakit.. apalagi ini cerita aslinya bikin sakit mata.." ucap Nicki..
"Ayo perdengarkan openingnya.. tu dua ga.." sambung Nicko.
let’s go out! open my mind
let’s go! sweet dream other side
Ima toki hanatsu kago no soto he
Sabi tsuita kagi nari yamanu kodou
Kiduiteta “Mou...modore nai”
Ushinawareta hibi ga
(Hey baby why?)
Aoku tsunagatteku
(I want to cry...)
Kowagaru jibun ni maketaku nai yo
Unmei kara nige nai
“Hitori ja nai”
Soba ni iru tatoe donna ni
Kanashii yume da toshite mo kamawa nai
Kimi no namida ni furetai yo... baby
I pray...“Shinjite”
Tsumetai kioku no yami kiri saite
"Gintama.. kenapa opening lirik Gintama dimasukin kesini.. woy chotto matte.. minnasan.. gomenasai nee.." ucap Nicki dengan sopan.
"Br*ngs*k... ini parodi garis keras..!!!" teriak Jyuubei.
"Jyuubei? Namamu Jyuubei kan.. hmm 9+1 \= Jyuubei!" Ucap Nicki berseru.
"Woy.. jangan terlalu melakukan peniruan.. ini sudah memasuki fase fase in the air..!!" ucap Nicko membentak.
"Fase in the air.. bukan ini fase strategi antimagic.." ucap Jyuubei menimpali.
"Ya.. kita akan melakukan triple combination.." balas Nicki.
Bagian Robot lengan milik Jyuubei, Jyuubei perlihatkan kepada mereka berdua.
"Ayo kita mengabungkan Gunmen-nya.." ucap Nicko.
"Tengen Toppa" ucap Nicko, bagian atas..
"Gurren.." ucap Jyuubei bagian tengah..
"Lagann.." ucap Nicki bagian bawah.
"Tengen Toppa Gurren Lagann.." ucap mereka serentak, Gunmen mereka bersatu bersama..
Dan menjadi tiga wajah yang sangat khas..
"Lost here i am.. whenever you cry.. and i am protect you.." ucap Nicki.
"Rip english.." sambung Jyuubei..
Mereka sudah sampai ditempat Stadion Robot Matching..
Dimana arena para petarung menggunakan robot.
"Inilah batasan melewati batas dan mencoba tetap digaris line zona kenyamanan.. jika manusia ingin menyerah.. maka menyerahlah.." ucap Komentator.
"Bahkan biarpun mereka menyerah, ketidakadilan tetap ada disini.. melakukan komentar disini hanya membuat mataku sakit.." ucap Pandemonican..
"Lihatlah, betapa cantiknya Pandemonican-chan.." ucap Nicki dalam posisi bawah, lebih tepatnya Lagann..
Matanya memancarkan sinar love-love.. karena dia memang ngefans Pandemonican-san
"Hmm.. kita sudah berada di XXX Next Level.." ucap Nicko.
Penonton lainnya sudah tertuju kerobot milik Nicko.
"Gunmennya mayan keren.. mereka darimana.."
"Aku baru melihatnya.."
Cunningham juga melihat Gunmen punyanya Nicko.
"Kurasakan hal ini diarc ini si Nicko yang bakalan beraksi lagi.." ucap Nicki.
"Haha.. tidak tergantung kepada satu orang kawan, ini adalah tergantung teamwork gan.." ucap Jyuubei.
"Jyuubei-kun.. kaukah disitu... khekhkehe.." Cunningham kemudian tertawa karena mengenali suara sang Jyuubei.
"Ya kurasa itu memang dia.. suaranya saja sudah khas.." ucap Yukimitsu.
"Mungkin dia gabung kesitu mau balas dendam perihal Piotr Szmanowszky, Souichi Ryouichirou, sama si Sebastian Mitrovich." Ucap Inler.
"Souichi? Diakan paman di kota Seattle Sounders, si Ahli Beladiri Minum Teh.." ucap Nicki.
"Karena Souichi-san sangat keren, tidak bertarung.. dan malah lebih menyerahkan hal itu kepada anak muda keren sepertiku.." ucap Nicki.
Nicki, Nicko, dan Jyuubei, mereka keluar dari Tengen Toppa Gurren Lagann.. dan memperlihatkan wajah mereka keribuan penonton.
"Korewa, korewa... Nicki-san kan.. yang dulu mampir di kota terkena time paused?" Tanya sang Pandemonican.
"Haha Pandemonican-san kau mengenali rookies yang baru datang itu.. ya mungkin mereka datang untuk tertarik mengikuti Robot Matching?" tanya Cunningham.
"Haha.. mereka takkan kalah jika ikutan ginian.." balas Pandemonican.
"Hehe.. not bad.. thanks for support me Pandemonican-san.. i am from Newcastle Jetswond.. kau.." Nicki malah sok english dan kemudian dia berada dalam mode lagi senang senangnya.
"Hmm... oh sorry.. youre bule toh.. watashi dont know desu.. ha-hi.." ucap Pandemonican yang kemudian ada Ha-hinya..
"Haru.. dia melakukan kata kata Haru-san.. dia melakukan Parodi.. dia melakukannya.." Nicki makin love love.
"Jadi kalian mau apa dengan robot ini?" Tanya Cunningham.
"Tidak ada alasan untuk menanyakan hal itu.. Robot adalah Robot.. tentu saja untuk Robot Matching, aku ini cukup keren dan berbakat, aku jenius.." ucap Nicko.
"Aku ketua disini.. robot ini adalah.." sambung Nicko..
Kata-kata terhenti, karena Nicki dan Jyuubei keburu menyebut hal itu..
"Tengen Toppa Gurren Lagann..." ucap Nicki dengan Jyuubei secara bersamaan.
"Halah.. kalian ini.. aku leadernya.. aku ketua.. aku harusnya yang nyebut..!!!" teriak Nicko.
"Hihi.. mereka cukup menarik..." ucap seorang wanita, Leone.
"Dari tim Robot White Shark kan.. mereka bakalan bakuhantam ini.. ayo kita menontonnya.." ucap para penonton.
"Haha.. thank you for support me.. i am keep spirit.." ucap Leone, dia kemudian memasuki White Shark Robotnya.
Diikuti oleh dua orang, Mohawk dan Fier.
"Disisi kanan ada team Tigermask, Eiichirou, Takigawa, Makoto.." ucap Pandemonican yang memulai komentarnya.
"Kita tidak ada waktu menonton tim sampah Tigermask.. mereka bakalan langsung lose.. ayo keluarkan kemampuan Excaliburnya.. Leone-chan..!!" teriak para penonton yang nampaknya sudah bisa mengetahui hasil ini.
"Okeh.." Leone, dia iya-iya saja dengan permintaan para penonton.
"Match Play..!!" teriak Referee.
"Hissatsu.. Takigawa Tripe Ecchi.!!." teriak penumpang Tigermask. Mereka langsung saja mengeluarkan jurus.
Mereka melakukan combination tiga pukulan beruntun kearah Robot Whiteshark.
"Haha.. ini serangan sampah.. mereka mau menghentikkan kita ya.." ucap Mohawk.
"Ayo lakukan Leone-chan.." ucap Fier.
"Leone chan janai.. kapten da..!!" bentak Leone.
Mereka kemudian menekan setir of the game dimasing-masing mereka duduk...
"Lakukanlah.. Excalibur..."
White Shark, kakinya dihantamkan ke ring, dan lalu retakkannya mulai tercipta..
"Ini dia.. dust to dust.. ash to ash.." ucap para Penonton..
"Inikah.."
"Excalibur V2.. Jump..." Robot Whiteshark kemudian melompat dengan cepat..
"Excalibur v3... Stardust of Dushes.." teriak mereka bersamaan..
Kombination of Excalibur dengan tecnical full damage..
"Kita takkan bisa menghindari ini. Makoto-san.."
"Ya.. karena kadang Asia bakalan cepat kalah.." sambung Takigawa.
"Mereka.. takkan mencoba untuk menahan serangan.. dan akan mencoba menerima hal itu.. apakah kemenangan hanya akan terlihat bagi yang kuat.." ucap Nicki.
Tigermask.. robot itu pecah-pecah.. dan kemudian bara api yang membara terpancar jelas dalam hadapan mereka.
Tiga orang cedera.. keluar dari Tigermask..
"Kita..."
"Pecundang.." Leone membuang ludahnya kepara pecundang yang lose..
Dia akan membuang ludah lagi.. tiba-tiba dengan kecepatan kilat..
Sang Nicko sudah menyambut ludah Leone..
"Uppss.. sory.." ucap Nicko..
"Ini parodi Golden Boy.. Golden Boy.. itu gaya Ooe Kintarou.. kenapa diparodikan.. dasar mesum kamu Nicko..!!!" teriak Nicki.
"Anjay.."
"Selanjutnya di OnePlusOne : New, Next Chapter, Kalah Dengan Cara Keren.." ucap Cunningham.
B E R S A M B U N G