1+1: New

1+1: New
Chapter 175 - Cerita Ini Sepertinya Bersambung.



".... Kakikanan Kakikiri akan beraksi... Lihatlah Nicki bagaimana sang Kakikanan akan beraksi..." ucap Niji èn~Cièl.


Kakikanan, apa yang coba dia rencanakan? Namanya tidak jelas dan sangat aneh, seolah-olah seperti 'Madu di kaki kananmu, racun di kaki kirimu..'


"Tetapi, yang jelas, pikiranku tak dapat kumengerti.. kaki dikepala, kepala dikaki..." Kakikanan yang kebingungan, dan fraksi yang dia cari sudah lewat kemudian, seperti dalam genre sinetron yang saling melewati satu-sama-lain tanpa mengetahui diri mereka masing-masing.


Apakah cerita ini harus menjadi sinetron biar mendapatkan viewers banyak? Meskipun begitu, meskipun seperti itu, meskipun ditakdirkan begini, mungkinkah cerita tanpa plot yang bagus menarik minat pembaca? Komedi gagal yang dipenuhi narasi gak bakalan bisa melampaui keindahan cerita yang memiliki plot terhebat.


- Akankah tatapan mereka saling bertemu? Kakikanan? Kemampuanmu seperti apa? Mengalahkan tokoh utama bagaimana? Karena dari namamu saja semuanya sangat tidak menarik. Kakiri Kakikanan. Nama terjelek yang pernah ada. Namun kesigapan untuk mencari musuh yang diperintahkan oleh sang Boss tidak bisa dia abaikan begitu saja. Apakah ini semacam takdir Manusia? Mau setia kepada siapa bukankah karena tergantung nasib indahmu seperti apa?


Mata iritasi? Kemerahan? Harusnya pakailah Instoh untuk membuatnya segar, meskipun suporaito nyatanya nyegerin, minuman itu gak bisa bikin matamu seger, Instoh membantu matamu segar dengan keren yang super-duper keren.


Tatapan serius sang Kakikanan, seolah-olah dia bisa melihat hal bagus apapun dalam kegelapan, bahkan foto dengan kegelapan yang gelap yang gak bisa dilihat oleh si Supir Taksi, terlihat jelas dimata sang Kakikanan bahwa itu adalah gambar Nicki yang diambil dalam kegelapan malam. Potretan Herikoputeru Skydiving.


Kita merasakan kosmo, kita merasakan aura kebiruan, kita akan merasakan kosmo yang membara dari sang Kakikanan.


"C-cosmo???!!!" Nicki merasakan aura kosmo Kakikanan, namun dia tak mengetahui dimana Kakikanan berada, Kakikanan memiliki Zone of the End: Bisa melihat jelas di tempat tergelap sekalipun.


"Cosmoku membara dengan bagus, menandakan musuhku berada disini, apakah yang harus aku lakukan? Tentu saja menyerang mereka dengan serangan terkuatku..." Kakikanan tersenyum, bersembunyi dengan kegelapan malam, mengintai mereka yang merasakan aura Cosmo.


Dia mulai mengambil ancang-ancang, ini adalah gerakan khas sang Pemain Sepakbola... "Transparan In Your Face..."


Bruashhhhhhhh!!!


Angin yang tercipta, kecepatan yang membuat sang bola menjadi transparan atau bahkan hingga tak terlihat, ini adalah kemampuan sang Kakikanan yang menakjubkan, tendangan yang tak terlihat karena kadar transparan yang dominan.


Ada waktu dimana mereka bisa menangkis serangan, dan ada waktu dimana mereka meringis kesakitan karena terkena serangan mendadak yang dramatis.


- Brakkkk!!


"??????!!!!" Hanya itu yang di-Ekspresikan sang tokoh utama, terkejut karena terkena, terkejut gak bisa menghindar hingga akhirnya bola transparan itu menghantam wajahnya dengan super telak.


Dia terhempas dan jatuh, dia terjerembab ketanah, dia mencium tanah, bibirnya ngusep ditanah, dia masih ingin romantisan dengan tanah kah? Atau dia nyoba berguman karena terkena serangan mendadak?


"Ugh.... Kosmo yang mengerikan.." Ucapnya yang merasakan sakit, serangan mendadak yang sangat berdampak, rasa sakit yang selalu dia rasakan saat terkena serangan.


Dia berdiri, nggak mau berlarut dalam kejatuhan, dia berdiri dan bangkit kembali seperti tokoh utama dalam genre shounen, "Kosmo yang mengerikan, kau adalah murid siapa? Seseorang?"


Dia nanya kepada penyerang, tapi penyerang tak ingin memberitahukan persembunyiannya, masih dalam keheningan.


"Souka, kau ingin semuanya selalu menjadi misteri, seperti genre Mystery dalam cerita detektif-detektif? Aku tidak berbakat membongkar persembunyian, tetapi... Cosmomu sangat luar biasa.. apakah kau sudah membakar kosmomu ketingkat tertinggi??!!!" Nicki semakin terkesima dengan serangan yang dipenuhi kosmo barusan, dia harusnya sadar bahwa cerita ini bukan Saint Seiya.


"Nicki, apakah kau menyukai sepakbola?" Tanya Kakikanan yang dalam kegelapan.


"Ini seperti Yoshiharu Kubo yang bertanya kepada Toshihiko, tentang apakah dia menyukai sepakbola, tapi aku tidak menyukai sepakbola.. B-bukan b-berarti aku m-membenci sepakbola.. h-hanya saja... i-itu tidak menarik.. t-tapi g-gol babang Crestianyo Ryonaldo itu besto!!" Balas Nicki.


"Kau sedang berbicara dengan titisan Crestianyo Ryonaldo sekarang.." Kakikanan balas berkata dengan sedikit coolest, "Kuyakin kau sebenarnya pens Rioneru Meshi, kau hanya berpura-pura menjadi pens Crestianyo Ryonaldo.."


"Tuduhanmu itu harus aku -OBJECTION-kan! Karena itu super meresahkan!" Teriak Nicki.


Dia menunjuk kearah asal-asalan, sementara yang ditunjuknya 'Kakikanan' tidak ada disitu.


"Souka, kau berusaha menebak keberadaanku dari seberapa sering aku bicara? Baiklah, waktunya untuk membungkam-mu selamanya!!" Teriak Kakikanan.


"Ketika Kakikanan berkata begitu, maka tendangan kakikirinya akan semakin berbahaya, karena Kakikanan sudah memiliki 'Cosmo' ketingkat yang lebih tinggi..." ucap Niji èn~Cièl.


Kakikanan kembali ingin menendang bola sekuat mungkin dengan mengerahkan segala kemampuannya, "Striker memiliki insting mencetak gol rutin, aku adalah striker terhebat!" Teriaknya lagi.


~ Wushhh ~


Serangan tak kelihatan, dari kegelapan, serangan dengan tendangan tak tercela dengan kecepatan yang gak terduga kini kembali melesat kearah sang Nicki.


Apakah dia akan melakukan kecurangan? Ataukah mendadak plot cerita ini akan berubah? Tentu saja bisa saja terjadi karena tokoh utama selalu membuat perbedaan jalan cerita.


Nicki tersenyum, "Kau berada disana, titik tercela yang takut kepada pertemuan, kau pikir aku tidak memperhatikan segala kemungkinan yang akan terjadi? Kejutan mendadak? Serangan invisible yang gak ketahuan? Aku tidak mengetahui bagaimana seranganmu mengarah.. Seolah-olah aku digaplok makhluk halus karena gak bisa melihat objek.." Nicki mendapatkan buff berlebihan, dia tidak terlempar kesana meskipun dia menahan serangan ini menggunakan wajahnya yang biasa-biasa saja.


"Kau berada disana, mengintai dengan tatapan biasa-biasa saja, seakan-akan kau luar biasa; seakan-akan kau akan menang begitu saja, kau meremehkanku... Makhluk Halus..."


"???!!!!" Kakikanan hanya terkesima karena sang Nicki tidak terhempas meskipun terkena telak tepat diwajah, meskipun hidung Nicki mengeluarkan darah, dia masih tetap tidak ingin berakhir begitu saja, "Kakikanan, kau karakter lemah dengan kekuatan ampas, hanya membuat invisible? Cuih.. setidaknya Bicycle lebih op darimu.." ucap Nicki.


Apa yang akan dilakukan oleh Manusia jika mereka berada dalam posisi terpojok? Posisi dimana mereka gak bisa melakukan epic-comeback karena sudah terlalu susah?


Apakah banyak yang mengetahui hal ini? Atau mungkin musuh ini akan bunuh diri dengan bom? Seperti Deidara seni adalah ledakan? Akankah serangan kejutan yang membuat mereka sama-sama kalah akan Kakikanan perlihatkan?


Tidak.. Kata-kata ini akan lebih sederhana dan gak bakalan membuatmu merasakan rasa sakit terlalu dalam jika kamu mengatakannya terlebih dahulu? Kamu akan diampuni? Sembari lawanmu tersenyum dan berkata kepadamu 'Usaha yang bagus? Coba lagi lain kali?'


Ya , Saat Manusia berada dalam posisi yang akan benar-benar membuat dia kalah, dia akan berkata..


"Aku menyerah.."


B E R S A M B U N G