1+1: New

1+1: New
Chapter 171 - Sepedaku Roda Dua.



"Sepedaku roda dua, bukan roda tiga, karena aku bukan anak kecil lagi, aku akan melampaui segala ekspentasi!!!" ucap Bicycle.


"S-sekarang Bicycle itu berada di jalur mana? Dan wajah seperti apakah yang dia perlihatkan? Rasa senang mengemudikan sepeda TDR-3000, Kah? Atau rasa senang melewati penggunungan?" Tanya Nijiiro.


"TDR-3000? Merk sepedanya bukan itu, merk sepedanya adalah TDR-Gravity Zerou, Ini bukan Upin dan Ipin dan kawan-kawan yang ada sepeda merk TDR-3000? Karena disini enggak ada karakter bernama Tok Dalang!!" Seru Kakudriver, "Dan kurasa seperti biasanya, gerak-gerik bibirnya bergerak ber-irama, seperti menyanyikan sesuatu dengan perasaan yang senang... Karena dia adalah pembalap sepeda yang pernah membawa gelar InterHigh.."


"I-Interhigh? A-apakah Bicycle-san adalah pemenang Inter-High Balap Sepeda Beregu musim ini???!!" Cohnan nampak terkejut, "Aku tahu, dia berada di sekolah Shoukougan del Parademica, itu adalah tim yang wins Inter-High!!"


"Benar, yang akan kita lawan adalah Pembalap Sepeda Jenius, Bicycle Skydiving, umur 17 tahun..." ucap Nijiiro.


"Apakah dia berpikiran dewasa, ataukah cem bocil abg pada umumnya, umur segitu terkadang masih naif, pemikiran naif terampas dengan dorama 'Aku takkan kalah' lalu 'Masih belum berakhir' atau 'Aku masih bisa berjuang' Kurasa dia akan berpikiran seperti itu.." ucap Nicki.


Adegan sekarang bukanlah seperti mereka yang menuju ketempat tujuan, melainkan seperti mereka menunggu musuh datang, apakah Nicki cs tidak bisa bergerak cepat? Mereka hanya terlalu sering berhenti di tempat dan lalu saling bicara sepanjang mungkin.


"Ya, benar, cerita ini memang cocok menjadikan genre Action sebagai Sub-Genre, karena begitulah adegan yang terjadi sekarang, Lensa Kamera terlalu sering merekam dan menanyangkan adegan obrolan mereka, sementara aku yang berjuang mengayuh secepat mungkin tidak mendapatkan apresiasi, apakah aku harus cemerlang seperti di Inter-High, agar kamera mulai menyorotiku sesering mungkin?"


"Kurasa, sekarang aku mengeluh sedang ditayangkan, dan para pembaca atau bahkan para penonton mungkin bisa mengerti perasaanku, jauh dari kamera, tenggelam dalam bayang-bayang tokoh utama, cerita seperti inilah cerita yang takkan disukai pembaca, Tokoh utama dibuat terlalu cepat menang, sedangkan musuh terkuatpun bisa kalah secara instan, Ini bukan hidangan cepat saji, atau bahkan mie instan, aku sekarang ingin bernyanyi.. Hime-Hime-Hime suki suki daisuki hime..."


"D-dia tersenyum ditanjakan? I-ingatlah pasukan ampas yang menunggu musuh, musuh dengan umur muda sudah mulai datang dengan kecepatannya, dia berbicara panjang lebar, dan kemudian berucap dengan kata pendek berikutnya, nampaknya dia sudah mengeluarkan jurusnya, jurus dari kemampuannya yang mungkin akan membuat kalian semua terkejut sekarang.." ucap Kakudriver cukup panjang, dia memberitahukan rincian musuh yang mendekat. Kecepatan yang masih misterius dan ekspresi wajah misterius yang tidak bisa disaksikan oleh Nicki dan kawan-kawan kecuali Kakudriver.


"Technical Speed: Bicycle Touchdown!!"


Cerita ini tidak akan keren jika jurus mereka tidak dinamakan, dan semuanya harus dinamakan agar serangan bisa dilesatkan, cerita seperti inilah yang takkan lengkap jika tidak menyertakan nama jurusnya.


Bayangkan barusan kamu membaca bagian terdepan, dan itu memanjang bukan karena adegan yang rinci, melainkan obrolan basa-vasi dari karakter sampingan yang cuma muncul sekali-kali dicerita ini, Tokoh sampingan yang nggak ada pentingnya sama sekali, hanya muncul dibagian gak guna, dan selalu berucap; berbicara, dan banyak bacot seperti pemain game Mobel Lejend.


"D-dia....."


"??????!!!"


Apa yang terjadi sekarang adalah ekspresi keterkejutan seperti biasa, dan mereka yang menantikan kedatangan sang Pemuda hebat pun kini melongo, Sepeda sang Pemuda itu mungkin akan menabrak sang Nicki.


"Ya-ha!!!"


"Kau ingin menabrakku, membuatku cedera agar ga bisa memainkan sepakbola di next days? Aku ingin bertanya, Bicycle, omae wa, sakkar ga suki kah?"


"Ya-ha!!"


Tabrakan dan bunyian, namun senyuman menyertai sang Nicki, "Elekturikku Shield no Densetsu: Yuusha Shield no Densetsu no Guardian Shield!!"


"Woi, nama jurus apaan tuh? Kenapa panhang amat anjir!!" Teriak Jack.


"Lumayan..." ucap Bicycle, "Kau menahan tabrakanku dengan shield yang absolutely kuat? Menarik..."


Sepeda sang Bicycle menabrak perisai milik Nicki, kekuatan kedua Manusia yang melampaui Manusia biasa, ini adalah kemampuan yang membuat makanya cerita ini genrenya begini. Tidak masuk akal, karen fiksi-modern akan selalu menyertai kehadiran mereka semua.


"Sepedaku roda dua, kau menahan sepedaku roda dua dengan pertahanan terkokoh, kau adalah dinding yang harus aku robohkan.."


"???????!!!"


"N-n-n-n-nani????????!!!!!!!"


Dinding yang menghalangi, sangat-sangat kokoh, kokoh-kokoh sekali, dan semangat masa muda para pemuda, takkan kalah semudah itu, mengapa 'Seishun-tachi' selalu ganbare? Karena mereka selalu mada-mada akiramenaide.


Never Give Up, dan melampaui segala kemungkinan yang takkan pernah terjadi.


"........A-aku terdorong???!!"


Meskipun Nicki menahan tabrakan dari sang Bicycle, perlahan dia mulai terdorong dari tempat dia berdiri, ini adalah semangat masa muda yang takkan kalah semudah itu melawan Oniichan-tachi.


"Dinding yang menghalangiku sangat tinggi... tinggi-tinggi sekali, tetapi, dinding yang menghalangiku, akan kuhancurkan dengan Touchdown-ku!!"


Prakkkkkk!!!


Apa yang coba diperdengarkan oleh bunyi kerusakan, retak-retak menyakitkan yang akan memberitahu bahwa sampai disini kemampuanmu, kamu akan kalah, kamu akan berakhir, tidak ada Plot Armor yang akan mencoba menolongmu dari kekalahan yang menyakitkan.


Apa yang terjadi sekarang adalah runtuhnya tembok kokoh, apa yang terjadi sekarang adalah sang Nicki yang terhempas dan menbuat tubuhnya menghantam rumah sebelah sana.


Jangan jelaskan seperti apa rumah itu, yang jelas rusak, bolong, dan mungkin merasakab rasa sakit yang lebih sakit dari Manusia itu sendiri.


"P-perisaiku... H-hancur? U-ugh..."


"Sepedaku roda dua, keringanan adalah atribut dari olahraga yang menyenangkan, sedangkan keberatan adalah puncak menuju kekalahan yang cepat, Train-san kalah karena kendaraannya terlalu berat..." ucap Bicycle.


Nicki menderita pendarahan didahinya, bahkan juga mungkin bahkan kulit lainnya lecet-lecet akibat serangan barusan, "I-ini tidak akan semudah yang kubayangkan, Dia berumur 17 tahun, dan tidak memperlihatkan pemikiran naifnya.." ucap Nicki.


"Niisan, a-apakah serangan biasanya itu lebih kuat dari tabrakan kereta api??!!" Nicko bertanya.


"Semuanya masih menjadi hitam-putih, dia tidak bisa diremehkan, dan karena aku terlalu meremehkannya hanya karena berdasarkan umurnya.. akhirnya aku tertipu soal status senioritas.."


"Nicki-senpai, bagaimana seranganku yang menakutkan? Kau merasa ingin menyerah? Tak ada harapan? Pulang kerumah dan lapor mamah? Ckckkckck... Ini mudah..."


~


Kenaifan, kenaifan, apakah barusan itu adalah kata-kata naif , dimana saat mereka yakin menang, mereka akan sombong terlebih dahulu tampa membuat itu menang benaran.


"Sepedaku Roda Dua, Wajar bisa membuatmu mendapatkan damage, karena aku selalu serius untuk membuat target menderita luka-luka.." ucap Bicycle.


"Yare-yare, Sepeda-kun, kau baru coming soon, dan baru is here from stories, youre not know my power and trick from next Attacking, youre naifu..."


"Nicki-senpai, kau gilakah? Soalnya kau berkata aneh sekarang; apakah kata-kata barusan adalah alibi untuk menyembunyikan kekalahan dan ketidak mampuanmu melawan orang sehebat diriku?"


"Benar... Kau hebat... Benar... semuanya benar... benar ... aku akan pulang kerumah dan kemudian cuci kaki lalu tidur... Tapi, sebelum aku melakukan itu, kamu yang akan melakukan hal itu terlebih dahulu..." Nicki memasuki keseriusan yang tak terduga, sedangkan lawannya masih terus terpaku pada Touchdown sebelumnya.


"Sepedaku Roda Dua...."


B E R S A M B U N G