1+1: New

1+1: New
Chapter 186 - E



Eh, aku kebingungan membuat judul chapter.


Eh, mendadak kepengen judul chapternya 'E' doang karena ngedengerin lagunya Asian Kungfu Generation - E.


Eh, bagaimana, bagaimana? Akupun tak tahu.


Eh, kayaknya cerita ini lagi kehabisan ide, atau Eh, coba lihat, kok kebanyakan Eh-eh-eh doang.


"E......."


Cohnan yang kehabisan tenaga, akhirnya pingsan setelah berhasil membuat Stadion kalah dengan cara yang gajelas, modal peluru bius doang kayak si Edogawa Conan.


"Bisa-bisanya penulis mikirin hal beginian? inimah terlalu parah plot armor-nya!!" Seru kak Nicki.


"Kamu juga hobi dikasih plot armor, gak usah ngeluh-ngeluh segala!!" Bentak Asep.


"Om Asep, yang kalahin Om kan aku, bukan si Nicki, eh dengan bantuan Cohnan juga sih.." Mana mengikuti obrolan seperti biasa.


Mereka masih bisa santai, meskipun seberapa berat apapun hadangan, kita harus selalu positif menghadapinya, itulah yang coba dituangkan oleh cerita ini.


Cerita ini hanyalah fiktif belaka, apabila ada kesamaan di dunia nyata, berarti kalian Manusia Super.


"E...."


E E E E dan E selalu dominan, apakah ini semacam menambahkan kosakata yang banyak seperti tulisan gabut yang mengejar target dan hanya memasukan kata-kata ABC dan seterunya di iringi dengan spasi tanpa harus repot-repot mikirin rute alur gimana cerita ini berlanjut?


"Sepertinya mereka ingin ranking satu.." ucap Nicki.


Nicki pun sadar, bahwa cerita ini tak berpengalaman dalam pendalam alur, tetapi mau setidak-bagus apapun, cerita ini tidak memakai trik curang dengan memperbanyak kata satu 'A' dan spasi ke 'B' cuma buat nambah-nambah kosakata biar menjadi banyak dan gak kekejar.


"Mereka memakai trick curang mungkin karena sudah terbiasa main game pake chit, akhirnya trick curang kebawa sampe ke-ranah tulis-menulis.." Komentar Nijiiro.


"E... Chapter ini semacam chapter khusus untuk nyindir atau gimana? Nanti kena report bahaya loh, bakalan hilang dari muka bumi ini ceritamu!!" Seru Nicko. Nampaknya dia sadar kalau terlalu spektakuler ngejek bakalan kena report ramai-ramai.


"Tapi kan cerita ini dikarang secara menyeluruh tanpa kopas-kopas punya orang, mana ada bisa hilang, lagian ini bukan copy paste, bahkan ga make trick mereka kayak ngecopy chapter yang udah ada buat ditimpuk lagi ke chapter baru biar banyak kata dan ranking satu, kayak sebelum-sebelumnya tuh, akhirnya ngilang gitu ajah beberapa hari kemudian, gak terasa malah, ga sampe seminggu.." Jack berkata panjang.


Lihat mereka hanya membicarakan hal-hal yang gak penting, gak guna dan gak berhubungan ama cerita ini, mau dibawa ke mana cerita ini kalau selalu begini gak beraksi dan gak ada ketegangan yang terasa.


"Intinya cerita ini cupu.." ucap Bossun.


"E..... Aku jadi bingung, kenapa kalian hobi berucapkan E, apakah ini semacam chapter khusus doang?" Tanya Airport.


"Ini gak bakalan dibuat sampe seribu kata, karena chapter ini khusus buat , ah jangan buka kartu, nanti di-PHK ama system!!" Nicki berseru, dan seperti semua akan menghilang, tapi mana mungkin, karena cerita ini tidak mengandung lagu-nya Garasi berjudul Hilang.


"Semua karena cinta kutertawa, semua karena cinta yang ditinggalkan hanyalah luka, dan semua menghilang, dan semua menghilang.." Mana bersuara, bersenandung dengan lagu-lagu galau yang meresahkan.


"Kenapa musti nyebut-nyebut lagu musisi, cerita ini bukan genre musical, dan chapter ini harusnya cuma menyindir yang baru-baru ini terjadi di belantika yang masih misterius.." ucap Mana dengan wajah lumayan datar.


Apakah sang Penulis cerita ini beberapa kali dalam benaknya ingin melakukan trick curang seperti mereka-mereka ini?


Narasi memberikan pertanyaan khusus untuk sang Author, Author sebenarnya enggan menjawab, tapi Ia berusaha sedikit realistis menanggapi fenomena yang unik ini.


Author: Ada juga yang tulisan banyak kosakata namun menyimpan chapter dulu dan belum di posting, itu gak apa-apa, kalau kepengen menang lomba ginian, usahakan simpan chapter dulu berbulan-bulan, biar pas event mulai tinggal copas ke sini, dan kemudian rilis, maka kosakatamu akan nambah banyak, itu gak masalah , daripada make trick curang seperti nimbun chapter yang sama mendingan simpan chaptermu beberapa bulan yang lalu!


"Woi ini cerita kenapa harus ada author di narasi? Apakah mau jadi tokoh utama di sini? Gak usah banyak berceloteh, ke depan sana dan lanjutkan mendatangkan musuh terbaru!!" Teriak Nicki dengan beringas, nampak Ia tak senang dengan kehadiran sang Author di sini.


"Ini hanya memberitahukan sesuatu, atas kehendakku, kamu bisa saja aku gantikan," Siluet belom keliatan, masih suara tak bertuan, ini mempresentasikan sang Author yang berbicara, Ia ingin mengeluarkan beberapa kosakata yang paling bagus untuk kalian baca.


"Jauh sebelumnya, dalam benakku terdapat pemikiran seperti itu, menimbun chapter yang sama demi mendapatkan banyak point, tapi setelah kulihat beberapa orang berlomba di tingkat lain, tulisan mereka murni tak sama chapter, dengan menimbun chapter yang sama, seperti kita mengejek usaha keras para penulis yang memikirkan cerita sebagus dan serumit mungkin untuk menjadi cerita kesukaannya.." Author berucapkan kata panjang.


"Kalau tak memiliki kekuatan untuk menulis banyak, jangan memaksa ikut dengan nimbun chapter yang sama, atau bahkan alasan gabut doang sampe isi ceritanya cuma A.i.u.e.o doang.. Parahmen!!" Bentak Author.


Nampak Ia marah terhadap hal ini, nampak Ia kesal terhadap hal ini, nampak Ia ingin berjuang menciptakan cerita sepanjang mungkin, nampaknya seperti itu, sudah terbukti dengan rentetan kata-kata yang tak menarik untuk disimak.


Menjadi kesia-siaan yang berpotensi untuk diabaikan, ditekan klose, ditinggalkan, apakah ini kamu sadari pintu hatiku? Menggalau, kini kulihat dunia berbeda, ingin kumenulis semenarik mungkin?


"Woi!!!"


Semangat mereka masih ada, tak berakhir begitu saja, ingin menapaki kembali jalan dengan kata 'Aku tidak akan pernah berhenti berjalan'


Namun.


"Guitar Transformation: Cars!"


Gitar ajaib sang Nicki berubah jadi mobil, yang muat untuk 4 orang saja.


"Kita yang lain gimana woi?!!"


"Ada aku??!!" Seru Nicko, si Tokoh Kedua yang gak ada guna di cerita ini, karena keseringan Nicki doang yang disorot.


Lantas sekejap berjalan pelan kedepan, dan baru sekejap kembali lagi berhenti, lengkap dengan sesosok Manusia yang menunggu di seberang sana.


"E??!???!!!" Nicki langsung menghentikan mobilnya yang sedikit pelan, bahkan Nicko pun melakukan hal yang sama.


"Turun kalian, tarung kok naik mobil..." Senyumannya nampak berbahaya, apakah kali ini kedatangan musuh yang kuat?


"Bagus, harusnya Author melakukan ini daritadi, tapi sengaja ditunda-tunda tadi biar bisa lengkap seribu kata, emang agak licik dia, meskipun gak kayak penimbun chapter yang sama.."


B E R S A M B U N G