1+1: New

1+1: New
Chapter 91 - Final Set! Open the Door!!



Pertemuan mereka menimbulkan kekhawatiran mendalam soal apa yang mereka sembunyikan.


Si Raja Mengupil, atau apapun julukannya yang sangat banyaknya, saking banyaknya entah julukan apa yang cocok untuknya. Bersamaan dengan itu, sang maling professional bernama Farfàn Openthedoor memiliki julukan..


"The Phantom of Tief!!"


"Kembalikan dompetku yang engkau curi!! Soalnya disitu ada alamat cewek di dunia maya yang ingin kutemui hari ini!!" tampak channel televisi yang menayangkan berita belum terganti.


Dan Pria yang membentak ini begitu kecewa, terlihat sangat sedih karena pertemuannya dengan cewek dari dunia maya harus berakhir takkan terjadi karena alamat yang diberikannya malah hilang.


"Apaan nih, repot bener, tinggal nanyain lagi ke cewek alamatnya kan gampang, ga perlu masuk berita segala." Farfàn membuka komentar terlebih dahulu soal berita yang terjadi disini.


"Bukankah, The Phantom of Tief hanya mencuri via rumahan, kenapa dompetmu bisa hilang gan?" Tanya sang pembawa acara.


"Loh!! Aku ada di rumah ketiduran!! Kebetulan masang alarm kencan, aku bangun!! Dompetku dah gak ada!!" bentak Pria malang ini yang muncul di televisi.


"S-sangat very-very kasihan desu wa.. ululu.." Kuon Whiteknight mendadak berkaca-kaca matanya, menandakan bahwa dia sangat sedih melihat ucapan sang narasumber.


"Yelah.. maling dimanapun kalaupun diminta kembalikan barang yang ia curi.. ia takkan kembalikan, karena emang dasar kalau udah maling yah bakalan maling dan plus ngabisin isi dompetnya, lepastuh... sehabis manis abis itu dibuang." komentar Nicki.


"Hey!! Kau jangan menghina sang maling! Mereka juga punya kehidupan!! Kehidupan itu keras kawan!!" bentak Farfàn.


"Alkisah dalam kisah, seorang maling berusaha bertobat, tetapi tidak jadi karena dia terpesona oleh indahnya uang!!" bentak Nicki.


"Kau yang mengatakan kata-kata jelek!!" bentak Farfàn.


"Hey kenapa mendadak berdebat, alkisah pas awalan, Pria ini maling, tetapi kemudian dia melihat indahnya pesona gadis.. diapun memutuskan berubah untuk tidak maling... karena dia jatuh cinta!! Bagaikan manga genre Shoujo!! Akhirnya pria ini melamar sang gadis dan lalu.. hidup bahagia..." ucap Kuon.


"A-akhir yang sangat shoujo dan sangat romantis!! Ah indahnya!!" sambung Kuon yang merona.


"Haddeh!! Begini!! Aku tidak mengetahui seluk-beluk maling professional, tetapi maling itu ga bagus!!" ucap Nicki lagi.


"Heh!! Apanya yang tidak bagus!! Karena dia maling, dia dapat duit!! Maling itu sama dengan pekerjaan!! Brengsek!!" bentak sang Farfàn.


"Lihat!! Terjadi keributan!!"


"Hohoho!! Selesaikan di ring tinju saja kawan!! Jangan di tempat event yang sakral!!"


"Lihat pelanggan kamu pada kabur karena kamu galak kepada satu orang konsumen!!" ucap beberapa orang yang menonton upacara debat ini.


"Jadi begini!! Kita akan melakukan acara debat-mendebat!! Soal maling dan soal anti-maling!! Laksanakan!! Wan two three!!" Teriak seseorang yang mendadak jadi wasit.


"Heh?? Adakah turnament seperti ini??"


Nicki menatap tajam kearea lain, dan lalu dia melakukan konsentrasi penuh soal apa yang akan terjadi kemudian.


"Bagaimana berkelahi pak jawab murid seperti jagoan?"


"Omar Bakri!!"


"Kau mengetahui lagu itu kawan?? Seratus poin untukmu kawan!!" seru sang Farfàn.


"Tanding apaan nih??" Kuon malah mendadak cengo karena ketidak-jelasan turnament abal-abal ini.


"Hmm.. saya membayangkan sesuatu seperti the end of arc. Lalu di akhir malah ngelawak!! Tebak apakah itu!!" ucap Nicki seperti menantang sang Farfàn.


"Gintama! Shirogane no Tamashii-Hen. End of Arc yang nyatanya di akhir arc malah ngelawak lagi!!" jawab sang Farfàn dengan bersemangat.


"S-sangat h-hebat k-kawanku!! K-kau benar!! Amazing!! Awesome!! Best dah!!" ucap Nicki.


"Baiklah skor sudah satu sama kawan-kawan!!" Nampaknya Farfàn dengan sang Nicki memperlihatkan persaingan yang sehat di turnament tebak-tebakan ini!!" ucap Komentator.


"Hmmm.... kumo desu ga nani ka??"


"Hmm.. kau jika memberikan pertanyaan jangan memberikan judul manga-nya juga!! Ini sangat very-very easy kawan!! Ganti pertanyaan!!" ucap sang Nicki.


"B-baiklah.. S-senpai!!" sambung sang Farfàn yang kayaknya mendadak malu-malu.


"Eh... Kame-ha-me-...." sambung sang Farfàn.


"Doragon Ball? Gintama?? Atau?? Sejenis beberapa adegan yang diparodikan!! Tetapi nyatanya Kamehameha masih masuk semesta Dragon Ball!!" ucap Nicki dengan nada semangat seakan-akan ia tahu jawabannya sudah benar.


"Brengsek!! Ini sudah benar!! Apanya yang salah!! Ini benar!! Ini benar!! Brengsek!!" bentak Nicki yang tidak terima dia salah.


"Sekali salah tetap salah bego!!" bentak Farfàn.


"Seorang pemberi soal pasti akan tahu jawaban tentang apa yang ia tanyakan!!" sambung Farfàn.


"Gimana kalau G-gintama???" tanya Nicki yang mulai kebingungan.


"End of Time.." ucap sang Farfàn yang kayaknya membatasi waktu soal yang ia berikan.


"Coba lihat aku menanyakan soal kamehame... dan yang hilang ada 'Ha' ini merujuk ke anime Blood Lad!! Kemampuanmu masih mada-mada dane!!" ucap sang Farfàn.


"Ya..." Nicki memelankan suaranya, "Dan begitu juga denganku.."


"Heh??"


"Pemilik aktion figur, takkan membayar aktion figur yang memang punya dia.." ucap Nicki dengan tatapan tajam kepada sang Farfàn.


"Monkey D. Luffy, aku ambil ya?" sambungnya lagi, Nicki tampaknya mengetahui bahwa aktion figur yang dijual sang Farfàn adalah maling.


"Eh?? Nicki-san.. kau membawa Monkey D. Luffy tanpa menanyakan harganya!!" bentak Kuon.


Namun mendadak Kuon seperti mengetahui hal yang sebenarnya, itu sebabnya raut wajahnya berubah kemudian.


"Souka......" sambung Kuon kemudian yang mulai berkaca-kaca meskipun tidak mendapatkan jawaban dari sang Nicki.


"Kau tahu kawan, Gadis akan selalu penasaran tentang apa yang kau lakukan, seorang Teman dekat akan selalu ada untukmu, dan sebagai wanita mereka dipenuhi oleh jutaan misteri yang takkan kau ketahui.." ucap Nicki..


"K-kuon??"


"Aku mengetahui tentang Farfàn-kun, semua tentangnya dan cara ia berjalan sangat dinamis, kadang ia tertawa sembari menyembunyikan sesuatu.. banyak hal yang ingin kutanyakan padamu.."


"Apakah membuatku bahagia.. adalah misimu??"


"Kau menjadi maling dan lalu membawa ini kembali ketoko!! Dan kembali lagi menjualnya!! Lagi dan lagi!! Seakan-akan takkan ada habisnya!! Dan seakan-akan barang itu memang banyak meskipun sama.."


"Tetapi... aku tetap mengetahui setiap rinci dari barang yang kau bawa.. dan barang yang kujual.. dan lalu kau membawanya kembali.. seperti... aku menjual itu untuk dicuri kembali..."


"K-kuon!!" Farfàn memang sangat terkejut soal ini, dan keinginan hatinya adalah melindungi sang Kuon... dan itu akan selalu ia lakukan..


~ Dahulu kala... kemudian setelah ratusan tahun sejak era sang Won Openthedoor.. mereka memiliki generasi yang baru, dengan karakter bernama Karas Openthedoor... yang dikisahkan sebagai maling... dia sangat ingin melindungi seorang gadis dari klan Whiteknight bernama 'Silka Whiteknight' sebagai seorang pria yang jatuh cinta dia akan melakukan segala hal untuknya.. termasuk menjadi maling dan memberikan barang untuk sang Silka.


Tetapi.. sebagai bentuk bahwa sang Silka menyukai Karas.. dia mengetahui segala hal tentangnya dari rahasia yang ia lakukan untuknya atau sesuatu yang ia dapat darimana..


Dalam akhir.. kemudian... seorang pria detektif datang dan melakukan perdebatan.. dalam akhir skene... Silka memberitahukan apapun tentang Karas..


Hingga akhirnya...


Dia berubah mungkinkah? Dan lalu.. Karas membuang masalalu bernama 'Maling' untuk menjadi pria yang baik dan mencoba membahagiakan 'Silka'..


Mereka hidup bahagia... dan lalu... kisah mereka masih belum berakhir.. tetapi sayang sekali... cerita ini berakhir..


Seorang Pria berpakaian khas pegawai menutup lembaran buku terakhir...


"C-cerita yang bagus!! F-farfan-oniichan!!"


"Kyaaa!!"


"Tetapi kenapa lagi-lagi karakter di dalam cerita itu memakai nama keluargamu Farfàn-oniichan!"


"Perempuannya juga memakai nama belakang keluarga Kuon-oneesan.."


"I-itu rahasia perusahaan!! Hehehe.." ucap Farfàn kemudian..


Final Set.. Open The Door.. End of Arc.


B E R S A M B U N G