1+1: New

1+1: New
Chapter 137 - Fist of the North Star [Parody]



Tinju.. tinju dan tinju.. kekebalan.. dan kekebalan..


Otot dan otot.. kuat..


Get Power...


"Ike ike Kenshiro-kun.. omae wa mo shindeiru..!!" Teriak Nicki..


"Hajar si Raoh.. kalahkan dia Kenshiro-senpai!" Teriak Nicko.


Hal klise dan akan selalu menjadi ciri khas.. bahwa tokoh utama akan selalu muncul dengan adegan menonton televisi..


"Fist of The North Star.. best anime fighting in the world.." ucap Nicki.


"Iya.. nonton si boleh.. tapi... jangan bawa-bawa judulnya kali dichapter ini.." ucap Nicko.


"Gapapa.. cuma minjem judulnya tidak apa-apa.." balas Nicki.


Mereka berdua kemudian melanjutkan menonton anime tersebut dengan serius..


"Fist of the north star.. jadi ingat masalalu.." ucap seorang gadis cantik yang melewati rumah Nicki.


Ya dia mendengar percakapan dua kembar itu tentang Fist of the north star.


"Tapi.. cobalah buat judulnya dengan versi jepang-nya ajah.. contohnya Hokuto no Ken.."


"Everlasting Firebelle..."


Gadis itu bernama Everlasting Firebelle..


"Everlasting Mariabelle.. dia melakukan peniruan dari karakter anime Majutsushi Orphens.."


"Fist of The North Star.. ada sebuah legenda.. dulu dulu sekali.. Kenshiro-senpai adalah orang paling keren.." Nicki mulai membaca beberapa tulisan.


"Eh.. ini sepertinya salah sinopis.." gumam Nicko.


"Eh.. lebih tepatnya sekarang aku baru nonton di televisi episode pertengahan ini.. aku lupa bangun pagi dihari minggu dan menyaksikan Fist of the north star.." ucap Nicki.


"Bodoh baka aniki.. kau memang fens abal abal Kenshiro-senpai!!" Bentak Nicko.


"Wajarlah akukan pens berat Ashita no Joe.." balas Nicki mencoba membela dirinya.


Ya memang betul Nicki sangat menyukai Ashita no Joe. Dibeberapa chapter saja banyak banget parodi dari Ashita no Joe.


"Daripada kita saling rusuh disini karena kamera sudah mulai mengatakan aktion... dan lensa mulai merekam. Para kameramen sudah berusaha semaksimal mungkin untuk merekam kita.. kita harusnya bekerja sama dalam situasi seperti ini.." ucap Nicki lagi.. kali ini dia juga dengan posisi khasnya yaitu mengupil.


"Nicki niisan kau adalah cerminan sang author.. karena authornya doyan ngupil dan malas plus pengangguran sifatnya dimasukin kedalam karaktermu." Ucap Nicko.


"Jadi sekarang ide apa yang akan dia perlihatkan dengan judul chapter Fist of The North Star ini.." sambung Nicki.


Mereka berdua tampak sangat penasaran ide apa yang akan datang menghampiri, dan kekerenan bagaimana yang akan mereka pertunjukan.


Tanpak sekilas hujan mulai turun... rintik-rintik hujan membuat bunyi genteng "Tik tik tik bunyi hujan.. hujannya turun tidak terkira.. cobalah tengok dahan dan ranting basah semua.." Nicki menyanyikan hal itu dan kemudian melihat kebalik jendela rumahnya.


Pemandangan tak biasa disaat hujan.. seorang gadis.. tampak..


"Ikkeh ikkeh dia.. yehaa..." Teriak mereka..


"Kita hajar.. yehaa..."


"Upps.. Pria Pria sekarang dizaman now ini suka main keroyokan yah kalau soal mencintai satu wanita yang sama.." ucap Nicki yang mengupil.


"Mencintai gundulmu... dikeroyok gundulmu.. itu mau di mpssh mpssh ah.. niisan bodo!!." Teriak Nicko.


"Chotto matte.. stupid otouto-kun.. jangan mengganggu satu hal yang mereka perebutkan.. bisa saja menjadi hukum tabu.." ucap Nicki dia masih sangat santai sambil mengupil.


"Wadoo.. ini sangat g**l*k situasi darurat dia masih selalu mengupil.. your justice misete ageru for me.. i am always support you niisan..!!" Teriak Nicko.


"Hadduh.. saat hujan turun itu menandakan air mata seorang perempuan jatuh.. namun kadang-kadang.. pria yang baik adalah pria yang tidak melakukan apa-apa saat semuanya terjadi.." Nicki berjalan perlahan keluar melalui pintu tentunya.


Serba slow dan lambat.. karena dia memang malas atau mungkin energinya sangat berkurang karena kebanyakan nonton dan duduk berjam-jam.


Dia berjalan dan melihat pengeroyokan satu gadis oleh tiga pria.


"Tunggu sebentar tuan-tuan.. ekhm-ekhm.." Nicki sangat santai..


"Ada apa Oniisan.. jangan menganggu kami??!!" Teriak beberapa dari mereka.


"Saat pria akan keren.. adalah saat dia.. melakukan sesuatu untuk wanita.."


"The Fist of The North Star... pukulan tinju dari bintang utara.." Mereka bertiga terhempas karena pukulan super mengerikan sang Nicki..


"Aku meniru jurus Kenshiro-senpai.." sambung Nicki dan selanjutnya.. "Tehe.."


"Anjir.. kamu ngapain.. woy brengsek ini lagi syuting filem aksion dan lagi bagian adegan panasnya... kenapa kamu ganggu..???!!" teriak seorang pria ubanan. Sang sustradara ternyata.


"Eh?"


"Ini lagi syuting filem!!.. Kan udah ada peringatan.. jangan masuk area jalanan sini karena lagi ada syuting filem!!! Masa lu ga tau korban wanitanya juga adalah bintang terkenal.. Sakamitsuka Sakaguchi-chan..." ucap Sustradara tersebut.


"Wkwkk... aku lupa sorry-sorry." Ucap Nicki.


"Kalau maaf dibutuhkan untuk apa kita membutuhkan polisi.." balas sang sustradara.


"Sutradara woy bukan sustradara..!!" Teriak Nicki memperingatkan sang author karena salah menulis kata-kata.


"Ini.. dimulai dengan gini.. dan berakhir dengan serba klise. Dan kemudian gini lagi.. jadi kapan aktionnya..!!!" Teriak Nicko.


Dibalik pohon yang tinggi.. tepatnya diatas pohon yang tinggi.. gadis cantik tengah memantau Nicki.


Dia adalah..


"Everlasting Firebelle.. apakah kau menemukan harapan kota Seattle.."


"Ya.. aku menemukannya.. mereka pernah terlibat dalam time paused di area Cambridge Town dulu.. aku yakin aku tidak salah.."


"Baiklah Firebelle-chan.. gunakan kemampuan teleportmu dan bawa mereka kesini.. karena Seattle dalam kekuasaan Petinju Mengerikan. Alexsei Ricky.."


"Ahsiyaph Piotr Szmanowszky-san.." ucap Firebelle yang akhirnya memberitahukan nama pria ditelepon tersebut.


Kota Seattle..


"Ayo mana petarung-petarung terkenal disini.. aku akan mengalahkan kalian semua dan menguasai kota ini khekhekhe.." Alexsei Ricky rambut gaya mohawk dan lengan kekar. Otot mengerikan. Dan tinjuan mematikan.


Seorang Pria memakai kacamata tampak maju keatas ring tinju..


"Aku dari Isekai.. entah kenapa aku biasanya di zaman bajak laut tapi malah nyasar kesini.. apakah kau kuat pria besar?" Tanya Pria berkacamata tersebut.


"Ya.. cukup kuat untuk mengalahkanmu dengan satu pukulan.." jawab Ricky.


"Oh kenalkan namaku Ryders Alexanders si Kaki Cepat.. karena aku bertarung menggunakan kakiku.." ucap Ryders memperkenalkan namanya.


"Ya dan kau akan dikenang karena kalah melawanku.." ucap Ricky.


Ricky dengan pose bertinju sedangkan Ryders dengan pose tendangan..


"Hajime.. fight on..!!" Teriak referee..


Mereka berlari bersamaan dan akan melakukan serangan mereka masing-masing..


"Kick Sniper.."


Tendangan super cepat bagaikan Peluru yang takkan terlihat ia lakukan kepada sang Alexsei Ricky.


Takkan terlihat, lebih cepat, lebih cepat lagi...


Tendangan super cepatnya beruntun dilakukan.. namun.. ini.. hanyalah sebuah mainan bagi sang Ricky.


Dia menahan tendangan-tendangan tak terlihat tersebut dengan dua tangannya yang berpose seperti Feek a boo..


Yah itu adalah pose pertahanan dalam tinju..


Ototnya tampak keras dan kuat, bahkan sulit ditembus oleh si Ryders sang Kaki Cepat..


"Bahkan jika Kenshiro ada di dunia nyata.. aku akan mengalahkannya dengan satu pukulan.." ucap Ricky.


Tendangan-tendangan sang Ryders sudah berakhir, karena dia sudah cukup lelah mengayunkan tendangannya..


"Ini.. kakiku menjadi sakit, karena tangannya terlalu tebal.." ucap Ryders, dia terlihat ngos-ngosan.


"Haha.. kau masih bocah cilik, belum pantas melawanku.." Pose sang Ricky berubah.


Dengan posisi tak melakukan pek a boo.. malahan dia cukup terbuka.


Bersiap mengumpulkan energi ditangan kanannya..


Hingga kemudian...


"Switch Fallin Downs..."


Tinjuan tak terlihat menghantam kepala sang Ryders dari arah atas.. tepatnya sang Ricky melompat dengan sangat cepat dan menghantamkan pukulannya dari atas dan menghantam kepala Ryders bagian atasnya.


"K.O..."


Ya Ryders berakhir dengan pukulan tersebut, "Masih sangat lemah.. adakah yang lebih kuat disini.. ayo cepat..!!" teriak Ricky.


Banyak petarung-petarung lainnya tergeletak di bawah ring tinju.


Tidak ada yang membawa mereka keperawatan karena yang berkuasa sekarang adalah Ricky.


"Ayo.. siapa lagi yang ingin menantangku.. aku cukup bosan selalu menang mulu.." ucap Ricky dengan sombong..


"Haha, kau sampai bosan karena terlalu kuat.." Pria dengan kumis tipis dan penampilan yang cukup maskulin..


"Apakah kau ingin melihat Bela diri minum teh, Tuan yang takkan pernah kalah?"


"Namamu siapa brengsek! Aku akan langsung menghancurkanmu!" Bentak Ricky dengan keras.


Pria Maskulin tersebut naik ke ring tinju, meskipun itu ring tinju tapi lawannya terserah mau makai gaya tarung bagaimana.


"Hmm.. aku hanyalah pria biasa-biasa saja.. lihat aku tidak begitu kekar.. dan kumisku tipis.." ucapnya dengan sangat tenang.


"Master Souichi Ryuichirou bakalan beraksi itu.. ayo kalahkan dia Souichi-sensei!!" teriak para murid-murid Souichi.


Souichi hanya tersenyum sudah berada diatas ring dengan segelas teh..


"Ini ring sakral bukan tempat untuk minum teh brengsek!" Teriak Ricky.


Pribadi yang toxic dan jelek kadang bisa menjadi bumerang baginya..


Souichi hanya tenang, setenang angin dan kemudian sudah melakukan pose Minum Teh..


"Kau tahu... Teh hangat adalah hal yang enak, tenang dan tetap tenang.. saat sampai ketenggorokan.. rasa teh tetap khas.. dan bahkan teh tidak membenci manusia.."


Ricky sekilas mendengarkannya, dan lalu dia sudah bersiap-siap dengan pose andalannya. Pek A Boo yang khas.. dan lalu dengan senyuman liciknya yang menghiasi..


"Hajime... Fight On!!!" Teriak Referee..


Sang Ricky langsung maju dengan pukulan tak terlihatnya.. "Switch Fallin Downs.." dan lalu melompat keatas.. dengan sangat cepat..


"Teh.. Olong..." dengan cukup tenang bahkan sangat tenang.. Souichi melemparkan Teh-nya keudara tempat target sang Ricky.


Alhasil..


"Sialan.. teh ini panas sekali..." Ricky menghentikan serangannya..


"Kau masih belum matang dan sudah sombong, aku sudah tua dengan umur 38 tahun, lebih veteran dalam hal bertarung.. maaf saja mengalahkan anak muda yang masih sedikit berkembang bukan gaya paman-paman sepertiku.." Souichi melompat dengan sangat tinggi untuk keluar dari ring tinju itu.


"Saat kau akan kalah sangat cepat dalan seribu empat ratus lima puluh dua kata.. itu sangat membosankan, lebih baik menunggu yang setara denganmu.." ucap Souichi.


Yah Souichi Ryuuichirou adalah veteran petarung, bahkan dia selalu tenang saat bertarung. Itu terbukti saat berhadapan dengan Alexsei Ricky.


"Sialan si Souichi dia sangat pemalas, tidak ingin bertarung.." ucap Piotr Szmanowszky.


Piotr Szmanowszky juga adalah legenda petarung dizaman dulu.. zaman tokoh utama dan zaman Ricky masih kecebong.


"Sialan ternyata itu syuting kukira beneren.." ucap Nicki.


Ya mungkin target Teleportasion sang Firebelle adalah Nicki, karena Nicko di awal-awal sudah mesum dia yakin bahwa Nicko lemah.


"Teleportasion Switch On.." dia menghilang dengan cepat dan muncul dibelakang Nicki tanpa Nicki sadari.


"Match End.."


Dan berikutnya bahkan membawa Nicki di Kota Seattle dengan sangat cepat.


Nicki bahkan terkejut saat dia sudah berada di tempat yang asing baginya..


"Heh? Seattle Sounders.. apaan ini??!!" Yeriak Nicki.


"Tugasku sudah selesai Piotr-san.." ucap Firebelle ditelepon.


"Bagus... Firebelle kau bisa diandalkan.." ucap Piotr.


Nicki tampak menggaruk rambutnya yang tidak gatal, dan kemudian menoleh kiri-kanan mencari keanehan apa yang terjadi.


"Rumahku mana, loh Nicko mana.. aku dimana.. ini aneh anjay.."


Tiba tiba beberapa menit berikutnya ada dua orang yang lewat dengan berlari..


Mereka melewati Nicki dengan sangat terburu-buru..


"Wadoo ikutin ah..."


Ya karena Nicki cukup penasaran akhirnya dia mengikuti orang orang tersebut..


Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai disebuah Ring dengan banyak penontonnya.


"Lemah, lemah.." ucap Ricky.


"Lemah ndasmu kalau saja Souichi-san serius kau sudah kalah daritadi bodoh!!" Teriak penonton..


"Kalian yang berteriak kalau kalian berani coba naik kesini!!" Bentak Ricky.


"Cih pertarungan apaan ini.. ini cenderung dipaksakan ya.." ucap Nicki.. dia kemudian maju dibarisan terdepan.


"Minggir aku mau bertarung..!!" Teriak Nicki.


Mereka yang mendengarkannya kemudian memberikan ia jalan..


Namun berikutnya..


"Yeay dapat tempat vip terdepan.. biar jelas nontonnya.."


Ternyata dia cuma menipu penonton agar dia bisa menonton paling depan.. bahkan Ricky terlihat geram dengan kelakuan Nicki.


"Hilih kukira pemberani ternyata takutan.. lemah kamu!!" Teriak Ricky dengan nada mengejek.


"Tong kosong nyaring bunyinya..." balas Nicki santai.. dia kemudian mengupil.. "Woy cepat mana bakuhantamnya.. aku udah nonton terdepan ini!!" Protes Nicki kemudian.


"Tong kosong nyaring bunyinya gan.." ucap Ricky yang membalas kata-kata Nicki sebelumnya.


"Widih kamu meniruku.. itu kata-kataku untukmu jangan menirunya... woy!!" Ucap Nicki, ya mari kita lihat tampaknya sang tokoh utama mulai toxic.


"Widih kebakaran pantat.. dasar pantat tipis.." ucap Ricky.


"Ahsiyaph kak Ricky aku ingat itu baik-baik.." jawab Nicki dengan keadaan mengupil.


"Hal baik akan selamanya baik, jika manusia ingin kaya dan ga punya duit.. mereka masih punya harta yang susah dicari.. tapi pas ditemukan malah dibuang.. emas dalam daratan terendah atau mungkin dalam goa yang terdalam.. kehebatan sang pencari adalah perpectsionis yang susah dijelaskan dengan kata-kata." ucap Nicki.


"Heh?"


"Upil gan.." sambung Nicki, dia memperlihatkan Upilnya yang berhasil dia gali.. "Walau kadang usaha tidak mengkhianati hasil? Namun aku membuang sesuatu yang sudah kutemukan dengan sulit.." dia melemparkan upilnya kepenonton di bawah ring.


"Hindari.. ada meteor jatuh!!!" Teriak para penonton yang berhamburan menghindari upil Nicki.


"Saat situasi mendesak, sorak sorak terdengar, atau bahkan situasi gagal login di Toram Online, dan hilangnya di Playstore. Aku lupa melakukan Link Start.." ucap Nicki.


Nicki kemudian naik keatas panggung arena.. dengan mata berapi-api.. atau bahkan semangatnya yang sudah full power.


Berusaha maksimal untuk mencapai Ultra Instinc..


"Goku Jyanai.. katsura da.." ucap Nicki.


"Sialan.. dia mau main-main diatas ring sakral.. aku akan menghajarmu ya!!" teriak Ricky.


Nicki dan Ricky saling tatap penuh kebencian, namun kemudian Nicki mulai mengerakkan kata-katanya..


"Bahkan jika your eyes is look me.. and bibirmu menggodaku, hingga mencapai catch calling, aku takkan tergoda.. aku bukan homo.." ucap Nicki.


"Ototku sudah terlihat kuat, lenganku yang berurat-urat adalah fetish seorang gadis, karena aku sering olahraga dan minum berenerji.. aku menyukai wanita.. tidak tertarik pada lelaki.." ucap Ricky.


"Laki laki itu bukan ngoceh tapi bertarung.. tatakai Joe.!!" Teriak penonton..


"Ike ike ike Makunouchi.. ike ike Makunouchi.."


Kubu satu meneriakan Joe... kubu kedua meneriakan Makunouchi..


"Hanamichi monme.. last moment.. fruits ball.. and enemy gonna kick you in your ***.."


"Atau bahkan saat Tazusa Sakurano.. sok english dengan Kiss my ***.. dengan bantuan hantu Pete.. Ginban Kaleidoscope best anime Romantis.." ucap Nicki.


Nicki ngoceh gajelas.. Ricky juga ikutan ngocah gajelas.. Fist of the north star diparodikan menjadi hal yang jelek.


"Aku si Tinju bintang utara.. Nicki si Penggemar Kenshiro-senpai.." ucap Nicki.


"Kau penggemar Ashita no Joe sama kayak Authornya.. aku yang beneren penggemar Hokuto no Ken..!!" Teriak Ricky.


Mereka berdua tidak gajelas lagi mungkinkah.. zona defense yang dipenuhi..


"Reiatsu.. sejak kapan si Bocah Tinju itu bisa menggunakan Reiatsu.." ucap Souichi.


"Hey lihat si Pria yang satunya lagi.. si ikan mati.. dia menggunakan apa.."


"Hey, hey ini.. Cosmo? Saint Seiya? Pegasus Fantasy?"


"Lihatlah para otoko omae no kontoru xxx da.. ayo nyanyikan openingnya.. nyanyikan openingnya.. aku Saint Seiya.." ucap Nicki berpakaian ala-ala anime Saint Seiya.


Iringan-iringan credits dan beberapa skene mulai tercipta.. simponi dinamonika dan pianonika.. mulai terasa..


Da kishimeta kokorono kosumo


Atsuku moyase kisekio okose


Kizutsuita mamajainaito


Chikai aata harukana kinga


Pegasus fantasy sousayumedakewa


Dare mo udae nai kokorono tsudasadakara


Sein seiya shounen ha minna


Sein seiya ashi tano yuusha oh yeah


Sein seiya pegasus noyouni


Sein seiya imakoso habatake.


"Saint Seiya.. Saint Seiya.. pegasus fantasy.. saint seiya.. imakoso.. habatake.." sang Nicki juga mulai bernyanyi..


"Woy.. parodinya kelewatan.. ayo cepat mulai bakuhantamnya.. darahku sudah bergetar.." ucap Ricky.


Ricky dengan Reiatsu.. sedangkan Nicki dengan Cosmo..


Siapakah yang akan menang, dalam hitungan.. ten nine eight seven six five four three two one zero..


"Ikuzo... hajime fight on..!!"


Mereka melesat dengan sama-sama secepat kereta berlari atau bahkan secepat kuda berlari..


Saling serang untuk pukulan last combo the end go to hell and go to heaven...


"Rakuen.. is lost.."


Mereka bakuhantam.. kedua tangan mereka saling bertemu dan bakuhantam.. hingga menciptakan benturan Reiatsu dan Comso..


"Akulah.. Reiatsu ku yang sudah kupelajari.. takkan kalah darimu.."


"Aku.. takkan kalah.. Cosmo bagaikan Pegasus Fantasy.. dan Athena-san tersenyum padaku.. Saint Seiya the movie selalu kutonton.. jika mencoba memastikan mana yang lejendaris..."


Maka satu hal yang disebut kegemilangan dan hissatsu attack.. sekeren keren apapun yang akan kau lakukan...


"Nonton Naruto terus..." ucap Ibu-Ibu yang ga sengaja mampir..


"Tidakk... Reiatsu Bleach dikira Naruto... Cosmo Saint Seiya dikira Naruto.."


Layar menampilkan hal yang the end...


"Wifi dimatiin dulu soalnya banyak hecker nak.." sambung Ibu Ibu tersebut..


Dan..


"Kelanjutan crossovers Bleach ama Saint Seiya mana.. yaelah.." teriak Penonton..


Sementara di bioskop.


Telah terjadi pemadam lampu listrik.


"Wei siapa yang menang.. Ricky fens Hokuto no Ken.. atau Nicki pens Ashita no Joe.."


Tengah heboh-hebohnya soal penayangan Crossovers yang berakhir tidak ada ending.


"Reiatsu-ku.. never lose...!!" Teriak Ricky.


"Cosmo...." Teriak Nicki..


Pada akhirnya.. tiba-tiba televisi dirumah lainnya juga terkena gangguan..


Dibalik layar seorang pria yang tak diketahui namanya.. dia tengah menyuruh anakbuahnya mematikan distrik listrik dibeberapa tempat yang menayangkan Crossovers..


Dengan senyuman khasnya.. dan kata-kata khasnya... "Omae wa mou shindeiru."


Beberapa menit kemudian listrik kembali kembali menyala.. dan tayangan mulai ada..


Tepatnya..


Lagu ending Crossovers..


Penuh membara.. kosmo..


Pegasus Fantasi.. dan blablbla..


"Sialan.. sudah berakhir.. jadi ini ampas.. aku nonton yang akhirannya masih misteri.." teriak para penonton disemua negeri yang terkena tipuan.


"Fist of the North Sar? Heh.. judul Movie yang keren.. namun endingnya jelek.." ucap Nicki dia tengah mengupil.


"Saint Nicki-kun.. kamu hebat bisa menggunakan cosmo.."


"Hehey.. not bad.." Nicki tersenyum di akhiran movie yang ditayangkan.


Movie yang mereka tayangkan adegan berantemnya tidak tertonton oleh orang-orang, padahal itu bagian serunya.


"Kamera off.."


Fist of the North Star - Berakhir.


B E R S A M B U N G