1+1: New

1+1: New
Chapter 9 - Senyuman Yang Kau Ukirkan.



Manusia itu punya emosi. Atribut yang menyusahkan. Kadang terlihat dengan jelas kadang bisa disembunyikan karena kehebatan akting para aktris.


Bagaikan sang seniman berbakat orang yang memiliki emosi mencurahkannya kedalam jiwa..


Pada akhirnya saat mencapai batas maksimun untuk terus ditahan lama-lama menumpuk dan akhirnya memecahkannya. Marah-marah tidak jelas dan berakhir antara yang terkena marah dan yang memarahi. Bagaikan seni dalam setitik embun.. begitulah mungkin seni ini bekerja...


"Dinding yang menghalangiku sangat tinggi.. tinggi tinggi sekali..!!" Teriak Nicko.


Dia tengah melompat dan berusaha melakukan spike dengan keras..


"Rasakan ini.. Plus Ultra....!!" seru Nicko memukul bola voli itu dengan keras menggunakan tangan kanannya.


Dan lawannya adalah..


"Kamu itu masih mada-mada dane..." ucap lawan Nicko dengan super santai.


Tepatnya.. entah kenapa bola voli itu berubah menjadi bola tennis..


"This is magic.. wonderfull days and i like.." ucap seorang gadis tiba-tiba yang tengah nggak sengaja menonton permainan mereka.


"Hai nona namaku Redhawk Spiegel.." ucap si Pemain tennis.. Spiegel.


"Cantiknya.." ucap Nicko yang matanya love love karena melihat kecantikan seorang gadis.


"Hey nice to meet you guys.. my name is Leanova Leinchester.." ucap gadis tersebut dengan ramah sembari memberitahukan namanya.


"Dia menggunakan bahasa inggris.. hey girls. Let's Party!" Ucap Nicko yang tiba tiba dia menaiki kuda dan memplagiatkan Date Masamune.


"Let's Party.. heya.. i am join you.." ucap Leanova


"Woy aku yang lebih keren! kenapa aku nggak diajak.." ucap Spiegel yang iri bilang boss.


Dia kemudian entah sejak kapan sudah berpakaian ala koboi.. "Jika peluru melesat dengan kecepatan penuh cukup hindari.. terkadang peluru itu seperti sebuah hal yang mengejar target bagaikan kenyataan. Target ga bisa lari dari kenyataan.." ucap Spiegel sok keren kemudian.


"Spiegelkun.. kita akan saling bakuhantam jika demi seorang cewek apakah kau ingin mengkhianati pertemanan kita kah..?" ucap Nicko penuh pertanyaan.


"Tidak apa-apa.. karena cewek ada untuk dikejar. Dan pertemanan ada untuk dilepaskan. Karena mendekati gadis adalah hal yang penting bagi seorang jones.. tidak ada kata kalah dan menyerah atau demi teman. Karena perebutan adalah titik nol menuju satu.." ucap Spiegel menjawab pertanyaan Nicko, dia absolutely bersemangat.


"Hey guys.. come on lets party.." ucap Leanova.


"Hmm pertempuran bocah-bocah blangsak mending aku santai dan ngupil.." ucap Nicki yang tiduran disebuah bangku.


"Hidup itu kadang membosankan jika tidak punya uang. Dan akan menyenangkan jika kita punya cewek.." sambung Nicki yang mengupil.


Pertempuran dua sahabat demi seorang gadis akan dimulai..


"Disudut Blackshadows.. Spiegel Redhawk melawan seorang pria dari sudut Merah Muda.. Nicko Dizkovich."


Mereka berdua mulai maju dan akan bergerak serentak...


"Aku adalah orang terhebat dan akan menang..." ucap Spiegel.


"Hoho tidak semudah itu fergusso.." balas Nicko.


"Fergusso janai... spiegel da..!!!" teriak Spiegel.


Bagaikan harmonika dan dinamonika menuju granat dan dinamit.. bagaikan kosakata dalam kesemakmuran dan ketidakjelasan sebuah penulisan dalam beberapa detik mereka akan saling bakuhantam...


"R-rasakan ini..."


"Kau juga.."


Gunting


Kertas


Batu


Gunting


Kertas


Batu...


"Heh?" Nicki terus terusan mengupil dan nampak melihat pertempuran dua orang itu dengan tatapan membosankan.


"Hey come on guys.. what are you doing.. come on lets party.."


"Bule nya lets party come on mulu dah jangan jangan ini karena penulisnya tidak tahu bahasa inggris lainnya.." sambung Nicki setelah kembali lagi mendengar ucapan Leanova.


Mereka bukannya saling serius malah bakuhantam dengan gunting kertas batu yang ndak ada gregetnya sama sekali.


"Kau cukup tangguh juga kawan aku bahkan sudah kelelahan.." ucap Spiegel.


"Ashita no tameni.. Leanova no tameni.. ore wa bakakan wins desu dengan angka ichi dalam bangga..!!!" teriak Nicko yang sangat bersemangat.


"Dragon Quest versi mobile lumayan seru ya gan.." ucap Nicki yang menghadap kamera.


Sementara disisi mereka berdua yang tengah memperebutkan sang Leanova.


"Kimi no chikara mada mada dane.."


"Ara souka.. watashi no plus ultra akan menghancurkanmu.."


"Mada mada dane!"


"Plus Ultra...!!"


Bukannya gelutan aslinya mereka malah saling lempar melempar bola tennis dan bola volli...


Leanova tampak bingung melihat mereka berdua.. Leanova sekali kali mengeluarkan senyuman terindah..


Dan membuat Nicko dan Spiegel semakin menggila..


"Senyuman yang kau ukirkan bagaikan cahaya lampu yang memiliki hikari no ashita.. bahkan jika esok gelap kamu akan menerangiku karena kamu adalah cahayaku.." ucap Nicko


"Bahkan jika kemunculan fullku di chapter ini dan dimulai dengan tidak jelas meskipun komedi garing atau bahkan aku tidak keren aku akan berusaha untukmu sampai akhir.." ucap Spiegel.


Hantaman akan semakin mendekat semakin mendekat.. semakin mendekat...


Tinggal sedikit lagi.. ato sukoshi dake de ii.. sore dake.. boku dake ga inai machi.. kimi no iru machi.. ashita no joe... City Hunter? Atau mungkin Quinsenthal tingkat lima yang melampaui dewa...


Disaat mereka terlalu keasyikan, muncul satu pria gantengs yang kemudian mendekat kearah mereka...


.


.


.


"Sayang sudah lama menunggu kah.. come on lets party..." seorang pria tampan datang dihadapan gadis yang mereka perebutkan..


"Youre so latte.. aku sampai bosan menunggumu..." Leanova mengeluarkan senyuman keindahan bagaikan dewi dalam sebuah dongeng...


Senyuman yang dia ukirkan untuk last end menuju heartache.. dan kegalauan dua orang yang memperebutkannya...


"Soo is this heartache.."


"My heart is broken heart..."


Nicko dan Spiegel kejang kejang dan last end..


Bagaikan pertarungan tidak penting dan chapter tidak penting perebutan yang tidak penting akhirnya selalu menjadi hal yang tidak penting.


Dua pria yang kalah karena kedatangan. Dan berakhir dengan rasa sakit.


Sebuah rasa suka pada akhirnya menjadi derita. Karena yang disukai sudah ada yang punya...


"Itu sebabnya aku tidak mau mencintai seseorang lebih dalam.." ucap Nicki yang mengupil.


Nicki bangkit dan berjalan perlahan melewati dua pria yang sakit hati dan pingsan.


"Bahkan jika ada bidadari atau bahkan yang tercantik.. satu hal yang kulakukan adalah tidak akan mencintainya.." ucap Nicki dengan keren..


Dalam hati...


"Tidak... Pandemonicanchan sudah memiliki pacar... padahal.. aku televisiku.. selalu kuhancurkan dan kubeli lagi hanya demi menonton Pandemonicanchan.."


B


E


R


S


A


M


B


U


N


G


NB : Next Chapter : Awal Adalah Akhir.