1+1: New

1+1: New
Chapter 167 - 0



Meskipun si anu barusan dikalahin, Shield no Densetsu masih berusaha menahan bobot berat dari Traktor.


"Kalian ini sangat lemah, bahkan yang mengalahkan Herukoputeru hanya aku dan Cohnan..." ucap Airport.


"Airport-kun, kau tidak mengalahkan Heruk-kun, aku malas menyambungkan namanya dengan oputeru, karena terlalu panjang, intinya si Heruk itu kalah karena terkena tendanganku yang mematikan!!" Seru Cohnan.


"Itu tendangan hidup, bukan tendangan mati, bahkan si Koputeru tidak mampus, toh buktinya dia masih bernafas itu adalah bukti kehidupan.. degozaru na.." balas Airport. "Toh, kalau tak ada power manipulasi bulu-bulu milikku, kau takkan bisa flies in the skies ."


"Aku semakin merasakan bahwa di depan sana masih ada kejutan tak terkira, padahal ini belum hari ultah tapi ada kejutan seperti barusan.." ucap Nicki. "Hoi, Airport, cepat gunakan kemampuanmu untuk memasangkan sayap kepada traktor-traktor ini!!" seru Nicki.


"Haddeuh, kalian memang lemah," dengan berat hati sang Airport-pun membuat bulu-bulu membentuk sayap dan lalu terbang, "Angin menerbangkan sayap, jangan menanyakan dan lalu memberitahu kalau kejadian barusan itu tidak logis, karena saat memasuki area ini, semuanya memang sudah betul-betul tidak logis, jangan terkejut saat membaca adegan barusan, wahai viewers!!" Seru Airport.


"Njir, dia ini sedang menjelaskan apaan, seperti menembus dinding keempat, apakah kita semua dibuat harus seperti ini, sebenarnya karakter seperti kita ini takkan diinginkan oleh pembaca, karena kita terlalu aneh, harusnya di chapter mendatang buatlah chapter ini tidak aneh!!!" ucap Nicki.


"Kita harus memperbanyak kosa-katanya agar bisa menjadi seribu kata perchapter, makanya kadang-kadang hal beginian dibutuhkan, basa-basi berguna untuk memperpanjang masalah!!"


"Kita bahkan tidak tahu siapa yang ingin ambil bagian dalam event-event membuat tulisan memanjang, kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk menuju kearea yang kita tuju, mengalahkan musuh dan lalu mengakhiri pertempuran yang tidak penting ini..." ucap Nicko.


"Tidak penting katamu? Ini adalah event yang hanya bisa diakhiri sepuluh tahun sekali, bagaimana mereka itu, dan bagaimana sang Slowsteps menangis, dia sudah merasakan rasa sakit berlebihan, jadi aku harus membuat adegan sepuluh tahun lalu dimasa depan sekarang, harus menjadi good ending yang membuat sang tokoh utama wanitanya tersenyum!!" Seru Nijiiro.


"Tapi, saat mereka dibantai, kau tersenyum layaknya Seigi no Akuma, mengharapkan keindahan, tapi menikmati keburukan!!" Bentak Nicki.


"Saat Slowsteps is dead, kau muncul diberita dan memperlihatkan senyuman... senyuman kesenangan karena mereka sebagai saingan sudah berakhir dari muka bumi!!" Bentak Nicko.


Kakak-Beradik mulai membentak sang target Nijiiro dengan beringas, seakan-akan adegan ini adalah kesalahan sang Nijiiro.


Bagian dari skene cerita ini berlanjut adalah akibat dari perbuatan sang Nijiiro dimasa laku, jadi semua itu benar ini adalah kesalahan Nijiiro.


"Tetapi, masalalu adalah masalalu, dan masalalu saat itu, adalah masa dimana aku bahkan tidak bisa mengendalikan diriku sendiri, Nana tidak bisa menggunakan kemampuannya sebaik mungkin!!"


"N-nana? Kau kira ini Mobel Lejend yang dimana si Nana katanya nggak bisa mengendalikan dirinya sendiri? Ini adalah sebuah cerita dalam satu ditambah satu, jangan membawa-bawa game kedunia sini!!" Bentak Nicki.


"Hey, kalian ini sengaja ingin memperbanyak kosakata kah? Sampai banyak bicara dari tadi, ayo bergeraklah dan melakukan Adventured yang dipenuhi Suspense!!" Teriak Mana.


"Masa soal masalalu itu adalah belakangan, karena dimasa saat ini adalah dimana masa ini adalah masa depan yang harus kita lalui!!" Seru Christoforus.


"Kalian ini ingin mengambil adegan chapter ini dengan pure kalian berdua doang? Sampai-sampai giliranku berspekulasi kalian abaikan? Souka, kalian meremehkan Cohnan!!" Seru Cohnan.


"S-sebenarnya? B-bocah siapa kau???!!!" Seru Nicki dan Nijiiro bersamaan, mereka berseru dengan raut wajah yang dipenuhi rasa penasaran.


Cohnan seperti biasanya, sok keren, padahal wajahnya ngeselin apalagi pas memperbaiki kacamatanya, "Edigawa Cohnan, Detektif!!"


"Sudah, bagianku sudah terlaksana, sekarang saatnya menuju ke obrolan lain, karena judul chapter ini adalah '0' karena tidak ada aksi jadi sekarang kita harus menghiasi semuanya dengan obrolan penuh strategi.." ucap Nicki.


"Kita akan mengalahkan watashi no Tsuma, Niji-chan, dengan Nakama no Chikara, i am yakin kita bisa mengalahkan fraksi sebelah!!" Seru Nijiiro.


"Desu desu desu desu desu desu, sekalian desunya dibanyakin gak apa-apa, ini bukan Event Jejepunan yang harus menyuruhmu berkata 'Desu' terlalu sering, kita harus menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar!!" Seru Nijiiro, "Karena semua bergantung pada kata-kata dan informasi, semakin bagus Bahasa Indonesia-mu, semakin banyak yang ngerti soal apa yang kita komunikasikan!!"


"Demo ano nee Papah, watashi wibu desu wa Papah, jangan macam-macam ya Papah, watashi sedang mode Ghoul, Papah!! Karena watashi Psicopet abis nonton Tokyu Ghuls!!" Balas Rainbow.


"Seperti yang diharapkan dari cerita ini, kita sengaja membuat obrolan semakin memanjang demi membuat chapter ini berhasil selesai.." ucap Nicki.


"Kita memang harus membuat obrolan ini banyak, karena dengan begitu akan menjadi absolutely mantappu desu wa!!" Balas Nicko.


Adegan ini dipenuhi banyak obrolan, bagi para pembaca yang malas membaca dengan baik dan benar silahkan skip bagian ini dan tinggalkan arena karena 1+1 sedang berusaha menjadi Nol.


"1+1 \= 0?" Nicki kebingungan, "Daripada membuat kamera merekam kita terlalu lama, mendingan kamera ini diarahkan kefraksi sebelah, biar semakin menarik!!" sambungnya.


"Benar, itu adalah kebenaran, dan sekarang harus dilakukan, kamera!! Rekamlah bagian terbaru!!" Seru sang Nijiiro.


Karena bagian ini terlalu membosankan, dan Lensa Kamera selalu menyorot mereka yang gak jelas, akhirnya perputaran diperlihatkan, menggantikan adegan terbaru keskene berikutnya yang dipenuhi kemantapan yang absolutely.


"Haddeuh, aku sampai bosan melihat monitor, aku mengantuk.." ucap Niji.


"Herukoputeru sudah kalah, tapi tekadnya bagus juga, dia takkan kalah sebelum berucap 'Ashiaphh' dan akhirnya berkat tekadnya, Ashiapphh menciptakan 'H' yang lebih banyak dari Ashiaph normal pada umumnya.." ucap Airplane.


"Ini sia-sia, kenapa dia merekam bagian kami saat mendekati Bersambung, bahkan di chapter sebelumnya kami tidak disorot, padahal kami juga kaget karena Herukoputeru lose in the game..." ucap Niji.


"Mamah, apakah Papah bisa mengalahkan Manah? Mereka sudah berhasil mengalahkan paman Herukoputeru!!" Seru Skiye.


"Tenang, Onnanoko ditakdirkan untuk bisa menang melawan Laki-Laki yang dia sukai, sekarangpun meskipun musuhan, kuyakin Papahmu itu gak berani main kasar, karena Mamah no Power lebih superior dari Papahmu!!" Balas Niji Obaasan, "Dan jangan menambahkan Obaasan, karena meskipun umurku begitu, hatiku masihlah muda!!"


"Sudah kuduga, Niji-san, bagian kita dimunculkan adalah saat dimana cerita ini akan bersambung.." ucap Cars.


"Cars, kau betul.." Sambung Bicycle.


"Kalian ditakdirkan untuk hadir dan disorot saat cerita ini akan bersambung, sedangkan aku... Train!!! Train Skydiving akan berusaha semaksimal mungkin melawan mereka!!"


"T-turain?? S-souka? K-kau ingin beraksi? Setidaknya jangan buat gepeng Rainbow, yang lain gepeng tidak masalah, asalkan jangan Anakku!!".


"Yes Boss..."


Setidaknya, bahkan meskipun Rainbow bermusuhan dengan Ibunya, Ibu tetap sayang pada sang Rainbow, karena kasih Ibu sepanjang masa.


"Hanya memberi, tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia..." sambung Skiye.


B E R S A M B U N G