
Kedatangan mereka sudah ada, dan keadaan ini menjadi ada, karena empat ada untuk mengalahkan satu.
".. Jadi seperti inikah Historia Game Center.." Nicki tidak terkejut sama sekali, karena dari penampilan tempatnya saja sudah biasa-biasa tidak ada yang istimewa.
Namun, banyak orang-orang baru melihat ini, mereka terpesona, bahkan sampai bertingkah terlalu lebay.
"K-kyaaa!! R-rakuen???!!!"
Mereka bilang ini surga, padahal tidak ada bukan lautan hanya kolam susu, kalau tidak ada itu berarti tidak ada Rakuen.
"Ini malah seperti taman hiburan pada umumnya, jika dipandingkan dengan Tropikal Kiss, ini mah tidak ada apa-apanya, hanya tempat Game biasa yang kalau ditahun segini udah masuk kategori mewah.." si Nicki malah mengeluh, wajahnya kemudian memperlihatkan kebosanan lagi, karena tempat ini tidak sesuai dengan ekspentasi-nya.
"Keren kan, mas Nicki?" Tanya sang Hanso, dia kemudian memperlihatkan tablet-nya, "Bukan cuma mendapatkan Game, tapi disini menjual Tablet, cuma anehnya baru bisa menjelajahi dunia internet jika berada di area Historia Game Center.." sambung Hanso.
"Wow..." Mendadak si Nicki matanya bercahaya, "Akhirnya ada tempat jadul yang bisa menggunakan internet!!"
Dia kemudian melakukan 'Link Start' dan yang dia lihat kemudian adalah, "Irodzuku Sekai?? T-tempat dimasa depan sangat berwarna, Hanso-kun!!" seru si Nicki bersemangat, macam baru pertama kali lihatnya, padahal dia sering melihat colour saat di masa depan.
"Deshou? Deshou? Deshou?!!" si Hanso juga bersemangat, kemudian dia mengambil uang yang sebelumnya sudah ditukarkan dengan uang si Nicki. Uang milik mas Hanso adalah uang edisi masa depan.
"Chotto matte... Oniisan.." ucap Hanso badass, dia dengan santai memotong antrian, berlagak jadi orang kaya secara mendadak.
"Itu Hanso si Miskiners, bukannya kemarin dia sudah bangkrut akibat sering main game disini, kok bisa ada uang lagi???!!!"
"Dengan kekuatan uang, kalian akan membiarkan orang kaya lewat duluan, berikan aku jalan, karena aku, Hanso-sama tidak ada waktu untuk membuang-buang waktu dengan cara mengantri.."
"Dia tidak sadar, main game juga sebenarnya buang-buang waktu.." ucap Nicki yang mengupil.
"Hoh... Kau sudah berada di atas angin lagi ya, Hanso-san? Ingin memainkan game mahal apalagi?"
"K-kalau bisa, M-mobel Lijend, S-soalnya aku jatuh cinta kepada Miya-chan, d-dia cantik dan seksi... c-cocok buat anu.. ekhm ekhm sudah tau kan.." si Hanso malah menahan malu sembari menjelaskan apa maunya dan game apa yang ingin dia mainkan.
"Okeh, Tabletnya diisikan kartu yang bagus untuk main game kan?"
"Yes, jangan sampai salah masang, apalagi kartu yang Sumartopurento, suka ngeleg!!!" Bentak Hanso secara mendadak.
"Pantesan matanya kemerahan, ternyata mainnya game burik 8 bitt.." ucap Nicki.
"Bagaimana ini, Nicki-san???!!! Si Hanso akan buang-buang duitnya lagi!!"
"Kanbayashi-chan, bukankah kau kesini juga kepengen main game Otome?" si Pria Pemilik Game Center bertanya kepada mbak Kanbayashi, "Kanbayashi Sekai-san, ada tuh game otome baru menunggumu di ruang tengah... ~wink~" sambung si Misterius ini sembari mengedipkan mata.
"M-mantap!! banzai!! saikyou!! sugee!! kakkoi!!! Game Historia Center banzai! banzai! banzai! banzai! banzai!!"
"Haddeh, ketika Manusia yang rajin sudah didoktrin oleh game, maka mereka akan jadi malas bekerja dan membuang waktu mereka dengan memainkan game.." ucap Nicki, "Dan, apakah kau mencuri mesin waktunya dari Kyouraemon di Fiction Breaking Fourth The Wall?" Nicki memberikan pertanyaan kepada si Pemilik Game Center. "Kau akan jadi miliuner pas balik dari sini.. karena uang koin disana, sudah langka, apalagi disana banyak kolektor uang kuno yang mau membayar berapapun untuk mendapat uang kuno.."
"Benar.." balas si Pria ini dengan pendek.
"Hoh? Benar doang? Apakah kau sedang meragukan eksistensiku?"
"Ya..." Balas si Pria Misterius ini lagi, dia hanya merespon dengan super pendek.
"Kurasa aku akan banyak bicara hingga mulutku berbusa..."
Pria Misterius ini hanya tersenyum, dia belum memperkenalkan namanya siapa, yang diketahui hanyalah dia adalah yang mencuri mesin waktunya Kyouraemon.
***
"Kita membutuhkan detektif terhebat, Shinichi Kudo!!"
"Tidak Nokisa, semesta lain harus diplesetkan namanya jika ingin main dicerita ini, kayak aku dan kamu namanya jadi aneh.."
Bagian Kyouraemon dan Nokisa ini ditayangkan di tipi, tapi para penghuni dunia asli nampak gak ngeh mengapa Doraemon jadi Kyouraemon.
"Woi, mana opening baling-baling bambunya??!!!" Teriak si Jack, nampaknya dia menonton televisi di dalam lapas. "Gara-gara ini aku tidak bisa menonton konser Taksi-Band, pasti tiketku sudah kadaluwarsa.. hiks hiks hiks..."
"Kalau lo nangis berarti lo cengeng.." ucap Penghuni Lapas lainnya, Pirdana Peiki.
"Udah gede kok nangis nonton kartun.."
***
"Kyouraemon? Entahlah aku saja belum bertemu dengannya.." ucap Pria ini dengan senyuman.
"Woi, narasi baru, kau harus menyebutkan namanya, biar Bossun tidak melakukan editing nama kemudian, soalnya menyebut nama misterius dengan sebutan 'Pria Misterius' terlalu merepotkan dan menambah banyak kosakata doang, harusnya kau lebih konsisten sebut saja namanya, jangan macem jadi Mister Mistery!!!"
"Kau baru datang di periode ini dan sudah banyak bacot, aku adalah seniormu disini, Aku adalah anggota Nipongatana yang berbahaya itu dimasa depan? Kau ingin kuintai dimasa itu?"
"Ah, banci, bawa-bawa circle.." balas Nicki sembari mengupil.
"Hidup ini bukan satu lawan satu, Manusia berkelompok, jika ingin satu vs satu, mainkan catur dirumahmu.." Pria ini namanya adalah Kakoto Mirai, nama yang sama dengan nama mesin waktu, atau bahkan sama dengan judul arc ini.
"Nama kok Kakoto Mirai, laki kok namanya Kakoto Mirai, itukan nama cewek.." ejek si Nicki.
"Njir??!! Plot Hole!!!" Teriak si Kakoto, "Aku belum memperkenalkan namaku, bagaimana kau tahu dan dengan gampangnya menyebutkan namaku??!!! Itu baru bagian penyebutan dari Narasi, dimana konsep ini takkan diketahui oleh karakter yang memerankan peran!!"
"Gapapa, sekali-kali lah Plot Hole, meskipun namamu disebut Misterius, tapi aku tahu sendiri namamu dari bagian si Narasi!!"
"Kau si Nicki itu ya? yang diceritakan bisa melewati konsep flashback dan bahkan bisa memprotes narasi?"
Nicki hanya santai-santai saja, tidak ada aksi, tidak ada pertempuran, yang ada hanyalah basa-basi yang tidak jelas mereka lakukan, dia tersenyum, dia tertawa, dia senang, dan nampaknya dia mungkin sedang menertawakan Kakoto Mirai.. "Khakhakhakha... Mereka yang dimasa lalu... tidak ingin mendapatkan spoiler masa depan mereka... bahkan ada anak-anak yang bermimpi menciptakan game yang unik... tapi mereka sudah mendapatkan spoiler bagaimana game dimasa depan dimainkan.."
Satu Bocil tengah memainkan game tradisional yang tidak membutuhkan mesin, bahkan di Area Historia Game Center. Anak-anak tidak ada, dikuasai oleh Pria-Pria yang suka memainkan game.
"Impian Anak-Anak itu menciptakan Game, itu adalah semacam suprise dimasa mendatang, tetapi akhirnya Manusia yang mengharapkan Suprise sudah mendapatkan spoiler, mereka Anak-anak akhirnya kehilangan motivasi untuk berkarya..."
"Aku tidak jadi membuat tetris, soalnya atribut game ini jadul, kalah dengan Historia, serba modern..." satu Bocil mengeluh.
"Aku ingin menciptakan olahraga menendang dan kemudian ingin membuat gamenya juga..."
***
"Manusia yang mengiginkan kejutan di periode berikutnya, akhirnya menjadi malas menunggu dan merasakan kejutan itu karena mereka mendapatkan Spoiler.."
"Hal misterius yang mereka impikan, menjadi sangat tidak seru, saat bagian lainnya terpecahkan.." Nicki semakin badass.
"Hoh? kau ingin berantem denganku?" si Kakoto membalas ucapan serba panjang Nicki dengan begitu meremehkan dan santai.
".. Boleh saja.."
B E R S A M B U N G