
Tidak kalah dengan angin
Takkan kalah dari hujan
Melewati badai
Melewati bebatuan
Menerjang halilintar
Meruntuhkan gunung.
Melakukan semuanya hanya akan membuatmu lelah.. lebih baik tidur dan jangan lakukan apa apa dengan begitu mata kita akan selalu sehat.
"Tembakkah atau tidak.. jika jawabanmu ada. Aku akan melakukannya.." ucap Jamp Shounenjump.
Dia masih dalam mode membidik target, membidik sang Sylviana.
"Manusia mati berakhir meninggalkan nama, namun sebagai bukti mereka pernah hidup mereka akan meninggalkan anak namun jika mereka meninggal karena target terkunci dan belum menikah.. itu sudah terbukti mereka masih jones.." ucap Walk.
Walk Walkout mendengarkan walkman, dia memakai walkman untuk mendengarkan musik.. "Serba-serbi zaman old.. betul-betul kharismatik Piotr-san.." ucap Walk.
Walk dan Jamp mereka dalam strategi membunuh tanpa ketahuan.. dalam area Hits.. area angker dan ditakuti orang.
Formasi segitiga trapessium sudah tercipta..
Walk Walkout
Jamp ShounenJump
Starskowsky Starwind
Diantara tiga itu hanya Starskowsky yang paling cool namanya..
"Hancurkan mereka dan perlihatkan cara untuk mati dalam sekejap..." ucap Starskowsky memerintah.
"Yokai desu.." ucap Jamp dia membalas perintah sang Starskowsky dengan cepat.
"Kematian mendatangimu, dan berakhir dalam drama tangisan, your blood is coming soon.." gumam Jamp yang mulai melakuka tembakan.
Kemudian Jamp menarik pelatuk snipernya dan dalam beberapa detik peluru tersebut melesat dengan cepat..
Semakin mendekati target, semakin mendekat...
"Selamat tinggal dan tunggu aku kesana..." ucap Jamp.
"Ehehe...." tiba-tiba Nicki sudah menghentikkan peluru yang melesat.
Dia menangkap peluru tersebut dengan tangan kanannya...
"Kita takkan pernah tahu kemana dia melesat, jika hiduplah dengan menundukkan kepala agar peluru tidak mengenaimu ada.. makanya aku menyuruh adikku untuk mengintip celana dalamnya.." ucap Nicki dengan super santai setelah berhasil menangkap peluru dengan mudah.
Lebih tepatnya peluru terhenti dan ditangkap oleh sang Nicki tepat dengan menghindarkan bahaya dari sang Sylviana.
"Br*ngs*k...!!" Nicko terkena hantaman sang Sylviana bertubi tubi dan mungkin akan bertahan satu cinta..
"B-bagaimana pria itu bisa menebak arah peluru yang melesat..?" Jamp terkejut penuh pertanyaan karena keanehan ini.
"Selalu-selalu.. mereka selalu mengatakan bagaimana atau begitu dan mencoba merujuk kehal yang terlalu mainstream.."
"Mode ngeluhnya sang Nicki dimulai.." ucap Rhy.
"Menangkap peluru sudah terlalu klise, ide terlalu dangkal, strategi yang takkan bisa mengerakkan hati pembaca takkan bisa disebut seni.."
"Anggap saja ini seperti Cooking Master Boy dimana hal mustahil dalam memasak, melempar makanan keudara, perjurian yang melewati waktu kewaktu.. bagaikan...." namun Nicki yang akan berbacot dihentikan oleh Sylviana.
"Stop-stop..!!! Jangan kau biarkan chapter ini berakhir dengan omongan yang gak guna.. gunakan otakmu dan lakukan hal yang keren seperti judulnya yang keren.." ucap Sylviana
"Jadilah seorang pecundang? Buanglah hati nuranimu, P*rk*s* Gadis dan tinggalkan! Itu baru namanya yang gak bermoral.." sambung Rhy.
"Chotto.. ini terlalu berlebihan.. kata-katamu terlalu sadis.. jangan mengajarkan hal yang sesat..!!" ucap Sylviana.
"Mereka akan bertarung atau bagaimana kenapa lebih banyak bacotan daripada bakuhantam.." ucap Starskowsky dia kayaknya sudah bosan menunggu obrolan Nicki dan kawan-kawan.
Starskowsky kemudian memecahkan kamera yang melihat sekumpulan orang yang ngebacot..
"Cih.. kurasa aku juga harus ikutan turun tangan.." Starskowsky bertransformasi menjadi Silver Soul Rangers..
Dan lalu..
Beberapa menit kemudian...
Dakishimete
Kokoro no yuusha..
Pegasusu fantasy...
Blablabla...
Soundtrack terdengar dan sang saint pegasus tampak memperlihatkan wajahnya..
Ini benar-benar real karena hal ini sudah terlalu mainstream.. ini era serba aneh-aneh..
"Tadi Power Ranger, lalu Saint Seiya.. nah kok jadi magic kaito.." ucap Nicko.
"Ya aku hampir melupakan hal itu.. tapi ga perlu terlalu terkejut karena genre cerita ini genre acak-acak. Sebut saja seperti rujak..." sambung Nicki.
Sang musuh utama sudah berada dibalik awan eh diatas udara dengan kemampuannya berjalan di atas udara.
Lengkap dia berpakaian khas Silver Ranger.. karena dia sudah terlebih dahulu melakukan
"Henshin"
"My life is not hitoribochi.." ucap Starskowsky yang menjadi Silver Soul Ranger.
Sementara disisi Walk dan Jamp, mereka masih dalam mode pengintaian..
"Kenapa kita terlalu lama mengintai bukankah harus kill tanpa ketahuan.." ucap Walk.
"Ini bagian dari rencana yang gagal disusun sebaik-baiknya. Dan makanya gagal karena ketuanya memperlihatkan dirinya lebih dulu.." sambung Jamp.
Jamp ShounenJump dan Walk Walkout.
Nama mereka aneh begitu juga dengan Rangers yang lain..
Dengan kebersamaan mereka pihak musuh ataupun tokoh utama yang the full of Protagonist.. mereka sama-sama tidak berjalan sendirian karena ada teman yang mendukung mereka.
"Kau tahu bagaimana Kristopher kalah.. dia kalah dengan sangat mudah.. satu pukulan dan k.o.." ucap Walk.
"Jika dia gak jadi rangers entah kenapa dia sangat lemah.." sambung Jamp.
Jamp juga sudah dalam mode Power Ranjer. Itu sudah sejak lama saat dalam posisi memanjat pohon kelapa..
"Jadi kau takkan berjalan sendirian.." Nicki dalam mode serius.. entah apa atau bagaimanapun kapanpun hiduplah dengan menanggung beban yang berat.
Dengan begitu manusia sangat berkharismatik soal kekerenan..
"Jadi ingin langsung serius sejak awal.. ga ada komedi.. mengecewakan sekali.." ucap Starskowsky.
Dia kemudian menekan jam tangan Rangersnya..
"Pistol Jetsman.." Pistol keren khas Rangers dan berwarna Silver sudah ada.. Starskowsky berpose dengan keren..
"Mari buktikan kecepatan gitarmu dan kecepatan tembakanku.." Starskowsky sudah sangat siap untuk tempur.. Nicki juga sebaliknya sementara Walk dan Jamp yang sedari tadi keren kerenan malah jadi pengangguran.
"Kita seperti tokoh sampingan.."
"Memang sejak awal begitu.."
"Kasihan.." sambung Nicko.
Nicki berjalan dengan santai namun dengan wajah serius. Sang Starskowsky kemudian menarik pelatuk pistolnya dengan sangat cepat..
"Death Bullet Silver Soul.." dia melakukan beberapa tembakan.
Nicki tak terbendung karena setiap peluru takkan menembusnya.. lebih tepatnya..
"Electrikku Guitar Shield.."
Peluru peluru mengenai perisai gitar yang dialiri oleh listrik.
"Maaf jika tidak keren? The end untuk akhir. One punch gonna lock you.. and you gonna look in the sky.. bagaikan lineman yang melihat langit biru saat terkena tacle.."
Nicki dengan santai menghantamkan perisai gitarnya ke arah kepala sang Silver Soul..
"Jadi.. pertarunganku tidak terlalu seru bukan..." Nicki tersenyum seperti berakhir dengan indah..
"Dont give up.. dont give up.. Hagiwara Sakura.. never give up.. keep spirit dan perlihatkan kau bisa melewati curston crab..."
"Ini ingatanku tentang menonton anime tahun 2013 lalu kah? Sekai de ichiban tsuyoku naritai? Hagiwara Sakura yang tak ingin berakhir seperti itu.. takkan kalah dari angin.. takkan kalah dari badai.. takkan kalah dari finished attack.." Starskowsky masih mencoba bangkit.. berdiri...
"Berdirilah Joe.. Yabuki Joe... masa depan Joe.. hari esok Joe.. ashita no joe.."
"Tokoh dalam cerita olahraga.. dan anime yang menyesakkan dada.. mencoba menonton perjuangan dengan deg-deg an..."
"Ketsuno Ana mungkin takkan kalah dari angin.. maka aku takkan kalah dari ketidak seriusan cerita ini..."
Starskowsky dengan tekad ingin berdiri.. tidak ingin kalah dari angin.. takkan kalah dari badai..
Mencurahkan "Ashita no Joe" dalam pikirannya.. tekad "Hagiwara Sakura"
"Aku memikul beban pemimpin.. dan takkan kalah dengan mudah.. karena aku tidak berjalan sendirian..." Starskowsky masih tetap tampan dan berdiri..
"Jadi.. kenapa aku tidak keren dan memiliki tekad begitu di chapter ini?" Gumam sang Nicki.
Dia tidak keren.. takkan terlihat keren dalam situasi apapun. Tak peduli bahkan jika ia tokoh utama. Takkan peduli jika chapter ini panjang segini.. dia masih dalam satu hal yang khas..
"Mengupil..."
B E R S A M B U N G