
Manusia-Manusia, kembali lagi kedatangan satu Manusia, satu Manusia ini dipastikan akan menjadi musuh Manusia yang bersirkel ini.
"Kalian, jangan mengabaikanku, aku akan menangis nanti , aku adalah Manusia terhebat di muka bumi!!" Serunya mantap, "Ayo cepat turun kalian, beraninya keroyokan, satu-satu kalau berani!!"
Bersemangat dia, tak sesombong pendatang lain yang sudah sok-sok akan menang, siapakah gerangan Pria yang bersemangat ini?
"Namamu pasti Ketapel?" Tanya Nicki.
"Bukan!' Balas sang Ketapel, "Dibilang bukan itu namaku woi!!"
"Namamu pasti Kipas-Angin von Cosmo-Wadesta yang hobi nempel di dinding itu ya?" Tanya Nicko agak ngaco.
"Bukan!!" Bentak si Pria yang disangka Kipas Angin von Cosmo-Wadesta.
"Kipas angin kosmos wadesta, sudah jelas itu namamu, bahkan kamu membentak marah, seolah-olah kamu tak ingin nama aslimu menjadi ejekan.." ucap Nicki.
Nicki dan mereka-mereka penumpang gelap sudah turun dari mobil, dan kemudian mobil barusan berubah bentuk ke hal semula, yaitu senjata . Gitar sang Nicki , dan Pistol sang Nicko.
Cukup ajaib memiliki atribut yang serba-bisa, membuat mereka tak pusing memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya.
Namun, orang yang berada di depan, bukanlah sembarangan karakter sampingan, "Namaku, Battleship Skydiving.." ucapnya, memperkenalkan namanya dengan mantap dan lumayan sopan.
"Space Battleship Yamato? Buset nama macam apa itu, kenapa kayak anime jadul itu njir!!" Seru Nicki.
"Bukan!!" Teriak sang Battleship, nampak Ia tak bisa menahan emosi, sudah gak karuan Ia karena diejek sedaritadi.
"Baperan ah, belum banyak kosakata udah baperan gini, ga asik, karakter yang ga bisa diajak bercanda di cerita komedi mending kelaut ajah..." ucap Nicki menanggapi kemarahan sang Battleship dengan santai.
"Ini emang cerita komedi, tapi apakah kau pikir bisa bikin orang tertawa? Cerita ini kayak komedi gagal yang gak ada lucu-lucunya, saking ga lucunya yang baca pun gak ada, kalaupun ada palingan cuma penulisnya! Yahahahaha aku malah gak kepengen masuk dalam cerita ini, soalnya cupu dan ngawur, terus kosakatanya suka salah, beberapa kali typo di chapter sebelumnya , bukannya diperbaiki malah dibiarin, dasar Author gak konsisten!!" Suara keras , dengan muak Ia berceloteh, menuturkan kata yang benar, karena cerita ini emang seperti itu.
"Sudah kuduga, namamu Yamato!!" Seru sang Nicki, dia seperti mendengarkan ucapan sang Battleship via telinga kanan , dan Ia keluarkan suara itu via telinga kiri, lebih tepatnya menganggap celotehan sang Battleship itu gak penting.
"Bukan!! Aku Bukan Yamato!!!!! Bukan bukan bukan bukan bukan bukan dan bukan! Kukatakan bukan sudah berarti bukan, kenapa banyak nebak udah tau salah, kalau udah dihawab bukan berarti emang bukan, mau membuatku darah tinggi kah? kalian pikir kalian siapa? Aku Battleship akan membuat kalian nangis di sini!!!" Bentakkan sang Yamato mulai bervariasi, kata-kata yang objektif ke-Bukan, adalah yang Ia perdengarkan begitu spektakuler.
"Yamato? Aku bukan Yamato! Kenapa Narasi biadab ikutan menyebut namaku dengan sebutan yang salah, bukan salah, tapi seolah ingin menggantikan namaku dengan nama jelek seperti itu!!"
Battleship itu nama yang aneh, harusnya Yamato saja, aku sebagai Narasi pun bahkan kesulitan mengetik namamu karena terlalu ribet, dari Battle ke Ship. Dasar Kapal Perang.
Mereka meributkan hal yang tak penting, tapi mereka tetap hobi berceloteh, karena cerita ini gak penting, maka mereka bebas melakukan hal-hal yang tak penting.
"Narasi ini adalah sampah, makanya dia bilang cerita ini gak penting, meskipun sebenarnya itu benar , sangat benar dan tak bisa diganggu gugat.." ucap Yamato, "Yamato-yamato-yamato matamu picik, namaku Battleship!!!" Bentak Batteship.
"Yamato, kau terlalu banyak bacot, kau harusnya gak usah mampir ke cerita ginian, marah-marah gajelas pula, gak bisa bercanda di cerita komedi gak usah mampir, mendingan cabut ke laut aja lo!!!" Nicki juga nampak mulai risih dengan berisiknya sang Yamato, cukup mudah sebenarnya membuat Ia tak berisik, cukup sebut namanya dengan nama yang benar, ini malah sengaja diubah-ubah.
"Daritadi engkau berkatakan bukan, harusnya engkau berkatakan iya, biar bukan tak menjadi acuan, mentang-mentang judulnya bukan malah dibuat jadi penebakan namamu yang ampas itu.. cuihh.." Nicki kesal kemudian meludah sembarangan.
"Kalian membuatku pusing, aku jadi gak pengen muncul lagi di sini, kalian emang ngeselin, aku akan mengalahkan kalian dengan kemampuan penuhku!!" Suara keras yang begitu menggelegar, ini adalah keseriusan sang Yamato.
"Terserah narasi ajah da..." sambung Battleship yang dah pasrah, namun Ia kembali ke-wajah semula; penuh dengan aura serius yang membara.
"Bakarlah , Cosmo!" Teriaknya kembali, mata merah merekah, apakah ini tanda-tanda Zona sudah online?
"Betul..." jawabnya sendiri, "Ini adalah pengakifan zona yang mantap.." sambungnya.
Suara desiran air, atau beberapa teriakan, hentakan, hempasan tangan, dari mereka yang tak bisa berenang.
"Zone of the End: Kolam Renang.." Dengan keren Ia berucap, memberitahukan kemampuan zona-nya, dengan mantap Ia menatap mereka yang berenang-renang dalam kolam.
Zona sang Battleship adalah menciptakan kolam renang, cukup bisa membuat beberapa perahu mengambang.
"Sekarang serba serius, karena kemampuanku cukup kontras dengan kemampuan Zona-ku, mereka berimbang dan tak saling berkontradiksi, Author memang hebat dalam memilih kemampuan yang unik..." cukup bangga Ia, meskipun tadi sempat banyak mengeluh.
"Apakah kemampuanmu, nyummon perahu balap?" Tanya Nicki yang menggerakkan tangan, lagi berenang ceritanya.
"Bukan!" Jawab Battleship.
"Pasti nyummon bebek ngambang?" Tanya sang Mana.
"Bukan!!" Bentak Battleship kembali.
"Ah, pasti mainan ikan paus yang cuma bisa nelan ikan kecil-kecilan?" Nicko ikutan menebak karena kepengen nebak ajah.
"Bukan!!!!! Kalian harusnya takut karena ini areaku, kenapa kalian malah banyak nanya hal-hal yang tak penting??!! Aku juga ingin beraksi, aku gak mau bagianku malah kebanyakan narasi doang woi!!" Semakin naik pitam Ia, memang tipikal karakter yang gampang baperan meskipun awal datang sempat sopan dan kayak karakter kalem.
"Sudah dibilang ini cerita komedi, ngapain karakter yang kepengen serius mampir di cerita ini, kayak bocah ajah doyan ngambek, cuih!!" Nicki meludah kolam renang.
"Tapi, enak juga ya renang di kolam siang-siang begini, soalnya hari sedang panas..." sambung Nicki.
"Enak? Kalian pikir kalian cuma kubuat begini doang? Gak dong ehehe..." mendadak Ia tersenyum licik, pertanda kemampuannya cukup berbahaya.
"Sistem Call: Battleship Toy But Absolutely Dangerous!!"
Apa yang Ia munculkan hanyalah sekumpulan mainan-mainan culun , dikira mereka yang berenang adalah anak-anak sampe mesti berenang sama sekumpulan mainan?
"Bocah gak ada di sini, apaan kok mainan??!!"
"Heh, kalian bodoh, itu jurusku ada 'Absolutely Dangerous' itu artinya mutlak berbahaya?!!" Bentak sang Battleship.
"Nande? Nande? Okakarimashita? Okakarimashita?" Nicki terheran-heran, sampai Ia berkata ngawur.
"Karena kemampuanku adalah ini, mensummon kapal perang mainan , dan bisa nembakin peluru!!!"
"Oh my Venus!!!!"
Dar dor dar dor suara senapan, o bisik jangkrik di siang hari, tenggelam dalam suara letusan...
Lihat Nicki dan kawan-kawan menari, di lokasi penembakan kolam renang .
"N-narasi, jangan berkata kayak lagu Sugali, aku bukan Sugali, aku gak bisa menari di tengah merebaknya tembakan!!!"
"Yahahahahaha!!"
B E R S A M B U N G